Oleh: Agus Riyanto | 9 April 2009

BANGKIT INDONESIA!!!


Bangsa kita pernah dijajah selama 3,5 abad oleh bangsa lain. Belanda adalah negara yang pernah menjajah bangsa kita paling lama. Jika kita mendengar cerita dari kakek atau nenek kita yang dulu pernah mengalami sendiri masa penjajahan, tentunya kita akan tahu betapa menderitanya bangsa ini ketika ditindas dan dikuras kekayaannya oleh bangsa lain. Rakyat kita menjadi miskin, bodoh dan menderita.

Dari pengalaman itu, seharusnya kita harus bertekad bulat untuk bisa bangkit menjadi bangsa yang berjaya dan berakhlak mulia, yang tidak diremehkan dan ditindas oleh bangsa lain. Mungkin secara fisik bangsa kita telah merdeka, namun apakah jiwa kita juga sudah merdeka? Apakah secara ekonomi juga sudah merdeka?

Dulu di era 1960 – 1970an, negara kita mengekspor guru ke negara tetangga seperti Malaysia, namun kenapa justru sekarang malah mengekspor pembantu, tidak saja ke Malaysia, tapi juga ke Singapura, Brunei Darussalam, Taiwan, Hongkong, Dubai, Kuwait, Arab Saudi, dan lain-lain. Secara logika, jika dalam dekade 1960 – 1970an negara kita mengekspor guru, sekarang seharusnya negara kita menjdi pengekspor dosen atau profesor. Siapa yang salah? Apanya yang salah? Ah, saya tidak ingin menyalahkan siapa pun… lebih baik marilah kita cari solusinya bersama-sama agar sumber daya manusia Indonesia menjadi yang terdepan dan terbaik.

Dengan belajar dari masa lalu, kita jadi punya bekal untuk menghadapi masa depan. Dengan belajar dari pengalaman, kita menempa jiwa dan pikiran kita untuk sedikit berubah menjadi lebih dewasa. Tidak hanya mengharapkan kelimpahan seperti yang diinginkan banyak orang, tapi juga untuk bisa menatap masa depan dari kacamata yang berbeda, yakni kacamata hati nurani. Yang penting semua itu bukan hanya untuk diri sendiri, melainkan juga untuk terus saling berbagi.

Bangsa ini rindu lahirnya para pejuang, bukan untuk mengusir penjajah karena penjajah sudah pergi, namun untuk memerdekakan pikiran-pikiran penduduk negeri ini yang masih terjajah dan terpenjara oleh belenggu kemiskinan dan kepesimisan menghadapi masa depan yang penuh tantangan sekaligus harapan. Bangkitlah wahai pejuang negeri, ibu pertiwi membutuhkan uluran tanganmu untuk bangkit dari keterpurukan…! Kalau bukan kita siapa lagi???

Semoga Pemilu Legislatif tanggal 9 April 2009 ini bisa memberikan perubahan positif bagi negeri kita tercinta. Semoga yang terpilih adalah mereka—calon anggota dewan yang berjiwa pejuang, sehingga di pikirannya bukannya memperkaya diri sendiri, namun berjuang untuk kebangkitan dan kejayaan Indonesia tercinta.

Bangkit Indonesia!!!


Responses

  1. Mas Agus, thanks atas tulisannya.
    Semoga partai pemenang Pemilu kali ini mampu meneladani dan membawa negara Indonesia menuju negara yang adil (hukum ditegakkan), makmur dan sejahtera dengan meminimalkan kebocoran anggaran negara. Semoga!

  2. Bener bgt tuh mas,,mg2 budaya mprkya dr ndri ga lg mbudaya bg yg trpilih nntiny,,mg2 mrk memang org2 pilihan yg dpt bnr2 d prcya.AAMIIN,,,

  3. Bangkit melawan PERANG PEMIKIRAN (Ghazwul fikri).

    ……………
    Semoga Allah subhanahu wata’ala menjadikan hati kita cinta terhadap Islam dan selalu menda’wahkan dan memperjuangkannya, sampai akhirnya Dia memanggil kita ke sisi-Nya selama-lamanya. Amin ya Rabbal ’alaimin

  4. pemilu memang bagian dari demokrasi,semoga dengan pemilu kita dapat ikut serta berperan aktif.yang terpenting adalah pemilu akan menghasilkan pemimpin2 yg benar benar layak dan patut untuk memimpin bangsa ini,pilih pemimpin yg sesuai dengan hati nurani,bukan karna IKUT IKUTAN!

  5. Terima kasih Pak Final Prajnanta dan sahabat-sahabat semua.:-)

    Semoga bangsa dan negara kita tercinta bisa segera bangkit dari segala kebobrokan dan keterpurukan. Tidak usah disebutkan contoh-contoh kemungkaran yang merajalela, cukuplah sampai di sini. Yang buruk dan menyengsarakan biarlah segera berlalu pergi.

    Ayoo bangkit!!!

  6. Saya juga menulis hal ini di
    http://ronnysiagian.wordpress.com/2008/05/14/bangkitlah-indonesia/
    dan
    http://ronnysiagian.wordpress.com/2008/05/15/bangkitlah-hai-semangatku/

    Setuju Pak Agus, mari kita bangkit. Tidak cukup hanya bangkit bahkan berjalanpun tidak cukup lagi, akan tetapi kita harus berlari mengejar ketinggalan bangsa kita. Tapi harus hati-hati dan harus bisa mengatur akselerasi tentunya.

    Sukses Pak Agus.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: