Oleh: Agus Riyanto | 2 November 2008

DOA : SENJATA TERAMPUH



Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku (berdoa kepada-Ku) akan masuk neraka jahannam dalam keadaan hina dina.” [QS. Al Mu’min: 60]

Setelah segenap daya dan upaya kita kerahkan untuk mencapai tujuan—baik urusan dunia maupun akhirat–akhirnya kepada Tuhanlah segalanya kita kembalikan. Dialah Allah SWT, yang paling berkuasa untuk mewujudkan segala keinginan kita. Tanpa izin-Nya, tak akan ada sesuatu yang terjadi. Demikian juga dengan keinginan dan harapan kita, semua terjadi di bawah kehendak-Nya.

Sejenak kita menginsafi diri kita yang sesungguhnya sangat lemah. Kita ini tidak punya apa-apa tanpa kekuatan dan pertolongan dari-Nya. Kita sadar akan kelemahan kita. Kita pun sering meminta apa yang tidak atau belum kita miliki kepada orang lain. Kita sering minta bantuan. Ketika bantuan dan pertolongan dari sesama makhluk tak kunjung datang maka berdoalah. Mintalah kepada Tuhan Semesta Alam dengan berdoa, karena hanya dengan doa kita bisa mengkomunikasikan keinginan kita kepada Sang Pemilik segala yang ada di alam semesta ini.

Dalam Al Qur’an Surat Al Baqoroh ayat 186 Alloh SWT berfirman yang artinya, Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”

Allah SWT telah memerintahkan semua hamba-Nya untuk berdoa kepada-Nya. Tanpa berdoa kita akan dicap sebagai makhluk-Nya yang sombong. Berdoa itu bukan kebiasaan orang yang lemah, tapi orang yang tahu keberadaan dirinya yang sesungguhnya. Orang yang mempunya iman kepada Tuhan akan menggunakan sarana ini dengan sebaik-baiknya. Orang ini tahu bahwa ia hanyalah makhluk-Nya yang lemah. Keberadaannya tidak ada sebesar noktah pun dari eksistensi jagad raya sehingga ia sama sekali tidak berani untuk bersikap sombong kepada siapa pun, apalagi kepada Sang Pencipta.

Doa akan menjadi senjata terampuh kita dalam menerjang badai dan gelombang kehidupan. Doa bisa mendatangkan hajat. Doa juga akan menjadi sumber kekuatan yang dahsyat di kala kita menghadapi saat-saat sulit; saat di mana kita tidak yakin terhadap kemampuan dan ketahanan diri kita dalam menghadapi cobaan. Saat di mana diri kita membutuhkan sebuah keajaiban.

Doa bisa menjadi sumber api dalam diri yang selalu menghangatkan semangat kita dalam melanjutkan langkah-langkah tertatih kita melewati jalan-jalan yang tersulit di mana kita butuh keyakinan bahwa kita akan ditolong sebuah kekuatan yang maha dahsyat. Saat kita dalam kegelapan, kita pasti butuh cahaya. Demikian juga saat kita dalam kepayahan dan kelelahan yang sangat; kita pun butuh sebuah suara yang menguatkan. Itulah suara iman yang yakin akan keberadaan Allah–yang hanya kepada-Nya kita curahkan segala harapan dan permohonan melalui munajat dan doa-doa yang khusyu’.

Berdoalah karena hanya itu yang bisa kita lakukan setelah usaha maksimal sudah kita tunaikan. Berdoalah karena itulah sumber kekuatan terdahsyat kita setelah segala jerih payah secara fisik kita keluarkan. Berdoalah karena Allahlah penggenggam segala urusan.

Banyak orang mengira semua yang telah ia raih dalam kehidupannya murni hasil karyanya sendiri tanpa campur tangan Allah. Itu salah besar! Mungkin selama ini ia jarang berdoa namun tetap mendapat segala keinginannya. Hal itu membuat ia merasa ia sendirilah yang mendapatkannya tanpa bantuan kekuatan apa pun di luar dirinya. Hal itu membuat ia semakin sombong dan jauh dari Tuhannya. Ia menjadi semakin lupa bahwa segala sesuatu di alam semesta ini ada yang mengatur. Dialah yang mengatur dengan sangat teliti dan adil.

Jangan sampai kita lalai dan ingkar dari pemahaman bahwa semua yang kita miliki adalah semata-mata karunia Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Diminta atau tidak, Allah selalu memberi tanpa melihat manusia itu taat atau durhaka. Malang sekali nasib kita jika walaupun kita senantiasa diberi berbagai nikmat dan karunia-Nya, namun ternyata Allah menganggap kita manusia yang sombong karena kita tidak pernah berdoa dan bersyukur atas segala pemberian-Nya. Mungkin kita memiliki segala isi dunia, namun jika Allah tidak menyukai kita, pasti itu bukanlah kehidupan yang kita inginkan—bahkan sangat kita takutkan. Hati kita terasa kering kerontang dan pada suatu titik akan merasa hidup ini tanpa arti. Hidup jauh dari Allah adalah hidup yang paling mengerikan. Orang-orang yang menjalani kehidupan seperti itu akan menderita karena melalaikan Sang Pencipta dalam hidupnya.

Dalam doa kita juga bisa meminta petunjuk pemecahan masalah-masalah yang sedang dihadapi sehingga beban kita terasa lebih ringan. Demikian juga jika kita

Dalam doa akan kita temukan kedamaian. Dalam doa akan kita temukan keyakinan, karena kita tahu dengan siapa kita mengkomunikasikan hajat atau keinginan kita. Dalam doa ada harapan dari sumber segala sumber harapan. Dalam doa ada sebuah pengakuan dan penyerahan diri bahwa kita, manusia, hanya bisa berusaha dan terus berusaha. Adapun hasil akhirnya ternyata Tuhanlah yang akan memutuskannya dengan sebaik-baiknya. Kita hanya diperintahkan untuk berusaha, berdoa dan memasrahkan hasil akhir kepada Allah SWT. Itulah yang disebut tawakkal.

(Dari bagian akhir buku BORN TO BE A CHAMPION – Menguak Fakta Diri Untuk Meraih Kemenangan Sejati)


Responses

  1. Dalam doa akan kita temukan keyakinan, karena kita tahu dengan siapa kita mengkomunikasikan hajat atau keinginan kita. Kata kuncinya YAKIN bahwa Alloh SWT akan mengabulkan doa kita. Hal ini sudah saya rasakan berulang kali. Sebagai contoh, ayah saya (84 tahun) setelah didiagnosa oleh dokter, umurnya hanya tinggal 6 bulan. Tetapi kami semua berdoa, Ya Alloh sekiranya umur ayahku masih panjang, beri dia kesembuhan. Dan kalau sudah waktunya menghadapMu, maapkanlah semua kesalahannya, mudahkanlah dalam menghadapi sakaratul maut. Alhamdulillah, beliau sekarang usianya menginjak 90 tahun. Masih sehat dan selalu hatam al quran dalam 3 hari.

    • Subhanallaah… Kisah yang luar biasa!
      Kita yang muda dan sehat saja belum tentu khatan Al Qur’an tiap tahun…

      Memang do’a yang dipanjatkan dengan hati (yang benar-benar penuh harap dan khusyu’), tidak hanya mulut yang meminta, akan lebih berpeluang dikabulkan.

      Salam untuk ayah Anda.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: