Oleh: Agus Riyanto | 6 Maret 2012

HABIS GELAP TERBITLAH TERANG (2)


Tulisan sebelumnya telah menceritakan bagaimana kegelapan malam membuat bintang terlihat bersinar gemerlapan di angkasa. Pun, manusia yang dengan adanya kesusahan, kesulitan hidup, penderitaan, dan pahitnya perjuangan membuat dia bisa menjadi makhluk cemerlang yang kokoh dan membaja, ibarat bintangnya bumi. Dan perjuangan itu bisa dilihat dari anak-anak yang belajar berjalan.

Dulu perjuangan kita untuk bisa berjalan harus melewati proses jatuh bangun yang melelahkan, bahkan lutut kita sampai terluka. Sekarang berjalan sudah menjadi hal yang biasa. Kita juga kemudian bisa berlari, bahkan bisa terbang (naik Boeing 737, hehehe).

Sekarang kita memang pandai berjalan dan berlari, namun itu bukanlah sebuah prestasi. Yang sekarang kita hadapi adalah perjalanan di dunia nyata yang penuh cobaan dan tantangan. Kalau dulu kita tertatih-tatih belajar berjalan, mungkin sekarang juga kita mengalami ketertatihan itu dalam kehidupan manusia dewasa.

Ghost Gundul

Jika kesulitan itu ibarat kegelapan, maka dalam kegelapan itu mungkin akan muncul hantu-hantu yang membuat beberapa orang ketakutan hingga pingsan. Bagi yang tidak pingsan mungkin kencing di celana. Hantu-hantu itu antara lain berupa:

1. Telalu pasrah

Kadang kita begitu saja menerima keadaan karena kita menganggap keadaan itu sudah menjadi nasib akhir kita, meskipun sebenarnya keadaan yang sedang dialami tersebut tidak kita inginkan dan menyedihkan. Malangnya, karena terlalu pasrah lantas kita diam saja tanpa mau berusaha merubah agar keadaan bisa menjadi lebih baik.

2. Pesimis

Sikap pesimis tidak memandang adanya harapan untuk berhasil. Yang dilihat hanya segunung kesulitan dan hambatan yang dianggap tidak akan bisa diatasi. Hal ini menyebabkan usaha yang kita lakukan tidak maksimal, karena tidak yakin dengan pencapaian keberhasilan yang bisa didapatkan.

3. Mudah putus asa

Setelah menjalankan ikhtiar semaksimal mungkin dan ternyata belum berhasil atau terbentur berbagai hambatan, biasanya kita akan menghentikan langkah atau tidak mau mencoba lagi. Inilah sikap putus asa yang sering menyerang jiwa kita ketika suatu target atau tujuan yang hendak kita capai menghadapi sebuah cobaan atau batu sandungan yang besar dan sulit untuk kita lewati. Sikap pesimis menjadikan kita kalah sebelum babak penentuan. Bisa disebut kalah sebelum bertanding. Kekalahan terjadi di dalam diri kita sebelum usaha penghabisan dikerahkan. Putus asa membuat kita merasa tidak berdaya dan menyerah begitu saja. Padahal jika kita gigih, mungkin tinggal sedikit lagi keberhasilan akan kita raih.

4. Malas

Kebiasaan malas sudah kita pahami merupakan akar dari rendahnya pencapaian hidup yang kita raih. Lebih jauh lagi, malas bisa dikatakan sebagai biang keladi segala kemiskinan. Orang yang malas hanya akan berpangku tangan, sementara angan-angan mereka terbang ke awan. Malas untuk melakukan sesuatu hanya akan membuat nilai waktu kita nol. Malas membuktikan ketiadaan disiplin diri pada seseorang. Mungkin ia merasa nyaman karena tidak ada sesuatu yang mengusiknya, namun sebenarnya jiwanya sedang merana karena dikalahkan oleh nafsu kemalasannya. Orang yang malas mana mungkin bisa bahagia. Oleh karena itu, jika ingin bahagia maka kita harus rajin dan disiplin.

Itulah beberapa di antara hantu-hantu yang mungkin muncul dalam kegelapan hidup kita. Hantu-hantu mental itu seperti vampir yang mengedot darah kita hingga kita lunglai. Tidak ada harapan yang cerah, seolah-olah kegelapan hidup itu permanen. Untuk itu, jika menjumpai hantu-hantu tersebut dalam hidup kita, segeralah menemukan penangkalnya. (to be continue…).


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: