Oleh: Agus Riyanto | 17 Februari 2009

EKSPANSI KESADARAN


Sebenarnya saya ingin memposting Love Story berjudul “Bunga Cinta dari Negeri Sakura” yang sejak awal Januari lalu selalu menggoda pikiran saya, namun karena ada hal yang saya pikir lebih baik jika didahulukan untuk disampaikan maka saya memutuskan menunda kisah romance yang sekarang masih berlanjut tersebut. Dan ketika Denpasar menjadi saksi…, ketika hanya “Watashi wa aisiteru” yang menjadi kata-kata terakhir…, semua itu akan menjadi kisah istimewa. Semoga di kesempatan mendatang Love Story yang dimaksud bisa hadir di sini menyapa sahabat semua.

Itu semua karena ada pertanyaan sahabat pembaca yang sedang ditunggu jawabannya. Namun sebelum saya menjelaskan pertanyaan yang dimaksud, ada baiknya sepenggal kisah di bawah ini saya sampaikan terlebih dahulu.

***

Malam Senin yang lalu, saya dan beberapa teman menyempatkan diri untuk sekedar melepaskan kepenatan dan beban rutinitas kehidupan dengan makan-makan bersama. Kebetulan juga sudah cukup lama kami tidak ngumpul bareng mengeluarkan canda kami yang kadang “kurang waras”. Kali ini ide datang dari saya sehingga otomatis harus saya yang mentraktir mereka. Saya pun menawarkan tempat makan, terserah di mana saja yang mereka mau. Dan salah seorang teman memilih tempat yang ada hot spot area-nya. Ok, lets go!

Sambil menunggu menu pesanan dihidangkan, saya kemudian membuka dashboard blog saya ini di hadapan mereka semua. Saya dan teman-teman heran, “Lho, ada seseorang ngirim trackback artikelnya ke sini lagi… Apa maksudnya ya?”. Ternyata dia seorang gadis berkerudung [sepertinya  anak tetangga sebelah…].

Saya pun mengklik tautan tersebut sehingga muncullah di monitor, artikel yang ditautkan ke blog saya tersebut.

“Lho, yang ini saya sudah pernah baca… Coba kalian baca isinya sebentar, mungkin yang dimaksud adalah kalian. Saya kan laki-laki. Kalian tuch yang disuruh memakai apa yang dimaksud di tulisan itu…!”, candaku pada mereka yang juga laki-laki.

“Hmm, ok boss. Ntar kita-kita akan mulai makai dech, pasti siiip lah…”, ternyata teman-temanku bisa bersikap serius juga.

Ternyata lagi artikel itu berisi tentang perintah memakai jilbab. Jadi, saya berasumsi bahwa teman-teman saya pada mau “tobat” sehingga meng-“iya”-kan perintah tersebut. [Alhamdulillaah… hehehe].

Seperti yang sudah-sudah, kemudian saya mengajak mereka menganalisis apa sebenarnya maksud sang wanita itu mengirim trackback beberapa artikelnya, termasuk yang bernapas asmara ke sini. Kemudian buka, yang ini, yang ini… ini… ini lagi… dan yang ini.

“Sekarang, sebaiknya buang prasangka buruk kalian dulu…, tapi coba kira-kira apa motif di balik itu?”, perintahku sambil menunggu minuman datang.

Teman-teman saya; seorang yang masih mahasiswa jurusan Teknik Informatika di sebuah perguruan tinggi yang biasa saya minta bantuan mendesain materi presentasi saya agar lebih menarik; seorang lagi entrepreneur muda yang bergerak di bidang makanan ringan; seorang lagi yang dulu memimpin band kami—yang kini anggotanya bubar sebelum album-album hits-nya beredar di pasaran, hanya satu album saja yang tersisa, tapi sayang isinya foto semua; dan yang terakhir seseorang yang menggantikan jabatan saya di sebuah organisasi remaja di daerah kami. Sementara beberapa teman lain tidak bisa ikut bergabung karena suatu hal yang tidak dapat mereka tinggalkan.

Semua mengernyitkan kening, tidak percaya jika tulisan yang terpampang di hadapan mereka ditulis oleh seorang wanita yang kelihatannya ‘alim, tetapi mengirim trackbacknya ke laki-laki seperti saya, artikelnya yang terakhir tentang memakai jilbab. Mungkinkah saya harus memakai jilbab? Dosa apa yang telah saya lakukan??? Yaa Allah, ampuni hamba-Mu ini…

Analisis kami tidak bisa secara ilmiah menjelaskannya. Namun kami berpikir bahwa dia telah mengalami ekspansi kesadaran bahwa emansipasi dalam berjilbab juga sudah seharusnya dilaksanakan di era informasi seperti sekarang ini, sehingga tidak saja wanita muslim yang berjilbab, tapi juga laki-laki muslim seperti saya dan teman-teman. Tapi, bukankah di dalam Al Qur’an surat An Nisa, perintah itu hanya ditujukan untuk seorang muslimah saja.. .? [Khusus yang ini, analisisnya sama sekali tidak masuk akal, hehehe].

Atau tujuannya agar kekasih saya memakai jilbab???

Sejak kekasih saya pergi, saya tidak tahu sekarang dia berjilbab atau tidak, karena praktis kami tidak pernah bertemu lagi. [Jadi sedih… ingat mantan kekasih yang telah lama pergi, hiks…hiks…hiks… Di antara mereka bahkan ada juga yang sudah menikah setelah menemukan soulmate-nya…].

Memang banyak sahabat yang ketika memposting artikel terbaru mereka mengirim trackback-nya ke sini, namun di antara mereka hanya satu orang wanita saja dan isinya ternyata setelah dikonfirmasi hanya bahasa keyboard saja—meskipun memukau, sehingga teman-teman lebih giat lagi belajarnya agar bisa luar biasa prima seperti dirinya dalam hal menjalankan perintah agama.

Apa yang kita lihat, belum tentu benar-benar seperti apa yang terlihat. Apa yang kita alami belum tentu memiliki makna dipermukaan seperti apa yang kita pikirkan. Kita harus melakukan ekspansi kesadaran agar bisa bergerak maju di dalam menghadapi semua kejadian, termasuk pasang surut dunia usaha seperti yang di alami sahabat di bawah ini.

***

Ilustrasi di atas hanya sebagai pembuka untuk menjawab pertanyaan seorang sahabat berikut ini:

Saya punya banyak mimpi, tapi susah mengelolanya. Kata orang saya harus punya laci-laci untuk mengklasifikasikannya, tapi tetap saja campur baur. Saya juga sudah membayar uang muka sebuah pengorbanan dan sekarang sedang duduk manis jauh di luar comfort zone. Saya pernah mengalami seakan-akan uang ngalir terus, tapi di lain waktu nggak mampu membeli jajanan seharga Rp 1.000,- sekalipun. Kadang saya bingung Mas, untuk menjadi Champion atau bahkan Legend benar-benar sebuah mimpi yang terus menjadi mimpi atau bisa menjadi kenyataan untuk saya. I am back to zero anymore… Bantu donk Mas… Thanks a lot.

***

Dari pertanyaan di atas, sepertinya anda bergerak di bidang kewirausahaan sehingga sehingga aliran pendapatan bisa berubah drastic; ketika untung bisa untung banyak, dan ketika rugi juga bisa bikin kanker (kantong kering). Di sini saya tidak akan membahas dari sudut pandang entrepreneurship, namun lebih pada sisi psikologinya saja.

Kita bisa melihat dari apa yang saya paparkan di atas, sedikit memberi penjelasan bahwa sebenarnya apa pun yang terjadi dalam hidup ini kadang memiliki makna yang tersembunyi yang tidak dapat langsung kita ketahui pada saat itu terjadi. Ada suatu tujuan dari Sang Pencipta, kenapa kita mengalami suatu hal dan pasang surut kehidupan.

Tentang memiliki banyak mimpi, itu sangat wajar. Tinggal bagaimana kita memprioritaskan saja. Akan sangat panjang bila dijelaskan di sini. Saya cukup menyarankan anda (yang bertanya) untuk membaca buku “Becoming A Money Magnet” karya Adi W. Gunawan; di situ dijelaskan cara menyusun dream building dan out come setting yang sangat bermanfaat dalam pengelolaan mimpi-mimpi (cita-cita) kita.

Anda merasa bahwa ketika anda mengalami kegagalan seperti kembali ke titik nol, mengulang dari awal lagi. Sebenarnya pemikiran itu kurang tepat. Mungkin ketika gagal, kita tidak mendapatkan sesuatu yang kita harapkan, namun di pikiran kita semua itu telah mengembangkan sesuatu yang menyebabkan kesadaran kita terus berkembang. Setiap kali menghadapi kesulitan, sel-sel otak kita berinteraksi sehingga menjadi semakin rumit dan kita telah memiliki daya tahan lebih kuat sehingga ketika kesulitan yang sama datang lagi, kita tidak akan mengganggapnya sebagai sebuah kesulitan.

Saya sebenarnya sudah menjelaskan tentang hal ini dalam buku saya, “Born To Be A Champion” bab Belajar dari Kekalahan dan Kegagalan. Di situ saya melengkapi penjelasan saya beserta contoh-contohnya, sehingga kita akan sadar kegagalan itu sifatnya hanya sementara, kecuali kita mengakui kegagalan itu sebagai sesuatu yang permanen dan menghentikan langkah kita. Ada baiknya anda membaca buku tersebut.

Di sini saya hanya akan mengemukakan apa yang dijelaskan Adi W. Gunawan dalam bukunya, Manage Your Mind for Success, bahwa manusia yang mengalami tekanan mental sangat berat dan mampu menangani tekanan itu akan menjadi seorang manusia dengan kebijaksanaan dan kemampuan yang jauh lebih tinggi setelah melewati semua masalah berat itu. Selanjutnya, bila ia mengalami masalah yang sama, ia hanya akan tertawa saja. Masalah yang sama sudah tidak lagi mampu mengganggu dirinya. Mengapa? Karena struktur mental dan kemampuannya sudah sangat meningkat.

Demikianlah, karena adanya kesulitan dan kegagalan kita mengalami ekspansi kesadaran. Pemahaman kita akan suatu masalah terus berkembang. Kita tidak menjadi semakin lemah, tetapi justru sebaliknya.

Ada sebuah kata bijak yang luar biasa prima, sebagai berikut:

Dalam derita manusia membaja.” ~ Lanny Anggawati

Oleh karena itu, kesempatan untuk menjadi champion atau legend selalu terbuka lebar selama kita tidak berhenti ketika sebuah kegagalan menimpa atau ketika kekalahan sementara diderita. Mungkin kita perlu mengevaluasi apa sebenarnya makna champion atau legend yang dimaksud menurut pemahaman kita. Jangan sampai kita mengambil nilai hidup yang salah dalam memperjuangkan impian kita sehingga bertentangan dengan hati nurani, karena itu akan menghambat pencapaian. Jika hal itu sudah selaras dengan nurani maka kita akan memperoleh berbagai kemudahan. Mungkin kita akan bertemu atau dipertemukan dengan orang-orang yang akan membantu dan memberikan akselerasi pada kemajuan kita, dan sebagainya. Misalnya, jika ada satu orang yang menyepelekan atau merendahkan kita tapi ada sembilan orang yang sudah membuktikan kesuksesannya yang mendukung kita, tentu yang satu orang itu akan kita anggap angin lalu.

Selain itu, diperlukan adanya determinasi diri dalam melakukan usaha anda. Pasang surut dunia usaha harus disikapi dengan ketekunan dan kegigihan yang luar biasa. Tanpa itu, kita akan berhenti begitu cepat, secepat kegagalan sementara datang menyapa.

Dengan demikian, ekspansi kesadaran mutlak kita perlukan agar kita tahu bahwa kita memahami bahwa kegagalan atau kekalahan itu tidak selamanya buruk bagi kita. Dan kitapun harus mengevaluasi apakah usaha kita selama ini sudah maksimal. Juga pekerjaan kita selama ini, apakah sudah sesuai dengan hati nurani dan tujuan hidup kita. Kebanyakan manusia bekerja tidak dengan cinta, tetapi karena takut tidak mendapatkan uang untuk makan. Jika pekerjaan kita saat ini tidak sesuai dengan tujuan hidup kita, mungkin kita harus segera mengambil sikap.

Semoga bermanfaat. [AR]

Iklan

Responses

  1. Orang yang Sukses ( Dunia & Akhirat ) adalah orang yang mampu bangkit kembali dengan semangat baru (Ruhul Jadid) setelah mengalami kegagalan dalam menggapai cita-citanya, kembali berbenah diri dengan kesadaran utuh bahwa Hidup di dunia adalah batu loncatan bagi kehidupan abadinya di Akhirat.

    Optimislah … ! keep + thingking Always !

  2. nice post… 🙂

  3. ok punya, jd + pengetahuanku

  4. yups… gagal bkn berarti kembali ke 0, krn dgn bangkit kembali kt da py ilmu shg lbh mengerti dan memperbaiki spy berhasil. artikel yg bgs… 😉

  5. yap memang selalu sebaiknya refer to inner self untuk mendeteksi sinkronisasi tindakan dengan cita-cita dan kehendak Tuhan… bukan kembali ke 0 tetapi masuk ke tahap yang lebih tinggi ya mas

  6. Yups…
    Yang jelas kita harus selalu:

    Saigo made ganbarimasho!!!

    Salam SDA bernapas kaizen.:-)

  7. Wah keren tulisannya Maz..

    Dan saya sangat menantikan Bunga Cinta dari Negeri Sakura..

    Wow..Sugoi ne…
    Ganbatte kudasai…

    Salam Bocahbancar..

    http://bocahbancar.wordpress.com/2009/01/25/menghapus-budaya-kkn-dimulai-dari-diri-sendiri/

  8. Sebaiknya baca buku ini:

    The Touch of Super Mind
    atau ini:
    Super Mind for Successful Life

    Salam Sukses Penuh Berkah dari Surabaya,

    Wuryanano 🙂
    Motivational Blog – Support Your Success
    Entrepreneur Campus – Support Your Future

  9. Buku yang Luar Biasa Prima, dan ditulis oleh orang yang Luar Biasa Prima juga…

    Semoga semakin menginspirasi generasi muda Indonesia.

  10. Seeppp acungan jempol 5 deh (kalo’ ada 1 yang nyumbang jempolnya) tulisannya keren bgt.

    Kantor saya pernah mengalami hal spt itu yng akibatnya berdampak ke seluruh karyawan (termasuk saya). Tapi gak semuanya finish krn gak mengalirnya duniawi kita. Tapi hal itu adalah suatu hikmah… dimana kita harus instropeksi dalam diri kita, mungkin something wrong with our self.
    Namun yang utama kita harus tetap fight dengan berkah- berkah Allah yang di berikan melalui soal2 ujian duniawi. Tentnya ditambah dengan dukungan dr diri kita n org2 terdekt kita, nantinya akan memberikan suatu kekuatan yang…wahhhh… Power Full banget.

    Tetap Semangat…. n tetapkan hati untuk
    selalu: Syukur, Ikhlas dan Sabar.

    Lely
    Salam sukses… dr Surabaya

  11. Terima kasih Mba Lely atas apresiasinya.:-)

    Bersyukur, ikhlas dan sabar adalah kunci meraih BAHAGIA.
    Apa yang kita dambakan ada dalam genggaman Allah SWT.

    Sebuah kesuksesan fiddun-ya wal akhirat adalah dambaan semua manusia yang beriman. Untuk itu, jadikan bumi ini tempat beramal di mana di akhirat nanti kita menuai hasilnya.

    Salam SDA!

  12. Terima kasih banyak Mas…Keep smile n tulisannya ku tunggu…he…he

    Salam Sukses

  13. Artikel yang dahsyaaat mas…

    Salam suKseS dari HATI!

  14. Tentang pakai jilbab, harusnya aku yang dibilangin ya mas…

    Met berkarya mas

  15. Ass,

    Waaah…. menarik dan perlu tuk direnungkan
    ditunggu karya yang lainnya so yang membuat hati adem tapi bukan ES lhoooo

    Ganbatte kudasai!!! ja ogenki de
    Mata nee

    Wass

  16. watasiwa adhie des,mz sukses lah

  17. السلام عليكم
    Bravo bat Mas Agus..bagus bange artikel2 nya…pa lge bat Motavasi aku
    bat Mas Agus Alloh Atikwalafiyah

  18. sukses adalah ketika terbongkarnya sebuah sandiwara alam yg berlabel kegagalan. olehnya beraktinglah dlm kesadaran maka diri akan mengalir seirama aliran alam, mengalir dalam kesadaran adalh engkau tahu bahwa engkau pasti sampai. Dan apapun yg hadir hanyalah sbh panorama yg membuatmu paham dg lakonmu. engkau tetap mengalir, lalu bermuara pada kesuksesan. itu adalah hukum alam agar diri membuktikan secara nyata akan kebenaran. kebenaran adalah kesadaran dalam sadar.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: