Oleh: Agus Riyanto | 4 November 2008

KETIKA BERDOA MENJADI IBADAH



Dan berdoalah: “Ya Tuhanku, tempatkanlah aku pada tempat yang diberkati, dan Engkau adalah sebaik-baik Yang memberi tempat.”[QS. Al Mu’minun:29]


Pada dasarnya kita berdoa bukan hanya karena kita butuh sesuatu untuk diminta pada Yang Maha Kuasa, namun lebih dari itu; kita berdoa karena kita sadar kita hanyalah makhluk yang lemah tanpa pertolongan-Nya. Kita dilahirkan tanpa sehelai benang pun dan nantinya juga akan kembali ke tanah tanpa membawa apa-apa. Kita berdoa karena kita mengakui keagungan Allah SWT, Tuhan Semesta Alam. Kita sadar semua yang kita miliki adalah pemberian-Nya. Kita selalu ingat bahwa pakaian yang kita pakai, makanan yang kita makan, rumah yang kita tempati, harta yang kita miliki, dan lain sebagainya adalah berasal dari-Nya. Dia adalah sang pemilik sejati.

Mungkin kita pernah sombong dan berkata, “Apa yang saya miliki adalah hasil kerja keras saya tanpa campur tangan siapa pun, juga Tuhan…” Tiba-tiba dengan sedikit saja demonstrasi dari kekuasaannya, kita pun terbelalak. Dijadikannya air laut manyapu daratan; Tsunami. Aceh dan sekitarnya hancur porak poranda. Jika waktu itu kita berada di sana (lokasi terjadinya Tsunami), kita tahu bahwa kita ini tidak punya apa-apa dan tak berdaya. Belum lagi tanah di bawah kita tiba-tiba bergoncang hebat, terjadilah gempa yang memporakporandakan apa pun yang ada di atas bumi. Dan masih banyak cara bagi-Nya untuk menyadarkan kita akan kekuasaan-Nya.

Kita berdoa juga karena kita sadar bahwa kita butuh sangat banyak hal, dan kita tahu bahwa yang memiliki segalanya adalah Sang Pencipta. Kita butuh makanan, kita butuh air untuk diminum, kita butuh udara untuk bernapas, kita butuh pakaian, kita butuh rumah, kita butuh kesehatan, dan masih sangat banyak lagi. Pendek kata kita butuh banyak sekali pada Allah.

Suatu saat mungkin ada di antara manusia yang sombong karena kaya raya dan punya segalanya. Ia pun lupa dengan Sang Pencipta. Tiba-tiba Allah berkehendak; mungkin ginjalnya tidak berfungsi, pembuluh darah di otaknya tersumbat, ditumbuhkannya sel darah putih lebih banyak dari sel darah merah, atau yang lainnya. Sama sekali tidak sulit bagi Alloh untuk membuat semua itu terjadi. Bukankah semua kekayaannya itu tidak akan berarti apa-apa? Walaupun kita sudah memiliki semua yang pernah kita minta, bukan berarti kita tidak membutuhkan karunia-Nya yang lain lagi. Mungkin kita menganggap oksigen yang senantiasa kita hirup ini melimpah ruah di mana saja. Bukankah mudah bagi Allah untuk menghidupkan virus yang menyerang paru-paru sehingga tidak bisa berkontraksi dan berfungsi sebagaimana mestinya. Bukankah kita membutuhkan kesehatan? Kepada siapa kita memohon? Kepada dokter…? Ketika dokter yang selalu kita minta bantuan terbujur kaku terbungkus kain kafan dan di sekelilingnya keluarganya menangis, apa yang akan kita lakukan? Oleh sebab itulah Allah menyebut “sombong” orang yang tidak pernah mau berdoa kepada-Nya.

Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku (berdoa kepada-Ku) akan masuk neraka jahannam dalam keadaan hina dina.” [QS. Al Mu’min: 60]

Kita harus berdoa, bukan hanya untuk meminta saja, tetapi juga untuk mengagungkan Dia Yang Maha Agung agar kita ingat siapa diri kita yang sesungguhnya. Dengan kata lain, kita berdoa juga sebagai ibadah. Berdoa selain kita memiliki suatu permintaan/permohonan, juga untuk membuktikan rasa syukur kita kepada Allah SWT atas semua nikmat dan karunia-Nya yang tak terhitung banyaknya, karena dalam berdoa pasti kita mengingat dan menyebut nama-Nya. Walaupun Allah telah berjanji, “Mintalah kepada-Ku niscaya Aku kabulkan”, bukankah kita tidak meminta pun Allah telah memberi semua fasilitas yang kita butuhkan untuk hidup. Kita bisa makan kenyang, minum, berpakaian, bersekolah, memiliki keluarga yang bahagia, diberi wajah yang cantik/tampan, dan lain-lain.

Banyak hal yang mungkin tidak disadari kita miliki tanpa kita harus berdoa terlebih dahulu. Kita telah diberi banyak nikmat. Kita juga hidup berkecukupan. Banyak hal yang kita inginkan bisa kita miliki. Selain itu, bukankah kita butuh kebahagiaan batin. Dan kebahagiaan ini tidak mungkin kita miliki jika hati kita kering, yang tidak lain karena kita jauh dari Allah SWT, Sang Pemberi Kehidupan. Kita tidak mungkin hidup bahagia jika segala isi dunia kita punya, tapi jiwa kita hampa. Kita butuh Tuhan di hati kita. Kita butuh memohon kepada-Nya agar dijadikan sebagai manusia yang pandai bersyukur; manusia yang tahu terima kasih kepada Sang Pemberi Nikmat, dialah Allah SWT.

Berdoa sebenarnya juga menjadi sarana kita berkomunikasi dengan Allah, Tuhan Penguasa Alam Semesta. Semakin kita sering berdoa, semakin sering pula kita berkomunikasi dengan-Nya. Dari sini diharapkan kita menjadi lebih akrab dengan Sang Pencipta. Dalam doa kita memohon, mengadu, mengeluh, menangis, berharap dan menyandarkan diri pada Sang Maha Perkasa yang tiada tanding. Semakin kuat kita bersandar dan memasrahkan diri maka semakin tenanglah hati kita. Kita tidak takut lagi pada apa yang akan terjadi di dunia ini, karena kita sadar dan yakin semuanya terjadi di bawah kendali-Nya. Kalau kita dekat dengan Dia maka Dia juga akan melindungi kita. Apa pun yang sedang terjadi di dunia ini, kita punya pelindung Yang Maha Melindungi. Tidak akan ada ketakutan dan kecemasan lagi. Kita akan menjadi manusia yang penuh semangat dan optimisme. Langkah kita terarah dan hidup kita penuh makna. Kita tidak akan mau menghamburkan waktu untuk hal yang sia-sia, apalagi yang bernilai dosa. Kita akan mengisi dan mencipta hidup kita dengan prestasi, baik besar maupun kecil.

Doa kita pada akhirnya menjadi apa yang kita lakukan dalam hidup ini. Doa kita yang terkabul adalah karya nyata yang kita persembahkan untuk hidup ini. Doa kita menjadi senjata terampuh warisan para Nabi dan Rasul. Bahkan dalam suatu keterangan dijelaskan bahwa tiada yang dapat mengubah ketetapan Allah kecuali “doa”.


(Dari bagian akhir buku BORN TO BE A CHAMPION – Menguak Fakta Diri Untuk Meraih Kemenangan Sejati)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: