Oleh: Agus Riyanto | 18 November 2008

MELANTANGKAN SUARA SAAT BERTALBIYAH


Oleh: H. Bobby Herwibowo, Lc

Saat seorang yang berniat haji hendak melewati batas miqat makani maka mereka akan melakukan shalat ihram dengan pakaian ihram dan berniat ihram. Usai itu, mereka masuk dalam sebuah kondisi yang ‘tidak biasa’. Kondisi itu adalah ihram. Ihram berarti pengharaman. Pengharaman atas segala sesuatu selain Allah SWT. Seperti Takbiratul Ihram dalam shalat, seluruh hal yang tadinya halal maka begitu Anda bertakbiratul ihram, ada beberapa hal yang tadinya boleh/halal berubah menjadi haram. Maka ihram adalah pengkondisian diri untuk mengharamkan hal keduniawian dan kembali fokus mengingat Allah.

Mereka semua, jemaah haji mengucapkan kalimat Talbiyah sebagai bentuk ihram yang mereka pertontonkan untuk Allah Sang Pencipta mereka.

لَبَّيْكَ اللَّهمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ لبََّيْكَ، إنَّ الْحَمْدَ وَاْلنِعْمَةَ لَكَ وَاْلمُلْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ

“Labbaikallahumma labbaik… Labbaika la syarika laka labbaik. Innal hamda wan ni’mata laka wal mulk… La syarika laka…”

“Aku penuhi panggilanMu ya Allah, aku penuhi panggilanMu. Aku penuhi panggilanMu… Tiada sekutu bagiMu. Sungguh segala puji, kenikmatan dan kekuasaan hanya milikMu, tiada sekutu bagiMu!”

Inilah pengakuan dan penginsafan yang dilakukan oleh setiap orang yang datang berhaji ke rumah Allah SWT. Mereka sadar bahwa setelah mereka datang ke rumahNya, mereka dapati bahwa betapa kecil dan kerdil kita semua dihadapanNya. Maka inilah yel-yel penginsafan yang diserukan oleh setiap jemaah haji dengan suara keras dan lantang.

Semestinya itulah yang dilakukan oleh setiap jamaah haji. Namun kerap terjadi pada kebanyakan haji Indonesia bahwa mereka membaca kalimat talbiyah ini dengan suara yang hampir tidak terdengar. Boleh jadi mereka lelah. Boleh jadi juga karena mereka tidak memahami dan menjiwai makna dari kalimat talbiyah.

Para sahabat Rasulullah Saw pun melakukan hal yang sama. Ketika mereka hendak melakukan haji dan menempuh perjalanan yang amat jauh usai mereka mengambil miqat dari Dzul Hulaifah atau Bir Ali, suara mereka hampir tidak terdengar saat bertalbiyah. Maka mendapati hal ini, Jibril As menghampiri Rasulullah Saw untuk menyerukan para sahabat agar melantang suara saat mereka bertalbiyah.

Redaksi hadits tersebut adalah:

Dari Khalad bin as Saib dari ayahnya semoga Allah SWT meridhai mereka berdua bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Jibril menghampiriku dan memintaku agar aku menyuruh para sahabat untuk melantangkan suara mereka ketika bertalbiyah.” [HR. Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi, An Nasa’I & Ibnu Majah].

Usai diberitahukan oleh Rasulullah Saw untuk melantangkan suara saat bertalbiyah, maka para sahabatpun meninggikan suara mereka dalam melafalkannya hingga suara mereka serak dan parau, demikian yang disampaikan oleh Abu Syaibah.

“Labbaikallahumma labbaik… Aku penuhi panggilanMu ya Allah…. Aku penuhi panggilanMu!”

***

Sedari itu, hendaknya para jemaah haji Indonesia melantangkan suara mereka saat bertalbiyah. Anjuran untuk meninggikan suara saat bertalbiyah ini hanya berlaku untuk kaum pria. Sedangkan kaum wanita cukup melafalkannya dengan suara lirih namun sarat pemaknaan.

Sadarilah makna kalimat talbiyah, serta pahami artinya! Suara yang lantang akan membuat seluruh aliran syaraf dalam tubuhmu serta sel darah turut serta dalam bersegera menjawab panggilan Allah SWT. Engkau akan terbawa dalam kenisbian dihadapan keagungan Allah SWT. Seiring dengan memudarnya suara dari kerongkonganmu, hingga tiada lagi yang tersisa nadanya. Sambil berikrar kepada Allah bahwa tiada puji, kenikmatan, kekuasaan selain hanya milikMu. Demikian juga suara ini…, semuanya hanya milikMu ya Rabb, hanya milikMu!

Rasakan indahnya berhaji!

Salam,

H. Bobby Herwibowo, Lc

Pembimbing Haji & Umrah DD Travel – Keutamaan Sebuah Perjalanan

Bisa dihubungi melalui telepon 021-7211035 / 0817200456.


Responses

  1. Insya Allah… someday saya juga akan ke tanah suci memenuhi panggilanmu, Ya Allah…

    Semoga Engkau menakdirkan hamba sampai di sana; berdoa di multazam, mencium hajar aswad, dan seterusnya. Amin

  2. mudah-mudahan aku juga bisa kesana.
    Mengagungkan namaMu ya rabb


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: