Oleh: Agus Riyanto | 19 Oktober 2009

CERDAS MEMANAGE WAKTU


Oleh: Arni A.K.*)

Waktu terus bergerak menyisir zaman demi zaman, melewati arus demi arus kehidupan dan “tak pernah peduli” soal manusia. Tak pernah peduli dalam tanda petik di sini adalah waktu hanyalah memberi ruang kepada manusia untuk mendedikasikan impiannya. Persoalan dimanfaatkan atau tidak itu terserah kita. Namun yang pasti adalah waktu tidak akan pernah kembali untuk kita. Ada kata bijak yang mengatakan bahwa melalaikan waktu berarti melalaikan hidup. Dan penyesalan pasti akan menemui kita di kemudian hari. Entah itu esok, lusa, atau di hari akhir di mana manusia tak mampu lagi berbuat apa-apa dan yang ada hanyalah ratapan yang tak berarti.

Kawanku,
Jika hari ini proses pernafasan masih aktif di dalam tubuh kita maka itu adalah suatu anugerah yang sangat luar biasa yang pantas kita syukuri, dan sebagai wujud kita mensyukuri nikmat itu adalah mempertaruhkan setiap detik waktu untuk kebaikan.

Dalam hidup ini ada banyak aspek kehidupan yang harus dilalui dan di-manage dengan baik, dan semua aspek kehidupan itu tidak terlepas dari ikatan waktu. Jadi, yang pertama dan paling pertama yang harus kita lakukan adalah sikap yang cerdas dalam me-manage waktu.

Bagaimana caranya memanage waktu dengan baik???

Jawaban untuk pertanyaan ini harus kembali kepada pribadi masing-masing karena setiap pribadi memiliki tujuan yang berbeda-beda. Namun yang dititikberatkan dalam hal ini adalah bagaimana detik demi detik yang dilalui itu terisi dengan hal-hal yang positif.

Ya, memang tidak ada yang mudah. Setiap langkah kaki yang berjalan di garis kebaikan itu sangat terjal yang terkadang ingin mematikan semangat kita yang telah membara, dan ketika kontrol emosi kita lemah maka bukan lagi menjadi sebuah kemungkinan, melainkan hal yang pasti adalah terjerat ke dalam lembah yang menyesatkan. Ini adalah fenomena yang amat mengerikan yang harus kita buang jauh-jauh dari jejak langkah kita.

Kawanku,
Hari kemarin hanyalah menyisakan kenangan, sedang hari esok masih angan-angan, tetapi hari ini adalah hari yang harus kita perjuangkan. Menata kembali lembaran-lembaran baru untuk menyambut hari esok yang lebih pasti.

*)Arni A.K. adalah seorang mahasiswi di sebuah perguruan tinggi di Makassar yang aktif belajar di berbagai bidang, baik akademik, bisnis, dan lainnya. Penulis bisa dihubungi melalui email: arnianas@ymail.com.

Iklan

Responses

  1. Manfaatkan waktu yang ada untuk beriman dan beramal sholeh sebelum menyesal karena kehabisan waktu……..game over 🙂

    Karena setelah selesai waktu/masa ini ada lagi waktu yang lebih lama/panjang dimana kita tidak lagi/bisa beriman dan beramal sholeh tetapi menikmati/mempertanggungjawabkan selama waktu yang diberikan kepada kita.

    Bila hasil dari pemanfaatan waktu tersebut positip maka Surgalah balasannya tetapi bila hasilnya negatif maka Nerakalah hadiahnya

    Untuk penghuni Surga mereka dapat menentukan kapan mereka cukup/selesai merasakan kenikmatan tersebut tetapi untuk penghuni Neraka mereka sudah ditentukan waktunya

    Pada akhirnya keduanya akan kembali ke YME ” Sesungguhnya Milik ALLAH dan Akan Kembali Kepada ALLAH ”

    Kalau tidak bisa jadi penghuni Surga minimal Penghuni Neraka toh pada akhirna ( setelah disiksa ) akan kembalike SISINYA. Dari pada kafir/ingkar kita tidak pernah ketemu/kembali kepada DIA.

    DIA lah kekasih sejati, karena DIA kita hidup dan kepada DIA kita akan kembali. DIA lah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang melebihi mahuk yang yang ada didunia ini

    Beriman itu arahnya vertikal ( YME ) sedangkan beramal sholeh itu arahnya horizontal ( Manusia ).

    Hati-hati terhadap nafsu, nafsu tidak boleh dihilangkan tetapi harus dikontrol dan diarahkan.
    Jagalah nafsu mu jangan sampai ditunggangi oleh Hawa.

    Salam, Murid Sejati
    Zainuddin Hasan

  2. semangat aja dalam menulis dan jangan lupa look for someone to your life. key

  3. assmulaikum wr.wb

    Ingatlah hadits rasullah SAW :

    1. Gunakan waktu luang_mu sebelum datang masa
    sempit_mu.
    2. Gunakan masa muda_mu sebelum datang masa
    tua-mu.
    3. Gunakan masa sehat_mu sebelum datang masa
    sakit_mu.

    • Wa’alaikumsalam

      Terima kasih atas kutipan haditsnya, menjadikan tulisan di atas lebih lengkap.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: