Oleh: Agus Riyanto | 24 November 2008

RIZKI ALLAH YANG MEMBAGI


Oleh: Arif Ismanto, S.Kel*

Mencari rizki kadang membuat mata dan hati berpindah dari ingat kepada Allah. Tidak sedikit yang mengobarkan waktu dan hidupnya hanya untuk mencari rizki. Bahkan na’udzubillah, semoga kita tidak terlibat mencari rizki tidak pandang halal haramnya. Ini yang sangat berbahaya untuk umat Islam.

Rizki sudah ada yang mengatur. RIzki tidak perlu dicari dengan cara haram. Tidak perlu dengan kekerasan dan mendholimi orang lain sesama manusia. Kenapa? Karena rizki sudah ada yang membagi dan mengatur. Jumlahnya berapa, di mana, sama siapa, oleh siapa–semuanya sudah tertulis dalam luh mahfudz. Hanya Allah yang tahu. Tapi yang pasti kita sudah memiliki jatah rizki masing-masing. Kadar dan ukurannya sudah tercantum.

Penulis sedang tidak mengajari untuk malas-malasan. Sama sekali bukan. Hanya meyakinkan bahwa rizki Allah yang membagi. Tidak perlu saling menjatuhkan, tidak perlu saling curang atau saling menghina. Dengan melakukan segala cara asal keinginan tercapai. Ini yang harus dihindari.

Penulis merasakan sendiri kejaiban hidup bahwa hidup sudah ada yang mengatur. Karena penulis ingat saat itu tanggal 21 Mei 2007, harinya hari Senin karena ditulis dalam Buku Harian dengan judul “Aku Sama Sekali Gak Punya Uang”. Bahkan pada saat itu penulis memiliki utang karena untuk nambal ban motor. Dompet kosong blong. Pertanyaannya adalah : Lho, bukankah minta sama orang tua bisa?

Jawabannya bisa, tapi gengsi, sebagai orang yang sudah lulus sekolah dan kuliah adalah dapat uang sendiri walaupun orang tua bisa memberi. Karena seingat penulis sendiri setelah lulus memiliki motto “jarang dan gak pernah meminta lagi”. Makruh hukumnya kalau meminta. Minta kalau memang sangat terpaksa dan tidak bisa… baru meminta. Tapi itupun semoga tidak terjadi, karena sampai saat ini alhamdulillah jarang meminta.

Luar biasanya rizki Allah ini. Yakin dan sepenuhnya bahwa Allah yang akan membagi dan mengatur. Karena apa? Penulis cantumkan tulisan di buku harian itu bahwa penulis tidak memiliki uang sama sekali. Terus kemudian saya tuliskan, “Ya Allah, aku tahu bahwa Engkau yang memberi rizki, mungkin saat ini aku tidak memiliki, tapi aku pasrahkan segalanya pada-Mu. Mungkin saat ini aku belum dilapangkan dan mungkin nanti suatu saat akan dilapangkan oleh-Mu.”

Dan subhanallah… ternyata memang benar. Alhamdulillah sampai saat ini terasa ada saja rizki meskipun jumlahnya tidak terlalu banyak. Tapi setidaknya selalu ada. Maka saat itu pula penulis meyakini bahwa rizki memang Allah yang membagi dan kita tidak perlu khawatir. Rizki tidak akan pernah terganti atau tertukar orang dan pasti dijamin. Tidak perlu melakukan hal yang dilarang dalam agama.



*Penulis adalah seorang pengagum keajaiban dan kedahsyatan otak manusia. Dengan menyenangi mind psikology sebuah studi tentang psikologi pikiran manusia. Saat ini bekerja di sebuah lembaga keuangan dan memberikan sedikit ilmunya dengan memberikan pendidikan swadaya. Cita-cita beliau menjadi pengusaha sukses. Penulis dapat dihubungi melalui email: r1efy@plasa.com.

Iklan

Responses

  1. assalamualaikum Wr.Wb. ustd. nama saya tatang hidayat (bogor), subhanallah setelah saya baca dan belajar dari tulisan ustad saya merasakan hal baru dalam hidup ini……… ustd sy mau nanya gmana caranya supaya kita mampu mengendalikan diri. wassalamualaikum Wr.Wb

  2. Wa’alaikum salam Wr.Wb.

    Terima kasih atas apresiasinya Mas.:-)
    Mengendalikan diri bisa dengan cara terlebih dahulu kita mengenali emosi-emosi yang ada pada diri kita. Emosi yang negatif kita netralisir, sedangkan emosi yang positif kita arahkan ke hal-hal yang positif juga.

    Emosi negatif misalnya:
    – marah
    – takut
    – kecewa
    – dan sejenisnya

    Emosi positif misalnya:
    – senang
    – bahagia
    – cinta
    – syukur
    – dll

    Biasanya kita tidak bisa mengendalikan diri karena tidak bisa mengelola emosi negatif yang tiba-tiba datang dan memberontak.

    Cara lain yang paling efektif adalah dekatkan diri kepada Allah SWT, Sang Penggenggam segala Suasana Hati.

  3. beri saya info, semoga bermanfaat, amin

  4. Assalamualaikum wr.wb. Terima Kasih buat masukannya 😉

  5. baca juga ke Menyerobot Transaksi Orang lain demi keutungan sendiri


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: