Oleh: Agus Riyanto | 23 Mei 2008

PERSISTENSI MENGHADAPI COBAAN


Setiap orang yang berakal pasti memiliki impian atau cita-cita. Namun hanya beberapa saja dari mereka yang mendapatkan impiannya, sementara sebagian besarnya banyak yang berhenti di tengah jalan dan menganggap bahwa impian/cita-citanya tidak akan bisa diwujudkan. Orang yang berhenti itulah yang dinamakan pecundang. Mereka berhenti ketika melihat jalan yang terbentang di depannya penuh tanjakan dan berkelok-kelok penuh kerikil tajam. Mereka mengira semuanya akan mudah diraih dengan sedikit usaha, tapi ternyata dalam hidup ini tidak ada yang gratis. Semua butuh perjuangan dan kegigihan yang luar biasa kalau ingin berhasil.

Untuk meraih kesuksesan, kita membutuhkan kesabaran dan ketabahan ekstra dalam menjalani proses demi proses. Hal ini sejalan dengan apa yang dikemukakan oleh Daniel Goleman dalam bukunya, Emotional Intelligence, “Kemampuan untuk menunda dorongan hati merupakan akar segala macam upaya, mulai dari mempertahankan diet hingga mengejar gelar sarjana. Beberapa anak, bahkan pada usia 4 tahun, telah menguasai dasar-dasarnya: mereka mampu membaca situasi sosial di mana penundaan akan memberi manfaat lebih. Mereka juga mampu mengacak perhatian agar tidak selalu terpusat pada godaan yang dihadapi, dan mampu menghibur diri selama berupaya mempertahankan kegigihan yang diperlukan untuk meraih sasaran.”

Ketika kita telah memiliki tujuan yang jelas, bukan berarti serta merta jalan untuk meraihnya terbuka lebar. Seringnya kita akan dihadapkan pada berbagai situasi yang membuat kita kurang nyaman. Misalnya jika kita berprofesi sebagi pekerja/karyawan; kita akan dihadapkan dengan tekanan kerja, baik dari bos atau atasan maupun beban target yang harus kita selesaikan. Kita kehilangan waktu luang untuk menyelesaikan tugas dan beban yang menumpuk membuat kita stres. Saat posisi kita masih di bawah, kita harus rela disuruh ini dan itu, harus begini dan begitu, dan seterusnya. Tak jarang kita dimarahi dan dicaci-maki. Kita harus bersabar kalau tidak ingin melarikan diri.

Tidak ada pencapaian hidup yang tanpa cobaan. Sekolah saja kalau mau lulus harus menghadapi ujian akhir, demikian juga kehidupan nyata. Ada seorang ulama yang pernah berkata, “Jika seorang hamba naik derajatnya di sisi Tuhan maka cobaan itu lebih cepat datangnya bagi dia.” Untuk itu, kita tidak boleh gentar dalam menghadapi cobaan hidup yang untuk masing-masing orang tentunya berbeda. Ada yang dicoba dengan kekurangan, ada juga yang dicoba dengan kelebihan. Ada yang berpikir dirinya kurang cantik/tampan, kurang pandai (kalau tidak mau dibilang bodoh), kurang modal, kurang beruntung dan sebagainya. Karena kekurangan itu membuat mereka berpikir mereka tidak akan sukses. Tidaklah bijak jika kita berpikir demikian. Justru dengan kekurangan itu harus membuat kita bangkit dan bergerak karena jika kita sukses, kesuksesan itu akan lebih bermakna bagi kita. Yang harus benar-benar kita waspadai adalah kurang iman karena itu bisa membahayakan hidup kita, tidak saja di dunia tapi juga di akhirat.

Lain lagi bila cobaan itu berupa kelebihan. Ada yang diberi kelebihan harta justru menjadi sering berbuat maksiat dan lupa kepada Tuhan. Ada yang diberi kelebihan berupa rupa yang cantik/tampan, tapi justru menjadi penjaja cinta dan pemuas nafsu sesaat. Ada orang yang pintar, tapi kerjaannya membodohi orang lain. Itu semua tidak ada hebatnya sama sekali. Seharusnya dengan semua kelebihan itu kita menjadi orang yang lebih bermanfaat bagi orang lain sehingga hidup kita menjadi benar-benar bermakna.

Tabah menghadapi cobaan, tahan menghadapi tekanan, sabar menjalani ketidaknyamanan adalah beberapa kualitas mental yang harus kita miliki dalam berproses mencapai tujuan. Jangan memikirkan rasa sakitnya, tapi ingat-ingatlah kesenangan yang akan kita rasakan bila kita berhasil melalui masa-masa sulit tersebut. Jika kita selalu berada dalam zona nyaman, kita tidak mungkin dapat berkembang. Bersiap dan bergerak menyambut tantangan itu lebih baik karena hal itu akan membuat pikiran kita bekerja. Pikiran kita tidak beku dan menumpul karena dibiarkan.

Salam sukses dunia-akhirat!

Agus Riyanto


Responses

  1. Terima kasih banget, sangat memotivasi. Ya, tak perduli tekanan dead line dari kerjaan, impian harus terus berjalan. Terima kasih ya, saya merasa seperti dicambuk untuk terus maju.
    Salam Tetap Semangat!
    Yanie

  2. Seringkali jalan hidup itu sebenarnya mengalir seperti air. Hanya, manusia tidak menyadarinya. Terlalu sibuk mengurusi jalan-jalan lainnya yg ditempuh guna mencapai cita-citanya itu.
    Mungkin akan terasa lebih ringan dan menyenangkan, jika mengikuti arusnya saja dan hanyut didalamnya. Sisanya….biarkan Tuhan yg bekerja.

    Salam,

    Afra
    http://www.aframayriani.wordpress.com

  3. mantap..tulisannya, sebenarnya bukan kita saja yang di rundung cobaan, setiap orang juga dicoba, tergantung bagamana kita me”nyadari”nya agar sadar benar akan adanya Zat yang Maha Lebih..

    peace…

  4. terima kasih sudah membuat aku lebih semangat & sabar menjalani hidup yang penuh dengan cobaan2 ini.
    dari awal thn 2007 aku selalu diditimpa cobaan, entah itu masalah pribadi, kerjaan, dll. tp dengan berjalannya waktu, aku bisa belajar dari pengalaman itu, sampe sekarang kalo aku lg senang, malah aku merasa sedih karena aku yakin setelah kesenangan ini pasti akan ada kesedihan dan begitu sebaliknya
    “jadi berbahagialah bagi orang yang lagi dpt cobaan / musibah (sedih) karena sebenarnya kesedihan itu adalah kesenangan & kesenangan itu adalah kesedihan”

  5. terimakasih atas kata2 motivasi nya yang bisa membangkitkan semangat saya untuk meraih impian dengan maksimal,kalau bisa saya minta dikirimi setiap hari kata-kata motivasi atau cerita yang bisa membuat saya merasa setiap hari semangat dalam meraih impian. terimakasih

  6. terima kasih,kata2 nya bagus sekali,,,
    dg membaca ini,aku brhrap,,aku akan menyadari besarnya pengaruh kesabran dlam mghdpi cobaan,,,,,
    trim’s

    • Terima kasih atas apresiasi Mba’ Tiara. Jika apa yang saya tulis di atas bermanfaat, itu karena hidayah dari Alloh SWT.

      Memang, di dalam Al Qur’an Dia juga berfirman, “Sesungguhnya Alloh bersama orang-orang yang sabar…”


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: