<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>AGUS RIYANTO ~ MOTIVATIONAL BLOG &#187; Renungan</title>
	<atom:link href="http://agusriyanto.wordpress.com/category/renungan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://agusriyanto.wordpress.com</link>
	<description>~ SUKSES SEJATI: SUKSES DUNIA - AKHIRAT ~</description>
	<lastBuildDate>Thu, 10 Dec 2009 12:55:28 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='agusriyanto.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/fbbcd6a503ae0b35bcc17780934b422f?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>AGUS RIYANTO ~ MOTIVATIONAL BLOG &#187; Renungan</title>
		<link>http://agusriyanto.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://agusriyanto.wordpress.com/osd.xml" title="AGUS RIYANTO ~ MOTIVATIONAL BLOG" />
		<item>
		<title>WHO IS POOR AND WHO IS RICH?</title>
		<link>http://agusriyanto.wordpress.com/2009/09/18/who-is-poor-and-who-is-rich/</link>
		<comments>http://agusriyanto.wordpress.com/2009/09/18/who-is-poor-and-who-is-rich/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Sep 2009 17:50:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agus Riyanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agusriyanto.wordpress.com/?p=623</guid>
		<description><![CDATA[
Sore tadi sebelum buka puasa, saya berdiskusi dengan teman tentang buku terbaru yang sedang dia tulis. Beliau berkisah bahwa dua bulan yang lalu beliau pergi ke Singapura. Di suatu tempat, dia melihat orang sedang membaca buku di Kinokuniya sambil menangis. Kemudian dia mendekati orang tersebut dan bertanya, apa gerangan yang terjadi. Ternyata dia sedang membaca [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agusriyanto.wordpress.com&blog=1503163&post=623&subd=agusriyanto&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;">
<div id="attachment_624" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-624" title="Bersyukurlah" src="http://agusriyanto.files.wordpress.com/2009/09/kagaya001.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Bersyukurlah" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Bersyukurlah</p></div>
<p>Sore tadi sebelum buka puasa, saya berdiskusi dengan teman tentang buku terbaru yang sedang dia tulis. Beliau berkisah bahwa dua bulan yang lalu beliau pergi ke Singapura. Di suatu tempat, dia melihat orang sedang membaca buku di Kinokuniya sambil menangis. Kemudian dia mendekati orang tersebut dan bertanya, apa gerangan yang terjadi. Ternyata dia sedang membaca buku yang inti ceritanya mengisahkan seseorang yang awalnya sangat susah dan miskin, tapi melalui banyak perjuangan dan tantangan serta hinaan, akhirnya dia menjadi sukses. Dari peristiwa itulah dia mendapat inspirasi untuk menulis buku karya terbarunya dengan topik dan bahasan yang sangat memotivasi, yang beliau himpun dengan mewawancarai sosok teladan di negeri kita, dan akan menyajikan <em>success story </em>mereka untuk kita. Hmm, pasti luar biasa.</p>
<p>Dari diskusi di atas, saya pun kembali teringat sebuah kisah yang saya ingin sampaikan kepada sahabat semua beberapa waktu yang lalu, namun timbul dan tenggelam seiring riuh gelombang kehidupan. Dan akhirnya sekarang mendapat momentum untuk menyajikannya di sini.</p>
<p>Berikut kisahnya…</p>
<p align="center">***</p>
<p>One day, the father of a very wealthy family took his son on a trip to the country with the express purpose of showing him how poor people live.</p>
<p>They spent a couple of days and nights on the farm of would be considered a very poor family.<span id="more-623"></span></p>
<p>On their return from their trip, the father asked his son, “How was the trip?”.</p>
<p>“It was great, Dad.”</p>
<p>“Did you see how poor people live?”, the father asked.</p>
<p>“Oh yeah”, said the son.</p>
<p>“So, tell me, what you learned from the trip?”, asked the father.</p>
<p>The son answered, “I saw that we have one dog and they have four. We have a pool that reaches to the middle of our garden and they have a creek that has no end…”</p>
<p>“We have imported lanterns in our garden and they have the stars at night. Our patio reaches to the front yard and they have the whole horizon. We have a small piece of land to live on and they have fields that go beyond…”</p>
<p>“We have servants who serve us, but they serve others. We buy our food, but they grow theirs. We have walls around our property to protect us; they have friends to protect them&#8230;”</p>
<p>The boy’s father was speechless, then his son added, “Thanks Dad for showing me <em>how poor we are…</em>”</p>
<p align="center">***</p>
<p>Sahabatku, bukankah kisah di atas menunjukkan kepada kita sebuah perspektif yang menakjubkan dalam menilai suatu keadaan; yang membuat kita sadar apa yang akan terjadi jika kita bersyukur atas segala yang kita miliki, alih-alih mencemaskan dan meratapi sesuatu yang tidak kita miliki…</p>
<p>Sahabat-sahabatku, hargailah semua yang kita miliki, dari yang paling sederhana hingga sesuatu yang kita anggap sangat berharga. Janganlah kita menjadi sombong oleh sebab banyaknya materi atau tingginya jabatan yang kita miliki, karena sesungguhnya—dengan perspektif yang berbeda—betapa miskinnya kita…</p>
<p>Bagi yang merasa miskin, janganlah gundah gulana, dan menganggap Tuhan tidak adil oleh sebab sesuatu yang tidak kita miliki, apalagi sampai sirna rasa syukur kita—karena sesungguhnya andalah orang yang paling kaya.</p>
<p>Sahabatku, dari kisah di atas, kita tahu bahwa semua dari kita hidup dengan karunia yang lengkap. Hanya saja kita lebih sering memandang yang lain lebih beruntung, lebih bahagia dan lebih segala-galanya. Jika saja kita <strong>pandai bersyukur</strong>, sesungguhnya kitalah <strong>orang yang paling kaya</strong>…</p>
Posted in Cerita Hati, Kisah Inspirasi, Renungan  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agusriyanto.wordpress.com/623/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agusriyanto.wordpress.com/623/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agusriyanto.wordpress.com/623/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agusriyanto.wordpress.com/623/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agusriyanto.wordpress.com/623/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agusriyanto.wordpress.com/623/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agusriyanto.wordpress.com/623/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agusriyanto.wordpress.com/623/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agusriyanto.wordpress.com/623/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agusriyanto.wordpress.com/623/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agusriyanto.wordpress.com&blog=1503163&post=623&subd=agusriyanto&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agusriyanto.wordpress.com/2009/09/18/who-is-poor-and-who-is-rich/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/875980bfbfa8b4e80821584269d60946?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">agusriyanto</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://agusriyanto.files.wordpress.com/2009/09/kagaya001.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Bersyukurlah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PUJAAN HATI</title>
		<link>http://agusriyanto.wordpress.com/2009/09/16/pujaan-hati/</link>
		<comments>http://agusriyanto.wordpress.com/2009/09/16/pujaan-hati/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Sep 2009 05:49:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agus Riyanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dari Hati ke Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agusriyanto.wordpress.com/2009/09/16/pujaan-hati/</guid>
		<description><![CDATA[

***

Hai pujaan hati, apa kabarmu?
Ku harap kau baik-baik saja…
Pujaan hati, andai kau tahu ku sangat mencintai dirimu
Hai pujaan hati,
Setiap malam aku berdo’a kepada Sang Tuhan
Berharap cintaku jadi kenyataan
Agar ku tenang meniti kehidupan
***
Setiap orang dewasa pasti berharap memiliki pujaan hati. Dan jika belum punya, pasti mereka berusaha menemukannya. Mereka berkelana hingga ke ujung dunia. Ada yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agusriyanto.wordpress.com&blog=1503163&post=610&subd=agusriyanto&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="center">
<p align="center">
<div id="attachment_617" class="wp-caption aligncenter" style="width: 160px"><img class="size-thumbnail wp-image-617" title="ALLAH 'Azza wa Jalla" src="http://agusriyanto.files.wordpress.com/2009/09/allah_a1.jpg?w=150&#038;h=112" alt="Rabb" width="150" height="112" /><p class="wp-caption-text">Rabb</p></div>
<p align="center"><strong>***<br />
</strong></p>
<p align="center">Hai pujaan hati, apa kabarmu?</p>
<p align="center">Ku harap kau baik-baik saja…</p>
<p align="center">Pujaan hati, andai kau tahu ku sangat mencintai dirimu</p>
<p align="center">Hai pujaan hati,</p>
<p align="center">Setiap malam aku berdo’a kepada Sang Tuhan</p>
<p align="center">Berharap cintaku jadi kenyataan</p>
<p align="center">Agar ku tenang meniti kehidupan</p>
<p align="center">***</p>
<p>Setiap orang dewasa pasti berharap memiliki pujaan hati. Dan jika belum punya, pasti mereka berusaha menemukannya. Mereka berkelana hingga ke ujung dunia. Ada yang ke Paris, menunggu di bawah menara Eiffel. Ada juga yang ke Makkah, berdoa di bawah Ka’bah, agar Sang Pencipta mempertemukan dengan pujaan hatinya. Berharap seseorang yang didamba hadir mengisi kesunyian yang selama ini mendera. Untuk bersama berbagi kisah dan kasih…<span id="more-610"></span></p>
<p align="center">***</p>
<p align="center">Ku ingin engkau menjadi milikku</p>
<p align="center">Lengkapi jalan cerita hidupku…</p>
<p align="center">***</p>
<p>Seperti syair lagu di atas, pujaan hati yang dimaksud adalah kekasih atau lawan jenis yang diharapkan hidup bersama melengkapi kisah hidup yang selama ini sendiri. Syair lagu di atas adalah lagu kangen, sesuai dengan yang menyanyikan, Kangen Band. Membaca syair di atas, temanku berkata, “Aduh… Puitis sekali&#8230; romantis…”. Pembaca yang lagi kangen jadi bengong. Hmm, so sweet…</p>
<p>Pujaan hati pasti akan menjadi pusat perhatian kita. Pujaan hati akan menjadi motivasi kita meraih sesuatu yang bisa membahagiakannya. Pujaan hati juga yang terkadang menjadi tempat kita mencurahkan segala rasa. (Ada rasa strawberry, rasa orange, rasa apel, rasa sirsak, rasa vanilla… hehehe, itu sich sirup untuk buka puasa nanti…).</p>
<p>Pendek kata, pujaan hati seolah-olah segalanya bagi kita. Jika dia tiada, hampa terasa hidup ini… seperti oksigen, tanpa pujaan hati kita tidak bisa bernapas. Pujaan hati seolah-olah jantung yang memompa darah. Saat kasmaran mungkin begitu rasanya, sehingga banyak kisah pasangan muda yang sedang menjalin cinta, rela mengakhiri hidup gara-gara ditinggal seseorang yang dia anggap pujaan hatinya.</p>
<p>Sahabat-sahabatku, sekarang kita sedang menjalani 10 hari terakhir di bulan suci Ramadhan bagi yang muslim. Tidak ada salahnya di sisa Ramadhan tahun ini kita merenung, karena bisa jadi ini Ramadhan terakhir bagi kita. Bukankan kita selama ini terlalu menganggap bahwa pujaan hati adalah si dia yang cantik atau tampan yang menjadi pasangan hidup kita. Menganggap si dia adalah segala-galanya bagi kita. Tanpa si dia, hampa terasa hidup ini dan kita pun tak mau hidup lebih lama lagi. Dan malangnya, kita melupakan begitu saja Sang Pencipta, Allah SWT. Dia, memberi mata yang dengannya kita melihat indahnya semesta raya, memberi telinga yang dengannya kita mendengar merdunya suara, memberi kita mulut yang dengannya kita makan, memberi kita hidung yang dengannya kita menghirup segarnya udara, member kita hati yang dengannya kita berperasaan, memberi kita tangan dan kaki yang dengannya kita melakukan pekerjaan, memberi kita lidah yang dengannya kita merasakan lezatnya makanan, dan masih banyak pemberiannya yang tak sanggup kita sebut hingga usai.</p>
<p>Jangan sampai Dia bersenandung (seumpama)…</p>
<p align="center">Mengapa kau tak membalas cintaku</p>
<p align="center">Mengapa engkau abaikan rasaku…</p>
<p align="center">Ataukah mungkin hatimu membatu</p>
<p align="center">Hingga kau tak pernah pedulikan aku…</p>
<p>Dia-lah pujaan hatiku, yang sering saya lupakan, yang sering saya abaikan, dan sering saya duakan dengan sesuatu selainnya di hati ini. Ya Allah, ampuni hamba… Ijinkan hamba mencintai makhluk dan ciptaanmu sekedarnya saja, tanpa mengambil alih istanamu di hatiku.</p>
<p>Ya Allah, semoga di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, Engkau menyejukkan hati ini dengan cinta-Mu, mendamaikan jiwa ini dengan kasih-Mu, Engkau ampuni semua dosa kami dan dosa hamba-hamba-Mu yang lain yang mungkin selama ini khilaf, sombong, merasa paling hebat, dan marah ketika orang lain menunjukkan kepada kami kebenaran. Maafkan jika amarah kami pernah tertuju kepada hamba-Mu yang mengingatkan kesalahan kami, sedangkan dia amat mengasihi kami dengan setulus hati…</p>
<p align="center">***</p>
<p>Sahabat-sahabatku, selamat menunaikan ibadah puasa. Semoga kita selalu menjadikan Allah SWT sebagai pujaan hati kita, di kala suka dan duka, sekarang dan selamanya…</p>
Posted in Dari Hati ke Hati, Renungan  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agusriyanto.wordpress.com/610/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agusriyanto.wordpress.com/610/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agusriyanto.wordpress.com/610/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agusriyanto.wordpress.com/610/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agusriyanto.wordpress.com/610/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agusriyanto.wordpress.com/610/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agusriyanto.wordpress.com/610/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agusriyanto.wordpress.com/610/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agusriyanto.wordpress.com/610/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agusriyanto.wordpress.com/610/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agusriyanto.wordpress.com&blog=1503163&post=610&subd=agusriyanto&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agusriyanto.wordpress.com/2009/09/16/pujaan-hati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/875980bfbfa8b4e80821584269d60946?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">agusriyanto</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://agusriyanto.files.wordpress.com/2009/09/allah_a1.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">ALLAH 'Azza wa Jalla</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>INDAH PADA WAKTUNYA</title>
		<link>http://agusriyanto.wordpress.com/2009/07/30/indah-pada-waktunya/</link>
		<comments>http://agusriyanto.wordpress.com/2009/07/30/indah-pada-waktunya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Jul 2009 03:30:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agus Riyanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dari Hati ke Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agusriyanto.wordpress.com/?p=600</guid>
		<description><![CDATA[

Ketika kita minta kepada Allah setangkai bunga segar, Ia beri kita kaktus.  Kita pun meminta kepada-Nya binatang mungil dan cantik, lalu Ia beri kita ulat berbulu.Kita merasa sedih, kecewa, protes&#8230; dan berpikir, &#8220;betapa tidak adilnya ini&#8230;&#8221; Namun kemudian kaktus itu berbunga sangat indah, ulat pun berubah menjadi kupu-kupu yang sangat cantik. Itulah jalan Allah, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agusriyanto.wordpress.com&blog=1503163&post=600&subd=agusriyanto&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div id=":zb">
<div id="attachment_601" class="wp-caption aligncenter" style="width: 330px"><img class="size-full wp-image-601" title="red_roses_heart5" src="http://agusriyanto.files.wordpress.com/2009/07/red_roses_heart5.jpg?w=320&#038;h=320" alt="Mawar Cinta" width="320" height="320" /><p class="wp-caption-text">Mawar Cinta</p></div>
</div>
<div><span style="font-size:medium;"><span style="color:#3333ff;">Ketika kita minta kepada Allah setangkai bunga segar, Ia beri kita kaktus. </span><br style="color:#3333ff;" /> <span style="color:#3333ff;">Kita pun meminta kepada-Nya binatang mungil dan cantik, lalu Ia beri kita ulat berbulu.</span><br style="color:#3333ff;" /><br style="color:#3333ff;" /><span style="color:#cc0000;">Kita merasa sedih, </span></span><span style="font-size:medium;"><span style="color:#cc0000;">kecewa, </span></span><span style="font-size:medium;"></span><span style="font-size:medium;"><span style="color:#cc0000;">protes</span></span><span style="font-size:medium;"><span style="color:#cc0000;">&#8230; dan berpikir, &#8220;betapa tidak adilnya ini&#8230;&#8221;</span><br style="color:#cc0000;" /> <span style="color:#cc0000;">Namun kemudian kaktus itu berbunga sangat indah, ulat pun berubah menjadi kupu-kupu yang sangat cantik.<span id="more-600"></span></span><br style="color:#3333ff;" /><br style="color:#3333ff;" /> <span style="color:#006600;">Itulah jalan Allah, akan indah pada waktunya&#8230; </span></span></div>
<div><span style="font-size:medium;"><span style="color:#006600;">Ia mungkin tidak memberi apa yang kita harapkan atau kita minta, tapi Ia memberi apa yang kita perlukan. </span></span></div>
<div><span style="font-size:medium;"><span style="color:#006600;">Kadang kita sedih, kecewa dan terluka, tetapi jauh di atas segala-galanya Ia sedang merajut yang terbaik untuk kehidupan kita.</span></span></div>
<div><br style="color:#006600;" /><span style="font-size:medium;"><span style="color:#006600;">Allaahu akbar&#8230;!</span></span></div>
Posted in Dari Hati ke Hati, Renungan  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agusriyanto.wordpress.com/600/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agusriyanto.wordpress.com/600/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agusriyanto.wordpress.com/600/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agusriyanto.wordpress.com/600/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agusriyanto.wordpress.com/600/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agusriyanto.wordpress.com/600/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agusriyanto.wordpress.com/600/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agusriyanto.wordpress.com/600/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agusriyanto.wordpress.com/600/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agusriyanto.wordpress.com/600/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agusriyanto.wordpress.com&blog=1503163&post=600&subd=agusriyanto&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agusriyanto.wordpress.com/2009/07/30/indah-pada-waktunya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/875980bfbfa8b4e80821584269d60946?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">agusriyanto</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://agusriyanto.files.wordpress.com/2009/07/red_roses_heart5.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">red_roses_heart5</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PILIH KAYA ATAU BAHAGIA?</title>
		<link>http://agusriyanto.wordpress.com/2009/07/28/pilih-kaya-atau-bahagia/</link>
		<comments>http://agusriyanto.wordpress.com/2009/07/28/pilih-kaya-atau-bahagia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Jul 2009 03:18:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agus Riyanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agusriyanto.wordpress.com/?p=598</guid>
		<description><![CDATA[Hampir setiap orang yang hidup di dunia ini pasti jika ditanya apa mereka ingin hidup kaya, pasti akan menjawab “ya”. Umumnya kita ingin hidup di dunia ini berkecukupan materi, atau bila memungkinkan inginnya kaya raya. Memiliki rumah bagus, kendaraan mewah, perhiasan, deposito yang banyak, dan lain-lain.
Sekarang masalahnya, apakah dengan hidup kaya saja kita akan merasa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agusriyanto.wordpress.com&blog=1503163&post=598&subd=agusriyanto&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div id="attachment_656" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://agusriyanto.files.wordpress.com/2009/07/going-up.jpg"><img class="size-medium wp-image-656" title="Going Up" src="http://agusriyanto.files.wordpress.com/2009/07/going-up.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Rich and Happy</p></div>
<p>Hampir setiap orang yang hidup di dunia ini pasti jika ditanya apa mereka ingin hidup kaya, pasti akan menjawab “ya”. Umumnya kita ingin hidup di dunia ini berkecukupan materi, atau bila memungkinkan inginnya kaya raya. Memiliki rumah bagus, kendaraan mewah, perhiasan, deposito yang banyak, dan lain-lain.</p>
<p>Sekarang masalahnya, apakah dengan hidup kaya saja kita akan merasa puas dengan apa yang kita miliki? Mungkin kita telah memiliki segala benda duniawi yang menjadi simbol kekayaan, namun sebenarnya itukah yang kita cari?<span id="more-598"></span></p>
<p>Banyak kita lihat di sekitar kita, orang-orang yang telah mencapai puncak karier dan hidupnya berlimpah harta, namun bila kita perhatikan hidup mereka bukanlah hidup yang ideal. Misalnya saja seorang menteri, gubernur, anggota DPR atau pejabat tinggi negara lainnya yang sering kita lihat di berita televisi. Karier mereka sudah sampai puncak dan hidup mereka berlimpah harta, namun tiba-tiba kita dikejutkan dengan berita penangkapan mereka oleh KPK atau pihak yang berwajib. Ternyata mereka telah melakukan tindak pidana korupsi atau tindakan tidak terpuji lainnya yang merugikan negara dengan jumlah besar.</p>
<p>Atau mungkin seorang pengusaha yang pasti hidupnya berlimpah harta namun selalu merasa tidak tenang karena dikejar-kejar polisi. Kekayaan yang ia dapatkan ternyata dari bisnis yang haram, seperti <em>illegal logging</em>, narkoba, judi atau yang lainnya.</p>
<p>Ada juga pegawai/karyawan biasa saja namun terlihat kaya raya, padahal dia tidak memiliki bisnis atau pekerjaan sampingan. Setelah beberapa waktu kemudian ternyata ketahuan dia telah menggelapkan uang negara atau perusahaan tempat dia bekerja.</p>
<p>Orang-orang seperti contoh di atas mungkin secara materi mereka memiliki kekayaan berupa harta benda duniawi, namun mereka bisa dipastikan tidak akan merasakan kebahagiaan dan kedamaian dari apa yang telah mereka miliki. Mereka sebenarnya tahu bahwa apa yang mereka miliki bukanlah sesuatu yang pantas mereka nikmati, namun hawa nafsu telah menutupi hati mereka sehingga buta dengan halal dan haram. Prinsip kebenaran di hatinya telah dikalahkan oleh nafsu serakah yang menguasai dirinya sehingga ia mau dengan sadar berbuat bodoh dengan mengambil sesuatu yang bukan miliknya, bahkan sampai merugikan orang banyak.</p>
<p>Banyak juga orang yang ingin kaya kemudian mengambil jalan pintas dengan cara pergi ke dukun, memelihara <em>pesugihan</em>, atau melakukan hal-hal di luar akal sehat lainnya. Mereka mempercayai bahwa memiliki kekayaan adalah yang sangat penting dalam hidup mereka, namun tidak memperhatikan jalan yang harus mereka tempuh. Ini juga merupakan kerusakan mental yang banyak terjadi.</p>
<p>Orang-orang yang memiliki obsesi hidup kaya raya, namun membodohi diri dengan mengabaikan aturan atau hukum Tuhan yang telah ditetapkan, kemudian meninggalkan ketentuan halal-haram, yang penting mereka bisa mewujudkan apa yang diinginkan nafsu mereka, sebenarnya mereka hanya sedang membuat rumah derita mereka sendiri.</p>
<p>Setelah mereka memiliki apa yang diinginkan nafsunya tanpa mengikuti petunjuk Tuhan, apa mereka merasakah kebahagiaan? Bisa dipastikan “tidak”. Hati nuraninya pasti tahu bahwa tindakan mereka tidak benar. Segala sesuatu yang bertentangan dengan hukum alam pasti tidak seimbang, demikian juga apa yang terjadi dalam diri orang-oranga pengejar kekayaan dengan cara haram tersebut. Mereka mungkin kaya secara materi, namun jiwanya justru hampa dan kering. Apa yang telah mereka lakukan ternyata telah menjauhkan hati mereka dari Tuhan. Mungkin secara lahir mereka hidup enak dan menyenangkan, tapi secara batin mereka selalu diliputi kecemasan dan ketidaknyamanan.</p>
<p>Si koruptor pasti cemas kalau perbuatannya diketahui masyarakat dan pihak berwajib. Demikian juga yang lainnnya, mereka tahu bahwa kekayaannya dihasilkan dari sesuatu yang melanggar hukum, sehingga semua itu tidak bisa mendatangkan kebahagiaan atau kedamaian.</p>
<p>Berbeda dengan orang yang menjalani hidup ini dengan hasil kerja kerasnya sendiri di jalan yang diridhoi Tuhan. Walaupun mungkin mereka tidak berlimpah harta, namun dengan jaminan halal pada rezeki yang mereka makan maka ada keberkahan yang mereka rasakan di situ. Kenikmatan menikmati hasil jerih payah mereka sendiri menghadirkan rasa damai dalam jiwanya. Sederhana namun bahagia. Sedikit namun berkah. Hal itu lebih mereka rasakan sebagai kebahagiaan hidup. Harta berlimpah belum mereka dapatkan, namun kebahagiaan batin bisa mereka rasakan.</p>
<p>Orang-orang yang memiliki prinsip kebenaran dan mematuhi hukum Tuhan akan lebih mampu menjaga diri, meskipun mereka juga ingin hidup kaya namun mereka tahu mana yang halal dan mana yang haram. Mereka tahu mana yang menjadi haknya dan boleh mereka ambil sebagai miliknya. Mereka tahu bahwa segala sesuatu yang haram hanya akan mendatangkan penderitaan di kemudian hari.</p>
<p>Seorang tukang becak yang bekerja keras demi keluarganya, mungkin hidupnya tidak pernah kaya, bahkan jauh dari cukup. Namun dia sebenarnya lebih pandai dan terhormat daripada pejabat yang korupsi atau pengusaha bisnis haram. Banyak sekali terjadi di negeri kita orang-orang dengan jabatan terhormat dan berpendidikan tinggi justru mencontohkan perbuatan hina dan nista. Inilah sebenarnya salah satu penyebab terpuruknya bangsa kita. Kerusakan mental banyak terjadi di mana-mana. Kita sama-sama ingin hidup makmur dan sejahtera, namun ada sebagian dari kita yang membutakan diri dari jalan yang lurus dan benar.</p>
<p>Sekarang, jika kita harus memilih: ingin kaya atau bahagia? Pasti kita menginginkan keduanya. Semua itu pasti bisa kita dapatkan bersama-sama bila kita mau mengikuti aturan main dari Sang Pencipta. Jika kita ingin kaya maka ada proses yang harus ditempuh atau ikhtiar yang harus dijalani. Dan bila ingin bahagia maka ada norma dan hukum yang harus kita patuhi dan kita pegang teguh, terutama hukum Tuhan yang telah tertuang dalam kitab suci-Nya dan diperjelas dengan sunnah Rasul-Nya.</p>
<p>Kaya hanya salah satu alat untuk bahagia. Dan kaya bukanlah syarat untuk bahagia. Tanpa kekayaan, kita juga bisa hidup bahagia kalau kita bisa mensyukuri apa yang ada pada diri kita dan apa yang telah Tuhan berikan dalam hidup kita. Kaya juga tidak hanya pada kepemilikan harta benda duniawi saja, namun kaya yang hakiki adalah kaya hati, yakni merasa cukup dan bersyukur atas nikmat dan karunia Tuhan yang  terlimpah tiada henti dalam hidup ini. Kaya hati lebih dekat dengan bahagia, sedangkan kaya harta lebih dekat dengan cobaan-cobaan yang bisa menggelincirkan kita dari jalan yang lurus. Tapi bila kita sudah terlanjur kaya maka itu hidup yang didamba banyak orang, karena kita bisa menggunakan kekayaan kita untuk meraih ridho dan ampunan-Nya serta mendapatkan kebahagiaan yang abadi di kehidupan setelah dunia ini.</p>
<p>Marilah kita mengejar kekayaan yang hakiki…!</p>
<p>Kaya sekaligus bahagia tentunya… Diawali dengan kaya hati.</p>
Posted in Renungan  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agusriyanto.wordpress.com/598/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agusriyanto.wordpress.com/598/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agusriyanto.wordpress.com/598/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agusriyanto.wordpress.com/598/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agusriyanto.wordpress.com/598/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agusriyanto.wordpress.com/598/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agusriyanto.wordpress.com/598/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agusriyanto.wordpress.com/598/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agusriyanto.wordpress.com/598/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agusriyanto.wordpress.com/598/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agusriyanto.wordpress.com&blog=1503163&post=598&subd=agusriyanto&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agusriyanto.wordpress.com/2009/07/28/pilih-kaya-atau-bahagia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/875980bfbfa8b4e80821584269d60946?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">agusriyanto</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://agusriyanto.files.wordpress.com/2009/07/going-up.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Going Up</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BERSAMA MEMBANGUN INDONESIA</title>
		<link>http://agusriyanto.wordpress.com/2009/07/11/bersama-membangun-indonesia/</link>
		<comments>http://agusriyanto.wordpress.com/2009/07/11/bersama-membangun-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Jul 2009 14:05:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agus Riyanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agusriyanto.wordpress.com/?p=593</guid>
		<description><![CDATA[Di dunia ini, siapa sih orangnya yang tidak ingin sukses. Semua orang, entah itu di kota maupun di desa, berpendidikan ataupun tidak berpendidikan, besar &#8211; kecil, tua &#8211; muda, pasti ingin sukses. Meskipun definisi sukses bagi tiap orang berbeda-beda, bagi saya, sukses sejati adalah sukses yang dimulai dari hati dan pikiran; sukses tidak hanya berpatokan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agusriyanto.wordpress.com&blog=1503163&post=593&subd=agusriyanto&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="margin-top:.21cm;text-indent:1.21cm;" align="justify"><span style="font-family:Arial, serif;"><span style="font-size:small;">Di dunia ini, siapa sih orangnya yang tidak ingin sukses. Semua orang, entah itu di kota maupun di desa, berpendidikan ataupun tidak berpendidikan, besar &#8211; kecil, tua &#8211; muda, pasti ingin sukses. Meskipun definisi sukses bagi tiap orang berbeda-beda, bagi saya, sukses sejati adalah sukses yang dimulai dari hati dan pikiran; sukses tidak hanya berpatokan pada materi saja, tapi sukses yang holistik, sehingga ketika diberi amanah—baik berupa harta, ilmu, profesi, pangkat, maupun jabatan—semua itu bisa dipergunakan untuk kemaslahatan/kebaikan bersama, untuk membangun negeri tercinta ini.</span></span></p>
<p style="margin-top:.21cm;text-indent:1.21cm;" align="justify"><span style="font-family:Arial, serif;"><span style="font-size:small;">Kita mungkin masih merasa prihatin dengan keadaan bangsa dan negara kita saat ini. Kita mungkin masih hanya bisa menyaksikan, merasakan, kemudian mengeluh. Kita sebenarnya mengharapkan perubahan dan perbaikan keadaan terjadi, tapi hal yang kita lakukan dari dulu sampai sekarang tetap sama. Kita tidak melakukan pendekatan dan hal yang berbeda, yang memungkinkan hasil berbeda pula.<span id="more-593"></span></span></span></p>
<p style="margin-top:.21cm;text-indent:1.21cm;text-align:center;"><span style="font-family:Arial, serif;"><span style="font-size:small;">***</span></span></p>
<p style="margin-top:.21cm;text-indent:1.21cm;" align="justify"><span style="font-family:Arial, serif;"><span style="font-size:small;">Dulu, saat saya masih kecil, uang Rp 100 sangat besar nilainya bagi saya. Kalau untuk membeli jajan/makanan, bisa kenyang seharian. Tapi sekarang, walaupun uang itu tergeletak di tepi jalan, anak kecil jaman sekarang akan malu memungutnya. Waktu saya hidup di Brunei, uang 100 (Ringgit Brunei) bisa untuk makan sebulan. Apalagi kalau uang 100 (dolar Amerika)… Bila inflasi Rupiah berjalan terus dengan begitu cepatnya seperti sekarang ini, akan seperti apa nilainya di masa anak cucu generasi kita nanti?</span></span></p>
<p style="margin-top:.21cm;text-indent:1.21cm;" align="justify"><span style="font-family:Arial, serif;"><span style="font-size:small;">Belum lagi masalah pengangguran yang mengakibatkan berbondong-bondongnya warga negara kita mengadu nasib mengais rejeki di negeri orang. Kalau profesinya layak dan mengharumkan nama bangsa, mungkin tak masalah. Tapi mayoritas dari mereka menjual tenaga menjadi pembantu rumah tangga dan pekerjaan kelas bawah lainnya. Saya tidak pernah meremehkan jenis profesi ini. Yang membuat saya sedih, sering sekali kita melihat dan mendengar berita di berbagai media cetak dan televisi, mereka ada yang disiksa. Ada yang tidak tahan dan melarikan diri dari apartemen lantai 15 dengan kain yang disambung-sambung, namun baru sampai lantai 12, talinya sudah habis. Dia menjadi berita nasional, bahkan internasional. Dia adalah salah satu warga negara kita, yang dulu katanya “</span></span><span style="font-family:Arial, serif;"><span style="font-size:small;"><em>gemah ripah loh jinawi, toto tentrem kerto raharjo</em></span></span><span style="font-family:Arial, serif;"><span style="font-size:small;">” dan terkenal dengan kekayaan dan keindahan alamnya. Sebagai sebuah bangsa, kita seharusnya malu melihat semua itu. Maksud hati pergi merantau untuk memperbaiki ekonomi keluarga, namun malang, pulang-pulang badan kurus kering dan penuh luka, bahkan lebih malang lagi ada yang pulang dalam keadaan badan terbujur kaku terbungkus kain kafan. Apakah sudah begitu miskinnya negeri ini untuk sekedar memberi kehidupan bagi warga/penduduknya???</span></span></p>
<p style="margin-top:.21cm;text-indent:1.21cm;" align="justify"><span style="font-family:Arial, serif;"><span style="font-size:small;">Sebagai pemuda, saya juga prihatin dengan kenakalan remaja jaman ini. Pergaulan bebas dan narkotika yang merajalela. Sungguh mengerikan kerusakan yang sudah terjadi. Kita harus bersyukur masih dilindungi Yang Maha Kuasa dari bencana yang satu ini, dan kita juga harus percaya masih sangat banyak kawan yang sependapat dan mau peduli dengan keadaan ini.</span></span></p>
<p style="margin-top:.21cm;text-indent:1.21cm;" align="justify"><span style="font-family:Arial, serif;"><span style="font-size:small;">Di bidang Sumber Daya Alam, hutan kita juga sudah rusak semakin parah oleh orang-orang kita sendiri dan banjir melanda tiap tahun di mana-mana. Di Porong &#8211; Sidoarjo, lumpur Lapindo telah menimbulkan kerusakan lingkungan yang dahsyat. Dalam kurun waktu beberapa tahun yang lalu, negeri kita juga diguncang berbagai bencana alam; dari Tsunami di Aceh, Nias, dan pantai selatan pulau Jawa, gempa di Yogyakarta dan beberapa tempat lain, serta kecelakaan transportasi, baik darat, laut maupun udara.</span></span></p>
<p style="margin-top:.21cm;text-indent:1.21cm;" align="justify"><span style="font-family:Arial, serif;"><span style="font-size:small;">Apakah bumi kita sudah terlalu tua? Mungkin. Atau apakah manusia sudah terlalu berlebihan dalam membuat kerusakan di atas bumi ini? Mungkin juga. Atau apakah—seperti syair lagu Ebit G. Ade—kita terlalu bangga dengan dosa-dosa?? </span></span></p>
<p style="margin-top:.21cm;text-indent:1.21cm;" align="justify"><span style="font-family:Arial, serif;"><span style="font-size:small;">Renungkanlah! Korupsi masih terjadi di mana-mana, bahkan di lembaga-lembaga wakil rakyat yang konon katanya “terhormat”. Kehidupan materialistis, konsumtif, hedonis dan individual semakin membudaya. Tontonan dan sinetron-sinetron di televisi yang umumnya tidak mendidik ditelan mentah-mentah oleh generasi muda, dan lain sebagainya.</span></span></p>
<p style="margin-top:.21cm;text-indent:1.21cm;" align="justify"><span style="font-family:Arial, serif;"><span style="font-size:small;">Melihat semua itu, apakah kita akan pasrah dan diam saja? Tentu tidak! Masih banyak yang peduli dan siap sedia berjuang memperbaiki dan membangun kembali negeri ini. Hari esok adalah hari yang penuh harapan. Masa depan adalah masa yang menjanjikan. Bangsa Indonesia akan bangkit menjadi bangsa yang dahsyat dan luar biasa kalau kita bahu membahu membangun negeri ini bersama-sama. Kalau bukan kita, siapa lagi?!</span></span></p>
<p style="margin-top:.21cm;text-indent:1.21cm;" align="justify"><span style="font-family:Arial, serif;"><span style="font-size:small;">Di mulai dari diri sendiri, mari kita sama-sama belajar dan berproses menjadi manusia yang bermanfaat. Saling membantu dan saling mengingatkan, berlomba-lomba dalam berbuat kebajikan dan ketakwaan dengan penuh kesadaran dan kesabaran. Percayalah, setiap diri kita akan memberi warna pada peradaban negeri ini.</span></span></p>
<p style="margin-top:.21cm;text-indent:1.21cm;" align="justify"><span style="font-family:Arial, serif;"><span style="font-size:small;">Semoga masing-masing dari kita bisa membawa sedikit perubahan, memberikan sedikit pencerahan, dan menularkan sedikit semangat kepada sesama. Kita semua pasti sangat merindukan bangsa ini bangkit menjadi bangsa yang berjaya dan berakhlak mulia. </span></span></p>
<p style="margin-top:.21cm;text-indent:1.21cm;" align="justify"><span style="font-family:Arial, serif;"><span style="font-size:small;">Semoga siapa pun akhirnya Presiden dan Wakil Presiden yang terpilih secara demokratis dari Pilpres tanggal 8 Juli 2009 yang lalu bisa membawa perubahan yang lebih baik terhadap masa depan negeri ini. Lebih dari itu, kita pasti ingin bangsa kita menjadi bangsa yang bermartabat dan mandiri. Jangan pertaruhkan nasib dan ekonomi bangsa kita kepada lembaga keuangan internasional dan bangsa lain.</span></span></p>
<p style="margin-top:.21cm;text-indent:1.21cm;" align="justify"><span style="font-family:Arial, serif;"><span style="font-size:small;">Mari bersama membangun Indonesia!</span></span></p>
Posted in Motivasi, Renungan  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agusriyanto.wordpress.com/593/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agusriyanto.wordpress.com/593/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agusriyanto.wordpress.com/593/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agusriyanto.wordpress.com/593/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agusriyanto.wordpress.com/593/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agusriyanto.wordpress.com/593/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agusriyanto.wordpress.com/593/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agusriyanto.wordpress.com/593/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agusriyanto.wordpress.com/593/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agusriyanto.wordpress.com/593/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agusriyanto.wordpress.com&blog=1503163&post=593&subd=agusriyanto&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agusriyanto.wordpress.com/2009/07/11/bersama-membangun-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/875980bfbfa8b4e80821584269d60946?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">agusriyanto</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BULATKAN TEKAD DAN TAWAKKAL [2]</title>
		<link>http://agusriyanto.wordpress.com/2009/07/01/bulatkan-tekad-dan-tawakkal-2/</link>
		<comments>http://agusriyanto.wordpress.com/2009/07/01/bulatkan-tekad-dan-tawakkal-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Jul 2009 01:10:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agus Riyanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agusriyanto.wordpress.com/?p=584</guid>
		<description><![CDATA[Sahabat pembaca yang berbahagia. Cukup lama kita tidak saling menyapa melalui karya, Alhamdulillah kini kita bisa berjumpa kembali untuk saling berbagi. Kali ini saya melanjutkan artikel beberapa bulan yang lalu yang berjudul “Bulatkan Tekad dan Tawakkal”, yang jika diambil intisarinya kira-kira sebagai berikut: “Tentukan dulu goal-nya, dan kita tekadkan untuk meraihnya”.
Selanjutkan kali ini kita akan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agusriyanto.wordpress.com&blog=1503163&post=584&subd=agusriyanto&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sahabat pembaca yang berbahagia. Cukup lama kita tidak saling menyapa melalui karya, Alhamdulillah kini kita bisa berjumpa kembali untuk saling berbagi. Kali ini saya melanjutkan artikel beberapa bulan yang lalu yang berjudul “Bulatkan Tekad dan Tawakkal”, yang jika diambil intisarinya kira-kira sebagai berikut: “Tentukan dulu <em>goal</em>-nya, dan kita tekadkan untuk meraihnya”.</p>
<p>Selanjutkan kali ini kita akan mencoba <em>sharing</em>, apa sebenarnya yang harus kita lakukan setelah kita memiliki <em>goal</em> dan tekad yang kuat untuk mewujudkannya. Jika unsur pertama yang harus kita lakukan adalah memiliki <strong>tekad</strong> yang benar-benar kuat, maka unsur berikutnya yang harus kita lakukan adalah yang akan kita bahas berikut ini.</p>
<p>Unsur kedua: <strong>TAWAKKAL</strong></p>
<p>Tekad saja tidak cukup untuk mewujudkan impian, karena akan kita jumpai berbagai hal di sekitar kita yang membuat apa yang kita tekadkan lama-lama surut dan pudar. Sering juga orang-orang di sekitar kita membuat motivasi dan antusiasme kita dalam meraih impian menjadi kerdil. Mereka seringnya meyakinkan bahwa sesuatu yang bisa kita raih itu hanya mimpi belaka. Dari situ akan timbul keraguan-keraguan akibat dari pengaruh negatif yang dihembuskan oleh para <em>vampire</em> penghisap optimisme tersebut.<span id="more-584"></span></p>
<p>Kebanyakan orang kadang lebih senang melihat kita susah daripada melihat kita maju. Maka bergaullah dengan orang-orang yang positif dan yang bisa membuat kita termotivasi atau terinspirasi untuk terus maju dan mengoptimalkan potensi diri. Orang-orang seperti itu bisa menjadi sahabat dan penasihat di saat kita terpuruk dan hampir putus asa. Bersama mereka, kita akan melihat bahwa ada secercah harapan yang terbentang di depan sana.</p>
<p>Ketika Wright bersaudara sedang bermimpi ingin terbang dan menciptakan pesawat maka orang-orang di sekelilingnya saat itu menganggap dia gila. Menerbangkan besi pada saat itu merupakan sebuah ide gila yang tidak bisa diterima kebanyakan orang pada saat itu. Namun justru karena kegilaan itulah, sekarang kita bisa bepergian melewati laut, samudera dan benua dalam waktu yang sangat singkat. Bahkan manusia telah mendaratkan kakinya ke satelit bumi, yakni bulan, karena daya kreatif yang digunakan tersebut. Dan ke depan, pasti akan ada penemuan-penemuan baru yang lebih spektakuler lagi. Sebelum dunia ini kiamat, proses kreatif tidak akan berhenti.</p>
<p>Dan sesuai dengan judul artikel ini, kita tentu juga memiliki daya kreatif karunia Allah SWT yang telah mencipta sejarah hidup kita. Kita memiliki imajinasi, impian dan tujuan yang ingin kita wujudkan dalam hidup kita. Tentu saja itu semua kita harap memiliki nilai, tidak hanya keduniawian, tapi juga yang bernilai ibadah untuk bekal pulang ke akhirat. Ketika kita harus mempertanggungjawabkan perbuatan kita ketika di dunia di hadapan mahkamah Allah SWT.</p>
<p>Untuk itu, selain harus memiliki unsur pertama, yakni TEKAD yang kokoh, kita juga harus menyempurnakan ikhtiar atau usaha lahir dan kemudian memasrahkan hasil akhir ikhtiar kita kepada Allah SWT, atau ber-TAWAKKAL.</p>
<p>Kenapa kita harus bertawakkal?</p>
<p>Karena kita hanya makhluk yang lemah. Kita tidak memiliki daya dan kekuatan selain dari Allah SWT. “<em>Laa haula wa laa quwwata illa billaah…</em>”. Kita hanya bisa menyempurnakan ikhtiar, sedangkan hasilnya tidak bisa kita jamin 100% sesuai keinginan kita. Namun jika kita sombong bahwa hasilnya pasti sesuai kehendak kita maka di saat hasil akhir yang kita nanti tidak sesuai keinginan maka tidak ada lagi yang tersisa selain kehampaan dan keputusasaan. Untuk itu, tugas kita memang berusaha secara lahir dan batin, namun mengenai hasil akhirnya kita serahkan sepenuhnya kepada Allah SWT karena Dia-lah yang tahu mana yang terbaik untuk kita.</p>
<p>Jadi, setelah kita memiliki tekad yang bulat dan kuat, kemudian kita berusaha secara nyata untuk mewujudkan <em>goal</em> yang kita tekadkan maka hasilnya kita pasrahkan kepada Yang Maha Kuasa. Dengan demikian, kita akan selalu merasa bahagia dan optimis jika hasil yang kita dapatkan belum sesuai keinginan. Dan kita tidak akan putus asa, namun tetap berusaha, bangkit dan berjuang lagi sampai akhir menyongsong takdir terbaik hidup kita.</p>
<p>Bulatkan tekad, sempurnakan ikhtiar dan bertawakkal-lah… semoga keberhasilan menjadi milik kita.</p>
<p>Semoga bermanfaat. [AR]</p>
Posted in Motivasi, Renungan  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agusriyanto.wordpress.com/584/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agusriyanto.wordpress.com/584/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agusriyanto.wordpress.com/584/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agusriyanto.wordpress.com/584/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agusriyanto.wordpress.com/584/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agusriyanto.wordpress.com/584/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agusriyanto.wordpress.com/584/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agusriyanto.wordpress.com/584/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agusriyanto.wordpress.com/584/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agusriyanto.wordpress.com/584/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agusriyanto.wordpress.com&blog=1503163&post=584&subd=agusriyanto&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agusriyanto.wordpress.com/2009/07/01/bulatkan-tekad-dan-tawakkal-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/875980bfbfa8b4e80821584269d60946?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">agusriyanto</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MEMBANGKITKAN SEMANGAT HIDUP</title>
		<link>http://agusriyanto.wordpress.com/2009/05/11/membangkitkan-semangat-hidup/</link>
		<comments>http://agusriyanto.wordpress.com/2009/05/11/membangkitkan-semangat-hidup/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 May 2009 02:12:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agus Riyanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agusriyanto.wordpress.com/2009/05/11/membangkitkan-semangat-hidup/</guid>
		<description><![CDATA[


***
Salam sejahtera sahabat semua. Cukup lama saya tidak menyapa Anda melalui tulisan-tulisan saya karena akhir-akhir ini banyak tugas membuat makalah. Jadi, saya tetap menulis, namun tulisannya bukan untuk diposting di sini. Sebelum melanjutkan artikel yang lalu, tentang bagaimana kita membulatkan tekad kemudian bertawakkal, saya akan mengulas bagaimana agar hidup kita tetap bersemangat. Semoga apa yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agusriyanto.wordpress.com&blog=1503163&post=572&subd=agusriyanto&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div style="float:right;margin-left:10px;margin-bottom:10px;text-align:center;"><a title="photo sharing" href="http://www.flickr.com/photos/25687203@N02/3312939253/"></a></div>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;"><img style="border:2px solid #000000;" src="http://farm4.static.flickr.com/3444/3312939253_e806927efd_m.jpg" alt="" /></p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>Salam sejahtera sahabat semua. Cukup lama saya tidak menyapa Anda melalui tulisan-tulisan saya karena akhir-akhir ini banyak tugas membuat makalah. Jadi, saya tetap menulis, namun tulisannya bukan untuk diposting di sini. Sebelum melanjutkan artikel yang lalu, tentang bagaimana kita membulatkan tekad kemudian bertawakkal, saya akan mengulas bagaimana agar hidup kita tetap bersemangat. Semoga apa yang diuraikan berikut ini bermanfaat.</p>
<p>Ada seorang rekan pembaca yang bertanya melalui e-mail, “Pak Agus, bagaimana caranya membangkitkan semangat hidup?” Rekan saya tersebut berkisah bahwa ia sering keliru memaknai sebuah hadits yang berbunyi, “<em>Beramallah untuk duniamu seakan-akan engkau akan hidup selama-lamanya, dan beramallah untuk akhiratmu seakan-akan engkau akan mati besok</em>”. Ia beranggapan bahwa buat apa bekerja keras meraih kesuksesan dunia kalau pada akhirnya kita juga akan mati.</p>
<p>Ya, memang benar kita akan mati, tapi bukan berarti kita menjadi bersikap apatis seperti itu. Pada suatu saat nanti maut pasti akan menjemput, dan berakhirlah kontrak hidup kita di dunia ini. Namun jika hal ini menjadikan kita kehilangan semangat untuk berjuang dan bekerja keras untuk mewujudkan cita-cita kita, atau paling tidak berusaha agar kita bisa meraih kehidupan yang lebih baik maka menurut saya pemahaman seperti itu agak kurang tepat. Saya tidak menyalahkan, tetapi hanya menyayangkan.</p>
<p>Akhirat memang harus kita dapatkan, namun dunia juga tidak boleh kita abaikan. Dan yang paling ideal adalah kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Semua orang pasti menghendaki kedua hal tersebut. Jadi ada keseimbangan dalam hidup ini. Di samping bekerja keras untuk urusan dunia, di sisi lain kita juga tidak melupakan ibadah kita kepada Tuhan. Kita tidak mementingkan dunia saja, tapi kita juga tetap ingat kepada Allah SWT, dan sadar betul kewajiban kita kepada-Nya. Dengan memahami pentingnya keseimbangan hidup tersebut, kita akan memiliki sebuah semangat untuk menjalani hidup ini dengan dinamis, optimis dan bahagia.</p>
<p>Ada beberapa hal yang dapat membangkitkan semangat hidup, antara lain:<span id="more-572"></span></p>
<p><strong>1. </strong><strong>Tahu apa hakekat sebenarnya hidup ini.</strong></p>
<p>Banyak orang yang tidak tahu apa sebenarnya hakekat hidup ini. Untuk apa kita hidup? Untuk apa kita ada di dunia ini? Memang butuh perenungan yang dalam untuk menemukan jawaban pertanyaan seperti itu. Jika Anda seorang muslim, pasti Anda pernah mendengar atau membaca firman Alla SWT dalam Al Qur’an surat Adz Dzariyaat ayat 56 yang artinya, “<em>Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.</em>”</p>
<p>Mengabdi/beribadah di sini memiliki arti yang sangat luas. Tidak ibadah yang kaitannya dengan urusan akhirat saja, namun semua ikhtiar dan kerja keras kita dalam hidup ini adalah ibadah. Selama apa yang kita lakukan tidak bertentangan dengan ajaran agama yang kita anut, itu pun bernilai ibadah. Kita berusaha membahagiakan dan mencukupi kebutuhan keluarga kita, itu juga ibadah. Yang penting dari awal kita niatkan apa pun usaha kita hanya untuk mencari keridhaan-Nya, dan kita pun harus seimbang dalam mengerjakan urusan dunia dan amalan akhirat. Jika kita menyadari hal ini, tentu kita akan memiliki semangat untuk mengerjakan semua pekerjaan dan urusan kita dengan cara yang terbaik. Satu hal yang penting dan tidak boleh dilupakan adalah niat, karena niat akan menentukan nilai amal/perbuatan kita.</p>
<p><strong>2. </strong><strong>Tahu cita-cita hidup kita yang tertinggi.</strong></p>
<p>Semua orang memiliki impian atau cita-cita, namun hanya sedikit yang berani mengejar dan mewujudkannya menjadi sebuah realitas fisik. Banyak orang kehilangan semangat dalam hidupnya hanya karena mereka tidak tahu atau tidak mau tahu akan apa yang sebenarnya yang mereka mau. Apa yang sebenarnya yang mereka inginkan. Kebenyakan orang hanya menjalankan hidup ini sebagai sebuah rutinitas. Dengan sedikit kenyamanan yang mereka rasakan maka berhenti sampai di situlah impiannya. Mereka takut membuat sedikit perbedaan karena khawatir kenyamanan itu akan hilang.</p>
<p>Semua orang pasti memiliki potensi yang luar biasa; dan keluarbiasaan itu baru akan tergali secara maksimal jika kita sudah bisa keluar dari penjara mental kita. Jika kita sudah menemukan profesi yang paling tepat dengan panggilan jiwa kita maka kita akan lebih mudah mengaktualisasikan potensi diri kita yang sebenarnya. Dengan itu kita mendedikasikan hidup untuk kehidupan ini; mempersembahkan yang terbaik yang bisa kita berikan untuk peradaban manusia yang sedang kita jalani saat ini.</p>
<p>Banyak orang berbakat yang terjerat borgol emas. Mereka sebenarnya bisa melakukan hal yang lebih, tapi mereka tidak berani melakukan hal yang berbeda atau keluar dari zona nyaman. Banyak orang yang sebenarnya bakatnya di bidang A, namun kenyataannya ia bekerja di bidang C. Ia tidak berani keluar dari pofesinya yang sekarang karena tidak adanya jaminan penghasilan jika ia benar-benar keluar. Akhirnya ia merasa kehidupannya bagai di penjara, pekerjaannya mengurung ia seperti di sangkar emas. Tidak salah lagi, bukan potensi terdahsyat yang keluar dari dirinya, namun semua itu seakan menjadi rutinitas agar ada nasi yang bisa dimakan hari ini, besok dan seterusnya.</p>
<p>Jika Anda ingin kehidupan Anda penuh semangat dan bahagia maka temukan apa yang sebenarnya Anda inginkan dan kejarlah hal itu. Semua butuh perjuangan dan kerja keras, tidak semudah membalikkan telapak tangan. Tapi ada hal yang harus Anda tahu: tidak ada sesuatu yang tidak mungkin dalam hidup ini selama kita mau mencoba dan berusaha. Kadang kita takut melakukan kesalahan atau lebih mendengar kata orang lain yang menyurutkan tekad kita. Jika memang kita sudah memiliki impian yang pantas diperjuangkan, teruslah berjuang untuk mewujudkannya, meskipun banyak proses dan ujian yang harus kita lewati.</p>
<p><strong>3. </strong><strong>Bersyukur terhadap apa yang sekarang kita miliki dengan tulus.</strong></p>
<p>Setiap orang mempunyai titik kepuasan sendiri-sendiri. Anda orang yang jika mempunyai rumah satu sudah puas, namun ada juga yang sudah memiliki rumah, hotel, vila atau <em>real estate</em> di berbagai penjuru kota masih belum puas. Ada orang yang punya tabungan 1 juta rupiah sudah merasa kaya, namun ada juga orang yang sudah punya tabungan, deposito, saham atau asset investasi lainnya masih merasa kurang. Pada umumnya untuk urusan harta benda duniawi orang selalu ingin lebih banyak lagi dan lagi. Jika diukur maka tidak ada batasnya. Kabar buruknya adalah hanya sedikit saja dari mereka yang terpenuhi keinginannya.</p>
<p>Orang yang pikirannya selalu merasa kurang, miskin, tidak beruntung, dan sikap negatif lainnya mana mungkin ia akan bahagia dan bersemangat dalam hidupnya. Jika yang dipikirkan hanya yang tidak dimiliki, mana mungkin kita akan bersyukur. Oleh karena itu, dengan mensyukuri semua yang ada pada kita saat ini, itulah sebenarnya sumber semangat kita. Kita akan sadar bahwa Tuhan sebenarnya sangat sayang kepada kita. Banyak sekali nikmat yang sudah kita rasakan, sementara lebih banyak lagi orang yang nasibnya tidak seberuntung kita. Ada pun sesuatu yang kita inginkan yang belum kita miliki, itu adalah kesempatan bagi kita untuk berikhtiar semampu kita untuk mendapatkannya. Jangan pernah kecewa, apalagi putus asa.</p>
<p><strong>4. </strong><strong>Yakin bahwa apa pun yang kita lakukan akan mendapat balasan, baik di dunia maupun kelak di akhirat.</strong></p>
<p>Setiap perbuatan kita pasti akan ada efeknya. Kita tersenyum kepada orang lain maka orang lain pun akan tersenyum kepada kita. Kita tidak sengaja menginjak kaki orang, mungkin bisa saja orang itu akan marah. Kita memberi sedekah (100 ribu misalnya) pada seorang pengemis, pasti si pengemis akan gembira luar biasa seakan itu sebuah mimpi, dan untaian kalimat doa pun keluar dari mulutnya untuk kebaikan kita. Kita marah, orang di sekitar kita pasti menjauh. Di tempat ramai tiba-tiba kita tertawa sendiri tanpa sebab yang masuk akal, mungkin kita akan disangka gila. Jadi, semua perbuatan (aksi) yang kita lakukan akan menimbulkan efek atau reaksi. Dan efek atau reaksi yang muncul sesuai dengan hukum tabur-tuai. Seperti jika kita menanam padi, bisa dipastikan yang akan tumbuh juga padi. Namun jika kita menanam rumput maka yang akan tumbuh juga rumput. Kalau kita mengharap padi yang akan tumbuh maka kita harus segera bangun dari mimpi buruk.</p>
<p>Setelah kita tahu bahwa apa pun yang kita lakukan akan menimbulkan akibat, baik langsung maupun tidak langsung terhadap diri kita, maka kita harus memilih hanya untuk berbuat yang baik, positif, bermanfaat dan bernilai saja. Dengan demikian, bisa dipastikan efek yang akan kembali kepada kita juga hal-hal yang baik. Tidak ada yang sia-sia dalam hidup ini jika kita tahu benar apa yang kita lakukan. Sekecil apa pun yang kita lakukan akan dinilai oleh malaikat pencatat amal. Balasannya tidak saja di dunia, tetapi juga kelak di akhirat. Jika kita ingin rekapan catatan amal tersebut isinya bagus maka kita pun harus selalu menjaga agar setiap perbuatan yang kita lakukan adalah perbuatan terbaik. Waktu kita adalah aset terpenting setelah nafas/oksigen maka kita harus mengisinya dengan gerak/aksi/perbuatan yang jelas manfaatnya. Tidak ada waktu yang terbuang sia-sia. Jadi semuanya pantang sia-sia.</p>
<p>Dengan menyadari empat hal tersebut maka akan sulit bagi kita untuk tidak bersemangat. Mungkin keadaan Anda saat ini sedang tidak menyenangkan, tapi bukankah kita bisa merubahnya menjadi sebaliknya dengan aksi kita selanjutnya; dengan respon kita terhadap keadaan tersebut. Jika kekasih meninggalkan kita, bukankah kita bisa cari yang lain lagi. Jika kita di PHK, bukankah kita bisa cari pekerjaan lain yang lebih baik atau membuka usaha sendiri. Jika orang lain tidak menghargai kita, bukankah masih banyak orang yang jauh lebih baik yang bisa menjadi sahabat sejati kita. Demikian seterusnya; selalu ada solusi untuk tiap masalah. Kita hanya perlu tetap bersemangat, optimis dan menjernihkan pikiran agar respon dan aksi kita benar-benar efektif dan efisien.</p>
<p><strong>Salam semangat!</strong></p>
Posted in Motivasi, Renungan  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agusriyanto.wordpress.com/572/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agusriyanto.wordpress.com/572/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agusriyanto.wordpress.com/572/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agusriyanto.wordpress.com/572/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agusriyanto.wordpress.com/572/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agusriyanto.wordpress.com/572/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agusriyanto.wordpress.com/572/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agusriyanto.wordpress.com/572/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agusriyanto.wordpress.com/572/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agusriyanto.wordpress.com/572/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agusriyanto.wordpress.com&blog=1503163&post=572&subd=agusriyanto&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agusriyanto.wordpress.com/2009/05/11/membangkitkan-semangat-hidup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>46</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/875980bfbfa8b4e80821584269d60946?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">agusriyanto</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farm4.static.flickr.com/3444/3312939253_e806927efd_m.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>BULATKAN TEKAD DAN TAWAKKAL</title>
		<link>http://agusriyanto.wordpress.com/2009/04/09/bulatkan-tekad-dan-tawakkal/</link>
		<comments>http://agusriyanto.wordpress.com/2009/04/09/bulatkan-tekad-dan-tawakkal/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Apr 2009 13:30:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agus Riyanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agusriyanto.wordpress.com/?p=568</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari seorang sahabat bertanya melalui email, “Kalau ada orang yang terlahir dengan otak yang cerdas mereka mudah meraih kesuksesan yang mereka impikan. Lha, bagi orang yang pikirannya pas-pasan, bagaimana saya bisa sukses dalam hidup ini?”
Sering kali kita mendengar orang lain di sekitar kita menceritakan dirinya. Namun, jika kita amati mereka lebih menonjolkan kekurangan atau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agusriyanto.wordpress.com&blog=1503163&post=568&subd=agusriyanto&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-indent:1.51cm;margin-top:.21cm;" align="justify"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Suatu hari seorang sahabat bertanya melalui email, “Kalau ada orang yang terlahir dengan otak yang cerdas mereka mudah meraih kesuksesan yang mereka impikan. Lha, bagi orang yang pikirannya pas-pasan, bagaimana saya bisa sukses dalam hidup ini?”</span></span></p>
<p style="text-indent:1.51cm;margin-top:.21cm;" align="justify"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Sering kali kita mendengar orang lain di sekitar kita menceritakan dirinya. Namun, jika kita amati mereka lebih menonjolkan kekurangan atau rasa ketidakberdayaan yang mereka rasa ada padanya. Mereka berfokus pada sesuatu yang “negatif” dari diri mereka sendiri. Saya sengaja memberi tanda petik pada kata “negatif” karena ini sebenarnya hanya persepsi mereka saja. Kalau menilai keterbatasan diri, rasanya banyak orang yang lebih punya alasan. Alasan yang menguatkan bahwa dirinya tidak bisa ini, tidak bisa itu dan sebagainya.<span id="more-568"></span></span></span></p>
<p style="text-indent:1.51cm;margin-top:.21cm;" align="justify"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Dalam Al Quran, Allah SWT telah berfirman dalam Surat Ali Imran ayat 159 yang artinya, “</span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:small;"><em>Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya</em></span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:small;">”.</span></span></p>
<p style="text-indent:1.51cm;margin-top:.21cm;" align="justify"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Jadi ada dua unsur yang harus kita miliki sebelum kita melakukan sesuatu yang diharapkan memberikan perubahan lebih baik terhadap kehidupan kita. Dengan kedua unsur itu, apa yang kita lakukan menjadi lebih berenergi dan dengan target yang jelas dan terukur, keberhasilan bisa lebih kita harapkan.</span></span></p>
<p style="text-indent:1.51cm;margin-top:.21cm;" align="justify"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Unsur pertama: </span></span><span style="color:#0000ff;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:small;"><strong>TEKAD</strong></span></span></span></p>
<p style="text-indent:1.51cm;margin-top:.21cm;" align="justify"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Tekad adalah awal dari sebuah komitmen. Tekad adalah saudara kembar niat. Tekad adalah niat yang bulat untuk melakukan atau meraih sesuatu. Tekad adalah sesuatu yang timbul dari dalam diri, dari hati yang terdalam, yang mana dengan itu seluruh sumber daya yang ada pada diri kita akan bergerak mengikuti dan mendapatkan atau mewujudkan apa yang kita tekadkan. Tekad adalah tonggak sebelum kita melangkah. Dengan tekad yang bulat, kita sadar akan apa yang menjadi tujuan kita. Misalnya tekad: saya akan naik haji di usia sebelum 30 tahun! Dengan tekad yang bulat niscaya akan terbuka jalan untuk mewujudkannya. Mungkin pada saat niat itu terpatri dalam hati, kita bingung memikirkan mekanismenya agar bisa terwujud. Tapi jika niat itu sudah menjadi janji hati dan terekam di pikiran bawah sadar kita, maka gelombang pikiran kita akan mencari cara untuk mewujudkannya, menyelaraskan diri dengan kekuatan tak terbatas di atas sana yang dengan kehendak-Nya segala sesuatu akan terjadi.</span></span></p>
<p style="text-indent:1.51cm;margin-top:.21cm;" align="justify"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Insya Allah, jika masih ada umur, kita akan membahas unsur kedua pada artikel mendatang. </span></span></p>
<p style="text-indent:1.51cm;margin-top:.21cm;" align="justify"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Semoga bermanfaat!</span></span></p>
Posted in Motivasi, Renungan  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agusriyanto.wordpress.com/568/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agusriyanto.wordpress.com/568/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agusriyanto.wordpress.com/568/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agusriyanto.wordpress.com/568/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agusriyanto.wordpress.com/568/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agusriyanto.wordpress.com/568/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agusriyanto.wordpress.com/568/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agusriyanto.wordpress.com/568/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agusriyanto.wordpress.com/568/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agusriyanto.wordpress.com/568/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agusriyanto.wordpress.com&blog=1503163&post=568&subd=agusriyanto&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agusriyanto.wordpress.com/2009/04/09/bulatkan-tekad-dan-tawakkal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/875980bfbfa8b4e80821584269d60946?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">agusriyanto</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BULAN SABIT: JADILAH PURNAMA!!!</title>
		<link>http://agusriyanto.wordpress.com/2009/03/12/bulan-sabit-jadilah-purnama/</link>
		<comments>http://agusriyanto.wordpress.com/2009/03/12/bulan-sabit-jadilah-purnama/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Mar 2009 13:57:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agus Riyanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agusriyanto.wordpress.com/2009/03/12/bulan-sabit-jadilah-purnama/</guid>
		<description><![CDATA[



Pada artikel yang lalu saya menulis tentang “Bulan: Sabit untuk Purnama atau Purnama untuk Sabit?” yang isinya belumlah mencerminkan judul artikel tersebut dan menimbulkan pertanyaan bagi sahabat yang membacanya. Bahkan senyum saya sempat tersungging ketika membaca komentar Pak Wuryanano&#8211;seorang pengusaha, motivator dan life inspirator yang luar biasa prima dan saya kagumi. Pasalnya beliau menghubungkan kata [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agusriyanto.wordpress.com&blog=1503163&post=549&subd=agusriyanto&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div style="float:right;margin-left:10px;margin-bottom:10px;"><a title="photo sharing" href="http://www.flickr.com/photos/25687203@N02/3331028284/"></a><br />
<span style="font-size:.9em;margin-top:0;"><br />
</span></div>
<p style="text-align:center;"><img style="border:2px solid #000000;" src="http://farm4.static.flickr.com/3539/3331028284_3bf01d7bc3_m.jpg" alt="" /></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Pada artikel yang lalu saya menulis tentang “Bulan: Sabit untuk Purnama atau Purnama untuk Sabit?” yang isinya belumlah mencerminkan judul artikel tersebut dan menimbulkan pertanyaan bagi sahabat yang membacanya. Bahkan senyum saya sempat tersungging ketika membaca komentar <a class="wp-caption-dd" title="Luar Biasa Prima" href="http://wuryanano.wordpress.com/" target="_blank">Pak Wuryanano</a>&#8211;seorang pengusaha, motivator dan </span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:small;"><em>life inspirator</em></span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:small;"> yang luar biasa prima dan saya kagumi. Pasalnya beliau menghubungkan kata “bulan” tersebut dengan wanita; tentang keadaan wanita bila masih didatangi bulan (atau kedatangan bulan), atau harapan wanita tentang bulan agar selalu datang padanya, dan seterusnya… He..he..he.. saya juga jadi teringat teman saya yang baru menikah, kemudian mereka ber</span></span><span style="color:#943634;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:small;">bulan</span></span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:small;"> madu. Atau ketika teman saya yang lain kelelahan dalam aktivitasnya, maka kemudian dia minum STMJ (Susu, Telor, Madu, Jahe). Hmm… yang ini malah tidak ada hubungannya sama sekali. Hanya ada kata “madu”-nya, dan sebelumnya ada kata “bulan madu”. Bicara tentang bulan, saya juga jadi ingat pernah mimpi berjalan malam hari diiringi bulan, bulan purnama, anehnya bulannya ada empat, tapi itu sekedar mimpi… bunga tidur di malam hari.</span></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Terlepas dari semua persepsi di atas tentang bulan, mari sekarang kita ulas kata “bulan” dari sisi yang lain, sebagaimana maksud dari tulisan saya sebelumnya, yakni pesan dari seorang sahabat&#8211;sang penulis novel “Kepribadian Alina”, kepada saya di suatu malam. Semoga pesan ini bisa bermanfaat pula untuk sahabat-sahabat yang lain, yang saat ini masih dalam proses pencarian jati diri atau proses perjuangan menjadi manusia dewasa yang lebih baik dan bijaksana.<span id="more-549"></span></span></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Sahabat-sahabatku, terutama yang baru terjun ke dunia nyata, meninggalkan dunia pendidikan formal dan bersaing di dunia kerja atau wirausaha, mencoba menapaki kehidupan dengan dua kaki kita atau terbang dengan dua sayap kita yang masih lemah; karena tidak mungkin kita bergantung terus-menerus pada orangtua. Kita pasti akan merasakan betapa di luar sana terkadang tidak seindah atau semudah yang dibayangkan dahulu, ketika kita masih bisa bebas melambungkan mimpi-mimpi kita. Sebagai contoh, beberapa teman yang saya kenal, yang telah meraih gelar kesarjanaannya di bidang masing-masing, masih harus berjuang keras mendapatkan pekerjaan, meskipun itu tidak sesuai keahlian yang mereka pelajari di bangku sekolah/kuliah. Terkadang kehidupan juga terasa keras atau bahkan mungkin kejam bagi kita ketika harus melangkah dari titik nol dan menaiki tangga dengan kedua tangan dan kaki kita sendiri dari anak tangga paling bawah karena orangtua kita hanya bisa membantu dengan doa dan restu yang tulus. </span></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Saya pun sering melihat perjuangan hidup rakyat Indonesia yang sesungguhnya naik-turun bus-bus antar kota/propinsi atau di kereta api kelas ekonomi yang mana di situ bisa dilihat wajah rakyat jelata negeri kita berjuang mencari uang untuk bertahan hidup dengan cara apa pun yang penting </span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:small;"><strong>halal</strong></span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:small;"> dan benar-benar kerja keras yang butuh mental baja, bahkan banyak di antara mereka yang cacat secara fisik berjuang di situ seorang diri. Bila seorang koruptor melihat realita ini secara langsung dengan hati nuraninya, saya yakin ia akan mengembalikan uang negara yang mereka curi.</span></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Di sisi lain, tidak bisa dipungkiri jutaan generasi muda kita saat ini masih belum bisa menyalurkan produktivitasnya alias masih menganggur. Jika orang tuanya kaya raya, tentu tidak masalah. Namun jika mereka berjuang untuk makan saja susah, bukankah generasi muda itu harus berani berkorban demi masa depan dirinya, juga keluarganya. Belum lagi kita dihadapkan dengan persaingan yang kian ketat, di mana dunia kerja maupun wirausaha di era informasi seperti sekarang ini lebih menuntut manusia yang canggih dalam arti memiliki keahlian sesuai kebutuhan jaman, maka banyak dari kita—anak-anak muda yang merasa rendah diri, terbentur keterbatasan pendidikan dan keahlian, keturunan (tidak ada koneksi), kesehatan, modal untuk usaha, atau lainnya. Terlebih lagi bagi mereka yang memiliki cacat secara fisik… bagaimana akan menatap masa depan???</span></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Untuk itu, kita harus memiliki tekad yang kuat dan keberanian dalam melangkah. Dan juga motivasi dari dalam diri, bahwa kita—generasi muda Indonesia—harus bisa menembus segala keterbatasan dan pantang menyerah dalam menghadapi segala tantangan atau hambatan. Jika kita di jalan yang benar, kenapa harus takut? Meskipun kita saat ini nampak tiada arti, tidak dianggap dan sering orang lain (pada umumnya) memandang dengan sebelah mata. “Kamu tahu apa…? Belum makan asam garam…”, dan seterusnya. Pendek kata, kita seolah masih dianggap anak kecil yang akan tetap kecil.</span></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Maka kali ini saya akan mengetengahkan pesan dari Mba Suminaring Prasojo, yang selain menulis novel, juga biasa menulis skenario, baik untuk film maupun iklan. Berikut ini pesan dari beliau:</span></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;" align="justify">“<span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Ingat tentang bulan sabit…? Meski kecil, dia masih punya kesempatan untuk tumbuh jadi purnama, terangi sekitar dengan cahaya putih keperakan… Keep fight!</strong></span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:small;">”.</span></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Sahabat-sahabatku, indah bukan…? Bila kita saat ini tidak atau lebih tepatnya belum memiliki arti apa-apa, diibaratkan bagai bulan sabit. Bila kita lihat bulan sabit, kita tahu bahwa bentuknya tidak sempurna, terlihat hanya secuil dan tidak bisa memancarkan cahaya hingga bisa menerangi kegelapan malam. Kita seakan tiada makna. Namun ingat bahwa itu semua tidaklah selamanya, jika kita yakin bahwa kita akan terus bertumbuh dan suatu saat nanti bisa menjadi purnama. Setelah menjadi purnamalah kita bisa memberikan cahaya (tepatnya memantulkan cahaya matahari) di tengah kegelapan malam sehingga bisa menerangi mereka yang sedang berada di pekatnya gulita. “Menerangi” di sini bisa diartikan secara luas. Bisa untuk diri sendiri sehinga tidak terjerembab ke lembah dosa, bisa untuk keluarga sehingga menjadi keluarga sakinah, mawaddah warahmah; atau untuk masyarakat, bangsa dan negara—tergantung posisi dan kemampuan kita. Yang jelas, jangan sepelekan potensi diri kita untuk memberikan sumbangsih untuk sebuah kepentingan yang lebih mulia; untuk kejayaan bangsa misalnya, dan lain-lain—apa pun profesi kita saat ini.</span></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Demikianlah sahabat-sahabat muda, kita harus berani berbuat hal positif, sekecil apa pun yang kita bisa. Saya bicara dari segi orang yang fisiknya secara umum sempurna. Coba bayangkan jika kita tidak memiliki tangan atau kaki, buta, tuli, bisu, dan sebagainya; tentu semua itu butuh mental dan kegigihan yang lebih dahsyat lagi agar bisa bangkit dari segala kekurangan dan keterbatasan untuk bisa menjadi seorang manusia yang bermanfaat.</span></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Karena sedikit penulis wanita yang saya kenal, selain Ibu Hartati Nurwijaya (bermukim di Megara &#8211; Yunani) dan Mba Eni Kusuma (Banyuwangi), maka untuk lebih memantapkan artikel ini, semalam kembali saya menghubungi Mba Suminaring Prasojo untuk meminta pesannya kepada kaum muda seperti saya dan anda (yang masih muda atau walau tua namun berjiwa muda). Dan tidak sia-sia saya meminta nasehat beliau, karena kemudian beliau berpesan kepada kita sebagai berikut:</span></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;" align="justify">“<span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Jangan takut menjadi kecil dan tak dipandang siapa pun…, tapi tetaplah melangkah! Sebab segalanya dimulai dari hal yang kecil…</strong></span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:small;">”</span></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Terima kasih Mba… atas nasehatnya yang luar biasa. Saya memang tidak memiliki kakak secara biologis, namun saya harus bersyukur banyak sahabat penulis yang saya anggap seperti kakak dan juga ayah angkat, sehingga di  saat-saat beban di pundak ini terasa berat, masih ada tempat untuk meminta nasehat. </span></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Saya pun merasa terharu sendiri ketika adik bungsu saya belum lama lulus sekolah kemudian diterima bekerja di sebuah perusahan di dekat ibu kota. Dia dengan keinginan dan kesadarannya sendiri meminta satu eksemplar buku saya, “</span></span><span style="color:#ff0000;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Born To Be A Champion</strong></span></span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:small;">” untuk dibawa serta pergi merantau meninggalkan kampung halaman demi masa depan. Ada kata yang tak terucap di hati, “Titip adik saya ya Allah… jangan sampai dia merasakan penderitaan seperti yang pernah kakaknya rasakan…”. Sayalah yang selalu mengantarkannya sampai di dalam bus dengan pesan terakhir, “Jaga shalatmu ya dik…!” karena kami muslim, dan ingin menjadi seorang muslim yang taat. </span></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Praragraf di atas hanya sedikit contoh memposisikan diri menjadi “purnama”, meskipun kita bukanlah bulan. Kadang bagi adik-adik kita yang baru keluar dari kawah candradimuka bernama “sekolah” atau “kampus” butuh sedikit sandaran atau sentuhan motivasi dari kita, karena mereka belum tahu belantara seperti apa yang akan mereka masuki, dan kita pun tahu atau pernah merasakan bahwa dunia ini terkadang tidak seindah impian kita di saat sekolah dulu. Dan yang paling menakutkan adalah ketika kita melakukan langkah pertama.</span></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Bagi sahabat-sahabat yang bisa memberikan lebih, pasti akan lebih indah. Namun jika kita sendiri masih dalam langkah-langkah pertama tersebut maka tidak ada salahnya saya mengulang pesan Mba Suminaring Prasojo di atas, “</span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Jangan takut menjadi kecil dan tak dipandang siapa pun…, tapi tetaplah melangkah! Sebab segalanya dimulai dari hal yang kecil…</strong></span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:small;">”. </span></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Dan sebagai penutup, mari kita renungkan kata bijak berikut ini:</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="center">“<span style="color:#002060;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Jika Anda tidak bisa menatap ke depan karena masa depan Anda suram dan gelap, dan Anda tidak bisa menoleh ke belakang karena masa lalu Anda mengecewakan dan menyakitkan, maka tengadahlah ke atas ke arah Allah…, pasti Anda akan memperoleh pertolongan-Nya.</strong></span></span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:small;">” </span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="center"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:small;">~ Ulama</span></span></p>
Posted in Motivasi, Renungan  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agusriyanto.wordpress.com/549/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agusriyanto.wordpress.com/549/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agusriyanto.wordpress.com/549/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agusriyanto.wordpress.com/549/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agusriyanto.wordpress.com/549/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agusriyanto.wordpress.com/549/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agusriyanto.wordpress.com/549/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agusriyanto.wordpress.com/549/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agusriyanto.wordpress.com/549/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agusriyanto.wordpress.com/549/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agusriyanto.wordpress.com&blog=1503163&post=549&subd=agusriyanto&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agusriyanto.wordpress.com/2009/03/12/bulan-sabit-jadilah-purnama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/875980bfbfa8b4e80821584269d60946?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">agusriyanto</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farm4.static.flickr.com/3539/3331028284_3bf01d7bc3_m.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>HIDUP INDAH DENGAN &#8220;BISMILLAAH&#8221;</title>
		<link>http://agusriyanto.wordpress.com/2009/02/24/hidup-indah-dengan-bismillaah/</link>
		<comments>http://agusriyanto.wordpress.com/2009/02/24/hidup-indah-dengan-bismillaah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Feb 2009 14:45:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agus Riyanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agusriyanto.wordpress.com/2009/02/24/hidup-indah-dengan-bismillaah/</guid>
		<description><![CDATA[

Hidup yang kita inginkan, di samping yang berkecukupan, tentu juga yang penuh berkah. Dan perasaan bahagia pasti ingin menyelimuti hati kita meskipun hidup kita tidak bergelimang harta, karena apakah hanya dengan harta kita bisa bahagia? Tentu tidak!
Setidaknya bahagia itu bisa kita peroleh di saat kita mau mensyukuri karunia-Nya yang terlimpah kepada kita tiada henti. Dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agusriyanto.wordpress.com&blog=1503163&post=521&subd=agusriyanto&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><a title="photo sharing" href="http://www.flickr.com/photos/25687203@N02/3306751946/"><img style="border:solid 2px #000000;" src="http://farm4.static.flickr.com/3379/3306751946_ec979e29c0_m.jpg" alt="" /></a></p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Hidup yang kita inginkan, di samping yang berkecukupan, tentu juga yang penuh berkah. Dan perasaan bahagia pasti ingin menyelimuti hati kita meskipun hidup kita tidak bergelimang harta, karena apakah hanya dengan harta kita bisa bahagia? Tentu tidak!</span></span></p>
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Setidaknya bahagia itu bisa kita peroleh di saat kita mau mensyukuri karunia-Nya yang terlimpah kepada kita tiada henti. Dan juga menjadikan Dia, Sang Pencipta, selalu menyertai semua langkah kita. </span></span></p>
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Kita bisa melakukannya dengan menyertakan nama-Nya di setiap aktivitas kita. Kita sebut nama-Nya setiap kita hendak memulai seluruh aktivitas hidup kita, semuanya, dari bangun tidur sampai tidur lagi.<span id="more-521"></span></span></span></p>
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Ya… betul sekali, kita membiasakan diri membaca “<em>basmallah</em>” di awal setiap langkah hidup kita. Bacaan <em>basmallah</em> atau “<em><span style="color:#31849b;">Bismillaahirrahmaanirrahiim</span></em>” kita baca di setiap  akan melakukan aktivitas sehari-hari selama kita menjalani anugerah waktu.</span></span></p>
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Bangun tidur, bismillah… mau makan, bismillah… berangkat kerja atau kuliah, bismillah… memulai kerja, bismillah… mau tadarus Al Qur’an, bismillah… mau masak, bismillah… mencuci pakaian, bismillah… belajar, bismillah… mau menulis artikel, bismillah… mau menyapu lantai, bismillah… mau sedekah, bismillah… dan lain-lain, buaanyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaak sekali kegiatan kita [“a”-nya banyak, artinya banyaaaak dikuadratkan…]. Pendek kata, apa pun kegiatan kita, semuanya kita awali dengan “bismillah…”</span></span></p>
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;" align="justify">“<span style="font-size:small;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Wah, jadi semuanya <em>bismillah</em> dulu ya Mas?”</span></span></p>
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;" align="justify">“<span style="font-size:small;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">He… eh!” (<em>ngangguk</em>).</span></span></p>
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;" align="justify">“<span style="font-size:small;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Terus, mau pacaran juga bismillah dulu <em>dong</em> Mas…?”</span></span></p>
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Toeoeeoeoeeng…! (mataku melotot… yang satu melirik ke kiri, satunya lagi ke kanan&#8230;)</span></span></p>
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;" align="justify">“<span style="font-size:small;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">He..he..he.. Sejak kekasih saya pergi… eh, maksud saya… sejak teman saya mau pacaran terus baca bismillah… eh, dia malah tobat… jadi ingat Allah. Dia pun tidak jadi pacaran…”</span></span></p>
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;" align="justify">“<span style="font-size:small;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Hmm… jadi, pacaran = dosa, tapi pacaran = enak kan…? Yah, pacaran = dosa yang enak…”</span></span></p>
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;" align="justify">“<span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Memang ada dosa yang tidak enak?”, tanyaku.</span></span></p>
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;" align="justify">“<span style="font-size:small;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Ada Mas… Itu… ada <em>maling</em> (pencuri) yang <em>nyuri</em> anak ayam tetangga, tapi ketahuan yang punya, akhirnya dia dipukuli ramai-ramai…”</span></span></p>
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;" align="justify">“<span style="font-size:small;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Sampai mati <em>nggak</em>?”</span></span></p>
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;" align="justify">“<span style="font-size:small;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Tidak Mas, tapi setengah mati… babak belur…!!”</span></span></p>
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;" align="justify">“<span style="font-size:small;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Hmm… itu baru mau <em>nyuri</em> anak ayam ya… Lha, kalau yang dicuri induk ayam, jadi apa dia ya???”</span></span></p>
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;" align="justify">“<span style="font-size:small;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Jadi <em>coverboy</em> Mas… eh, maksud saya jadi pocong Mas… Artinya dipocong pakai kain kafan alias wafat…”</span></span></p>
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;" align="justify">“<span style="font-size:small;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Terus itu… yang korupsi uang rakyat, ratusan juta… bahkan milyaran Rupiah dan ketahuan, pada dipukuli sampai <em>benjut nggak</em>…?”</span></span></p>
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;" align="justify">“<span style="font-size:small;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><em>Kayaknya nggak tuh </em>Mas… mereka malah banyak yang bebas melenggang kangkung dan pergi pesiar…”</span></span></p>
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;" align="justify">“<span style="font-size:small;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Adil <em>nggak</em>???”</span></span></p>
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;" align="justify">“<span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:small;">?!?”</span></span></p>
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;" align="justify">“<span style="font-size:small;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Kalau mereka baca <strong><em>bismillah</em></strong> dulu, insya Allah tidak akan korupsi ya…?”</span></span></p>
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;" align="justify">“<span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Mungkin Mas…”</span></span></p>
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;" align="justify">“<span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Ok, kita bismillah dulu yuuuk…”</span></span></p>
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;" align="justify">“<span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Yuuuk…”</span></span></p>
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="center"><span style="color:#31849b;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:small;">***</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="center"><span style="color:#31849b;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Bismillah mula-mula</strong></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="center"><span style="color:#31849b;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Bismillah yang mengawali</strong></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="center"><span style="color:#31849b;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Bismillah akan membuatmu bahagia</strong></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="center"><strong><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="color:#31849b;">Dengan bismillah hati kan terjaga,</span></span></span></strong></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="center"><strong><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="color:#31849b;">lalu keberkahan menaungi kita</span></span></span></strong></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="center"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:small;">**</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="center"><strong><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="color:#31849b;">Bismillah dan melangkah</span></span></span></strong></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="center"><strong><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="color:#31849b;">Bismillah lalu bekerja</span></span></span></strong></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="center"><strong><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="color:#31849b;">Bismillah di dalam hatiku tenang</span></span></span></strong></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="center"><strong><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="color:#31849b;">karena semua hanyalah milik-Nya,</span></span></span></strong></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="center"><span style="color:#31849b;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:small;"><strong>bahkan nafas adalah kemurahan-Nya</strong></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="center"><strong><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="color:#31849b;">Bismillah Yaa Rahman Yaa Rahiim…</span></span></span></strong></p>
<p style="margin-bottom:0;text-align:center;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> ** </span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="center"><strong><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="color:#31849b;">Terkadang hidup dalam sepi hati, </span></span></span></strong></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="center"><span style="color:#31849b;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:small;"><strong>karena jiwa yang rindu ‘tuk kembali pada Allah</strong></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="center"><span style="color:#31849b;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:small;"><strong>[Opick]</strong></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="center"><span style="color:#31849b;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:small;">***</span></span></span></p>
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Sahabat-sahabatku, sungguh indah bila kita memulai segala sesuatu dengan <strong><em><span style="color:#31849b;">bismillah</span></em></strong>… menyebut nama-Nya yang agung. Jika kita sendirian maka Dia ada di sisi kita. Jika kita di tengah keramaian, Dia pun bersama kita. Dialah yang akan mengiringi langkah kaki kita, dalam suka dan duka… menyertai di setiap hembusan nafas kita, dan insya Allah kita akan selalu dalam penjagaan-Nya.</span></span></p>
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Tidak ada duka dalam <span style="color:#00b0f0;">bismillah</span>… Tidak ada kesedihan dalam <span style="color:#00b0f0;">bismillah</span>… Tidak ada ratapan dalam <span style="color:#00b0f0;">bismillah</span>… dan semua ‘kan terasa indah. </span></span></p>
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;" align="justify">“<span style="font-size:small;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><strong><span style="color:#00b0f0;">Dengan menyebut Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang</span></strong>…” </span></span></p>
<div style="float:right;margin-left:10px;margin-bottom:10px;text-align:center;"><span style="font-size:.9em;margin-top:0;"><br />
<a href="http://www.flickr.com/photos/25687203@N02/3306751946/"></a><br />
</span></div>
Posted in Renungan  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agusriyanto.wordpress.com/521/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agusriyanto.wordpress.com/521/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agusriyanto.wordpress.com/521/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agusriyanto.wordpress.com/521/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agusriyanto.wordpress.com/521/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agusriyanto.wordpress.com/521/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agusriyanto.wordpress.com/521/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agusriyanto.wordpress.com/521/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agusriyanto.wordpress.com/521/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agusriyanto.wordpress.com/521/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agusriyanto.wordpress.com&blog=1503163&post=521&subd=agusriyanto&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agusriyanto.wordpress.com/2009/02/24/hidup-indah-dengan-bismillaah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/875980bfbfa8b4e80821584269d60946?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">agusriyanto</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farm4.static.flickr.com/3379/3306751946_ec979e29c0_m.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>