Oleh: Agus Riyanto | 12 Agustus 2010

MARHABAN YAA RAMADHAN


Selamat menunaikan ibadah Puasa Ramadhan

Marhaban ya Ramadhan

Tak terasa sekarang kita telah memasuki bulan suci Ramadhan 1431 H. Satu tahun telah berlalu sejak Ramadhan 1430 H yang lalu. Dan Alhamdulillah kita masih diberi nafas untuk berjumpa dengan bulan penuh rahmat ini.

Bulan Ramadhan adalah bulan yang istimewa bagi umat Islam. Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh rahmat. Di bulan ini pahala dilipatgandakan, pintu-pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Hal ini dikemukakan dalam hadits Nabi yang diriwayatkan Abu Hurairah ra. sebagai berikut :

Rasulullah saw. bersabda: “Apabila tiba bulan Ramadhan, maka dibukalah pintu-pintu surga, ditutuplah pintu neraka dan setan-setan dibelenggu.” (Shahih Muslim No.1793)

Berpuasa di bulan Ramadhan wajib hukumnya, yakni bagi orang-orang yang memenuhi syarat wajib puasa sebagai berikut:

  1. Islam;
  2. Baligh (cukup umur/cakap);
  3. Berakal sehat;
  4. Bersih dari haid dan atau nifas (bagi wanita); dan
  5. Kuat menjalankan puasa (sehat) dan tidak dalam perjalanan (musafir). Hal ini sebagaimana sabda Nabi: “Tidaklah termasuk kebajikan orang yang tetap berpuasa dalam perjalanan (musafir).” (HR. Bukhari)

Jadi, jika kita melihat orang yang di KTP-nya tertulis beragama Islam, dan dia sudah dewasa—bahkan dewasa banget alias tua, namun dia tidak berpuasa mungkin ada beberapa sebab.

Pertama, dia mungkin sedang haid atau baru melahirkan…

Tetapi dia kan laki-laki, masa haid?

Oh ya… atau mungkin sebab kedua, dia sedang sakit atau dalam perjalanan (musafir).

Tidak… tidak! Dia sehat wal afiat dan berada di rumah saja!

Wah, kalau begitu jika dia Islam, baligh, kuat untuk berpuasa, tidak sedang haid atau nifas, dan tidak dalam perjalanan jauh, tetapi dia juga tidak berpuasa… Pasti ada yang tidak beres… Mungkin akalnya sedang tidak sehat, ha..ha..ha..

Demikianlah sahabat pembaca, masih banyak di sekitar kita orang dewasa yang mengaku Muslim, namun di bulan suci Ramadhan ini dia belum mendapat hidayah untuk menjalankan ibadah puasa, bisa dipastikan dalam dadanya tidak ada iman meski yang terlemah, sehingga akalnya menjadi tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Pasti mereka tidak mau dibilang gila! Tetapi maunya bagaimana, sudah jelas perintah puasa dari Alloh SWT. Namun benar sekali bahwa panggilan berpuasa di bulan Ramadhan hanyalah untuk mereka yang beriman, sebagaimana firman Alloh SWT dalam Al Qur’an Surat Al Baqoroh ayat 183 yang artinya sebagai berikut :

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Puasa seseorang juga tidak akan sah tanpa adanya niat di malam harinya. Niat merupakan fardlu/rukun puasa. Untuk itu, kita tidak boleh melupakan niat sebelum menunaikan puasa Ramadhan. Ada yang berpendapat niat puasa itu cukup dilakukan sekali pada awal bulan Ramadhan, yakni pada malam Ramadhan yang pertama—niat puasa untuk sebulan penuh. Hal ini untuk menghindari kita lupa niat berpuasa tiap malam. Namun umumnya (dan hendaknya) kita juga niat berpuasa tiap malam untuk puasa esok harinya.

Adapun hal-hal yang bisa membatalkan puasa antara lain :

  1. Makan dan minum dengan sengaja (termasuk merokok dan menelan sisa-sisa makanan).
  2. Muntah dengan sengaja.
  3. Bersetubuh, di siang hari bulan Ramadhan.
  4. Keluar darah haid atau nifas (bagi wanita).
  5. Gila (jika gila itu datangnya siang hari maka batallah puasanya).
  6. Mengeluarkan mani (spermatosoit) dengan sengaja karena suatu sebab yang mendorongnya secara kebiasaan, misalnya melihat gambar-gambar porno, bersentuhan dengan perempuan, dan hal lain yang bisa membuat itu terjadi.
  7. Memasukkan sesuatu ke dalam lubang seperti telinga, hidung, atau mata (biasanya berbentuk cairan, meskipun obat).

Pahala puasa juga bisa batal atau puasa kita sia-sia karena perbuatan buruk berikut :

  1. Memfitnah;
  2. Menceritakan keburukan-keburukan orang lain (menggunjing);
  3. Berkata bohong, menipu atau mencuri.

Untuk itu, selain menjaga diri dari hal-hal yang bisa membatalkan puasa, hendaknya kita juga sebisa mungkin menghindarkan diri dari hal-hal yang bisa membatalkan pahala puasa kita. Tentu saja kita tidak ingin puasa kita sia-sia. Puasa adalah ibadah yang pahalanya Alloh langsung yang akan menilai karena hanya kita dan Dia yang tahu kualitas puasa kita. Mungkin malaikat atau orang lain tidak tahu perbuatan kita selama berpuasa, namun Dia Maha Tahu apa yang kita lakukan, bahkan apa yang ada di dalam hati kita.

Di samping itu, perlu juga diperhatikan keutamaan puasa dan hal-hal penting lainnya sebagaimana disebutkan dalam beberapa hadits Nabi berikut ini :

1. Barangsiapa berpuasa Ramadhan dengan keimanan dan mengharap pahala (keridhoan) Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang terdahulu. (HR. Bukhari)

2. Allah ‘Azza wajalla mewajibkan puasa Ramadhan dan aku (Rasulullah Saw) mensunnahkan shalat malam harinya. Barangsiapa berpuasa dan shalat malam dengan mengharap pahala (keridhoan) Allah, maka dia keluar dari dosanya seperti bayi yang baru dilahirkan oleh ibunya. (HR. Ahmad)

3. Rasulullah Saw menaiki mimbar (untuk berkhotbah). Menginjak anak tangga (tingkat) pertama beliau mengucapkan, “Aamin”, begitu pula pada anak tangga kedua dan ketiga. Seusai shalat para sahabat bertanya, “Mengapa Rasulullah mengucapkan ‘Aamin’.” Beliau lalu menjawab, “Malaikat Jibril datang dan berkata, ‘Kecewa dan merugi seorang yang bila namamu disebut dan dia tidak mengucap shalawat atasmu’, lalu aku berucap ‘Aamin’.” Kemudian malaikat berkata lagi, “Kecewa dan merugi orang yang berkesempatan hidup bersama kedua orang tuanya, tetapi dia tidak sampai bisa masuk surga.” Lalu aku mengucapkan ‘amin’. Kemudian katanya lagi, “Kecewa dan merugi orang yang berkesempatan (hidup) pada bulan Ramadhan, tetapi tidak terampuni dosa-dosanya.” Lalu aku mengucapkan, “Aamiin.” (HR. Ahmad)

4. Bau mulut seorang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah pada hari kiamat dari harumnya misik (minyak wangi paling harum di dunia). (HR. Bukhari)

5. Makanlah waktu sahur. Sesungguhnya makan waktu sahur menyebabkan berkah. (HR. Mutafaq ‘alaih)

6. Manusia tetap berkondisi baik selama mereka tidak menunda-nunda berbuka puasa. (HR. Bukhari)

Sunnah Menyegerakan Berbuka

Jika sudah waktunya, berbuka puasalah

7. Barangsiapa tidak dapat meninggalkan ucapan dan perbuatan dusta (waktu berpuasa) maka Allah tidak membutuhkan lapar dan hausnya. (HR. Bukhari)

8. Barangsiapa shalat malam pada malam Lailatul Qodar dengan keimanan dan harapan pahala dari Allah maka akan terampuni dosa-dosanya yang terdahulu. (HR. Bukhari)

9. Barangsiapa memberi makan kepada orang yang berbuka puasa maka dia memperoleh pahalanya, dan pahala bagi yang (menerima makanan) berpuasa tidak dikurangi sedikitpun. (HR. Tirmidzi)

10. Barangsiapa berbuka puasa sehari tanpa rukshah (alasan yang dibenarkan) atau sakit, maka tidak akan dapat ditebus (dosanya) dengan berpuasa seumur hidup meskipun dia melakukannya. (HR. Bukhari dan Muslim)

11. Barangsiapa berpuasa Ramadhan (penuh) lalu diikuti dengan berpuasa enam hari dalam bulan Syawal maka dia seperti berpuasa seumur hidup. (HR. Muslim)

Akhirnya, di kesempatan yang berbahagia ini saya mengucapkan SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA RAMADHAN 1431 H bagi yang menjalankan, semoga puasa kita tahun ini bisa lebih baik dari tahun yang lalu, dan kita bisa mendapat ampunan-Nya serta meraih predikat TAQWA.

Sebagai penutup, ijinkan saya mempersembahkan bait-bait kata bijak berikut ini :

***

Ketika wajah penat memikirkan dunia maka berwudlulah…

Ketika tubuh letih menggapai cita-cita maka bertakbirlah…

Ketika pundak berat memikul amanah maka bersujudlah…

Tetaplah semangat mengejar cita dan cinta, meski dengan asa yang tersisa…

Janganlah menyerah karena lelah, biarlah lelah mengejarmu sampai ia lelah…

Ikhlaskan semuanya, dan kini saatnya…

Dekatkan diri pada Ilahi di bulan suci Ramadhan yang penuh rahmat ini…

***

Salam damai Ramadhan

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan


Responses

  1. Subhanallah Mas Agus…tulisan Mas Agus begitu dalam dan menyentuh kalbu saya…Terimakasih ya sudah mengingatkan saya dengan makna Ramadhan…” Bersihkan diri, sucikan hati…Marhaban ya Ramadhan…Taqaballahu minna wa minkum…Mohon maaf lahir dan batin…Atas tutur, sikap, dan perbuatan yang kurang berkenan…Semoga puasa yang akan kita laksanakan peroleh limapahan berkah dan pengampunan…Amin..” Selamat menjalankan ibadah puasa ya…:)

    • Terima kasih apresiasinya, Asia..:)

      Semoga puasa kita tahun ini lebih berkualitas dari tahun yang lalu, dan semoga kita mendapat hidayah dan ampunan-Nya… Sehingga kehidupan kita semakin baik dan berkah sepanjang masa.. Amiin.

      Salam damai Ramadhan…

  2. selamat berpuasa….

  3. assalamualaikum warrahmatullahi wabarokatuh

    wah blog ini blog yang sangat keren loh mas, saya kagum terhadap postingan2 yg mas agus berikan,saya pengen kenalan blh ga mas?hehehe,
    mas agus, jgn lupa kunjungi blog saya ya ….. http://heartntechno.blogspot.com dan saya juga minta ijin nge-print ya mas.

    wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh

    • Wa’alaikumsalam Wr.Wb.

      Terima kasih apresiasinya Mas Arya… Silahkan boleh di-print artikel saya di blog ini untuk kebaikan bersama, semoga bermanfaat.
      Insya Alloh saya juga akan mampir ke blog anda.

      Keep in touch…

  4. Selamat Menunaikan Ibadah Puasa y kang… Mohon Maaf Lahir Bathin…
    Ntr pas lebaran maen y..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: