Oleh: Agus Riyanto | 2 November 2010

SANDARAN BAHAGIA


Bahagia dunia akhirat

Meraih Bahagia

Sahabat pembaca yang budiman, cukup lama saya tidak menyapa anda semua. Semoga kita semua senantiasa merasakan kebahagiaan dan kedamaian yang syahdu sepanjang hari. Pada kesempatan ini saya akan mengulas apa sebenarnya sandaran yang bisa membuat hidup kita bahagia–di dunia ini, juga di akhirat kelak.

Apa pun yang terjadi kita dalam hidup kita seharusnya kita merasa bahwa itu adalah yang terbaik yang dikaruniakan Tuhan untuk kita. Segala penghalang bahagia akan sirna sesungguhnya bila kita sudah menyandarkan semuanya kepada Sang Pencipta. Kita akan ikhlas dengan takdir hidup kita jika kita telah menyandarkan diri (tawakkal) kepada Tuhan, Allah SWT. Dia-lah muara cinta kita. Dialah yang menjadi tujuan akhir hidup ini, meski kadang terlupakan. Dia-lah pujaan hati yang sejati!

Oleh karena itu, cinta kepada Tuhan merupakan cinta yang teragung. Cinta itu akan menyinari cinta kita kepada ciptaan-Nya. Tak ada lagi keluh-kesah dan gerutu kita dalam menjalani kehidupan karena kita sadar bahwa apa yang kita alami merupakan kehendak-Nya, dan jika itu sudah menjadi ketentuan-Nya maka pasti itu yang terbaik bagi kita.

Saat cinta kita dikhianati manusia, kehilangan harta benda, bahkan ditinggal orang-orang terkasih, Dia pasti tetap ada di sisi kita. Dia selalu ada dalam suka dan duka. Dia pun tetap memberi ampunan meski tak terhitung dosa kita. Dia-lah Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang, yang menjadi sandaran kita dalam mengaruhi kehidupan yang fana ini.

Cinta kepada Allah membuat kita menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Cinta itu membuat kita rela dengan hasil akhir ikhtiar kita, baik dalam mencari jodoh, rejeki, dan urusan dunia lainnya. Kita sadar bahwa hidup ini tidaklah kekal, dan akhiratlah yang abadi. Akhirnya kita jadikan usaha kita di dunia untuk meraih ridlo-Nya, ibadah kita hanya tertuju pada-Nya, dan cinta kita kepada makhluk-Nya pun menjadi refleksi cinta kita kepada-Nya.

Baik dan buruk peristiwa yang menimpa kita akan kita sambut secara proporsional, karena kita tahu semua yang terjadi di dunia ini pasti atas ijin dan kehendak-Nya. Tidak ada yang bisa menghalangi sesuatu terjadi jika Allah sudah menghendaki itu terjadi. Jika Allah sudah menjadi tujuan cinta dan hidup kita maka kita akan melihat alam sekitar dan peristiwa-peristiwa yang menimpa kita sebagai bukti keagungan-Nya. Tidak ada sedih saat milik kita diambil oleh Sang Pencipta, karena kita tahu Dia-lah Sang Pemilik yang sesungguhnya dan semua yang ada di dunia ini akan kembali. Dia-lah penggenggam alam semesta, tidak ada daya dan upaya manusia kecuali dari Allah Yang Maha Agung.

Saat usaha kita berhasil, kita bersyukur karena keberhasilan kita juga karena kehendak-Nya. Demikian juga saat usaha kita gagal, kita tetap bahagia karena kita sadar itulah yang terbaik menurut-Nya. Jika ikhtiar kita masih kurang sempurna maka kita pun bangkit lagi dengan tetap menyerahkan hasil akhir kepada Allah SWT.

Di saat kita dihina, kita tahu bahwa orang yang menghina kita juga makhluk-Nya. Belum tentu dia lebih baik dari kita sehingga janganlah membalas hinaan dengan hinaan. Cukuplah Allah yang ada di hati kita. Pasti Dia Maha Tahu bahwa hati kita terluka dengan hinaan itu, berharaplah Dia yang menenangkan hati kita dari segala amarah dan dendam.

Saat jodoh tak kunjung datang, berharaplah kepada-Nya untuk mempertemukan salah seorang hamba-Nya untuk menjadi pendamping hidup kita. Jika kita sudah siap lahir dan batin, pasti Allah akan mempertemukan kita dengan belahan jiwa yang dinanti-nantikan. Demikian juga jika rizki kita mungkin masih pas-pasan, pasti Allah bertujuan baik. Mungkin agar kita tidak sombong, agar kita tetap dekat dengan-Nya, atau agar kita lebih giat berusaha.

Cinta kepada Sang Pencipta akan menumbuhkan keikhlasan di hati kita. Menerima apa pun yang terjadi dengan rela bahwa semua itu terjadi atas kehendak-Nya. Kita pun tidak merasa hidup itu kejam, tidak adil, dan rasa tidak puas lainnya yang menjadi sebab kita jauh dari bahagia.

Apa pun yang sekarang kita miliki, banyak atau sedikit, adalah anugerah-Nya. Kita merasa bersyukur karena Allah selalu ada di hati kita. Kita bahagia karena tidak ada lagi faktor eksternal yang merisaukan kita, segalanya telah kita pasrahkan kepada Tuhan Penguasa Alam.

Kita lahir ke dunia ini tidak membawa apa-apa, walau sehelai benang pun… Dan kita pun akan pergi dari dunia ini tanpa membawa apa-apa, kecuali amal kita selama hidup. Oleh karena itu, tidak bijak jika problema kehidupan menjadi penghalang untuk bahagia.

Sahabat-sahabatku, cukuplah bagi kita untuk tetap bahagia dengan menyandarkan cinta kita kepada Allah. Mungkin semua keinginan kita tidak akan pernah terpenuhi, atau hati kita pernah terluka oleh sesama manusia, tetapi bukankah hidup di bumi ini bukanlah akhir perjalanan kita? Apakah kita akan mengorbankan kebahagiaan hidup di dunia ini untuk mengejar sesuatu yang akan kita tinggalkan saat mata kita tertutup dan tak bisa terbuka lagi…?

Bila kemarin masih ada tangis maka sekarang tersenyumlah. Bila masa lalu terasa kelam dan hampa maka isilah masa depan dengan amal terbaik demi meraih ridlo-Nya. Bila hari-hari yang telah lalu kita tertatih dalam kemarau yang panas maka sejukkan hari ini dan seterusnya dengan embun cinta-Nya…

Cintaku padamu wahai anak manusia… pasti akan rusak binasa, namun cinta-Nya padamu akan kekal selamanya. Cinta kita kepada-Nya tidak akan tersia-sia, Dia akan membalas cinta kita dengan lebih dahsyat. Dia akan memberikan jiwa kita embun yang sangat menyejukkan. Dia akan memberikan kebahagiaan di dunia dan di akhirat, maka… raihlah cinta-Nya niscaya engkau akan bahagia. Tembuslah pintu langit dengan kekuatan cinta…!

Aku ingin bahagia dengan setiap pemberian-Mu…

Aku belajar untuk menerima apa pun takdir hidupku…

Aku belajar untuk melupakan luka-luka masa lalu…

Aku pun percaya masih ada cinta suci untukku…

Ya Allah, jadikan aku bahagia karena bisa mencintai-Mu

Dan menjadi orang yang paling bahagia karena bisa mendapatkan cinta-Mu

Dan matikan aku dalam keadaan khusnul khatimah, aamiin.


Responses

  1. Mungkin sulit untuk menemukan cinta sejati… namun lebih sulit lagi jika kita hidup tanpa cinta, apalagi tanpa cinta-Nya…

    Salam cinta dari hati!

  2. hai mas agus…lama gak ketemu. Wih, iseng2 saya ketik tulisan motivasi membawa saya ke blogmu. Apa kabar? masih ingatkah adik kelasmu ini? Hihihi salam dari Leiden,

    sukses selalu yaaa

    • Hai Dik Ima… Alhamdulillah kabar saya baik dan sehat.
      Bagaimana denganmu?

      Bulan kemarin saya juga silaturahmi ke rumah, tapi tidak bertemu ibu karena beliau lagi ke Semarang.

      Wah, Dik Ima sekarang Hebat dan Luar Biasa Prima ya…
      Semoga kuliah S2-nya di Leiden segera selesai dengan sukses ya!

      Tetap semangat!!
      Salam dari Kota Satria…

  3. menjaga cinta pada Allah kadang naik turun…sungguh butuh kesabaran yang tinggi…

    • Kita menjauh, Dia jauh… Kita mendekat, Dia dekat.
      Bisa istiqomah untuk senantiasa taqorrub pada-Nya sungguh karunia yang luar biasa.

      Semoga hidup kita bahagia di dunia dan di akhirat kelak, aamiin.

  4. Mantab, luar biasa.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: