Oleh: Agus Riyanto | 11 Mei 2009

THE POWER OF POSITIVE ATTITUDE


Oleh : Final Prajnanta

Sikap atau dalam bahasa Inggrisnya attitude diyakini merupakan modal utama kesuksesan seseorang. William Clement Stone (4 Mei 1902 – 3 September 2002), seorang pengusaha sukses dan penulis buku pengembangan diri mengatakan bahwa There is little difference in people, but that little difference makes a big difference. The little difference is attitude. The big difference is whether it is positive or negative. (Ada sedikit perbedaan pada manusia, tetapi perbedaan kecil ini menyebabkan perbedaan yang besar. Perbedaan kecil itu adalah sikap. Perbedaan besarnya adalah apakah sikap ini positif atau negative.) Orang yang mempunyai sikap positif cenderung orangnya antusias dan selalu optimis, sebaliknya orang yang selalu bersikap negatif cenderung kurang antusias dan menjadi pesimis.

Suatu penelitian di Universitas Standford, menyimpulkan bahwa kesuksesan ditentukan oleh 87.5% attitude atau sikap dan hanya 12.5% karena kemampuan akademik seseorang. Jadi, jika anda mempunyai kemampuan akademik rata-rata, janganlah kecewa hati. Demikian pula jika tingkat pendidikan anda saat ini belum optimal, jangan merasa takut tidak akan sukses karena kesuksesan lebih ditentukan oleh sikap.

Sikap Optimis vs Pesimis

Dalam kehidupan di sekitar kita selalu terdapat orang-orang yang pesimis dan orang-orang yang optimis. Biasanya mayoritas orang adalah pesimis. Kata-kata yang sering diucapkan orang pesimis adalah :

– ”Ah, saya nggak mampu…”

– ”Nggak berani ah mencoba tantangan itu…”

Sementara orang-orang optimis akan selalu mengatakan :

– ”Saya siap menerima tantangan apa pun yang diberikan!”

– ”Saya harus sukses!”

Apa yang menyebabkan orang-orang berperilaku pesimis?

Faktor lingkungan, kurang percaya diri dan trauma kegagalan di masa lalu merupakan penyebab yang sering timbul yang menyebabkan orang menjadi pesimis. Jika kita hidup di lingkungan yang serba pesimis maka akan menggerus sikap kita yang optimis. Terkadang kita mematikan “hero” di dalam diri kita sebelum kita maju bertanding.

Orang yang kurang percaya diri akan selalu bersifat pesimis menanggapi suatu peluang. “Ah… mana mungkin, saya anak seorang petani, kok berani-beraninya bermimpi untuk sukses…” Inilah contoh sikap pesimis. Kegagalan di masa lalu menyebabkan orang menjadi pesimis. Jika seseorang gagal dalam suatu tes penerimaan pegawai di suatu kantor, maka dia akan pesimis untuk diterima di tes-tes penerimaan pegawai berikutnya.

Orang yang optimis akan selalu percaya tentang masa depannya. Orang yang positif akan melihat kehidupan kita pada intinya terdiri dari 10% fakta dan 90% bagaimana kita menyikapi fakta-fakta tersebut. Orang yang optimis melihat kegagalan sebagai sesuatu yang wajar–sebagai fakta (10%). Jika persiapan lebih bagus, maka orang yang optimis akan selalu percaya bahwa kesuksesan akan datang setelah kita berjuang tidak kenal lelah–sebagai sikap (90%). Orang yang pesimis akan melihat kegagalan sebagi hal yang mutlak, sudah nasib–sebagai fakta (10%). Kegagalan dianggap karena terjadi ketidakadilan (menyalahkan keadaan) dan jika kita mencoba satu kesempatan lagi pasti juga gagal (pasrah)–sebagai sikap (90%).

Orang-orang pesimis akan menutup mata jika melihat ada setitik cahaya di dalam kegelapan, sementara orang-orang optimis akan membuat cahaya tersebut menerangi kegelapannya. Coba amati ikan di lautan. Mereka hidup di lingkungan perairan asin. Namun jika kita memakan dagingnya maka rasa dagingnya akan tetap tawar. Apa yang bisa kita pelajari dari hal ini? Meskipun lingkungan kita selalu pesimis, bukan berarti kita harus menjadi orang pesimis juga. Justru kesempatan buat kita untuk memberi contoh yang baik menjadi manusia yang optimis.

Gill Stern mengatakan bahwa Both optimists and pessimists contribute to our society. The optimist invents the airplane and the pessimist the parachute. (Baik sikap optimis maupun pesimis sama-sama berkontribusi dalam kehidupan kita. Orang yang optimis menemukan pesawat udara, sementara yang pesimis dengan parasut). Henry Truman mengatakan bahwa A pessimist is one who makes difficulties of his opportunities and an optimist is one who makes opportunities of his difficulties. (Orang yang pesimis adalah orang yang membuat kesulitan pada kesempatan yang dia peroleh, sementara orang optimis adalah orang yang membuat kesempatan di tengah kesulitan yang dihadapi).

Bayangkan jika anda seorang dokter yang sedang menangani pasien yang sakit parah. Ada 2 sikap yang bisa anda lakukan, yaitu :

– Memberi tahu pasien kalau penyakitnya sudah kronis dan percuma untuk diobati karena hanya menghambur-hamburkan biaya dan lebih baik pasien tinggal di rumah saja;

Atau :

– Mengatakan kepada pasien bahwa penyakitnya bisa disembuhkan, hanya berilah kepercayaan kepada dokter untuk menanganinya.

Sikap mana yang anda ambil? Mengapa?

Inilah terkadang “berbohong yang baik” juga diperlukan. Jika pasien diberitahu kalau penyakitnya bisa disembuhkan maka pasien akan mempunyai semangat hidup lebih tinggi. Semangat hidup yang tinggi sudah 50% menyembuhkan penyakit tersebut. Apakah anda setuju?

Change Your Attitude!

Suatu ketika anda diberitahu bahwa anak muda seusia anak anda yang akan menjadi atasan anda. Apa sikap anda? Banyak orang yang memperlakukan atasan barunya sebagai “anak ingusan”, anak bawang yang sangat mujur. Ingat, seseorang ditunjuk perusahaan menempati posisi tertentu karena prestasi, bukan karena alasan lain. Jadi, jika awalnya anda kurang respek ke atasan anda, ubahlah sikap anda! Tunjukkan anda mampu bekerjasama, bahkan membantu atasan anda mensukseskan program kerjanya!

Jika kita sadar kita bersikap negatif kemudian berusaha mengubahnya ke sikap positif adalah hal yang sangat baik walau untuk itu memerlukan waktu cukup lama. Namun harus diingat bahwa mengubah sikap memerlukan suatu proses yang tidak instan. Scott Hamilton mengatakan bahwa, The only disability in life is a bad attitude.” (Satu-satunya cacat dalam hidup adalah mempunyai sikap negatif). Sikap negatif akan cenderung merusak diri sendiri dan orang lain. Sedangkan sikap positif akan memudahkan kita bergaul dengan orang lain. Sikap positif akan memudahkan kita berinteraksi dengan siapa pun juga. Bukankah salah satu bentuk kesuksesan jika kita bisa bekerja sama dengan siapa pun?

Salam hangat,

Final Prajnanta

Motivator, Praktisi Bisnis, dan Penulis Buku Bestseller; bisa dihubungi melalui e-mail: f_prajnanta@yahoo.co.id

Iklan

Responses

  1. perlu ada perkumpulan nama AGUS RIYANTO nih….

    http://riyanwae.wordpress.com

  2. Betoel…
    Saya setuju Mas..:-)

    Saya juga pernah berpikir seperti itu.
    Awalnya saya pernah mencoba menulis nama saya, “AGUS RIYANTO” di search engine… Ternyata hasil pencarian yang muncul… “Toeeeng…!” Luar biasa banyak..:-)

    Biarpun nama “pasaran”, semoga senantiasa diberi hidayah, diampuni dosa-dosanya, dan disayangi Sang Pencipta ya…

    =============================

    Pak Final, terima kasih artikelnya yang luar biasa dahsyat berkenan diposting di sini.:-)

  3. Waahh…mangstab boss….
    Sukses slalu…:)

    http://sendit.wordpress.com

  4. Assalamu ‘alaikum mas, demi menjalin silaturahmi sesama Blogger marilah kita saling bertukar link, gimana mas?? Salam kenal yah dari Dedhy Kasamuddin 😀

  5. Silahkan Mas…

    Salam kenal kembali.:-)

  6. Mari Qta ubah Sikap (attitude) hidup dengan hal2 yang positif, Maka Hidup QTa akan berbuah Kesuksesan!

    Let’s Go ..! Teruslah bergerak, berhentilah mengeluh ..!

  7. optimis harus 1000%

  8. assalamualaikum…
    mas agus yang ganteng

    sugah lama saya ga berjumpa akhirnya kita berjumpa kembali.

    lagi bercerita tentang menerima tantangan ya? aku juga merasakan hal tersebut. Kadang diri ini sangat lemah tak berani dan memang butuh tekad yang kuat untuk mewujudkannya.
    dan sikap positif juga sangat mendukung dalam hal bagaimana membuat pikiran kita tidak selalu merasa terkalahkan oleh orang lain. Tapi justru dengan adanya orang lain kita menjadi lebih pandai dan menjadi lebih bermanfaat.

    Dan hanya doa kepada Tuhan dan semangat yang tak pernah lelah yang bisa mengubah segala yang tidak mungkin menjadi mungkin.

  9. Wa’alaikumsalam…
    Alhamdulillah kita ketemu lagi Mas…:-)

    Saya salut dengan dengan keberanianmu mewujudkan cita-cita, Mas Arif…
    Begitulah realitasnya jika terjun langsung, apalagi kita harus bertumpu pada dua kaki kita sendiri. Hanya kepada Allah kita berharap dan beserah diri…

    Teruskan perjuanganmu, kawan…
    Saya yakin di balik segala kesulitan dan rintangan yang menghadang ada berjuta karunia yang Mas Arif dambakan.

    Keep spirit!!!

  10. kayaknya saya harus sering2 maen ke blog ini deh..manfaatnya buanyak banget..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: