Oleh: Agus Riyanto | 6 Juli 2016

INDAHNYA SALING MEMAAFKAN DI HARI KEMENANGAN


Apa kabar sahabat-sahabatku semua?

Semoga di hari yang berbahagia ini kita termasuk hamba Alloh SWT yang mendapatkan kemenangan sejati setelah sebulan penuh kita ditempa lahir – batinnya dalam ibadah puasa yang mengokohkan iman.

Tidak lupa dan tiada henti saya mengajak Anda semua untuk segera mendapatkan buku saya yang sedang beredar di toko buku Gramedia berikut ini:

Bangkit_Maju_dan_Raih_Mimpi_EdRev

Biasanya buku tersebut didisplay di rak buku kategori “Dunia & Akhirat”. Namun jika Anda bingung setelah mondar-mandir mencarinya tidak ketemu, lebih baik tanyakan langsung kepada staf atau karyawan Gramedia yang pasti akan siap sedia membantu Anda.šŸ˜€

***

Setelah bulan suci Ramadhan tahun ini berlalu pergi tentu ada kesedihan di hati. Ingin rasanya setiap bulan adalah Ramadhan.Ā Ingin rasanya ibadah kita selalu semangat sepertiĀ semangatnya ibadah di bulan Ramadhan. Dan ingin rasanya kita berjumpa dengan Ramadhan tahun depan. Meski kita tidak pernah tahu kapan saatnya kita harus pergi dari dunia ini, marilah kita selaluĀ berdoa memohon kepada Alloh SWT semoga kita diberi umur panjang hingga berjumpa dengan Ramadhan di tahun-tahun berikutnya.

Kini, tibalah kita di hari yang fitri. Di hari seluruh umat Islam di segala penjuru dunia merayakan kemenangan. Bukan kemenangan Portugal versus Prancis di final Piala Eropa, tetapi kemenangan tiap diri kaum Muslim melawan nafsu pribadinya masing-masing melalui tempaan ibadah puasa yang bertujuan membentuk insan yang taqwa.

Di hari bahagia Idul Fitri ini bukanlah baju baru, celana baru, kaos oblong baru, sendal baru, atau gadget baru yang harus kita pentingkan. Namun, mari kita sempurnakan ibadah puasa Ramadhan yang telah susah payah kita tunaikan dengan saling meminta maaf dan saling memaafkan. Karena, selama ini pasti kita pernah–bahkan sering–berbuatĀ kesalahan kepadaĀ orang-orang di sekitar kita: pasangan, orang tua, saudara, tetangga, teman, dan lain-lain.

Mungkin pernah kita belanja ke warung, eh.. penjualnya judes. Kita dongkol bukan kepalang dalam hati, hingga tidak pernah saling menyapa. Parahnya, yang punya warung itu adalah tetangga depanĀ rumah.

Mungkin pernah kita melakukan jual-beli sesuatu, eh.. si penjual ingkar janji tentang suatu hal yang telah disepakati bersama.

Mungkin ada tetangga kita yang selalu menghina atau meremehkan kreasi kita dalam mempercantik rumah.

Mungkin ada teman, saudara, atau rekan bisnis yang menipu kita mentah-mentah, atau membawa kabur hasil kerja keras kita.

Dan masih banyak hal lainnya…

Marilah semua itu kita maafkan. Dengan memaafkan, ibarat kita mencabut duri yang menancap di hati kita. Sakitnya jadi hilang, tidur pun tak lagi meradang.šŸ™‚

Apa susahnya memaafkan… Toh itu gratis–tidak dipungut biaya sepeser pun! Insya Alloh dengan memaafkan orang lain–apa pun kesalahannya, kita sendiri yang akan menjadi mulia. Tidak saja di mata sesama manusia, namun lebih keren lagi: dalam pandangan/penilaian Alloh SWT.

Meminta maaf memang kadang susah. Memaafkan apalagi… Namun, di hari yang penuh suka cita ini marilah kita meminta maaf kepada siapa pun yang pernah kita sakiti–sengaja atau tak sengaja; dan jangan lupa maafkan juga meraka yang pernah menyakiti kita, baik fisik maupun psikis, agar sempurna kemenanganĀ kita. Agar tidak ada yang menghambat ampunan Alloh bagi kita.

Mungkin dengan amal ibadah yang menggebu-gebu selama Ramadhan, Alloh SWT sebenarnya telah ridlo dan hendak mengampuni kita. Namun, ternyata ada dosa kita terhadap sesama makhluk yang harus kita tebus dengan meminta maaf kepada yang bersangkutan. Jangan sampai ridlo dan ampunan Alloh ditunda apalagi dicancel gara-gara kita belum meminta maaf kepada sesama manusia yang mungkin pernah kita sakiti tersebut.

Jadi ingat yang ini juga.. Bagi teman-teman yang mungkin dulu ketika sekolah jajanĀ di kantin, makanĀ mendoan 5, cuma bayar 3.. Hayooo, tanggung jawaaab! hehehešŸ˜€

Ā ***

Maka, bahagianya jikaĀ kita sudah dengan sungguh-sungguh meminta ampun atas segala dosa kepadaĀ Alloh, dan Alloh Yang Maha Pengampun mengampuni kita–meski dosa kita telah menggunung atau sebanyak buih di lautan. Dan tak lupa juga kita sudah meminta maaf kepada sesama manusia. Perkara orang lain tersebut tidak memaafkan, itu urusan dia dengan Alloh. Tugas kita hanya meminta maaf dengan tulus dan sungguh-sungguh.

Akhirnya, tiada kata yang paling indah selain saling memaafkan di hari kemenanganĀ ini. Tiada keadaan yang paling membahagiakan selain keadaan di mana kita sudah diampuni dosa-dosanya, dan menjadi suci lagi bagai bayi yang baru lahir. Semoga kelak kita bisa menghadap Alloh SWT dalam keadaan yang bersih seperti itu. Aamiin.

Dp-BBM-Selamat-Hari-Raya-Idul-Fitri-

Tidak lupa saya, atas nama pribadi dan keluarga, mengucapkan:

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1437 H

Taqobbalalloohu minnaa wa minkum, shiyamana wa shiyamakum

~ Mohon maaf lahir &Ā batin atas semua salah dan khilaf ~

Selamat-Hari-Raya-idul-Fitri


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: