Oleh: Agus Riyanto | 9 November 2008

AKTIFITAS BERBELANJA SAAT DI TANAH SUCI


Jemaah haji Indonesia akan berada di tanah suci Madinah dan Mekkah selama lebih kurang 38 hari. Kebanyakan dari mereka melakukan ibadah haji tamattu‘, yaitu umrah dikerjakan terlebih dahulu hingga menunggu kedatangan hari-hari puncak ibadah haji yang dimulai tanggal 8-13 Dzul Hijjah.

Ketika mereka sudah mengerjakan umrah wajib, maka pakaian ihram yang mereka kenakan boleh untuk ditanggalkan, dan mereka kini banyak memiliki saat-saat luang yang bisa diisi dengan aktifitas ibadah maupun lainnya. Hal yang kerap dilakukan oleh jemaah haji manapun, bukan hanya jemaah Indonesia adalah berbelanja. Kok belanja? Ya, di seluruh pelosok tanah suci Mekkah dan Madinah begitu banyak pusat perbelanjaan, toko, pasar yang menyediakan berbagai macam keperluan para jemaah haji. Mulai dari yang menjual kebutuhan sehari-hari seperti makanan, pakaian, alat cuci-mandi, bahkan hingga menjual berbagai kebutuhan oleh-oleh haji yang bisa dibawa ke tanah air.

Berbagai model barang dan harga ditawarkan di sana, dan boleh diketahui bahwa jemaah haji yang paling gemar berbelanja adalah JEMAAH HAJI INDONESIA. Maka tak heran, hampir semua pedagang yang berada di kota suci Mekkah dan Madinah lancar bahasa Indonesia karena memang bangsa Indonesia adalah jemaah haji yang paling banyak memberi keuntungan bagi pedagang di sana.

Lalu apakah hukumnya berbelanja bagi jemaah haji selama berada di tanah suci? Hukumnya mubah atau boleh. Namun kemubahan ini bisa berkembang hukumnya menjadi sunnah, makruh bahkan haram tergantung situasi dan kondisinya.

Mengenai hukum asal kemubahan berbelanja bagi jemaah haji saat berada di tanah suci maka seperti salah satu riwayat yang dinukil oleh Imam Ar Razi dalam tafsirnya bahwa penduduk Ukadz, Majinah dan Dzul Majaz di Mekkah kerap berdagang pada musim haji karena itulah mata pencaharian mereka sehari-hari. Begitu Islam datang, para penduduk daerah itu enggan berdagang pada musim haji sebelum mendapat izin dari Rasulullah Saw. Atas sebab itu Allah Swt menurunkan ayat berikut:

لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَنْ تَبْتَغُوا فَضْلًا مِنْ رَبِّكُمْ

“Tidak ada dosa bagimu untuk mencari karunia (rezki hasil perniagaan) dari Tuhanmu.” (QS. 2 : 198)

Ayat ini memberi penegasan bahwa transaksi perdagangan–saat musim haji sekalipun–tidak menjadi masalah. Meskipun transaksi dilaksanakan saat jemaah sedang berpakaian ihram di Arafah, Muzdalifah dan Mina. Asalkan transaksi ini tidak membuat jemaah haji menjadi lalai dalam beribadah dan mengingat Allah SWT.

Belanja memang amat mengasyikkan bagi sebagian jemaah. Malah tidak sedikit dari jemaah haji yang sudah bercita-cita ingin membeli sesuatu di tempat tertentu karena ia mendapatkan referensi kisah dari sahabat atau familinya yang pernah pergi ke tanah suci sebelumnya. Bahkan meski sudah diberitahu bahwa Pasar Seng sudah digusur, sebagian jemaah memaksakan diri untuk berkunjung ke sana agar sekembalinya ke tanah air, mereka bisa menjawab pertanyaan orang tentang keberadaan pasar tersebut sekarang.

Sebab itu, agar jemaah haji dapat menjalani ibadah lebih khusyuk dan tidak membuang tenaga dan energi karena sibuk berbelanja, berikut ini kami tuliskan beberapa tips berbelanja selama di tanah suci:

1. Membeli barang yang dibutuhkan.

Begitu banyak jenis barang yang ditawarkan di pasar yang mungkin belum pernah kita lihat di tanah air. Jatah living-cost yang terbatas serta uang saku yang seadanya tidak mungkin membuat kita mampu membeli semua yang kita inginkan. Ingat, beli barang yang dibutuhkan saja! Selain itu jatah bagasi kita terbatas, dan kalaupun kita ingin membeli oleh-oleh, maka percayalah semua yang dijual di tanah suci bisa didapatkan di tanah air dengan harga yang sama, bahkan lebih murah! Jadi kalau mau berbelanja di sana, sebaiknya yang benar-benar kita butuhkan.

2. Jangan terlalu sering berkunjung ke pasar dan pertokoan.

Perjalanan dari pemondokan menuju masjid dan sekembalinya pasti akan melintasi banyak sekali pertokoan. Bila Anda tidak memiliki keinginan untuk membeli sesuatu, maka janganlah singgah di tempat-tempat itu. Sebab banyak sekali jemaah haji Indonesia yang kehabisan uang untuk makan sehari-hari, karena mereka tidak mampu mengontrol hawa nafsu mereka ketika berbelanja. Ingat, ibadah ini adalah ibadah fisik yang cukup melelahkan. Jangan sampai Anda tidak kuat beribadah karena lemah, sebab jatah makan Anda terkurangi karena kebiasaan Anda dalam berbelanja!

3. Berbicara seperlunya dan jaga akhlak saat berbelanja.

Bilapun Anda berbelanja maka bicaralah seperlunya dengan para pedagang. Para pembeli dari bangsa Indonesia terkenal sebagai bangsa yang ramah dan gemar menawar. Maka banyak sekali kaum wanita yang menawar para pedagang dengan cara-cara seperti yang mereka lakukan di tanah air. Ada di antara jemaah yang menawar dengan suara yang memelas dan mendayu-dayu. Ada juga sebagian dari mereka yang, maaf, menawar dengan cara bersalaman dan memegang tangan para pedagang. Hal itu biasa dilakukan di tanah air, namun amat tabu di sana. Karenanya, perempuan Indonesia kerap dipanggil oleh pedagang di sana dengan sapaan SITI RAHMA. Gelar itu bukanlah pujian, pada dasarnya itu adalah pelecehan!

4. Membaca doa masuk pasar.

Ini hal terpenting yang tidak boleh dilupakan oleh para jemaah haji saat mereka hendak berbelanja. Sebab dengan membaca doa yang tidak sampai 5 detik ini, mereka akan mendapatkan pahala sebanyak satu juta dan dosa-dosanya sebanyak jumlah yang sama akan dihapuskan. Sebagaimana disampaikan dari Salim bin ‘Abdullah, dari ayahnya, dari kakeknya ra., dia berkata, “Rasulullah saw. telah bersabda, ‘Barangsiapa yang ketika berada di dalam pasar mengucapkan “Laa Ilaaha illallah wahdahu laa syarika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu yuhyi wa yumiit wa huwa ‘ala kulli sya`in qadiir” (Tidak ada tuhan selain Allah Yang Maha Esa, dan tidak ada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya kerajaan dan pujian. Dia-lah yang menghidupkan dan mematikan. Sesungguhnya Dia Maha Kuasa terhadap segala sesuatu), maka Allah akan menulis pahala 1.000.000 kebaikan untuknya, dan Allah akan menghapus 1.000.000 keburukannya, serta Allah akan membangunkan istana untuknya.” [HR. Tirmidzi, Ibnu majah & Ahmad].

Demikianlah beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh jemaah haji yang berkeinginan untuk berbelanja saat meraka berada di tanah suci. Saya berharap kegiatan seperti berbelanja tidak akan menyita perhatian, waktu dan tenaga para jemaah haji yang datang ke tanah suci sehingga mereka bisa memanfaatkan waktu di sana untuk giat beribadah demi mendapat haji yang mabrur dari Allah SWT. Amien.

Salam,

H. Bobby Herwibowo, Lc

Pembimbing Haji & Umrah DD Travel

021-7211035 / 0817200456

Iklan

Responses

  1. Pak Bobby, saya rindu ingin memenuhi panggilan Allah ke tanah suci (menyempurnakan Rukun Islam).

    Minta doanya ya…

    Salam dari kota Satria.:-)

  2. Drpd buat belanja di ‘Tanah Suci’, mendingan buat membantu org2 yg kelaparan di negeri sendiri.

  3. Promosikan artikel anda di InfoGue.com. Telah tersedia widget shareGue dan pilihan widget lainnya serta nikmati fitur info cinema, game online & amp; kamus untuk para netter Indonesia. Salam!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: