Oleh: Agus Riyanto | 22 Desember 2008

KENALI DIRI ANDA



Jet Li – Kung Fu Master

***

Artikel ini diposting untuk sedikit menjawab pertanyaan pada artikel yang lalu tentang bagaimana menemukan bakat atau talenta kita (selengkapnya di artikel “Menumbuhkan Semangat Juara”). Sebuah pertanyaan yang sebenarnya juga menjadi pertanyaan saya. Kita sama-sama bertanya sehingga mungkin yang akan saya kemukakan berikut ini hanya sekedar sharing pembuka dari seorang sahabat kepada sahabatnya. Saya akan mencoba menjawabnya lebih spesifik lagi untuk waktu yang akan datang. Semoga yang ada ini bermanfaat bagi anda yang mungkin tidak sengaja membacanya.

***

Pembangunan gedung pencakar langit pasti dimulai dengan peletakan batu pertama. Sebuah perjalanan beribu-ribu mil pasti dimulai dengan langkah pertama. Begitu juga dengan perjalanan dalam hidup ini untuk meraih tujuan yang diidam-idamkan, juga dimulai dengan langkah pertama. Dan langkah pertama untuk meraih keberhasilan tersebut adalah mengenali diri sendiri.

Kita sadar akan keberadaan diri kita, namun terkadang kita belum mengenal betul siapa diri kita yang sesungguhnya. Ada saat-saat di mana kita merasa asing dengan diri kita sendiri, terutama di saat hidup sedang diuji dengan sedikit kesusahan dan kesedihan, atau saat kenyataan hidup yang terjadi tidak sesuai keinginan dan harapan.

Selain Tuhan, orang yang paling mengenal diri kita adalah kita sendiri. Orang lain mungkin tahu bagaimana casing kita, namun hanya kita sendiri yang tahu seperti apa isi yang sesungguhnya. Kita dan hanya kita yang paling tahu diri kita sendiri. Oleh karena itu, mulai saat ini kita harus mengenali diri sendiri dengan sebenarnya.

Apa yang harus kita kenali? Ada dua hal yang harus kita kenali, yaitu kelebihan dan kekurangan. Setiap orang pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Dua hal itu tidak bisa dipungkiri keberadaannya dan terkadang beradu kekuatan di dalam diri kita. Berfokuslah pada kelebihan diri Anda maka hal itu akan mendatangkan kemajuan. Bila orang lain hanya memandang kelemahan dan kekurangan kita; jangan ambil pusing, karena sebenarnya orang itu tidak tahu apa-apa tentang kita. Andalah yang paling berhak menentukan anggapan/persepsi terhadap diri Anda. Anda adalah hakim agung bagi diri Anda sendiri. Kita boleh mendengar masukan atau kritikan dari orang lain selama itu bersifat membangun dengan lapang dada, namun jika semua itu datang dengan tujuan untuk mematahkan, membuat kita down, apatis dan merasa rendah diri maka kita boleh memotivasi diri sendiri agar tetap tegar dan terus belajar. Masih banyak orang lain yang bisa menilai kita secara lebih bijak, adil dan proporsional. Dan teruslah berusaha mengenali lebih dalam diri anda sendiri.

Setiap orang pasti punya bakat yang menonjol yang sulit disaingi oleh orang lain. Setiap individu pasti memiliki potensi dan keunikan sendiri-sendiri. Kadang kita bisa melakukan sesuatu dengan mudah yang orang lain justru sulit untuk melakukannya. Kita juga sering kagum melihat orang lain bisa melakukan sesuatu yang sulit kita lakukan.

Jadi teringat adik saya yang bungsu. Kalau saya suruh baca buku atau menulis, dia bukannya berkata “iya”, tapi malah langsung mengambil gitar dan bergegas ke luar. Tak berapa lama kemudian terdengar suara: jreng…jreng…jreng…, “Mungkinkah bila kubertanya pada bintang-bintang, dan bila kumulai merasa, rasa kesunyian…” Tapi bila ada acara moto GP, dia duduk manis di depan tv dengan mata tak berkedip. Bahkan dia bisa mempengaruhi kakak dan ibunya menjadi penggemar acara yang sama. Foto-foto pembalap idolanya ia tempel di dinding kamar dan artikel-artikel tentang moto GP berhasil dia kumpulkan sampai menumpuk. [Kenangan: ketika saya belum lama membeli sepeda motor baru, dengan sangat terpaksa sepeda motor saya harus rusak parah karena jatuh dikendarai adik saya yang satu ini, hehehe… Alhamdulillah adik saya selamat, tidak apa-apa].

Adik saya ini jika melakukan hobi tidak tanggung-tanggung, ia pasti menekuninya sampai dalam (hanyut). Saat dia gemar mengoleksi perangko, dia bisa mengumpulkan perangko dari berbagai negara padahal dia saat itu masih duduk di bangku SD. Saya kadang heran bagaimana dia bisa melakukannya. Demikian juga saat dia sedang gandrung menanam melon di halaman sekitar rumah. Dia bisa menunggui tiap mau berangkat sekolah, menyiraminya tanpa lupa sekali pun. Tanamannya seperti kekasih baginya. Sangat diperhatikan dan dipelihara benar-benar, walau akhirnya ketika musim hujan datang tanaman melon yang mulai berbuah itu mati semua karena iklim yang tidak cocok dan serangan hama.

Demikianlah, setiap orang pasti memiliki hobi atau kegemaran sendiri-sendiri. Dari sini kita bisa mulai mengenali kepribadian kita secara lebih mendalam. Kita bisa menekuni bidang yang bisa membuat kita maju dan menonjol karena di samping menyukainya, kita juga berbakat di bidang tersebut. Ini akan sangat membantu mempercepat perkembangan diri kita daripada kita terjun di suatu bidang yang selain tidak kita sukai, kita juga hanya sekedar bisa.

Lalu apa yang harus kita lakukan lebih jauh agar kita bisa menemukan potensi diri kita yang sebenarnya? Berikut beberapa hal yang bisa kita lakukan:

1. Menemukan bakat atau talenta Anda

2. Mengasahnya

3. Mempersembahkannya untuk sesama manusia

Sehebat apa pun bakat atau talenta yang kita miliki jika kita tidak tahu apa sebenarnya talenta yang kita punya pasti itu tidak ada manfaatnya sama sekali. Demikian juga jika sebenarnya kita tahu kita memiliki kelebihan di suatu bidang, namun kita tidak mau serius mengembangkan potensi unggul kita; itu juga kurang manfaatnya. Yang ideal adalah kita tahu apa bakat atau talenta kita, kemudian dengan sadar kita mengasah dan melatih diri agar semua potensi tergali dan mempersembahkan talenta kita itu untuk kehidupan ini.

Bagaimana menemukan bakat atau talenta anda? Tentunya melalui perenunan dan pencarian diri; dengan mengenali diri kita sendiri terlebih dahulu; dengan melakukan perjalanan ke dalam diri dan menemukan suara kecil di hati kita. Anda pun harus menemukan tujuan spesifik hidup anda, tentang anda ingin menjadi apa atau siapa. Berdasarkan pengalaman pribadi, saya menghabiskan 25 tahun umur saya sebelum saya bisa mengkristalisasi tujuan hidup saya; itupun melalui jatuh bangun, dan hingga saat ini pun saya masih dalam taraf belajar.

Jika anda mengenali foto di atas, pasti anda bisa menyebutkan apa kira-kira talenta yang beliau miliki dan bagaimana beliau mendedikasikan hidupnya.

Terus terang pertanyaan sahabat saya di atas sangat menarik bagi saya pribadi. Mungkin jika pertanyaan tersebut ditujukan kepada pakar yang sesungguhnya maka akan dijawab dalam hitungan menit. Tapi karena pertanyaan itu tertuju kepada sesama pembelajar kehidupan seperti saya, maka ini juga akan memacu diri saya pribadi untuk melakukan perjalan ke dalam diri sendiri hingga sebuah jawaban bisa saya kemukakan. Mungkin banyak referensi yang bisa dijadikan rujukan, tapi alangkah baiknya kita memahaminya dengan perbuatan atau pengalaman.

Namun agar lebih melengkapi, berikut saya kutipkan penjelasan dari buku yang pernah saya baca yang semoga lebih membuka wawasan kita tentang bakat, talenta atau kejeniusan yang ada pada diri kita dan mungkin belum tergali. Mungkin bisa diibaratkan bahwa dalam diri kita ada “naga yang masih tertidur”. Dan tugas kita sekarang adalah berusaha untuk membangunkannya.

***

MENEMUKAN KEJENIUSAN ANDA

From : RICH KID SMART KID

By : Robert T. Kiyosaki

 

Ayah pandai saya benar-benar yakin bahwa setiap anak mempunyai karunia menjadi jenius, meski seandainya mereka tidak berprestasi baik di sekolah. Ia tidak setuju bahwa seorang jenius adalah seorang yang duduk di kelas dan mengetahui semua jawaban yang benar. Ia tidak setuju bahwa seorang jenius adalah seseorang yang lebih pintar daripada semua orang lain. Ia benar-benar yakin bahwa kita masing-masing mempunyai karunia, dan bahwa seorang jenius hanyalah orang yang cukup beruntung bisa menemukan karunianya dan kemudian menemukan cara untuk menyumbangkan karunia itu.

Untuk membuat menarik pelajarannya tentang topik jenius, ia sering menuturkan sebuah kisah kepada kami. Ia berkata, “Sebelum kalian masing-masing dilahirkan, kalian diberi karunia memberi. Masalahnya, tidak ada yang memberitahukan bahwa kalian diberi karunia ini. Tidak ada yang memberitahukan apa yang harus kalian lakukan setelah menemukannya. Setelah kalian lahir, tugas kalian adalah menemukan karunia kalian dan memberikannya… kepada semua orang. Jika kalian memberikan karunia kalian, hidup kalian akan dipenuhi keajaiban.”

Ayah pandai saya menulis kata “jenius” dengan cara: JENI-IN-US (Jin-di dalam-diri kita).

Saat melanjutkan ceritanya, ia berkata, “Seorang jenius adalah seseorang yang menemukan jin di dalam dirinya. Seperti Aladin menemukan jin di dalam botol, kita masing-masing juga harus menemukan jin dalam diri kita. Inilah asal kata jenius. Seorang jenius adalah seseorang yang menemukan manusia ajaib di dalam dirinya. Seorang jenius adalah seseorang yang menemukan karunia yang diberikan kepadanya.

Ayah pandai saya kemudian menambahkan peringatan ini: “Ketika kalian menemukan jin kalian, dia akan memberikan tiga permohonan. Jin kalian akan mengatakan, ‘Permohonan nomor satu adalah Apakah kalian akan memberi karunia ini kepada diri sendiri? Permohonan nomor dua adalah Apakah kalian akan memberi karunia ini hanya kepada orang-orang yang kalian cintai dan dekat dengan kalian? Atau permohonan nomor tiga, Apakah kalian akan menyumbangkan karunia kalian?’”

Sudah jelas, pelajaran dalam kisah ini adalah kami, anak-anak, harus memilih permohonan nomor tiga. Pelajaran ayah pandai saya selalu berakhir dengan ucapan, “Dunia penuh dengan jenius. Masing-masing dari kita adalah jenius. Masalahnya, sebagian dari kita mengunci kejeniusan kita rapat-rapat di dalam botol. Terlalu banyak dari kita yang memilih menggunakan kejeniusan ini hanya untuk diri sendiri atau untuk mereka yang kita cintai. Jin akan keluar dari dalam botol hanya ketika kita memilih permohonan nomor tiga. Keajaiban hanya terjadi ketika kita memilih untuk menyumbangkan karunia kita.

Kedua ayah saya mempercayai keajaiban memberi. Seorang ayah mengajari kami untuk membangun bisnis yang melayani sebanyak mungkin orang. Ayah yang lain mengajari kami untuk menemukan karunia yang diberikan kepada kami, menemukan jeni-in-us, dan membiarkan keajaiban mengalir ke luar dari botol.

***

Semoga bermanfaat!

Iklan

Responses

  1. beltu…eh betul mas
    saya juga berkeyakinan seperti itu

    semakin kita memberi manfaaaat
    (a-banyak-maksudnya jenisnya) semakin kita dapat
    kebahagiaan di kehidupan kita.

  2. Jenius… Persepsi aku selama ini, jenius adalah orang yang punya ide-ide cemerlang dalam menyelesaikan masalah kehidupan ini. Temen2 aku banyak yang mengatakan kalau aku jenius dalam hal hitung-menghitung. Padahal aku merasa biasa2 aja,karena semua orang bisa menghitung.aku aja sulit menemukan apa sih bakat aku?kaya’nya tidak ada yang menonjol dalam diri aku.

  3. I’m the special One. Setiap pagi hari, saya bercermin sambil merapikan rambut saya. I’m good looking. Tapi kenapa kalau bertemu orang di luar sana, saya jadi tidak PD? Anda mungkin juga pernah merasakan hal yang sama.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: