Oleh: Agus Riyanto | 10 Mei 2008

IBU


Hujan rintik-rintik iringi kesunyian

Kau ingatkan aku akan seraut wajah

Yang lelah mulai menua

Rambut memutih di makan usia

Kala dingin ini menyentuh

Hati ini mencari

Tentang suatu rindu dan kasih sayang

Yang telah tumbuhkan aku dewasa

Penuh cinta tulus murni

Terbayang s’gala lelah dan payah

Merawat dan membesarkan anakmu

Kadang aku menjengkelkan

Kadang aku menyakitkan perasaan

Kau tetap di sisi mendampingi

Jika segala isi dunia bisa terbeli

Tak ‘kan bisa tuk lunasi

Semua derita dan kasihmu

Semua curahan cintamu

Cucuran keringat dan air matamu

Oh, ibu…

Ijinkan ku ‘tuk berbakti

Di sisa usia ini

Bahagiakanmu hingga akhir waktu


Responses

  1. Kasih Ibu, memang takkan pernah terbayar oleh apapun. Ada cara untuk membalas kasihnya, doa tulus pada Allah, agar dimuliakan namanya, niat suci seorang anak untuk berbakti padanya, dan cita cita untuk membahagiakan beliau disisa umurnya. Saya sangat menyukai puisi anda, tampak sekali bahwa anda sangat menyayangi ibu anda. Smoga puisi anda akan lebih banyak lagi menginspirasi orang lain. Salam Hangat dan tetap semangat! Yanie.

  2. Puisi yang bagus. Mengingatkan saya pada riwayat hidup sang maestro kehidupan, pak Andrie Wongso. Ibunya hanya mampu memberi 2 telur hanya jika seorang anaknya berulang tahun, betapa senangnya p Andrie menerimanya. Satu dimakannya sendiri dan satu dibagi ke saudara-saudaranya. Saya melihat secercah harapan dan semangat yang akan memacu anda Insya Allah menjadi motivator handal sekelas p Andrie kelak. Hanya jika anda mau menabungnya mulai sekarang dan memetiknya kelak!

  3. Tik-tik-tik
    Bunyi hujan di atas genting…
    hahaha, bercanda kok.

    Salam kenal yaa…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: