Oleh: Agus Riyanto | 21 Desember 2010

LDR: JAUH DI MATA DEKAT DI HATI


LDR - Jauh di Mata Dekat di Hati

Terbanglah Menjemput Cinta Sejatimu...

Apa kabar sahabat-sahabat pembaca yang budiman…? Tidak lama lagi kita akan melewati pergantian tahun dalam suasana yang syahdu karena hujan turun hampir di sepanjang tahun ini. Tahun 2010 dalam hitungan hari akan segera berlalu dan kita akan memasuki tahun 2011 Masehi. Beberapa hari yang lalu juga kita telah masuk ke tahun 1432 Hijriyah. Seperti biasanya, di penghujung tahun ini kembali saya memposting artikel bertema “cinta”. Tema cinta memang tak kan pernah usai untuk dikupas. Yang penting apa pun temanya, semoga di tahun baru ini (1432 H) atau 2011 Masehi esok kita bisa menjadi lebih baik di segala aspek kehidupan.

***

Menjalin cinta dengan kekasih yang berada di dekat kita mungkin hal biasa. Kita bisa sering bertemu dan bertatap muka. Bisa langsung mengetahui keadaan si dia, melihat ekspresi wajah, senyum manis, dan gerak tubuhnya secara langsung. Kita bisa pergi bersama untuk membina keakraban. Namun akan lain ceritanya jika kekasih atau pasangan kita berada jauh dari tempat tinggal kita dan tidak bisa bertemu seintens jika jarak tak lagi memisahkan. Demikian juga dengan keadaan pasangan suami istri yang terpisah oleh jarak yang membentang, mungkin karena alasan pekerjaan, tugas dinas, dan lain-lain. Tentu ini membutuhkan sesuatu yang berbeda.

LDR atau Long Distance Relationship tak bisa dihindari sering terjadi di antara kita. Jalinan cinta jarak jauh ini mewarnai kisah cinta umat manusia, meski tidak semua orang mengalaminya. Beberapa pasangan mungkin akan kesulitan membina hubungan cinta yang serius atau menjalani kehidupan rumah tangga dengan orang yang berada jauh dari kita. Mungkin terpisah gunung, lembah, laut, bahkan samudera. Jarak yang membentang memisahkan dua insan yang saling mencinta. Cinta pun terpendam dalam dada.

Jika jarak memisahkan, apakah itu menjadi penghalang bersatunya dua hati yang saling mencintai? Tentu tidak! Banyak pasangan yang telah membuktikan keseriusan cintanya, sehingga meskipun jarak memisahkan, meskipun hidup di pulau bahkan benua yang berbeda, mereka bisa memperjuangkan cintanya hingga ke pelaminan.

Kenapa mau dengan si dia yang jauh? Kenapa tidak dengan yang dekat saja (tempat tinggalnya)? Begitu mungkin pertanyaan yang sering saya dengar. Habis harus bagaimana lagi… ketemunya yang jauh, hehehe… Kalau hati sudah klik (cocok dan yakin) maka jarak yang jauh tidak akan menjadi masalah. Betul nggak?

Apakah tidak ada masalah jika kita membina hubungan cinta jarak jauh? Tentu banyak masalah yang akan timbul. Bertengkar, cemburu, curiga, kangen, dan sebagainya—merupakan bumbu dalam sebuah proses menjalin hubungan yang serius. Bahkan kalau kangen bisa sampai demam karena tidak bisa langsung bertemu. Demam yang ini jelas sekali penyebabnya, yakni nyamuk malarindu tropikangen, hehehe… Betul sahabat pembaca, ini benar-benar terjadi. Tidak percaya? Tanya saja pada si dia yang jauh di sana. Tapi jangan bilang-bilang dari saya ya… karena bisa-bisa saya ditimpuk pakai tiang listrik karena membocorkan yang satu ini. Buuuuk! Saya bisa langsung tewas, ha..ha..ha…

LDR bisa bertahan memang dengan mengandalkan kepercayaan. Percaya bahwa si dia akan setia dan sungguh-sungguh dalam menjalin hubungan sampai bisa bersatu. Itu semua bisa terjadi jika kita memiliki komitmen yang kuat dengan pasangan kita. Komitmen itu pun bisa terbentuk karena adanya cinta yang tulus, kesamaan tujuan ke depan, dan saling pengertian. Pengertian akan keadaan masing-masing dan saling menerima apa adanya. Dan nantinya salah satu harus ada yang mau mengalah untuk meninggalkan kampung halaman, karena tidak mungkin setelah menikah tinggalnya di dua kota yang berjauhan secara bergantian.

Apa pun yang menjadi penghalang, jika kita dan si dia sudah memiliki tekad yang kuat untuk berjuang bersama membina rumah tangga dengan mengharap ridlo dan pertolongan-Nya, pasti semua bisa diatasi. Jika kita harus bertengkar karena salah paham, pasti tidak akan sampai berpisah. Untuk itu, komunikasi yang baik harus selalu dipelihara agar semua masalah yang ada bisa dibicarakan  dan dicarikan solusi bersama. Yang tidak boleh kita lakukan adalah berkhianat! Ah, tapi kan si dia jauh… tidak mungkin tahu jika kita selingkuh. Dia mungkin tidak tahu, tapi Tuhan Maha Tahu. Kita mungkin bisa membohongi pasangan kita, tapi kita tidak mungkin bisa membohongi hati nurani kita sendiri. Apakah jika kita tidak jujur dengan pasangan kita, dia layak mencintai kita? Atau kita ini layak untuk dicintai? Menyakiti hati secara sengaja orang yang dengan tulus mencintai kita sangatlah tidak terpuji. Untuk itu, kejujuran masing-masing pasangan sangat dibutuhkan.

Ada hal lain yang juga sangat penting agar LDR itu bisa langgeng sampai ke jenjang pernikahan, yakni restu kedua belak pihak orang tua. Ini sangat penting karena akan menjadi dukungan moril yang utama, karena kita hidup saling berjauhan dengan pasangan kita yang tentunya berbeda adat, budaya, kebiasaan, dan lain sebagainya. Jika dari awal saja orang tua tidak merestui, tentunya jarak yang jauh akan semakin jauh dan seakan tak akan pernah terjangkau.

LDR, meski jauh di mata, namun dekat di hati. “Itu yang namanya cinta”, demikian kata teman saya. Cinta memang tidak memandang jarak dan waktu. Paling tidak itu cinta sederhana yang bisa kita miliki. Cinta yang seolah bisa menembus batas ruang yang memisahkan dua hati. Cinta yang layak kita perjuangkan untuk kebahagiaan hidup di dunia ini, dan ladang untuk meraih kebahagiaan di akhirat nanti.

“Selama jantungku masih berdetak, selama itu pula engkau milikku. Selama darahku masih mengalir, cintaku pasti tak kan pernah berakhir…”, demikian cuplikan syair lagu “Arti Cinta” yang pernah dilantunkan Ari Lasso.

 


Responses

  1. good…betul pisan euy

  2. bagus tulisannya… sekarang ana juga lg LDR sama kekasih, Aa’… ana kadang sering rasa rindu. Ana di Sby, kekasih di Bali… mau telpon n sms tiap hari ndak mungkin…, dia bukan tipe orang yg suka di sms in ato telpon. Kita lebih berkonsep pada pegang komitmen.., dan jaga kepercayaan./.. ana hanya bisa kirim doa’ kalo kangen dia… dan ana juga insya allah selalu srtakan nama dia dalam tiap do’a. Tapi entah kenapa ya A’, ana lebih ngerasa dekeeeet banget sama dia dan Allah ketika ana selesai berdoa untuknya…deketnya ke dia lebih daripada sekedar sms ato telpon., tapi lgsung ke hati… bathin yg ngomong. Dan ngga tau kenapa, semakin ana berdoa semakin ana yakin..

    maaf kalo komennya kepanjangan ya A’… sekalian numpang curhat..
    salam…,
    Rizma disini.

  3. assalamualaikum..
    saya jg LDR,
    saya di jogja si mas ada di sby..
    tp yasudahlah klo jodoh gak kemna..
    ikhlas ridho lillahi ta’ala saja saya pasrah
    mskipun saya sgt mencintai dan sayang sama mas disana🙂

  4. LDR itu indah, karena kemungkinan besar ketemu pun sedikit. Jadi tidak menimbulkan fitnah atau dosa. Tapi tergantung orangnya juga sich…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: