Oleh: Agus Riyanto | 1 Januari 2009

A NEW DAY HAS COME


Judul artikel ini saya pinjam dari lagu Celine Dion, “A New Day Has Come”,  yang menurut saya sesuai dengan suasana hari ini, hari di mana kita mengawali sebuah pergantian tahun, dari tahun 2008 ke tahun 2009. Kebetulan sekali saya menulis sambil mendengarkan lagu tersebut. Mungkin saya tidak memahami arti syair lagu tersebut karena lagunya dalam bahasa Inggris, sementara kemampuan bahasa Inggris saya sangat memprihatinkan. Hanya dua kalimat yang saya paham artinya, yakni “I love you…” dan “I miss you…”. Ini saya jujur, tapi malu-maluin nggak ya? Hehehe…

**
I was waiting for so long
For the miracle to come
Every one told me to be strong

…..
**

Tahun baru selalu menjadi sebuah moment yang istimewa bagi sebagian orang, terutama anak-anak muda. Hampir bisa dipastikan di malam tahun baru, di pusat-pusat keramaian, seperti alun-alun kota, gelanggang olahraga, dan lain-lain, selalu penuh sesak oleh manusia yang ingin melewati malam pergantian tahun bersama-sama. Ritual yang sering dilaksanakan adalah meniup terompet yang dimeriahkan dengan pertunjukan atau pesta kembang api. Malam tahun baru selalu dihiasi dengan pijar bunga api yang memukau di angkasa dengan suara ledakan-ledakan yang membahana. Na’udzubillah… bagi yang merayakan tahun baru dengan berbuat maksiat.

Sebenarnya tahun baru hampir sama dengan hari-hari lainnya, namun karena di hari itu adalah hari di mana akan ada pergantian kalender atau perubahan angka tahun di buku agenda kita, angka 2008 berganti menjadi 2009, maka wajar-wajar saja banyak orang yang mengistimewakan hari tersebut.

Munkin tahun baru kali ini bukanlah hari yang indah bagi sebagian saudara-saudara kita yang secara tidak langsung menjadi korban dampak krisis moneter global, dan harus rela dirumahkan atau terkena PHK dari tempat mereka bekerja. Memang tidak bisa dihindarkan, krisis ekonomi yang masih melanda tersebut telah menggoncangkan kehidupan usaha sebagian sektor industri, terutama industri yang produknya berorientasi ekspor. Tidak bisa memasarkan barang produksinya untuk jangka waktu cukup lama sama saja dengan menjemput maut bagi kehidupan usahanya. PHK adalah jalan terakhir yang terpaksa harus diambil selangkah sebelum perusahaan gulung tikar. Masih beruntung perekonomian negeri kita sebagian besar ditopang oleh sektor industri kecil dan menengah (UKM), sehingga dampak krisis moneter tersebut tidak terlalu parah menghantam sektor riil yang sangat berpengaruh terhadap perekonomian mayoritas penduduk negeri ini.

Saya ikut prihatin pada sahabat-sahabat yang mengalami cobaan di atas, terutama teman-teman yang baru lulus sekolah atau kuliah tahun kemarin, baru mulai merasakan dunia kerja, namun harus kembali ke rumah dan kehilangan pekerjaannya kembali. Saya pun tahun ini tidak merayakan tahun baru seperti yang lain. Saya hanya menghabiskan malam di rumah dengan menonton film kartun “Madagascar 2” bersama adik bungsu dan adik ipar sambil menikmati roti bakar. Tengah malam berkeliling kota sebentar dan pulang lagi untuk menuliskan goal setting saya di tahun 2009. Karena saya seorang muslim, malam itu saya tutup dengan shalat tahajjud, doa spesial, dan shalat witir tiga raka’at.

Meskipun demikian, tahun baru bisa kita jadikan moment yang tepat untuk merangkai kembali harapan dan impian kita yang belum sempat terwujud di tahun sebelumnya. Dari beberapa SMS teman yang masuk, pesan yang mereka sampaikan rata-rata adalah tahun baru: semangat baru, tekad baru, harapan baru, masa depan baru, dan berbagai untaian doa yang indah untuk kebaikan bersama di tahun ini. Ada memang satu SMS dari teman (cowok) yang mengakhiri pesan tahun barunya dengan kata, “Muah…muah…!” [Ha..ha..ha… hari gini masih saja ada yang kehabisan obat atau sesaji… Aneh?].

Senada dengan apa yang saya tulis di tahun baru yang lalu, tahun ini pun saya ingin menyampaikan lagi pesan di bawah ini:

“Tahun baru, selalu ada harapan baru! Tuhan telah memberikan anugerah terindah kepada kita berupa kehidupan ini. Modal kita yang sesungguhnya adalah diri kita plus waktu. Kadang kita menyia-nyiakannya. Kadang kita membiarkan waktu itu berlalu begitu saja. Kadang kita menganggap masih banyak waktu untuk kita. Tapi kenyataannya waktu yang telah berlalu tak pernah kembali lagi. Apa pun yang terjadi dengan sang waktu, ia terus berlalu tanpa pernah mau berhenti dan peduli sedikit pun. Waktu akan terus berlalu tak peduli kita diam atau bergerak. Kitalah yang berhak mengukir sang waktu. Dan kelak kita juga akan dimintai pertanggungjawaban dengan anugerah waktu itu sendiri. Tak ada pilihan lain, kita harus mengisi sang waktu dengan sesuatu yang berharga, karena hanya itu yang bisa kita lakukan agar di kemudian hari kita tidak menyesali berlalunya sang waktu; menyasali masa lalu!”

Untuk itu sahabat-sahabatku, mari di tahun baru ini kita perbarui niat, tekad dan semangat untuk kembali melangkah meraih cita-cita dan mimpi indah kita, karena bila di tahun yang lalu kita gagal untuk mewujudkannya maka masih ada harapan dan kesempatan di tahun ini kita bisa merealisasikannya. Kita pasti memiliki goal (tujuan) dan dream (impian) di semua bidang kehidupan, seperti finansial, spiritual, bisnis atau karier, keluarga, pengembangan diri, materi, sosial, dan lain-lain. Jika di tahun yang lalu kita masih menghadapi berbagai hambatan, rintangan, cobaan dan kegagalan, semoga di tahun ini kesuksesan yang diharapkan bisa menjadi kenyataan. Jangan pernah patah semangat, karena masih ada kesempatan bagi kita untuk terus berjuang dan kembali melangkah maju. Tidak ada kegagalan yang kekal kecuali kita berhenti berusaha, dan tidak ada kesedihan/kedukaan yang menetap kecuali kita hanya bisa memikirkan kesedihan.

Jadi teringat ketika saya dan teman-teman pergi berkemah beberapa tahun yang lalu. Salah seorang teman saya menyimpan minyak tanah untuk bahan bakar lampu di dalam botol Aqua. Sore harinya ketika kami sedang duduk santai di depan tenda sambil makan kerupuk yang rasanya memang pedas, seorang teman lain tidak kuat menahan pedasnya kerupuk tersebut dan langsung mencari air minum. Melihat botol Aqua tergeletak di pojok tenda, langsung saja tangannya menyambar dan meminumnya… Sesaat kemudian saya melihat ekspresi wajahnya aneh, dan dalam beberapa detik kemudian ia langsung memuntahkan air yang ada di dalam mulutnya sambil menjulur-julurkan lidahnya. “Hwa…hwa…!”, teriaknya sambil mulutnya menganga lebar. Kami semua tertawa lepas, “Ha..ha..ha… minyak tanah diminum, emang enak…? Sudah sakti kali…”

Begitulah sahabat, jika apa yang kita minum tidak enak dan bisa membahayakan kesehatan tubuh kita, segera muntahkan! Demikian juga jika di tahun yang lalu banyak kejadian dan pengalaman yang bisa meracuni pikiran kita, segera muntahkan dari benak atau pikiran kita! Kita tidak membutuhkan pengalaman pahit itu dalam memori otak kita jika itu membuat kita ragu, apatis, putus asa, lemah, rendah diri, dan segudang sifat negatif lainnya, karena itu semua tidak akan membuat diri kita maju dan bahagia. Muntahkan semua pengalaman pahit di tahun yang lalu, seperti gagal meraih sesuatu, patah hati, merana, dan semua kenyataan hidup yang membuat diri kita terpuruk dan meratapi nasib. Kita hanya boleh mengambil hikmah atau pelajaran dari semua itu dan kemudian menetralkan pikiran kita dari trauma masa lalu. Dan mulai sekarang, mari kita mulai sesuatu yang baru dengan niat, tekad dan semangat yang lebih menggelora, lebih dahsyat dan lebih tahan banting. Keberhasilan dan kebahagiaan yang dinanti akan bisa kita raih di tahun ini hanya jika kita mau meraihnya.

Tahun baru akan lebih baik lagi jika kita menjadi diri yang baru, dalam pengertian diri yang lebih baik dari tahun sebelumnya. Diri yang lebih dewasa dan lebih bijaksana dalam menyikapi segala keadaan dan lebih mensyukuri nikmat Tuhan yang telah terlimpah tiada henti.

Dan bagi anda yang muslim, mungkin di tahun ini kita bisa menambahkan afirmasi untuk kemajuan diri pribadi kita, yakni tambah shaleh dan tambah taqwa, yang bisa kita baca dalam doa setelah selesai shalat atau sesaat sebelum tidur dan sesudah bangun tidur. Kenapa tahun ini harus lebih shaleh dan lebih taqwa? Karena pribadi yang shaleh adalah pribadi yang sangat patuh kepada Allah SWT, yang karena ketaatan ibadahnya menjadikan ia dekat dengan Tuhannya atau bahkan menjadi kekasih-Nya. Dan taqwa sendiri menjadi barometer kesuksesan seseorang dari sudut pandang penilaian Allah SWT, Tuhan Semesta Alam. Anda pasti pernah mendengar firman Allah dalam Al Qur’an surat Adh Dhuha ayat 4, “Walal aakhiratu khairullaka minal uulaa” atau di dalam surat Al A’laa ayat 17, “Wal aakhiratu khairuw wa abqaa”. Intinya kita harus bisa memprioritaskan tujuan hidup kita, jangan sampai kita mengejar sesuatu secara mati-matian hingga melupakan sesuatu yang abadi, namun yang didapat hanya fatamorgana.

***

Dalam kesempatan ini saya juga ingin mengucapkan terima kasih untuk adik bungsu saya yang sedang berlibur dan telah memutarkan lagu-lagu syahdu menemani istirahat soreku melepas senja di penghujung tahun 2008, sambil bercanda dengan si kecil yang sudah mulai bisa bercerita meskipun dengan bahasa yang tidak saya pahami, duduk di pangkuanku di sore yang cerah dan saya pun mengecup pipinya karena senyumnya yang manis dan lucu menawan hati. Terima kasih juga telah membangunkan saya sehingga saya bisa melewati pergantian tahun dalam keadaan terjaga sambil bercengkerama dengan adik-adik tercinta.

Sebagai penutup, saya ingin berbagi lagu dengan anda di bawah ini… Meskipun terkesan melankolis, semoga bisa membawa kedamaian dan kebahagiaan bagi kita semua mengawali tahun ini yang kita harapkan lebih indah dan lebih baik dari tahun yang lalu.

***
Di sini aku masih sendiri
Merenungi hari-hari sepi
Aku tanpamu…
Masih tanpamu…

**
Bila esok hari datang lagi
Ku coba ‘tuk hadapi semua ini
Meski tanpamu…
Ooh… meski tanpamu…

**
Bila aku dapat bintang yang berpijar
Mentari yang tenang bersamaku di sini
Ku dapat tertawa, menangis, merenung
Di tempat ini aku bertahan…

***
Suara dengarkanlah aku
Apa kabarnya pujaan hatiku
Aku di sini menunggunya
Masih berharap di dalam hatinya

**
Suara dengarkanlah aku
Apakah aku s’lalu di hatinya
Aku di sini menunggunya
Masih berharap di dalam hatinya

***
Dan aku masih tetap di sini
Ku lewati s’mua yang terjadi
Aku menunggumu…
Ooh… aku menunggu…

[Suara by Hijau Daun]
***

Semoga tahun ini lebih indah…


Responses

  1. mas agus…
    tahun lalu adalah kenangan yang tak akan bisa kembali..
    dan
    tahun kedepan adalah harapan dan impian yang akan kita capai…
    Saya akan sukses!!!
    Bukankah begitu??

  2. Betul, Mas Arif.:-)

    Mari kita isi tahun ini dengan prestasi terbaik yang bisa kita capai…

    Tetap semangat!

  3. Ikutan nimbrung dunk mas agus;-)

    Thn br bknny ngelepas status jomblo mas?Hehehe,,

  4. Mas Agus,
    Tahun baru bukan sekedar harapan baru. Tahun baru diperlukan action baru. Tahun baru penuh dengan tantangan dan peluang-peluang baru untuk berkembang.

    Laksana sang Rajawali muda yang siap mengepakkan sayapnya yang kuat dan kokoh, terbang tinggi meraih goal demi goal di tahun 2009.

    Sang Rajawali muda itu kini siap terbang tinggi. Selamat datang mas Agus, motivator muda berbakat! Ihktiar dan doa Anda didengar Allah Swt. Kini saatnya Anda membuktikan yang terbaik yang Anda punyai. Salam never give-up!

  5. Terima kasih sekali Pak Final.:-)

    Saya terharu membaca komentar Bapak.
    Bapak tidak saja “guru” bagi saya, tapi juga laksana “ayah” sendiri yang patut dijadikan teladan.

    Salam hormat dari kota Satria!

    Agus R.

  6. kita semua memang berharap, semoga tahun 2009 ini kita menjadi lebih baik dari sebelum2nya. yang pasti semua orang menginginkan perubahan dalam arti perubahan yang positif. namun tidak semua orang mampu melakukan perubahan itu. karena apakah ?

    niat tulus sudah melekat padi diri untuk melakukan perubahan, kenyataanya belum mampu. malah patah semangat “Psimis”. gimana menghilangkan perasaan itu ? agar kita selalu optimis.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: