Oleh: Agus Riyanto | 5 November 2008

JIKA DOA BELUM TERKABUL




“Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” [QS. Al A’raf: 55]

Banyak orang berdoa dan terus berdoa. Pagi-siang-malam ia berdoa. Keinginannya saat itu hanya satu: ia ingin apa yang ia minta segera terkabul. Namun waktu demi waktu berlalu, ternyata apa yang ia minta dalam doa belum juga terwujud. Pikirannya mulai goyah. Dalam hatinya timbul berbagai pertanyaan, kenapa doanya tidak juga dikabulkan? Bahkan ia mulai ragu apakah Tuhan mendengar doanya atau tidak.

Hati-hati! Jangan sampai pikiran atau hati kita menjadi kotor dengan persangkaan yang tidak semestinya kepada Allah SWT. Dalam berdoa, kita butuh kesabaran dan iman yang kuat. Jangan sampai kita berpikir bahwa doa kita tidak didengar, apalagi tidak dikabulkan. Apa pun yang kita doakan, asalkan itu untuk kebaikan—baik untuk diri sediri maupun orang lain—semua akan kembali kepada kita. Tidak ada satu kerugian pun jika kita berdoa, meskipun ada kalanya doa kita tidak terlaksana seperti apa yang kita minta. Allah SWT punya cara dan seni tersendiri dalam mengabulkan doa hamba-Nya.

Dalam hal ini ada 3 hal yang paling tidak akan menjawab kenapa doa yang dengan khusyuk kita panjatkan kepada Allah belum terkabulkan juga, yakni sebagai berikut:

1. Pada hakikatnya apa yang kita minta ternyata berakibat kurang baik terhadap diri kita.

2. Sebagai simpanan pahala di akhirat kelak.

3. Diganti dengan yang lain, misalnya: dihindarkan dari musibah atau bahaya.

Yang harus kita perhatikan, doa selain kita ucapkan juga harus kita ikhtiarkan untuk mewujudkannya. Jadi doa itu semacam pupuk yang menyuburkan tanaman. Bagaimana mungkin pupuk itu bermanfaat kalau tanamannya tidak ada. Tanaman kita adalah usaha dan kerja keras kita. Misalnya kita minta diberi rezeki yang banyak atau minta jodoh yang shaleh/shalehah, tetapi kita tidak bekerja apa-apa atau tidak meningkatkan kualitas diri kita sama sekali untuk mendapatkan jodoh yang juga berkualitas. Maka bisa dipastikan permintaan kita itu akan sulit terkabul. Doa seharusnya menjadi peneguh hati kita agar kita mau bergerak meraih apa yang kita minta.

Sebenarnya tidak ada doa yang sia-sia. Yang mungkin harus kita renungkan adalah apakah kita sudah benar-benar berdoa.

* Apakah kita sudah memenuhi syarat dan adab-adab berdoa sebagaimana yang diajarkan agama kita?

* Apakah isi doa kita benar-benar sudah kita hayati dan hal yang kita minta benar-benar kita butuhkan?

* Apakah hati kita hadir ketika berdoa dan tahu dengan siapa kita meminta?

* Apakah kita sudah tawakkal mengikuti sunnatullah—berdoa, mengusahakannya semampu kita, kemudian memasrahkan hasilnya kepada Allah SWT—sesuai dengan apa yang kita minta?

Ada baiknya juga kita merenungkan kata-kata hikmah Ibnu Athailah dalam kitab Tasawufnya, Al Hikam, berikut ini: “Bagaimana engkau menginginan sesuatu yang luar biasa padahal engkau sendiri tidak mengubah dirimu? Dari kebiasaanmu? Kita banyak meminta, banyak berharap kepada Allah, tapi sibuknya meminta kadang membuat kita tak sempat menilai diri sendiri. Padahal kalau kita meminta dan berakibat kita merubah diri maka Allah akan memberi apa yang kita minta. Karena sebenarnya doa itu adalah pengiring agar kita bisa merubah diri kita. Jika kita tidak pernah mau merubah diri kita menjadi lebih baik maka tentu ada yang salah dengan permintaan kita.”

Jadi, doa itu tidak hanya sekedar untaian kata yang keluar dari mulut kita sesudah kita beribadah. Bukan pula rangkaian sajak permohonan yang selalu kita ulang-ulang. Doa kita bermakna ketika diri kita berubah dengan sendirinya menjadi pribadi yang bertindak/melakukan, memiliki kualitas dan pantas menerima apa yang kita minta. Jika kita meminta kekayaan maka kita akan mengubah diri menjadi pekerja keras yang cerdas. Jika kita meminta ilmu/kepandaian maka kita mengubah diri menjadi pencari ilmu sejati. Jika kita meminta keberkahan rezeki maka kita mengubah diri menjadi dermawan. Jika kita meminta istri/suami yang shaleh/shalehah maka kita mengubah diri menjadi orang yang shaleh/shalehah terlebih dahulu. Demikian juga ketika kita ingin menjadi hamba yang dikasihi Allah, maka kita harus menjadi pribadi yang taqwa.

Doa kita pada akhirnya akan mengubah hidup kita jika kita benar-benar menghayati isi doa kita. Kita benar-benar menginginkannya dan Allah pun “Maha Tahu” bahwa kita benar-benar membutuhkanya.

Kita memang banyak berdoa, tapi kadang kita tidak menyadari banyak permintaan yang kita ajukan kepada Allah bukanlah keinginan terdalam kita. Kita banyak meminta; apa pun diminta, namun apakah hati kita benar-benar menginginkannya. Mulut kita meminta ini, itu, dan lain-lain, tetapi hati kita memikirkan dan menginginkan hal yang lain. Ketika hati kita yang memohon maka Alloh SWT pasti akan mempertimbangkannya. Terkabulnya doa kita adalah wilayah kekuasaan-Nya dan Dia lebih tahu mana yang terbaik untuk kita.

Berburuk sangka kepada Allah bahwa doa kita tidak dikabulkan justru akan membuat kita semakin jauh dari-Nya. Alih-alih kita berpikir yang bukan-bukan, lebih baik merenungi diri sendiri, merenungi kualitas ibadah dan ketaatan kita kepada-Nya, dan merenungi isi doa maupun hati kita; apakah benar doa kita adalah doa yang benar-benar kita minta.

Dan jika sebuah doa (permohonan) belum juga terkabul, apakah tidak lebih baik kita meminta sesuatu yang lain yang mungkin lebih baik untuk kehidupan kita secara menyeluruh. Misalnya saja kita berdoa minta diberi jabatan, namun tidak dikabulkan. Kita pun bebas untuk beprasangka positif maupun negatif. Seandainya kita tahu nantinya, mungkin saat kita berdoa memohon diberi jabatan, kemudian doa kita dikabulkan. Namun ternyata dengan jabatan itu kita tergoda korupsi, dan akhirnya karier kita berakhir di penjara. Bukankah itu bukan suatu kebaikan? Mungkin saja itulah yang menyebabkan doa kita ada yang tidak atau lebih tepatnya ditangguhkan untuk dikabulkan, karena sebenarnya akibatnya tidak baik bagi kita. Oleh karena itu, sangat tidak bijak jika kita berburuk sangka kepada Allah. Selain itu, kita juga tidak boleh melampaui batas dalam berdoa, yakni melampaui batas tentang apa yang diminta maupun cara kita meminta.


(Dari bagian akhir buku BORN TO BE A CHAMPION – Menguak Fakta Diri Untuk Meraih Kemenangan Sejati)

Iklan

Responses

  1. Bagus Mas Agus…setuju.
    Saya pernah nulis berkaitan dengan Doa di sini:

    http://wuryanano.wordpress.com/2007/10/11/loa-doa-kitapasti-dikabulkan-keinginan-kitabelum-pasti-dikabulkan/

    dan di sini:

    http://wuryanano.wordpress.com/2008/07/27/antara-law-of-attraction-kun-fayakuun/

    Salam Luar Biasa Prima,
    Wuryanano

  2. thx atas artikel yang bagus bgt

  3. Bagus patut diacungi du jempol disaat teraniaya tersakiti doanya Insya Alloh terkabul makanya doakan yang baik2 untuk yang menyakiti kita.

  4. Saya dlu prnah menjalin hubgan dgn seorg wanita,jln smpek 2thn. Krn orgtua sya ttp g stuju akhirny sya akhiri hubgan q dgn nya. Slm 2thun saya cari pgganti tp slma itu jg saya blm bs mnemukan pgganti. Hingga akhirnya suatu hari saya g sgaja brtmu kmbli dgn mantan kekasih sya dlu. Krna orgtua sya akhirny bs stju jd kmi menjalin hubgan kmbali. Tp hubgan kmi kmbali menemui halangan dan skrg kmbli ptus. Krn dia ingin memburu karir,jadi dia tkut klau ttp mnjalin hubgan lama akhirnya ttp g bs bersatu. Krna kmgkinan pluang krja dia jauh. Saya mrasa sgt patah hati krn ini,tp saya sgt mgerti posisi dia,dia masih kuliah smester akhir. Hati saya skit skali tp sya jg g mau ggu kuliah dia. Dia sudah ckup pusing mghadapi smestr2 akhir saat ini. Sya brharp dia sukses tp hati sya sgat skit saat ini.

  5. Satu kata TOP, makasih mas.

    • Terima kasih atas apresiasi teman-teman semua…

      Do’a memberi kita kekuatan, doa mendekatkan kita pada Sang Pencipta, dan doa juga bisa mengubah takdir.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: