Oleh: Agus Riyanto | 28 Maret 2009

MENULIS, SIAPA TAKUT?

Artikel ini saya tulis untuk menjawab pertanyaan seorang sahabat pembaca dari Bogor yang bercita-cita menjadi penulis buku, tetapi masih mengalami kesulitan dan merasa belum pantas menulis buku.

Sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas sharingnya. Bukan berarti saya lebih pandai dari anda, namun mari kita belajar bersama karena pada hakikatnya kita sama-sama menjadi pembelajar dalam kehidupan ini. Pembelajar sejati tak ‘kan pernah berhenti belajar selama hayat masih dikandung badan… Keep learning!

***

Sahabatku, sebetulnya menulis bukanlah hal yang sulit, namun juga tidaklah mudah. Menulis membutuhkan tekad, kerendahan hati untuk terus belajar dan suasana yang hati yang kondusif. Tentang kiat-kiat menulis sudah pernah saya bahas. Silahkan anda buka halaman “Tips”, di situ saya mengulas tips menulis yang efektif agar hasilnya lebih maksimal, baik dalam menulis artikel maupun buku. Semoga uraian tersebut  bisa memberikan manfaat dan inspirasi kepada anda yang membutuhkan. Baca Lanjutannya…

Oleh: Agus Riyanto | 12 Maret 2009

BULAN SABIT: JADILAH PURNAMA!!!



Pada artikel yang lalu saya menulis tentang “Bulan: Sabit untuk Purnama atau Purnama untuk Sabit?” yang isinya belumlah mencerminkan judul artikel tersebut dan menimbulkan pertanyaan bagi sahabat yang membacanya. Bahkan senyum saya sempat tersungging ketika membaca komentar Pak Wuryanano–seorang pengusaha, motivator dan life inspirator yang luar biasa prima dan saya kagumi. Pasalnya beliau menghubungkan kata “bulan” tersebut dengan wanita; tentang keadaan wanita bila masih didatangi bulan (atau kedatangan bulan), atau harapan wanita tentang bulan agar selalu datang padanya, dan seterusnya… He..he..he.. saya juga jadi teringat teman saya yang baru menikah, kemudian mereka berbulan madu. Atau ketika teman saya yang lain kelelahan dalam aktivitasnya, maka kemudian dia minum STMJ (Susu, Telor, Madu, Jahe). Hmm… yang ini malah tidak ada hubungannya sama sekali. Hanya ada kata “madu”-nya, dan sebelumnya ada kata “bulan madu”. Bicara tentang bulan, saya juga jadi ingat pernah mimpi berjalan malam hari diiringi bulan, bulan purnama, anehnya bulannya ada empat, tapi itu sekedar mimpi… bunga tidur di malam hari.

Terlepas dari semua persepsi di atas tentang bulan, mari sekarang kita ulas kata “bulan” dari sisi yang lain, sebagaimana maksud dari tulisan saya sebelumnya, yakni pesan dari seorang sahabat–sang penulis novel “Kepribadian Alina”, kepada saya di suatu malam. Semoga pesan ini bisa bermanfaat pula untuk sahabat-sahabat yang lain, yang saat ini masih dalam proses pencarian jati diri atau proses perjuangan menjadi manusia dewasa yang lebih baik dan bijaksana. Baca Lanjutannya…

Oleh: Agus Riyanto | 5 Maret 2009

BULAN: SABIT UNTUK PURNAMA ATAU PURNAMA UNTUK SABIT?


***

Tadi sore sore saya bermain dengan keponakan saya yang cakep, cute dan manis. Dia sedang digendong engkongnya, namun menangis karena ingin minum ASI, dan ibunya baru selesai mandi. Untuk menghiburnya, saya pun berjingkrak-jingkrak dengan gaya Mr. Bean—meskipun tidak mirip, ya… dimirip-miripkan saja, hehehe. Mengherankan memang, keponakan saya yang baru genap berusia lima bulan itu—sedang lucu-lucunya, bisa sedang menangis langsung tertawa terbahak-bahak. Begitu saya berhenti beraksi maka tangisnya kembali mengaum (hmm… memangnya harimau? Maksudnya tangisnya meledak…). Namun begitu saya beraksi lagi, ia pun dalam sepersekian detik kembali tertawa terpingkal-pingkal. Mulut mungilnya yang belum ditumbuhi gigi terbuka lebar mengeluarkan tawanya yang menggemaskan. Saya hampir tidak menemukan jeda antara tangis dan tawanya. Sungguh indah Allah menciptakan makhluknya yang bernama manusia. Tidak ada beda baginya antara tangis dan tawa. Baca Lanjutannya…

Oleh: Agus Riyanto | 28 Februari 2009

DEMI KASIH IBU


Demi kasih ibu…

Yang telah tumbuhkan aku dewasa

Aku akan berusaha membahagiakannya

Menjadi anak yang berbakti Baca Lanjutannya…

Oleh: Agus Riyanto | 24 Februari 2009

HIDUP INDAH DENGAN “BISMILLAAH”

Hidup yang kita inginkan, di samping yang berkecukupan, tentu juga yang penuh berkah. Dan perasaan bahagia pasti ingin menyelimuti hati kita meskipun hidup kita tidak bergelimang harta, karena apakah hanya dengan harta kita bisa bahagia? Tentu tidak!

Setidaknya bahagia itu bisa kita peroleh di saat kita mau mensyukuri karunia-Nya yang terlimpah kepada kita tiada henti. Dan juga menjadikan Dia, Sang Pencipta, selalu menyertai semua langkah kita.

Kita bisa melakukannya dengan menyertakan nama-Nya di setiap aktivitas kita. Kita sebut nama-Nya setiap kita hendak memulai seluruh aktivitas hidup kita, semuanya, dari bangun tidur sampai tidur lagi. Baca Lanjutannya…

Oleh: Agus Riyanto | 17 Februari 2009

EKSPANSI KESADARAN

Sebenarnya saya ingin memposting Love Story berjudul “Bunga Cinta dari Negeri Sakura” yang sejak awal Januari lalu selalu menggoda pikiran saya, namun karena ada hal yang saya pikir lebih baik jika didahulukan untuk disampaikan maka saya memutuskan menunda kisah romance yang sekarang masih berlanjut tersebut. Dan ketika Denpasar menjadi saksi…, ketika hanya “Watashi wa aisiteru” yang menjadi kata-kata terakhir…, semua itu akan menjadi kisah istimewa. Semoga di kesempatan mendatang Love Story yang dimaksud bisa hadir di sini menyapa sahabat semua.

Itu semua karena ada pertanyaan sahabat pembaca yang sedang ditunggu jawabannya. Namun sebelum saya menjelaskan pertanyaan yang dimaksud, ada baiknya sepenggal kisah di bawah ini saya sampaikan terlebih dahulu. Baca Lanjutannya…

Oleh: Agus Riyanto | 14 Februari 2009

KEINDAHAN CINTA

Cinta… Sembuhkan IBU

***

Dalam cinta tidak ada syarat
Dalam cinta tidak ada perjanjian
Dan juga penyesalan…

Cinta itu bagai kehidupan
Dan bila kita tak bisa meninggalkan kehidupan
Kenapa harus meninggalkan cinta…

Suka dan duka hanya bagai angin lalu
Dunia ini sangatlah indah
Ini suatu kenyataan… Baca Lanjutannya…

Oleh: Agus Riyanto | 14 Februari 2009

SENYUM TERINDAH


Jagoanku: BORN TO BE A CHAMPION

***

Sahabat-sahabatku, betapa indah senyumnya…
Dialah jagoanku…

Hari ini saya kehabisan kata-kata untuk menuliskan kalimat betapa besar rasa sayangku padanya… Baca Lanjutannya…

Oleh: Agus Riyanto | 8 Februari 2009

MENEMBUS KETERBATASAN

Bersama Alang-Alang Timur dan Suminaring Prasojo, 2 penulis novel best seller

***

Tanggal 23 Januari yang lalu adalah hari di mana saya berjumpa dengan seorang penulis novel yang luar biasa prima. Sebenarnya pertemuan ini bukanlah direncana. Bermula dari informasi seorang kawan bahwa sore itu di toko buku Gramedia di kotaku akan ada jumpa penulis, dua orang sekaligus, dan salah satunya adalah penulis idola saya. Maka sore itu menjadi tidak biasanya, pada jam 15.00 WIB saya telah berkemas untuk cabut, padahal saya selalu pulang kerja setelah Ashar atau menjelang Maghrib.

Segera saya menghubungi seorang teman yang akan datang bersama. Kebetulan buku-buku karya penulis idola yang saya koleksi saya titipkan ke teman tersebut, dan menurut rencana akan saya mintakan tanda tangan kepada sang penulis idola tersebut. Terburu-buru sampai di Gramedia, ternyata acara sudah dimulai. Melihat penulis yang sedang berbicara di hadapan pengunjung bukanlah orang yang saya kira, saya pun segera bertanya kepada pramuniaga yang ada di situ. Memang benar, tokoh penulis yang saya maksud tidak ada jadwal sore itu ke Gramedia. Lantas, dari mana kawan saya tadi mendapat informasi yang salah ini; pikirku dalam hati.

Walaupun demikian, saya tidak menjadi begitu kecewa karena jumpa penulis lain yang sedang berlangsung juga cukup menarik setelah disimak, dan semakin menarik ketika sedikit demi sedikit saya mulai mengerti jalan ceritanya. Baca Lanjutannya…

Oleh: Agus Riyanto | 1 Februari 2009

MEMAHAMI KEUNIKAN DIRI

 

Artikel ini saya tulis untuk mencoba menjawab pertanyaan sahabat pembaca yang sudah masuk via email dan baru bisa saya jawab setelah pulang dari Bontang, Kalimantan Timur, untuk memenuhi undangan seminar motivasi di sebuah perusahaan di sana. Terima kasih bagi sahabat yang telah mengajukan pertanyaan, sehingga kita bisa sharing yang semoga ada manfaatnya. Pertanyaan yang diajukan cukup panjang sampai satu halaman, namun akan saya kemukakan di sini intinya saja.

Inti pertanyaan yang dimaksud adalah apakah manusia itu dilahirkan dengan kemampuan otak yang sama atau berbeda? Tentang kreativitas seseorang, kenapa antara yang satu dengan yang lain berbeda. Kenapa ada yang “wah” dan ada yang “biasa-biasa” saja? Tentang beberapa bangsa di bumi ini; kenapa ada yang bisa menciptakan peradaban dan teknologi tinggi, tapi kita tidak atau belum bisa demikian. Apa karena makanannya, lauknya, minumannya, orangtua atau keluarganya, atau semua itu karena takdir? Begitulah kira-kira rasa penasaran yang diungkapkan oleh sahabat tersebut. Baca Lanjutannya…

Oleh: Agus Riyanto | 29 Januari 2009

HANYA MELEPAS KERINDUAN

Apa kabar sahabat-sahabat semua?

Semoga Anda semua dalam keadaan sehat, semangat dan bahagia…

Saya memposting tulisan ini hanya untuk melepas rindu setelah beberapa lama tidak menulis karena kesibukan. Artikel ini saya tulis dan saya posting malam ini; malam di mana saya sedang berada di lantai 7 kamar nomor 701 Bahtera Hotel Balikpapan, sambil sesekali melihat kelap-kelip keindahan malam kota Balikpapan – Kalimantan Timur dari jendela kamar. Yang special, ada secangkir Nescafe hangat menemani jari-jemari saya menari di atas tuts sambil mendengarkan lagu pengobat rindu. Baca Lanjutannya…

Oleh: Agus Riyanto | 15 Januari 2009

BAHASA QALBU UNTUK PARA SYUHADA

 

Masih terbayang ketika menulis artikel ini, mayat-mayat yang berlumuran darah dibopong oleh keluarga atau orang lain yang masih tersisa, atau puluhan jenazah dijajarkan dihadapan jama’ah untuk dishalati dan didoakan, yang merupakan korban kebiadaban sebagian manusia yang congkak dan merasa berhak membunuh manusia lain, menghancurkan tempat tinggalnya dan merebut tanah miliknya dengan paksa. Di televisi, di koran, juga di internet… semua media masih menjadikannya berita utama.

Tidak sanggup saya membayangkan seperti apa perasaan mereka sesaat sebelum ajal menjemput dengan paksa, atau perasaan orang-orang tercinta di dekatnya ketika harus mengangkat potongan tubuh kerabatnya, mengumpulkan dan membungkusnya dengan kain kafan atau kain seadanya. Tak sanggup saya mencoba menggapai suasana qalbu mereka. Bagaimana hati seorang ibu yang ditinggal anaknya; anak yang ditinggal ayah, ibu atau keduanya; suami yang ditinggal istri, anak, atau keduanya; istri yang ditinggal suami, anak, atau keduanya; atau mereka yang mendapati semua anggota keluarganya telah terbujur kaku bersimbah darah di sela-sela puing-puing bangunan yang hancur diterjang bom maut milik segelintir bangsa yang kebiadabannya diakui dunia. Atau perasaan takut anak-anak yang tubuhnya menjadi sasaran mortir dan peluru tajam tentara tak berperasaan, sesaat sebelum ruhnya diangkat ke langit. Baca Lanjutannya…

Oleh: Agus Riyanto | 12 Januari 2009

TRAGEDI KEMANUSIAAN TERJADI LAGI

Ini adalah foto salah satu korban keganasan tentara Israel.
Dia kehilangan ibunda tercintanya untuk selama-lamanya…

Gambar ini diambil sesaat sebelum sang ibu wafat.
Apa yang harus kita lakukan untuk dia, untuk saudaranya, untuk bangsanya yang sedang didhalimi??? Baca Lanjutannya…

Oleh: Agus Riyanto | 7 Januari 2009

AGAR MIMPI MENJADI NYATA


Semua orang pasti memiliki impian atau cita-cita, saya yakin akan hal itu. Namun masalahnya, tidak semua orang berhasil mewujudkan impian atau cita-citanya tersebut, atau lebih tepatnya tidak berani (karena tekad kurang) untuk mewujudkan impian-impian terindah dalam hidupnya tersebut. Untuk selanjutnya, agar lebih singkat saya menyebut impian atau cita-cita dengan kata “mimpi” sehingga anda paham bahwa kata “mimpi” di artikel ini bukan berarti mimpi ketika kita sedang tidur.

Setiap individu yang berbeda pasti memiliki mimpi yang berbeda pula. Jika setiap manusia yang ada di bumi ini memiliki mimpi yang berbeda-beda maka bisa dibayangkan ada milyaran mimpi yang beterbangan di langit bumi ini. Dan setiap manusia pasti juga memiliki mimpi-mimpi indah masing-masing yang ingin terwujud atau diwujudkan ketika masa hidup di dunia ini masih berlangsung. Dengan adanya mimpi yang hendak kita raih akan membuat hidup kita punya arah, tujuan dan tantangan sehingga hidup ini terasa dinamis dan indah. Bagi orang yang tidak punya mimpi karena semua yang ada di dunia ini sudah ada di sekitarnya atau karena memang tidak bisa merangkai mimpi pasti akan merasa jenuh. Walaupun apa-apa dia miliki, tapi tidak ada sesuatu yang membuat hidupnya bergerak, ada dinamika dan nuansa yang berbeda.

Sekarang, pertanyaan saya: sudahkah anda memiliki mimpi? Baca Lanjutannya…

Oleh: Agus Riyanto | 1 Januari 2009

A NEW DAY HAS COME

Judul artikel ini saya pinjam dari lagu Celine Dion, “A New Day Has Come”,  yang menurut saya sesuai dengan suasana hari ini, hari di mana kita mengawali sebuah pergantian tahun, dari tahun 2008 ke tahun 2009. Kebetulan sekali saya menulis sambil mendengarkan lagu tersebut. Mungkin saya tidak memahami arti syair lagu tersebut karena lagunya dalam bahasa Inggris, sementara kemampuan bahasa Inggris saya sangat memprihatinkan. Hanya dua kalimat yang saya paham artinya, yakni “I love you…” dan “I miss you…”. Ini saya jujur, tapi malu-maluin nggak ya? Hehehe…

**
I was waiting for so long
For the miracle to come
Every one told me to be strong

…..
**

Baca Lanjutannya…

« Newer Posts - Tulisan Sebelumnya »

Kategori