<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>AGUS RIYANTO ~ MOTIVATIONAL BLOG &#187; Ekonomi</title>
	<atom:link href="http://agusriyanto.wordpress.com/category/ekonomi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://agusriyanto.wordpress.com</link>
	<description>~ SUKSES SEJATI: SUKSES DUNIA - AKHIRAT ~</description>
	<lastBuildDate>Thu, 10 Dec 2009 12:55:28 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='agusriyanto.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/fbbcd6a503ae0b35bcc17780934b422f?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>AGUS RIYANTO ~ MOTIVATIONAL BLOG &#187; Ekonomi</title>
		<link>http://agusriyanto.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://agusriyanto.wordpress.com/osd.xml" title="AGUS RIYANTO ~ MOTIVATIONAL BLOG" />
		<item>
		<title>PENGARUH KRISIS MONETER AMERIKA SERIKAT</title>
		<link>http://agusriyanto.wordpress.com/2008/10/28/pengaruh-krisis-moneter-amerika-serikat/</link>
		<comments>http://agusriyanto.wordpress.com/2008/10/28/pengaruh-krisis-moneter-amerika-serikat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Oct 2008 07:01:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agus Riyanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agusriyanto.wordpress.com/?p=184</guid>
		<description><![CDATA[
 
Dari judul tulisan ini, kita tahu bahwa hal yang akan dibahas bukanlah topik yang menyenangkan, melainkan sebuah topik yang membuat banyak orang ketakutan, termasuk pemerintah. Dan ini juga menjadi salah satu penyebab kesengsaraan yang dirasakan rakyat kecil secara global dan sumber ketakutan para pemilik modal yang bermain di bursa saham internasional.
A. KRISIS MONETER DI [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agusriyanto.wordpress.com&blog=1503163&post=184&subd=agusriyanto&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE X-NONE              MicrosoftInternetExplorer4              &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                            &lt;![endif]--><!--[if !mso]&gt;--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;margin-left:17.1pt;text-align:justify;text-indent:25.65pt;line-height:150%;"><span style="color:#333333;">Dari judul tulisan ini, kita tahu bahwa hal yang akan dibahas bukanlah topik yang menyenangkan, melainkan sebuah topik yang membuat banyak orang ketakutan, termasuk pemerintah. Dan ini juga menjadi salah satu penyebab kesengsaraan yang dirasakan rakyat kecil secara global dan sumber ketakutan para pemilik modal yang bermain di bursa saham internasional.</span></p>
<p><!--[endif]--><strong><span style="color:#333333;"><span>A. </span>KRISIS MONETER DI AMERIKA SERIKAT </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;margin-left:17.1pt;text-align:justify;text-indent:25.65pt;line-height:150%;"><span style="color:#333333;">Sebelum membahas lebih jauh, mari kita simak pendapat Fauzi Ichsan, <em>Senior Vice President Standard Chartered Bank</em>, yang menceritakan dengan cukup detail tentang krisis moneter yang pernah terjadi. “Lama saya mengira bahwa krisis ekonomi terparah yang pernah saya alami adalah krisis moneter (krismon) Asia pada tahun 1997/1999. Ternyata dampak krismon Asia kalah jauh dibandingkan dengan krisis finansial yang melanda dunia sekarang. Sewaktu krismon Asia, setidaknya ada ’surga aman’ atau <em>’safe heaven’</em> bagi para investor global, yaitu di Amerika Serikat, Eropa dan Jepang. Investor bisa menjual saham dan surat utangnya di Indonesia, Thailand dan Korea (walau rugi) yang mengalami krisis, dan membeli saham di bursa New York dan London. Sekarang, negara <em>safe heaven</em> pun mengalami krisis ekonomi yang parah. Investor kesulitan mencari safe heaven untuk memarkir dananya dan, karena pasar saham, surat utang dan komoditas semuanya anjlok, <em>cash is king again</em>“.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;margin-left:17.1pt;text-align:justify;text-indent:25.65pt;line-height:150%;"><span style="color:#333333;">Seberapa parah krisis finansial dunia ini? <span id="more-184"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;margin-left:17.1pt;text-align:justify;text-indent:25.65pt;line-height:150%;"><span style="color:#333333;">Patokan ada. Lehman Brothers, Bear Stearns, Merrill Lynch, AIG, Freddie Mac dan Fannie Mae, sebagai lembaga finansial raksasa AS, selamat menghadapi resesi ekonomi AS paska serangan teroris tahun 2001. Mereka selamat manghadapi resesi ekonomi dunia akibat embargo minyak OPEC tahun 1973 dan selamat menghadapi dua perang dunia. Mereka juga selamat menghadapi resesi ekonomi dunia tahun 1930-an yang sering disebut “<em>the great depression</em>”, akibat krisis keuangan AS pada 1929. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;margin-left:17.1pt;text-align:justify;text-indent:25.65pt;line-height:150%;"><span style="color:#333333;">Namun, mereka tidak selamat menghadapi krisis kredit pembelian rumah (KPR) subprime di AS pada 2007/2008. Artinya, terpuruknya beberapa lembaga keuangan terbesar di dunia tersebut adalah indikasi bahwa permasalahan ekonomi AS dan dunia sekarang memang jauh lebih parah dari perkiraan kita sebelumnya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;margin-left:17.1pt;text-align:justify;text-indent:25.65pt;line-height:150%;"><span style="color:#333333;">Dari uraian di atas, kita tahu bahwa krisis moneter di Amerika Serikat akhir-akhir ini telah mewabah ke berbagai benua dan dipastikan lebih parah dari krisis yang sudah pernah terjadi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="color:#333333;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;margin-left:17.1pt;text-align:justify;text-indent:-17.1pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><strong><span>B.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></strong><!--[endif]--><strong>DAMPAK SECARA GLOBAL</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;margin-left:17.1pt;text-align:justify;text-indent:25.65pt;line-height:150%;"><span style="color:#333333;">Krisis moneter di Amerika Serikat kali ini menumbulkan dampak luar biasa secara global. Hal ini bisa dilihat dari kepanikan investor dunia dalam usaha mereka menyelamatkan uang mereka di pasar saham. Mereka ramai-ramai menjual saham sehingga bursa saham terjun bebas. Sejak awal 2008, bursa saham China anjlok 57%, India 52%, Indonesia 41% (sebelum kegiatannya dihentikan untuk sementara), dan zona Eropa 37%. Sementara pasar surat utang terpuruk, mata uang negara berkembang melemah dan harga komoditas anjlok, apalagi setelah para spekulator komoditas minyak menilai bahwa resesi ekonomi akan mengurangi konsumsi energi dunia. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;margin-left:17.1pt;text-align:justify;text-indent:25.65pt;line-height:150%;"><span style="color:#333333;">Di AS, setelah melihat bursa saham Wall Street terus melorot, akhirnya kongres menyetujui program penyelamatan sektor keuangan (<em>troubled asset recovery program </em>- TARP) senilai US$ 700 miliar yang diajukan oleh pemerintah. Namun, karena lamanya negosiasi politik antara pemerintah dan kongres, investor kecewa melihat politikus di Washington tidak memiliki <em>sense of crisis</em>. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;margin-left:17.1pt;text-align:justify;text-indent:25.65pt;line-height:150%;"><span style="color:#333333;">Krisis pasar modal (saham dan surat utang) global pada dasarnya hanya memengaruhi investor pasar modal. Tetapi krisis perbankan global bisa mempengaruhi sektor riil ekonomi dunia, termasuk Indonesia. Inti cerita yang terjadi adalah sektor perbankan AS sedang terpuruk, kekurangan modal, dan enggan meminjamkan dolarnya, termasuk ke bank-bank internasional di Eropa dan Asia. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;margin-left:17.1pt;text-align:justify;text-indent:25.65pt;line-height:150%;"><span style="color:#333333;">Akibatnya, perbankan internasional kekurangan dolar untuk memberi pinjaman ke para pengusaha dunia yang membutuhkan dolar untuk investasinya (untuk impor mesin, bahan baku, dan sebagainya), termasuk di Indonesia. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;margin-left:17.1pt;text-align:justify;text-indent:25.65pt;line-height:150%;"><span style="color:#333333;">Kita sudah tahu bahwa dolar AS merupakan mata uang inti dalam dunia usaha. Akibatnya, walaupun suku bunga bank sentral AS (atau <em>Fed Funds Target Rate</em>) sampai diturunkan ke 1,5%, suku bunga <em>London Inter-Bank Offer Rate</em> (LIBOR), sebagai patokan suku bunga yang digunakan oleh pelaku ekonomi, melonjak tajam. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;margin-left:17.1pt;text-align:justify;text-indent:25.65pt;line-height:150%;"><span style="color:#333333;">Masalah rumit yang terjadi sekarang, macetnya sistem pembayaran dan penyaluran kredit global sebagai ‘oksigen untuk napasnya dunia bisnis’. Suku bunga bank sentral bisa rendah, tetapi suku bunga kredit untuk pelaku bisnis, kalaupun bisa dapat pinjaman, sangat tinggi karena perbankan ketakutan meminjamkan dananya. Menurut para ahli ekonomi, sebenarnya hal itu merupakan bahaya sektor perbankan global. Jadi, bukan anjloknya pasar saham, yang sebetulnya bisa melumpuhkan pertumbuhan ekonomi dunia secara perlahan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;margin-left:17.1pt;text-align:justify;text-indent:25.65pt;line-height:150%;"><span style="color:#333333;">Akhirnya, bank sentral dunia mengerti betapa pentingnya melakukan kebijakan yang terkoordinasi. Tujuh bank sentral (termasuk US Federal Reserve, European Central Bank, Bank of England dan Bank of Canada) akhirnya memangkas suku bunganya 0,5%. Ini merupakan yang pertama kalinya kebijakan suku bunga bank sentral dilakukan secara bersamaan dalam skala yang besar. Terjadi di tahun 2008 ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;margin-left:17.1pt;text-align:justify;text-indent:25.65pt;line-height:150%;">Hal lain yang dilakukan adalah kebijakan terkoordinasi bank sentral dan pemerintah dunia selebihnya harus ditujukan untuk memenuhi tiga sasaran. Pertama, memulihkan kembali sistem perbankan dan pembayaran global yang lumpuh agar sirkulasi dana internasional bisa normal kembali &#8211; dan bank bisa memberi kredit lagi.</p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;margin-left:17.1pt;text-align:justify;text-indent:25.65pt;line-height:150%;">Kedua, mengeluarkan aset bermasalah<span style="color:#333333;"> (terutama surat utang KPR subprime) dari perbankan AS dan memperbesar modal perbankan agar lebih bisa memberi kredit dalam jumlah yang bisa mendukung pertumbuhan ekonomi. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;margin-left:17.1pt;text-align:justify;text-indent:25.65pt;line-height:150%;"><span style="color:#333333;">Ketiga, bank sentral dunia harus berani terus menurunkan suku bunga (untuk membantu meringankan bunga kredit) dan, yang lebih penting, pemerintah harus memperbesar belanjanya untuk pembangunan infrastruktur dan memberi stimulus ekonomi &#8211; karena investor swasta enggan berinvestasi dalam krisis likuiditas. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;margin-left:17.1pt;text-align:justify;text-indent:25.65pt;line-height:150%;"><span style="color:#333333;">Kebijakan di atas bisa berhasil, bisa juga gagal. <span> </span>Hal tersebut beralasan karena kebijakan ekonomi berskala global belum pernah dilakukan dalam sejarah, tetapi risiko terjadinya resesi ekonomi dunia yang parah akan lebih besar kalau bank sentral dan pemerintah dunia tidak melakukan apa-apa. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;margin-left:17.1pt;text-align:justify;text-indent:25.65pt;line-height:150%;"><span style="color:#333333;">Kalau berhasil, kapan hasilnya akan kelihatan? Paling cepat dua tahun. Artinya, resesi ekonomi AS dan Eropa akan lebih parah (sementara pertumbuhan ekonomi dunia melambat) pada 2009, sebelum pulih pada 2010. Kenapa? Karena titik terburuk ekonomi AS dan Eropa belum tercapai: misalnya, turunnya harga properti AS (pemicu krisis subprime) belum berakhir (jumlah rumah yang belum terjual masih terlalu banyak), pabrik masih melakukan PHK masal dan masih banyak bank yang harus bangkrut. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;margin-left:17.1pt;text-align:justify;text-indent:25.65pt;line-height:150%;"><span style="color:#333333;">Selain itu, dampak stimulus kebijakan moneter dan fiskal memang makan waktu lebih dari satu tahun. Kalau ekonomi dunia baru pulih 2010, kapan pasar saham global pulih? Paling cepat semester 1, 2009, karena pasar saham biasanya menguat 6-9 bulan sebelum sektor riil ekonomi pulih.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;margin-left:17.1pt;text-align:justify;text-indent:25.65pt;line-height:150%;"><span style="color:#333333;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;margin-left:17.1pt;text-align:justify;text-indent:-17.1pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><strong><span>C.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></strong><!--[endif]--><strong>DAMPAK DI INDONESIA</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;margin-left:17.1pt;text-align:justify;text-indent:25.65pt;line-height:150%;"><span style="color:#333333;"><span> </span>Dampak resesi ekonomi AS dan Eropa terhadap Indonesia tentunya negatif, tetapi karena net-ekspor (ekspor dikurangi impor) hanya menggerakkan sekitar 8% dari produk domestik bruto (PDB) Indonesia, maka dampaknya relatif kecil dibandingkan dengan negara tetangga yang ketergantungan ekspornya ke AS besar, misalnya Hong Kong, Singapura, dan Malaysia. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;margin-left:17.1pt;text-align:justify;text-indent:25.65pt;line-height:150%;"><span style="color:#333333;">Seperti pada tahun 2001/2002, atau terakhir kali AS mengalami resesi, ada tiga negara di Asia yang tidak terlalu terpukul ekonominya: China, India, dan Indonesia. Ketiga negara ini memiliki penduduk yang banyak sehingga belanja masyarakatnya merupakan motor penggerak ekonomi yang kuat. Untuk ekonomi Indonesia, dampak negatif kenaikan harga bahan bakar minyak sebesar 125% pada 2005 jelas lebih besar dari pada dampak resesi ekonomi AS. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;margin-left:17.1pt;text-align:justify;text-indent:25.65pt;line-height:150%;"><span style="color:#333333;">Namun demikian, krisis finansial global dan lumpuhnya sistem perbankan global yang berlarut akan berdampak sangat negatif terhadap Indonesia, karena pembiayaan kegiatan investasi di Indonesia (baik oleh pengusaha dalam maupun luar negeri) akan terus menciut, penyerapan tenaga kerja melambat dan akibatnya daya beli masyarakat turun, yang akhirnya akan menurunkan pertumbuhan ekonomi. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;margin-left:17.1pt;text-align:justify;text-indent:25.65pt;line-height:150%;"><span style="color:#333333;">Dari sini kita tahu bahwa dampak krisis moneter di Amerika Serikat terhadap perekonomian Indonesia tidak hanya pada melemahnya nilai tukar Rupiah, namun juga pada berbagai sector lain yang lebih rumit. Berikut akan dijelaskan dengan singkat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;margin-left:17.1pt;text-align:justify;text-indent:25.65pt;line-height:150%;"><span style="color:#333333;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;text-indent:17.1pt;line-height:150%;"><strong><span style="color:black;">Rupiah Melemah</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;margin-left:17.1pt;text-align:justify;text-indent:25.65pt;line-height:150%;"><span style="color:#333333;">Akibat krisis moneter di Amerika Serikat, nilai tukar rupiah melemah dan sempat menembus Rp 9.860 per USD. Di pasar antarbank, rupiah bahkan sempat menembus Rp 10.000 per USD. Pelemahan rupiah yang terjadi saat ini masih sejalan dengan beberapa mata uang lainnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;margin-left:17.1pt;text-align:justify;text-indent:25.65pt;line-height:150%;"><span style="color:#333333;">Berbeda dengan krisis 1997, BI kini juga telah mengetahui pencatatan valas perbankan. BI juga tetap waspada dan terus menjaga agar tidak terjadi pergerakan gejolak yang terlalu besar. BI sebagai bank sentral meminta pasar tidak panik menghadapi situasi saat ini. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;margin-left:17.1pt;text-align:justify;text-indent:25.65pt;line-height:150%;"><span style="color:#333333;">Turbulensi di pasar finansial saat ini terjadi di seluruh dunia. Bank sentral akan terus memantau perkembangan ekonomi global, dan berusaha agar dampaknya bisa seminimal mungkin. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;text-align:justify;text-indent:17.1pt;line-height:150%;"><strong><span style="color:#333333;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;text-align:justify;text-indent:17.1pt;line-height:150%;"><strong><span style="color:#333333;">Jatuhnya Bursa Saham</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;margin-left:17.1pt;text-align:justify;text-indent:25.65pt;line-height:150%;"><span style="color:#333333;">Dampak lain yang terjadi akibat krisis moneter di Amerika Serikat adalah jatuhnya bursa saham yang terjadi dalam pertengahan Oktober 2008. Meskipun para ahli ekonomi menilai kecil kemungkinan krisis ini menjelma menjadi krisis ekonomi berupa ambruknya perbankan dan sektor riil. Namun untuk meningkatkan kepercayaan pelaku pasar, pemerintah sebaiknya fokus menjaga daya beli masyarakat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;margin-left:17.1pt;text-align:justify;text-indent:25.65pt;line-height:150%;"><span style="color:#333333;">Pada hari Jumat tanggal 10 Oktober 2008, pemerintah membatalkan rencana pembukaan kembali perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang ditutup pada hari Rabu, 8 Oktober 2008. Hal ini dilakukan karena otoritas bursa ingin melindungi emiten. Emiten perlu dilindungi dari kemungkinan keterpurukan nilai harga saham akibat sentimen negatif pasar terhadap kondisi keuangan global yang sedang krisis.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;margin-left:17.1pt;text-align:justify;text-indent:25.65pt;line-height:150%;"><span style="color:#333333;">Para</span><span style="color:#333333;"> ahli menilai tingkat krisis yang dihadapi Indonesia sangat berbeda dengan Amerika Serikat (AS), Eropa, dan negara maju lainnya. Di AS, krisis telah merasuk ke semua sektor, mulai dari pasar modal, perbankan, hingga sektor riil.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;margin-left:17.1pt;text-align:justify;text-indent:25.65pt;line-height:150%;"><span style="color:#333333;">Namun, di Indonesia krisis hanya terjadi di pasar modal. Krisis yang terjadi di pasar modal dinilai tidak mudah bertransmisi ke sektor lain mengingat kontribusi pasar modal dalam sistem keuangan Indonesia amat kecil.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;margin-left:17.1pt;text-align:justify;text-indent:25.65pt;line-height:150%;"><span style="color:#333333;">Wakil Presiden Jusuf Kalla juga memberikan pendapatnya di sebuah surat kabar bahwa sebenarnya ekonomi tidak terlalu terpengaruh dengan ambruknya bursa dunia, seperti Wall Street. ”Perbedaannya, kita banyak menggantungkan pada ekonomi domestik. Seperti di AS, pengaruh bursa itu sampai 1,5 kali dari produk domestik bruto mereka. Kalau kita pengaruhnya hanya 20 persen. Jadi, jangan terlalu dirisaukan,” kata Wakil Presiden dalam sebuah wawancara di media massa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;margin-left:17.1pt;text-align:justify;text-indent:25.65pt;line-height:150%;"><span style="color:#333333;">Penyesuaian yang terjadi di pasar modal dan nilai tukar domestik merupakan hal wajar karena seluruh dunia terkena imbas krisis keuangan AS. Penurunan ekonomi AS dan Eropa dinilai tidak perlu dikhawatirkan mengingat peran mereka dalam perdagangan dunia makin menyusut. Sebagai gantinya, kini muncul kekuatan ekonomi baru, seperti China, India, dan Rusia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;margin-left:17.1pt;text-align:justify;text-indent:25.65pt;line-height:150%;"><span style="color:#333333;">Krisis keuangan global yang terjadi saat ini merupakan koreksi atas kesenjangan (gap) yang terjadi antara pertumbuhan sektor riil dan sektor finansial. Koreksi berupa penurunan harga-harga di sektor finansial dan kenaikan harga-harga di sektor riil, seperti harga komoditas.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;margin-left:17.1pt;text-align:justify;text-indent:25.65pt;line-height:150%;"><span style="color:#333333;">Hal tersebut memberikan gambaran kepada kita bahwa meskipun krisis moneter di Amerika Serikat telah memicu krisis ekonomi global, dan di Indonesia juga terkena dampaknya dengan melemahnya nilai Rupiah dan jatuhnya pasar saham, kita tidak perlu khawatir karena krisis tersebut tidak akan melumpuhkan perekonomian Indonesia seperti yang terjadi pada sepuluh tahun yang lalu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;text-align:justify;line-height:150%;"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;margin-left:17.1pt;text-align:justify;text-indent:-17.1pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><strong><span>D.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></strong><!--[endif]--><strong>PENUTUP</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;margin-left:17.1pt;text-align:justify;text-indent:25.65pt;line-height:150%;"><span style="color:#333333;">Demikian sekilas penjelasan tentang krisis moneter di Amerika Serikat dan dampaknya secara global maupun terhadap Indonesia, terutama tentang akibat krisis tersebut terhadap nilai tukar Rupiah. dan bursa saham di Indonesia. Apa yang penulis paparkan di tulisan ini bersumber dari berbagai media massa nasional seperti Republika, Kompas, Kedaulatan Rakyat dan beberapa website ekonomi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;margin-left:17.1pt;text-align:justify;text-indent:25.65pt;line-height:150%;"><span style="color:#333333;">Dunia ekonomi global memang sedang bergejolak. Untuk itu, tidak ada salahnya kita meningkatkan kualitas iman dan ketakwaan kita agar tetap berada di jalan yang lurus, meski separah apa pun krisis ekonomi melanda negeri kita. Semoga semua yang buruk segera berlalu dan datanglah masa depan baru yang lebih cerah dan membahagiakan bangsa ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;margin-left:17.1pt;text-align:justify;text-indent:25.65pt;line-height:150%;"><span style="color:#333333;">Semoga bermanfaat bagi pembaca semua.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;margin-left:17.1pt;text-align:justify;text-indent:25.65pt;line-height:150%;"><span style="color:#333333;"> </span></p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;color:#333333;"> Salam <strong>SDA</strong>!</span></p>
Posted in Ekonomi  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agusriyanto.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agusriyanto.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agusriyanto.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agusriyanto.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agusriyanto.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agusriyanto.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agusriyanto.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agusriyanto.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agusriyanto.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agusriyanto.wordpress.com/184/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agusriyanto.wordpress.com&blog=1503163&post=184&subd=agusriyanto&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agusriyanto.wordpress.com/2008/10/28/pengaruh-krisis-moneter-amerika-serikat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/875980bfbfa8b4e80821584269d60946?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">agusriyanto</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>