Oleh: Agus Riyanto | 12 Januari 2010

SIAPAKAH YANG PALING SUKSES DAN BERJASA?


Rainbow

Pelangi Jiwa

Beberapa tahun yang silam, seorang pemuda terpelajar dari Semarang sedang berpergian naik pesawat ke Jakarta. Di sampingnya duduk seorang ibu yang sudah berumur.

Si Pemuda menyapa, dan tak lama mereka terlarut dalam obrolan ringan.

“Ibu, ada acara apa pergi ke Jakarta?” tanya si Pemuda.

“Oh… Saya mau ke Jakarta terus connecting flight ke Singapore menjenguk anak saya yang ke dua”, jawab ibu itu.

“Wow….. hebat sekali putra ibu”, pemuda itu menyahut dan terdiam sejenak. Pemuda itu merenung.

Dengan keberanian yang didasari rasa ingin tahu pemuda itu melanjutkan pertanyaannya, “Kalau saya tidak salah, anak yang di Singapore tadi, putra yang kedua ya Bu? Bagaimana dengan kakak dan adik-adik nya?”

“Oh, ya tentu..”, si Ibu bercerita. “Anak saya yang ketiga seorang dokter di Malang, yang keempat kerja di Perkebunan di Lampung, yang kelima menjadi arsitek di Jakarta, yang keenam menjadi kepala cabang sebuah bank di Purwokerto, yang ke tujuh menjadi dosen di Semarang”, tutur ibu itu dengan lembut dan penuh percaya diri.

Pemuda tadi terdiam dan berkata dalam hati, “Hebat ibu ini, bisa mendidik anak-anaknya dengan sangat baik, dari anak kedua sampai ke tujuh.”

“Terus bagaimana dengan anak pertama Ibu?”, tanya sang pemuda sambil menghela napas panjang.

Ibu itu menjawab, “Anak saya yang pertama menjadi petani di Godean Jogja, Nak. Dia menggarap sawahnya sendiri yang tidak terlalu lebar.”

Pemuda itu segera menyahut, “Maaf ya Bu, sepertinya Ibu agak kecewa ya dengan anak pertama Ibu…, adik-adiknya berpendidikan tinggi dan sukses di pekerjaannya, sedang dia menjadi petani?”

Sampai sejauh ini, saya yakin Anda berpikir bahwa hanya anak pertama si ibu yang tidak sukses dan membuat ibu itu kecewa karena anak-anaknya yang lain sukses, baik dalam pendidikan maupun pekerjaan. Apakah demikian kenyataannya? Anda ingin tahu jawabannya? Silahkan…

***

Dengan tersenyum Ibu itu menjawab, “Ooo… tidak.. tidak begitu, Nak….. Justru saya sangat bangga dengan anak pertama saya, karena dialah yang membiayai sekolah semua adik-adiknya dari hasil dia bertani.”

Bagaimana pendapat sahabat semua?

Dari kisah di atas, menurut Anda, siapa di antara anak ibu itu yang paling sukses dan berjasa?

Sahabat-sahabatku, kadang kita menilai seseorang hanya dari apa yang terlihat di luarnya saja. Mungkin dari segi materi, profesi atau penampilan. Kita seharusnya menyadari bahwa setiap orang di dunia ini adalah orang penting. Buka mata, hati, jiwa, dan cara pandang Anda. Kita tidak dapat mengambil suatu kesimpulan dan penilaian sebelum kita mengetahui seluruh ceritanya. Sebagaimana pesan dari orang bijak berikut ini:

“Yang terpenting adalah bukan siapa Anda, tetapi apa yang telah Anda buat.”


*Disadur dari kisah di milis money magnet.

Iklan

Responses

  1. Seorang Kakak yg hebat….
    knp sy ga bisa sprti dia yg bisa memperjuangkan 6 adik2nya jadi orang sukses.
    sedangkan sy hanya 3 saudara saja gagal apa ya yg salah..

    • Mas Agus…
      Tidak ada yg salah. Anda hanya perlu waktu dan kesabaran.
      Titik2 cerah sudah sangat terlihat. Bandingkan diri Anda 5 tahun lalu dengan kondisi Anda saat ini. Sy yakin banyak sekali kemajuan. Ibunda pun tersenyum
      bangga akan putranya yg satu ini. Keep moving mas!

    • Betul sekali Pak Final…

      Mas Agus di atas bukanlah komentar Agus R pemilik blog ini. Tapi dari emailnya mungkin kebetulan namanya sama dengan saya.
      Menurut saya, adiknya sepuluh atau satu sekalipun, jika kita tidak bekerja/berkarya di bidang yang bukan panggilan jiwa kita, itu akan sangat sulit.
      Dulu, ketika saya gagal kuliah dan merantau ke luar negeri, sayalah yang membantu menyekolahkan adik-adik saya.

      Jadi, pemberi komentar di atas harus segera menemukan panggilan jiwanya…
      Karena yang salah itu kita sendiri, tidak berani keluar dari zona nyaman dan berkarya yang sesuai dengan jiwa kita.
      Mungkin seumur hidup kita tidak bisa memberi manfaat bagi diri sendiri, apalagi orang lain, jika kita masih belum menemukan panggilan jiwa atau passion kita.
      Utamakan juga berbakti pada orang tua, karena jalan rejeki itu ada di mana-mana kalau kita mau berusaha…

  2. Saigo made ganbari masho!!

    すっごいよ!

  3. senangny punya kk sprti mreka,,, tpi knpa sy tdk mempunyai kk sprti mreka,,, punya kk 4 sukses mua pi mreka egois, gk prnh mkrin kuw,,,, pi alhmdulillh skrg kuw bs kuliah dgn uangkuw sndri wlaupun gk sbrpa pi ckuplah buat ms depnkuw.. 🙂 amin

    • Tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini… Demikian juga dengan kakak atau saudara kita. Daripada mengharap mereka berbuat sesuatu untuk kita, lebih baik kita berbuat untuk diri sendiri dan menabur kebaikan kepada orang lain. Percayalah, apa yang Anda tanam akan berbuah untuk Anda juga. Dan ketika banyak orang berbuat kebaikan untuk kita maka berbuatlah yang serupa kepada orang lain lagi. Jadi seperti estafet kebaikan…

      Salam sukses dan bahagia!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: