Oleh: Agus Riyanto | 27 November 2008

MENCARI KETENANGAN DI LUAR SHOLAT


Oleh: Arif Ismanto, S.Kel*

 

(Tanggapan pertanyaan mengenai menenangkan diri di luar sholat)

Terimakasih sebelumnya atas pertanyaannya. Pada komentar terdahulu, ada sahabat pembaca yang pernah menanyakan bagaimana mencari ketenangan? Artikelnya sudah dimuat beberapa edisi yang lalu. Terus ada sahabat lain yang menanyakan lagi bagaimana jika mencari ketenangan di luar sholat. Mungkin karena bukan muslim sehingga tidak melakukan sholat (atau yang dimaksud adalah saat-saat di mana kita menjalani rutinitas kegiatan di luar sholat, ed). Sedikit tulisan ini mungkin bisa mewakili bagi mereka yang beragama di luar agama Islam (atau mereka yang muslim dan menginginkan ketenangan di setiap saat di luar sholat, ed).

Sebagai fitrah manusia ingin merasakan kedamaian, ketenangan dan kesehatan. Ketenangan yang mungkin jarang ditanggapi. Orang mengatakan tenang berarti orang tersebut banyak diamnya atau tidak banyak bicara. Bisa jadi. Tapi tidak semua orang diam itu tenang dan begitu pula sebaliknya tidak semua orang cerewet itu gelisah.

Kegelisahan. Sebuah kata yang sering menghinggapi manusia. Suatu perasaan tidak enak dan tidak karuan. Bayangan negatif yang selalu menghantui. Dunia terasa sempit. Apa yang harus dilakukan?

***

Ini begitu salah

Tapi ini juga

Begitu benar

Untuk cintaku….

***

Sepetik penggalan lagu Dewi-Dewi dengan judul “begitu salah begitu benar” tentang pengungkapan perasaan yang tidak menentu.


Kegelisahan ditandai dengan perasaan tidak tenang. Apa-apa kepikiran terus. Ketika ditanya, “Ada masalah apa?” Pun tidak bisa menjawab. Karena dijawab, “Gak tahu”. Saya juga tidak tahu penyebabnya apa.


Nah lo… bagaimana ini? Ada masalah, ketika ditanya masalah apa gak bisa jawab. Bagaimana dong?

Sebagai langkah awal, pahami sumber kegelisahan ini. Karena sumber kegelisahan ada bermacam-macam. Dari yang khayalan dan real. Kadang ada takut yang tidak masuk akal. Takut gelap….. Nah ini bingung kan? Bisa jadi sih… Takut harta dicuri…. Takut istri diambil orang… atau yang masih singgle takut pacar diambil….

Ketakutan seperti ini menurut Dalai Lama dalam bukunya, “Seni Hidup” yang dirangkum oleh  Howard C. Cutler M.D. adalah ketakutan yang diciptakan oleh pikirannya sendiri terutama oleh proyeksi mental seperti ketakutan harta dicuri, ketakutan istri akan dikencani orang dan semacamnya. Ketakutan seperti ini disebabkan karena ketakutan yang berlebihan. Ketakutan yang tidak nyata.

Padahal ketakutan adalah sumber kegagalan dalam meraih tujuan hidup. Ketakutan kata Makhdlori (2007) dalam bukunya, ‘Bersyukurlah Maka Engkau Akan Kaya’, menjadi penyebab utama dalam meraih tujuan hidup. Tujuan hidup yang sudah kita rancang dan bayangkan akan menjadi sirna manakala kita dihinggapi rasa takut.


Kegelisahan adalah hal yang lumrah. Dan seharusnya kita syukuri karena pemberian Tuhan Yang Maha Kuasa. Rasa takut sebenarnya bisa digunakan untuk hal yang positif.

“Ah, apa bisa?”

Ketakutan ini kalau digunakan dengan benar adalah sebagai pemacu kreatifitas kita. Hormon ketegangan  (adrenalin) bekerja akan membuat otak bekerja. Ketakutan itu membuat otak kita berpikir  bagaimana mengatasinya. Jalan keluar apa dari permasalahan ini? Seandainya dengan gagah berani menghadapi dan mencoba menyelesaikannya maka itu membuat orang tersebut menjadi sangat kokoh dan baik mentalnya. Ketakutan adalah sebuah anugerah Tuhan yang membuat prestasi kita menjadi terbuka.

Sebagai contoh, Edison sang penemu bola lampu. Masalah yang dihadapi adalah kenapa gelap? Apakah ada benda yang bisa berpijar, yang bisa menerangi? Kemudian ratusan benda dicoba dan digabung-gabungkan sehingga terciptalah sebuah bola lampu pijar. Bola lampu pijar atau yang biasa kita kenal dengan istilah ‘bohlam‘ menjadi cikal bakal lampu neon yang kebanyakan sekarang beredar di masyarakat.

Seandainya Edison takut akan cercaan, takut akan makian, takut akan hinaan bahwa dia dikatakan bodoh, takut akan perkataan “Mana ada benda yang bisa menyala?” maka tidak akan pernah tercipta sebuah lampu.

Jadi, jangan takut terkena virus gelisah ini. Cuma sekarang yang jadi pertanyaannya adalah bagaimana caranya mengatasi gelisah jika di luar sholat? Dengan sholat sudah pasti. Tapi bagaimana ketika sedang tidak dalam keadaan sholat atau bagi yang non muslim? Bagaimana mencarinya?

Berikut ada langkah kecil untuk mengatasinya :

1. Analisa apa sebenarnya sumber masalah. Tanyakan pada hati nurani. Apa sebenarnya yang menjadi pusat kegelisahan. Pisahkan, termasuk ketakutan yang nyata atau khayalan semata.

2. Mencoba bertanya pada hati nurani, apa yang salah dan apa yang benar. Karena hati nurani adalah sumber kebenaran. Berbohong apa pun di mulut, tapi di hati akan tetap mengatakan yang sebenarnya. Tanyakan dengan hati jernih. Jujur kepada diri sendiri akan menolong jiwanya sendiri.

3. Berpikir positif. Dengan berpikirlah positif, segalanya berjalan lancar. Temukan seribu alasan yang positif dari segala hal yang terjadi. Seperti kata Dalai Lama bahwa tindakan aktif memerangi pikiran negatif sebagai salah satu cara memerangi kegelisahan.

4. Jangan lari dari masalah. Hadapi dengan sabar. Terus berdoa yang terbaik dan terbaik. Coba ulur tali kusutnya. Akar permasalahan yang ada dari mana.

5. Berkonsultasi kepada orang terdekat atau orang yang berkompeten di bidangnya.

6. Berdoa pada Allah SWT, Tuhan Semesta Alam. Tuhan Yang Maha Esa.

Sembari menenangkan diri, cobalah aktivitas lain yang membuat pikiran tidak fokus ke satu masalah. Lakukan hal-hal baru yang membuat hati bahagia. Bisa ke tempat yang belum pernah dikunjungi, mencoba petulangan yang manantang atau apa pun yang membuat inspirasi baru. Atau menekuni hal yang disukai. Memancing, berkebun, memasak, atau apa pun itu yang disukai yang bisa membuat hati senang dan melupakan semua masalah dan kegelisahan yang melanda.

Jadi, sambutlah kegelisahan sebagai sarana memperbaiki diri. Tidak ada yang sia-sia di muka bumi ini.

***

*Penulis adalah seorang pengagum keajaiban dan kedahsyatan otak manusia. Dengan menyenangi mind psikology sebuah studi tentang psikologi pikiran manusia. Saat ini bekerja di sebuah lembaga keuangan dan memberikan sedikit ilmunya dengan memberikan pendidikan swadaya. Cita-cita beliau menjadi pengusaha sukses. Penulis dapat dihubungi melalui email: r1efy@plasa.com.

Iklan

Responses

  1. Tlng kirimin motivasi2 ke alamat sy boedi.69@gmail.com tx ya

  2. mengisi kesibukan dengan hal-hal yang positif terus dan terus

  3. Selain semua langkah-langkah di atas, coba lakukan ini:

    Bisa dengan Meditasi, misalnya Meditasi Pembersihan Aura.. 🙂

    Bisa dengan ketemu Motivator seperti Mas Agus Riyanto yang Luar Biasa Prima ini. Setidaknya baca Blog nya ini.

    Salam Luar Biasa Prima dari Surabaya,
    Wuryanano 🙂

  4. Is the BEst srN2nya:
    Sran2ny sDah memBeri sdkt ktenangan Bgi q yG skrang ini lg Menghadapi UJIan Akhir NAsional…
    Sekalian Mohon DO’Anya y…….

  5. mencari ktenangan diluar shalat
    dgn meditasi spt yg dktkan mas wuryanano mmg benar meditasi pmbersihan aura bisa lebih mengena tapi segelintir org mas bs mlkukany ddunia ini. bisa coa mas terangkn lebi detil

  6. assalamualaikum wr.wb
    salam kenal setelah saya baca artikelnya semua masuk akal kl bisa tolong kasih motivasi untuk ktenagan pikiran ke email saya kamilryanto@yahoo.co.id

  7. jika kita dihdpk mslh pcr yg dluny syg sm kita llu dgn tingkh kita yg kyk tdk serius kpdanya tp sbnarnya kita syg juga sama dia, lalu pacar kita mencari cwek lain dan sempat jadian. stlah kthuan ia putus dan apakah pacar trsbut bsa dipercaya pak. mhn jwbannya.

    • Cobalah istikhoroh…

      Dan hati Anda pasti bisa membaca keseriusan si dia.
      Ajaklah untuk menikah sehingga Anda berdua terhindar dari maksiat.

      Jika dia benar-benar cinta, insya Alloh setuju dan bilang “ok”.

      Terima kasih 🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: