Oleh: Agus Riyanto | 9 November 2008

SEBUAH TAMAN SURGA BERNAMA PONDOK RIZQI


Oleh: H. Bobby Herwibowo, Lc*

Pagi itu saya berkesempatan mengunjungi sebuah pondok makan ikan bakar yang indah sekali di kawasan BSD, Tangerang. Sajiannya nikmat dan pemandangan indah luar biasa. Tempat itu bernama Pondok Rizqi. Sebuah tempat makan yang tidak pernah saya bayangkan keindahannya. Bukan saja keindahan lahir, namun keindahan batin pun dapat dirasakan jelas di sana.

Tempat ini dimiliki oleh seorang wanita luar biasa bernama Siti Hawa yang kini saya panggil dengan Bunda. Terletak di lahan seluas kurang lebih 8.000 M2, meski akses ke sana cukup sulit, namun jangan pernah berharap kebagian tempat makan bila Anda datang pada waktu weekend tanpa reservasi terlebih dahulu.

Bagaimana bunda Siti Hawa memulai aktifitasnya ini? Demikian Bunda menuturkannya kepada saya, andai saya tidak salah menangkap.

***

Kami pernah berjumpa dalam sebuah acara pengajian di bilangan Ulujami, Kebayoran. Setelah itu hubungan kami semakin intens. Saya mengagumi sosok ibunda dan keluarganya yang amat peduli terhadap masyarakat, wa bil khusus kepada anak yatim.

Soeharsono, suami bunda tahun itu sudah pensiun dari pekerjaan yang ia geluti. Uang pensiun yang ia bawa pulang ke rumah adalah sejumlah Rp 75 juta. Malam itu, Harsono bermusyawarah dengan bunda dan kedua anaknya, hendak diapakan uang sejumlah itu?

Subhanallah…, uang tersebut tidak hendak digunakan untuk kepentingan mereka! Namun uang tersebut mereka putuskan untuk membangun rumah hingga menjadi bertingkat, sekali lagi bukan untuk kepentingan mereka, namun mereka niatkan untuk membela AGAMA ALLAH. Lantai kedua rumah itu ingin mereka jadikan mushalla agar dari pagi hingga sore menjadi tempat majlis taklim bagi kaum ibu di sana, kemudian dari sore hingga malam untuk pengajian remaja dan anak-anak yatim asuhan ibunda Siti Hawa.

Subhanallah…, pembangunan berjalan lancar dan tempat itu kini sudah dipakai untuk belajar dan beribadah. Argo meteran pahala pun sudah berputar dari Allah SWT untuk mereka.

Segala puji bagi Allah SWT yang memudahkan dan melapangkan hati hambaNya untuk berjuang dan berkorban di jalanNya. Dari uang pensiun sebanyak Rp 75 juta, maka yang tersisa adalah 3,5 juta rupiah saja.

Sungguh, Allah Swt tidak akan pernah menyia-nyiakan kebaikan yang dilakukan hambaNya. Lalu hendak diapakan uang yang tersisa itu? Di sinilah pertolongan Allah SWT datang menyapa hamba yang mau berniaga denganNya.

Uang yang sedikit itu kemudian dibelikan sebidang tanah kecil oleh ibunda dan keluarganya. Tanah itu terletak di Tangerang, tidak jauh dari BSD. Niat awalnya sebidang tanah itu hendak dijadikan sebuah gubuk tempat peristirahatan ibunda dan suaminya demi menikmati hari tua. Namun sekali lagi Subhanallah…., rupanya Allah SWT memberi keberkahan pada harta yang tersisa itu. Satu per satu pemilik tanah sekitar menawarkan harga yang begitu murah dan tidak wajar kepada ibunda. Sedikit demi sedikit orang-orang di sana melepaskan tanah dengan harga murah, bahkan ada di antara mereka yang menjual tanah dengan harga murah dan dengan tempo yang lama. Hingga akhirnya, kini tanah tersebut berjumlah lebih kurang 8.000 M2.

Keberkahan Allah SWT semakin banyak datang menyapa kepada ibunda dan keluarga. Hingga akhirnya, rencana semula mereka perluas hingga diputuskanlah bahwa tempat itu akan mereka jadikan tempat pemancingan dan pondok ikan bakar yang dibuka untuk umum.

Semua karyawan yang bekerja di sana adalah anak-anak yatim asuhan ibunda. Maka ini pun menjadi penambah keberkahan rumah makan tersebut, sebab ibunda dan keluarga telah memberdayakan mereka.

Tak terbayang oleh saya, betapa keberkahan Allah SWT begitu banyak diberikan kepada keluarga ibunda ini, demikian juga pada warung makan yang bernama Pondok Rizqi tersebut. Dalam sebuah acara televisi, lisan ini pernah berujar, “Bila Anda ingin melihat salah satu surga Allah di muka bumi, maka datanglah ke tempat ini…. datanglah ke tempat ini!”

Bukan hanya saya yang merasakan hal itu, ratusan orang sudah pernah saya ajak ke sana dan mereka semua terkesima. Penasaran….?!

“Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (QS. 47: 7)

*Penulis adalah Pembimbing Haji & Umrah DD Travel dan penulis buku-buku Islami. Bisa dihubungi melalui telepon 021-7211035 atau 0817200456.




Responses

  1. Assalamualaikum,
    Saya mendapat terusan email yang memuat artikel Bapak (dari ibu Sri Annie – BDF). Subhanallah begitu nyata dan dekat Allah pada kita, ketika kita mau melaksanakan apa yang diperintahkan Nya,
    Sayang tidak foto tempat itu, ya pak..penasaran..karena kalau menunggu bisa kesampaian kesana, pasti akan sangat lama sekali. Karena domisili saya jauh dari tempat tersebut. Kalau ada foto dan gambarnya, mohon ditampilkan pak..
    terimakasih – Elvi, Salatiga
    Wassalamualaikum…

  2. Wah, hebat banget Blog pak Agus ini. Banyak manfaat kami peroleh. Semoga menjadi amal jariyah Bapak dan keluarga. Perbanyak terus pak Motivasinya. Terima kasih.

  3. Subhanallah..mendengar saja saya sudah membayangkan betapa damainya hidup berdampingan dengan anak yatim…saya ingin belajar lebih banyak pak tentang kesucian niat untuk dapat berbuat seperti yang dilakukan bunda. Semoga kita dapat mengikuti jejak beliau, amien.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: