Oleh: Agus Riyanto | 4 Oktober 2008

HIKMAH SEBUAH PERJALANAN [2]: MEMBUAT PERBEDAAN YANG KREATIF




Oleh : Anjungan Anwar P.*

Di suatu sore yang cerah saya iseng pergi berkeliling kota. Sepeda motor meluncur cepat menuju ke arah Jalan Kampus di kota Purwokerto. Pemandangannya sangat indah, tak kalah ramai dengan kawasan Malioboro di Jogjakarta. Hampir di sepanjang jalan berjajar pedagang kaki lima yang menawarkan berbagai macam makanan; ada ayam goreng, ayam bakar, soto, bakso, pokoknya segala makanan yang membuat lidah bergoyang ada di itu.

Dari sekian banyak penjual makanan itu, saya temukan seorang penjual makanan ringan, yaitu “molen”–makanan yang berbahan dasar terigu dan diisi pisang di dalamnya. Semula saya tak memperhatikannya sebagai suatu hal yang spesial karena hampir di semua tempat ada makanan jenis itu, namun setelah saya membaca selembar kertas yang tertempel di tempat si penjual, dalam diri saya bertanya-tanya. Tak lama kemudian saya memutuskan untuk singgah. Saya mengamati makanan itu kemudian memesannya.

Ternyata benar molen di tempat itu sangat berbeda dengan molen-molen di tempat lain; sangat istimewa. Yang kita tahu pada umumnya molen hanya berisi pisang, namun tidak di tempat ini. Penjual itu berkreasi menawarkan molen dengan isi yang lebih fariatif. Selain berisi pisang, ia juga menawarkan molen yang berisi aneka buah-buahan, bahkan ada juga yang berisi daging dan keju sehingga rasanya semakin berfariasi. Kerena keunikan itu, banyak pengunjung yang sengaja mencari dan mencicipi molen isi special. Omsetnya pun hari demi hari semakin meningkat seiring bertambahnya jumlah pesanan. Kini molen itu sudah menjadi sebuah tren baru, banyak pedagang lain yang beralih usahanya dan bergabung menjadi partner bisnis molen isi special.

Melihat fenomena di atas, dapat kita tarik kesimpulan bahwa sebuah kreatifitas dapat mengubah sesuatu yang biasa menjadi luar biasa atau fenomenal. Pada mulanya orang hanya mengenal molen yang berisi pisang namun kini dengan sentuhan kreatif makanan itu bisa dimodifikasi atau diubah menjadi beberapa jenis yang baru sehingga pembeli semakin merasa dimanjakan dengan berbagai ragam pilihan.

Sahabat, dari sepenggal cerita di atas dapat kita refleksikan dalam kehidupan kita, contohnya dalam kita membangun rasa percaya diri untuk meraih simpati dari orang lain, baik dalam pekerjaan maupun dalam hubungannya dengan perasaan atau cinta. Orang akan menganggap remeh atau biasa jika kita tidak membuat sesuatu perubahan dalam diri kita. Maka teruslah mengadakan perubahan. Benahi segala kekurangan yang masih perlu adanya perbaikan. Semangatlah demi suatu perubahan yang akan mengubah hidup kita lebih baik. Bersiaplah menjadi sumber perhatian yang akan membuat orang kagum dengan diri kita. Perubahaan itu sesuatu yang terjadi tiada henti. Hampir setiap waktu pasti terjadi berubahan, maka jika kita tetap biasa-biasa saja waktu demi waktu berarti kita termasuk orang yang merugi.

Sudahkah anda bercermin hari ini? Jika belum, bercerminlah maka anda akan tahu apa yang akan anda lakukan hari ini.

Salam pejuang kesuksesan!

*Anjungan Anwar P adalah mahasiswa di STIMIK Amikom Purwokerto. Di samping berwirausaha, beliau juga rajin menulis novel dan puisi. Penulis dapat dihubungi melalui email anwarpolosse@gmail.com.


Responses

  1. ia bener juga, tapi jika kita terus menerus di protes oleh sekitar kita gimana ya? Ribet, mengikuti mereka kreativitas terhenti tapi jika tidak mengikuti mereka juga tidak bisa berhenti

  2. bagus banget loh. sangat potensial


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: