Oleh: Agus Riyanto | 8 November 2008

DOA: GUNAKAN SENJATA ITU!


Ketika saat-saat sulit datang, kita pun lebih mendekatkan diri pada Yang Maha Kuasa. Kita memohon agar diberi kekuatan, ketabahan, pertolongan, dan sebagainya. Jadi, tidak ada alasan lagi bagi kita ketika kegagalan atau musibah buruk lainnya menimpa, kita hanya menjalani hari-hari dengan bersedih dan tidak mau bangkit lagi. Kita punya senjata terampuh, mujarab dan cespleng; kenapa tidak kita gunakan?

Tidak akan ada lagi kesedihan jika kita sudah menyadari semua ini. Menyadari bahwa kita tidak sendirian! Hanya saja selama ini kita jauh dari sumber kekuatan ini. Mungkin juga segala kegagalan dan hal pahit lainnya dalam hidup ini sengaja terjadi agar kita mau kembali dan mendekat kepada-Nya. Dia sebenarnya sangat menyayangi kita, hanya saja kitanya yang terlalu sering lalai dari-Nya. Sebagaimana kata ulama, “Banyak orang yang selalu lupa dan lengah, yaitu mereka yang menginginkan surga maupun yang takut terhadap neraka”.

Jika kita sudah bisa menggunakan kekuatan doa maka tidak ada lagi kesedihan, kecemasan maupun kekecewaan meski kita sedang berada dalam keadaan tersulit sekalipun. Setelah dengan khusyuk berdoa dengan penuh harap dan kesungguhan hati, kita juga harus yakin bahwa selagi kita mau berusaha dengan sungguh-sungguh maka pertolongan pun akan datang. Akan terjadi hal-hal kebetulan yang sebenarnya tidak kebetulan. Menganggap hal itu kebetulan? Karena mungkin kita akan berpikir, “Kok bisa ya itu terjadi? Saya baru saja memikirkannya kok tiba-tiba sudah hadir di depan mata…, aneh!” Tidak ada yang aneh, jika Dia sudah berkehendak ini dan itu maka tidak ada satu orang pun di dunia ini yang bisa menghalangi. Demikian juga ketika sudah saatnya kita bangkit, maju dan meraih kesuksesan dunia-akhirat yang kita impikan.

Berdoa tidak boleh hanya ketika kita sedang susah atau sengsara saja. Setelah kita berhasil dan hidup sejahtera pun sama; kita tidak boleh meninggalkan kebiasaan berdoa. Sebagaimana semboyan “Tiada hari tanpa belajar” yang masih relevan kita gunakan walaupun mungkin kita sudah tidak bersekolah lagi. Begitu juga dengan semboyan “Tiada hari tanpa berdoa”. Bagi kita, ini adalah kebiasaan yang indah. Kita bisa berkomunikasi, menuangkan isi hati, meminta ini dan itu kepada Sang Pencipta walaupun sebenarnya Dia sudah tahu apa isi hati kita tanpa kita harus memberitahukannya. Jangan sampai kita termasuk orang-orang yang dimaksud oleh Allah dalam ayat berikut ini:

“Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu daripadanya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Begitulah orang-orang yang melampaui batas itu memandang baik apa yang selalu mereka kerjakan.” [QS. Yunus: 12]

Berdoa ketika kita susah adalah sumber kekuatan yang menjadi peneguh jiwa bahwa kita akan segera keluar dari segala kesusahan dan penderitaan. Selama kita mau berusaha, kita yakin tidak sendirian. kita yakin pasti akan berhasil. Berdoa ketika senang adalah sumber kedamaian dan ungkapan rasa syukur bahwa kita tidak lupa diri dan mau bersyukur atas semua anugerah dari Yang Maha Kuasa.

Dan sebaik-baik doa adalah doa sapu jagat yang berbunyi, “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.” Dengan demikian, kesuksesan yang kita raih tidak saja di dunia ini, tapi juga di akhirat yang abadi. Itulah makna sukses sejati. Dan perlu diingat bahwa kehidupan akhirat itu lebih utama dari kehidupan kita sekarang ini. Kita hidup di dunia ini hanya sementara, sedangkan di akhirat adalah selama-lamanya.

Semoga kita semakin mantap, yakin dan bahagia dalam hidup dengan menggunakan senjata ampuh yang bernama “doa”. Senjata orang-orang yang beriman. Dan kita pun dapat meraih kesuksesan yang kita idam-idamkan, yakni sukses sejati: sukses dunia-akhirat! Hingga akhirnya bisa berjumpa denga Rabb yang kita rindukan–yang padanya air mata ini berurai mengadukan segala gundah, masalah, hajat dan pengharapan–kelak dalam keadaan yang diridhoi-Nya. Itulah kemenangan sejati. Rabb, Kau-lah yang kutuju dan ridhoMu-lah yang kudamba. That’s my only purpose in life.

”Wahai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhoi-Nya.

Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam syurga-Ku.”

[QS. Al Fajr: 27-30]


(Dari bagian akhir buku BORN TO BE A CHAMPION – Menguak Fakta Diri Untuk Meraih Kemenangan Sejati)


Responses

  1. Sepakat juga, mas Agus!😀

    Untuk membuka ataupun menembus pintu langit, kekuatan do’a memang diperlukan.

    Salam dari Kota Pahlawan,
    Wuryanano🙂

  2. Anda bisa membaca tentang taqwa (best quality for khalifah fil ardh) pada pembahasan bab sebelumnya dalam buku yang sama.

    Terima kasih.

  3. do’a adalah senjata orang muslim. Dan jadikan sabar dan sholat sebagai penolongmu. Menurutku sholat juga termasuk do’a.
    Gitu…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: