Oleh: Agus Riyanto | 15 Juni 2012

TIDAK ADA ALASAN UNTUK TIDAK BAHAGIA


Cantik Sehati: Cantik Hati dan Pekerti

Salah satu cara untuk meraih bahagia adalah bersyukur dengan apa yang ada saat ini. Sikap syukur ini akan membuat kita menerima diri dan keadaan kita apa adanya, atau dengan kata lain jujur pada diri sendiri. Menerima diri kita apa adanya berarti bahwa kita telah mampu menyesuaikan diri dengan takdir atau ketentuan Alloh SWT.  Meskipun ada hal-hal yang terjadi terhadap diri kita atau dalam hidup ini yang tidak sejalan dengan kemauan kita, namun kita tetap bersyukur. Bersyukur adalah istilah lain dari berterima kasih. Kepada siapa? Tentu kepada yang telah memberikan segala nikmat dan karunia kita selama hidup di dunia ini. Siapa dia? Tentu saja Alloh SWT, Tuhan semesta alam.

Kadang banyak di antara kita mengklaim bahwa kita telah bersyukur. Namun pada hakekatnya belum begitu. Agar jelas, bolehlah saya ambil sebuah contoh.

***

Ada seorang wanita yang ingin terkenal dan dicintai banyak pria. Dengan kemajuan teknologi informasi, khususnya melalui internet, ambisi itu pun mendapatkan sarana. Ibarat botol bertemu tutupnya. Apa yang dilakukan wanita ini? Dia lalu membuat akun di media sosial seperti blog, facebook, twitter, dan sebagainya. Dia memasang foto seorang gadis cantik jelita, yang ia anggap itu adalah dirinya. Ia pun menulis yang isinya memuji-muji fisik dan akhlaknya, seolah-olah ia adalah seorang wanita yang sempurna.

Tak dapat dibendung lagi, melihat gadis cantik dengan tulisan-tulisan yang menggoda maka banyak sekali kaum Adam yang terpesona dan menjadi fans beratnya. Para pria tersebut seperti menemukan sosok bidadari di dunia maya. Mereka berlomba-lomba menyapa dan menarik perhatiannya. Banyak di antara mereka yang ingin menjalin persahabatan, bahkan lebih dari itu, menjalin hubungan yang lebih dekat dari sekedar teman biasa. Pendek kata, banyak pria yang jatuh cinta pada sosok wanita yang satu ini. Mereka menganggap wanita ini adalah sosok yang sempurna.

Karena penasaran terhadap sosok aslinya, banyak pria yang ingin bertemu langsung, atau istilahnya kopdar (kopi darat). Mereka ingin kenal lebih jauh, tidak hanya di dunia maya, namun juga di dunia nyata. Dan di antara sekian banyak pria yang tertarik tersebut, rupanya ada satu yang memikat hati si wanita. Si wanita benar-benar terpikat pada satu pria ini, di antara ribuan pria yang jadi fans-nya.

Tak lama kemudian, sang pria mengajak untuk bertemu dengan bidadari yang selama ini mencuri hatinya dari dunia maya. Karena si wanita juga sangat tertarik dan jatuh hati, maka ia pun menyetujuinya. Lalu dibuatlah appointment (janji bertemu) di suatu tempat yang eksklusif. Perasaan mereka berdua tak menentu hingga hari-hari yang ditunggu pun tiba.

Di sebuah tempat yang syahdu dan spesial, di sebuah resort tepi pantai nan indah mereka pun bertemu…

“Di mana nich bidadariku, saya sudah satu jam lewat lima menit menunggu koq dia tidak muncul-muncul ya.. :-)”, kata sang pria dalam hati.

Tak lama kemudian muncullah sesosok wanita yang turun dari taksi. Setelah wanita itu masuk, sang pria tidak menghiraukannya. Disangkanya wanita itu salah satu staf di resort tersebut. Dia pun masih dalam sikap bete menunggu. Namun tiba-tiba, sang pria dikagetkan dengan sapaan wanita tadi.

“Hai.. ini Mas Arjuna ya? Emmm, perkenalkan… saya Bidadari. Senang ketemu langsung dengan Mas.. ternyata Mas lebih ganteng dari yang di foto.. :-)”

Gubraaaaakkkk… Tiba-tiba suasana hening itu buyar, dikagetkan oleh suatu benda padat yang berat membentur lantai.

Tak lama kemudian…

“Uh, huff… di mana aku? :-(“, tanya sang pria sambil berusaha membuka matanya.

“Mas di sini, bersama aku, Bidadarimu… :-)”, jawab si wanita.

Gubraaaak… ternyata sang pria pingsan lagi.

Selidik punya selidik, ternyata sang pria pingsang melihat sosok wanita yang dikenalnya di dunia maya sebagai “Bidadari” ternyata bertolak belakang dengan foto yang dia kenal di internet. Ternyata sosok cantik, lembut, putih, mulus, dan aduhai yang ia kenal di dunia maya aslinya adalah wanita yang (maaf) gembrot, hitam, sudah setengah baya,  lengannya kekar seperti pria, dan jemari tangannya jempol semua.

Ha ha ha

Sang pria tidak menyangka sama sekali, dan tidak bisa mempercayai kenyataan itu sehingga ia tidak bisa menahan pingsang. 😦

Setelah kejadian itu, mereka berdua tidak pernah berkomunikas lagi. Hubungan mereka pun putus sebelum dimulai. Sang pria merasa sangat kecewa telah ditipu mentah-mentah. Ternyata sosok yang dia lihat dan dia kenal di internet itu aspal (asli tapi palsu). Asli ada orangnya, tetapi palsu tidak sesuai foto profilnya.

Dengan kejadian tersebut si wanita pun shock. Dia terhenyak dan terpukul, seolah dibentak petir. Ia pun merenung dalam-dalam. Tak lama kemudian ia pun sadar bahwa ia telah menipu banyak orang dengan foto diri yang ia pajang, yang sesungguhnya bukan foto asli dirinya. Foto itu ia dapat dari internet, setelah ia edit sedikit menggunakan Photoshop lalu ia proklamasikan dan ia pasang sebagai profile pricture-nya.

Ia sadar selama ini telah membohongi banyak fansnya, membohongi banyak sahabat dunia mayanya, membongongi banyak pria yang akhirnya tergila-gila padanya, dan terutama membohongi Arjuna yang dengan tulus ingin bertemu muka dan menjalin sebuah hubungan yang istimewa.

Lebih dari itu, sebenarnya ia telah membohongi dirinya sendiri. Ia berbuat seperti itu karena ia tidak mau menerima kenyataan bahwa fisiknya tidak secantik yang ia harapkan. Dengan kata lain, ia tidak mensyukuri fisik karunia Tuhan yang ada pada dirinya. Ia secara tidak langsung melecehkan ciptaan Alloh SWT yang unik, yakni dirinya. Ia ingin dikenal di dunia maya tidak sebagai dirinya apa adanya, namun dirinya yang cantik dan sempurna bak bidadari. Ia malu pada orang lain tentang fisiknya yang asli. Padahal tiada manusia yang sempurna di dunia ini.

Alloh SWT tentu tidak menciptakan manusia dengan main-main. Seperti apa pun bentuk fisik makhluk-Nya, itulah kesempurnaan yang ia berikan. Meskipun ada yang terlahir cacat sekalipun, itulah karunia Sang Pencipta yang terbaik baginya. Oleh karena itu, selain ada kekurangan, pasti manusia memiliki kelebihan dan potensi yang luar biasa.

Si wanita pun kemudian membaca biografi Ucok Baba, Miyuki Inoue, Hirotada Ototake, Tony Christiansen, dan lain-lain. Ia semakin sadar bahwa ketidaksempurnaan fisik bukanlah alasan untuk tidak bersyukur. Apalagi sampai membohongi diri sendiri dan orang lain.

Seandainya ia tidak segera sadar dan kembali ke jalan yang benar, tentu hidupnya akan terus dibayangi kebohongan demi kebohongan. Hatinya pun semakin waswas ketika menghadapi dunia nyata. Dan rasa bahagia pun akan semakin menjauh darinya. Untunglah tidak demikian pada akhirnya. Ia sadar dan insaf. Ia pun tidak henti-hentinya beristghfar karena telah lancang menghina kreasi Tuhan dalam menciptakan fisik dia sendiri, dan membohongi banyak sahabat netternya.

Setelah itu, ia pun membangun kepercayaan diri untuk tampil apa adanya dan bersyukur dengan karunia Alloh yang ia miliki. Tak lama kemudian, datanglah seorang pria yang mencintai dia apa adanya. Lalu mereka pun menikah dan hidup bahagia.

***

Demikianlah sahabat pembaca yang berbahagia. Sepenggal kisah yang mungkin banyak terjadi di sekitar kita, yang menggambarkan betapa tidak bersyukurnya manusia terhadap apa yang dikaruniakan Alloh SWT pada mereka. Mereka mendustakan nikmat, dan menganggap apa yang mereka miliki tidak layak disyukuri. Jangankan mensyukuri, justru mereka malu karena karunia itu mereka anggap akan membuat mereka hina di mata manusia karena terlihat jelek dan tidak sempurna. Padahal jika mereka menerima kekurangan yang ada pada fisik maupun diri mereka, dan mau bersyukur dengan sepenuh hati, justru mereka akan mulia di mata penduduk langit dan bumi.

Padahal Alloh SWT telah mengingatkan manusia melalui firman-Nya dalam Al Qur’an Surat Ibrahim ayat 7 yang artinya: “Dan (ingatlah juga) tatkala Tuhanmu memaklumkan, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmar-Ku), sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih’.”

Kebahagiaan sejatinya datang dari dalam diri kita sendiri. Seberapa mampu kita menerima diri dan keadaan kita apa adanya, dan seberapa mampu kita bersyukur atas semua karunia yang ada. Kita ciptakan terlebih dahulu kebahagiaan di pikiran dan hati kita dengan mensyukuri semua yang ada pada diri dan milik kita. Keadaan seperti apa pun saat ini, kita berhak untuk bahagia.  Seperti apa pun fisik kita, kalau kita bisa bersyukur, pasti bisa bahagia. Tinggal kita yang menentukan sekarang:  mau bahagia atau sedih/menderita.

Hal yang sama juga bisa diaplikasikan terhadap kepemilikan harta atau materi duniawi. Tidak ada alasan untuk tidak bahagia, jika kita bisa berterima kasih terhadap keadaan apapun dalam hidup kita saat ini.

#  Tidak punya pesawat terbang: sedih

Ingat, masih punya mobil: bahagia

#  Tidak punya mobil: sedih

Ingat, masih punya sepeda motor: bahagia

#  Tidak punya sepeda motor: sedih

Ingat, masih punya sepeda ontel: bahagia

#  Tidak punya sepeda: sedih

Ingat, masih punya kaki yang sempurna: bahagia

#  Tidak punya dua kaki: sedih

Ingat, masih punya satu kaki, bisa pakai tongkat: bahagia

#  Tidak punya kaki (buntung dua-duanya): sedih

Ingat, masih diberi nafas, masih diberi hidup: bahagia

#  Tidak punya nafas = mati: sedih

Mati syahid, mati khusnul khotimah: bahagia

***

Biasanya, dari kepemilikan harta (misal: mobil, rumah mewah, tanah luas, uang segudang, perhiasan emas selemari, dan lain-lain) maka orang di sekitar kita biasanya mengatakan bahwa kita telah “sukses”. Lantas, apakah berarti kita telah bahagia? Belum tentu. Kebahagiaan itu hanya bisa dirasakan dalam hati, maka hanya kita yang tahu.

Jika harta yang dimiliki dari hasil korupsi, tentu pikiran orang itu tidak tenang, hatinya juga selalu waswas. Jadi, menurut saya orang yang sukses secara materi belum tentu bahagia, namun orang yang bahagia pasti telah sukses lahir-batinnya meskipun hidupnya ada yang sederhana sederhana dan ada juga yang berkelimpahan.  Pasti kita inginnya yang ideal: hidupnya kaya raya secara materi dan juga batinnya bahagia sepanjang masa…

Pikiran ibarat lahan satu hektar. Ditanam benih bahagia: tumbuh bahagia, bahagia, bahagia… meskipun di sela-selanya pasti juga tumbuh rumput ilalang derita. Bahagianya dipupuk, deritanya disiangi/dicabut. Panen: BAHAGIA forever.

Semoga bermanfaat. [AR]

Iklan

Responses

  1. kebahagaiaan sejati bagi seorang muslim adalah mendapatkan ridho Allah. untuk apa berlimpah materi dan punya ini itu jika cara mendapatkan materi tersebut dengan cara yang Allah murkai, korupsi misalnya. sebaliknya, walaupun kekurangan materi, tapi ketika sudah bekerjakeras tanpa adanya unsur penipuan atau kecurangan dalam mendapatkan materi juga selalu bersyukur maka Allah akan ridho padanya….inilah kebahagiaan sejati…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: