Sahabat pembaca yang berbahagia. Cukup lama kita tidak saling menyapa melalui karya, Alhamdulillah kini kita bisa berjumpa kembali untuk saling berbagi. Kali ini saya melanjutkan artikel beberapa bulan yang lalu yang berjudul “Bulatkan Tekad dan Tawakkal”, yang jika diambil intisarinya kira-kira sebagai berikut: “Tentukan dulu goal-nya, dan kita tekadkan untuk meraihnya”.
Selanjutkan kali ini kita akan mencoba sharing, apa sebenarnya yang harus kita lakukan setelah kita memiliki goal dan tekad yang kuat untuk mewujudkannya. Jika unsur pertama yang harus kita lakukan adalah memiliki tekad yang benar-benar kuat, maka unsur berikutnya yang harus kita lakukan adalah yang akan kita bahas berikut ini.
Unsur kedua: TAWAKKAL
Tekad saja tidak cukup untuk mewujudkan impian, karena akan kita jumpai berbagai hal di sekitar kita yang membuat apa yang kita tekadkan lama-lama surut dan pudar. Sering juga orang-orang di sekitar kita membuat motivasi dan antusiasme kita dalam meraih impian menjadi kerdil. Mereka seringnya meyakinkan bahwa sesuatu yang bisa kita raih itu hanya mimpi belaka. Dari situ akan timbul keraguan-keraguan akibat dari pengaruh negatif yang dihembuskan oleh para vampire penghisap optimisme tersebut.
Kebanyakan orang kadang lebih senang melihat kita susah daripada melihat kita maju. Maka bergaullah dengan orang-orang yang positif dan yang bisa membuat kita termotivasi atau terinspirasi untuk terus maju dan mengoptimalkan potensi diri. Orang-orang seperti itu bisa menjadi sahabat dan penasihat di saat kita terpuruk dan hampir putus asa. Bersama mereka, kita akan melihat bahwa ada secercah harapan yang terbentang di depan sana.
Ketika Wright bersaudara sedang bermimpi ingin terbang dan menciptakan pesawat maka orang-orang di sekelilingnya saat itu menganggap dia gila. Menerbangkan besi pada saat itu merupakan sebuah ide gila yang tidak bisa diterima kebanyakan orang pada saat itu. Namun justru karena kegilaan itulah, sekarang kita bisa bepergian melewati laut, samudera dan benua dalam waktu yang sangat singkat. Bahkan manusia telah mendaratkan kakinya ke satelit bumi, yakni bulan, karena daya kreatif yang digunakan tersebut. Dan ke depan, pasti akan ada penemuan-penemuan baru yang lebih spektakuler lagi. Sebelum dunia ini kiamat, proses kreatif tidak akan berhenti.
Dan sesuai dengan judul artikel ini, kita tentu juga memiliki daya kreatif karunia Allah SWT yang telah mencipta sejarah hidup kita. Kita memiliki imajinasi, impian dan tujuan yang ingin kita wujudkan dalam hidup kita. Tentu saja itu semua kita harap memiliki nilai, tidak hanya keduniawian, tapi juga yang bernilai ibadah untuk bekal pulang ke akhirat. Ketika kita harus mempertanggungjawabkan perbuatan kita ketika di dunia di hadapan mahkamah Allah SWT.
Untuk itu, selain harus memiliki unsur pertama, yakni TEKAD yang kokoh, kita juga harus menyempurnakan ikhtiar atau usaha lahir dan kemudian memasrahkan hasil akhir ikhtiar kita kepada Allah SWT, atau ber-TAWAKKAL.
Kenapa kita harus bertawakkal?
Karena kita hanya makhluk yang lemah. Kita tidak memiliki daya dan kekuatan selain dari Allah SWT. “Laa haula wa laa quwwata illa billaah…”. Kita hanya bisa menyempurnakan ikhtiar, sedangkan hasilnya tidak bisa kita jamin 100% sesuai keinginan kita. Namun jika kita sombong bahwa hasilnya pasti sesuai kehendak kita maka di saat hasil akhir yang kita nanti tidak sesuai keinginan maka tidak ada lagi yang tersisa selain kehampaan dan keputusasaan. Untuk itu, tugas kita memang berusaha secara lahir dan batin, namun mengenai hasil akhirnya kita serahkan sepenuhnya kepada Allah SWT karena Dia-lah yang tahu mana yang terbaik untuk kita.
Jadi, setelah kita memiliki tekad yang bulat dan kuat, kemudian kita berusaha secara nyata untuk mewujudkan goal yang kita tekadkan maka hasilnya kita pasrahkan kepada Yang Maha Kuasa. Dengan demikian, kita akan selalu merasa bahagia dan optimis jika hasil yang kita dapatkan belum sesuai keinginan. Dan kita tidak akan putus asa, namun tetap berusaha, bangkit dan berjuang lagi sampai akhir menyongsong takdir terbaik hidup kita.
Bulatkan tekad, sempurnakan ikhtiar dan bertawakkal-lah… semoga keberhasilan menjadi milik kita.
Semoga bermanfaat. [AR]
Artikel yang luar biasa yang ditulis anak muda yg luar biasa. Sangat bermanfaat menghembuskan angin perubahan dari pesimis ke optimis. Penekanan berserah diri bukan semata-mata menyerahkan segalanya ke Allah menjadi credit point tersendiri, karena penyerahan diri (pasrah) harus dilakukan setelah kita berupaya semaksimal mungkin. Bukan belum apa-apa menyerah dan berserah diri. Kita tunggu artikel2 yang lain mas!
Always never give-up!
Final Prajnanata
Oleh: Final Prajnanta on 1 Juli 2009
at 9:57 am
Terima kasih Pak Final.:-)
Sebuah kehormatan artikel kali ini langsung mendapat comment dari motivator dan praktisi bisnis yang luar biasa…
Saya juga menunggu seminar Bapak di Purwokerto untuk masa mendatang, dan bersilaturahmi ke rumah lagi karena selalu ada mendoan hangat untuk Bapak…
Spesial untuk Sang Motivator.:-)
Oleh: Agus Riyanto on 1 Juli 2009
at 11:26 am
subhanalloh…
Menjadi seorang pemipi adalah baik. Tak ada yang tidak baik. Mimpi untuk meraih cita-cita, walaupun dianggap gila pada awalnya.
Orang akan terdiam dan terpaku dan iri ketika mimpi yang diangankan telah terwujud.
Terimakasih mas Artikel yang bagus
Oleh: arifismanto on 4 Juli 2009
at 11:01 am
USAHA….DOA…TAWAKKAL….
insya Allah manjur ya bos…
http://pramuditaaulia.web.id
Oleh: sendit on 4 Juli 2009
at 11:52 am
Sangat Inspiratif semoga mas Agus R. Selalu mau berbagi Ilmu untuk kemaslahatan umat manusia.
salam sukses dari hati
Anjungan Anwar
Oleh: Anjungan anwar on 6 Juli 2009
at 5:58 pm
tetap semangat
salam.
Oleh: Anjungan anwar on 6 Juli 2009
at 5:59 pm
bravo bat Mas Agus…di tunggu karya2 lainya..
peaceee…
Oleh: Nafisah on 6 Juli 2009
at 11:28 pm
assalamualaikum_
“karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,
sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,
maka apabila kamu telah selesai (dari segala urusan) kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain,
dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap”.
wassalam_
Oleh: tray on 25 Juli 2009
at 8:29 pm