
***
Salam sejahtera sahabat semua. Cukup lama saya tidak menyapa Anda melalui tulisan-tulisan saya karena akhir-akhir ini banyak tugas membuat makalah. Jadi, saya tetap menulis, namun tulisannya bukan untuk diposting di sini. Sebelum melanjutkan artikel yang lalu, tentang bagaimana kita membulatkan tekad kemudian bertawakkal, saya akan mengulas bagaimana agar hidup kita tetap bersemangat. Semoga apa yang diuraikan berikut ini bermanfaat.
Ada seorang rekan pembaca yang bertanya melalui e-mail, “Pak Agus, bagaimana caranya membangkitkan semangat hidup?” Rekan saya tersebut berkisah bahwa ia sering keliru memaknai sebuah hadits yang berbunyi, “Beramallah untuk duniamu seakan-akan engkau akan hidup selama-lamanya, dan beramallah untuk akhiratmu seakan-akan engkau akan mati besok”. Ia beranggapan bahwa buat apa bekerja keras meraih kesuksesan dunia kalau pada akhirnya kita juga akan mati.
Ya, memang benar kita akan mati, tapi bukan berarti kita menjadi bersikap apatis seperti itu. Pada suatu saat nanti maut pasti akan menjemput, dan berakhirlah kontrak hidup kita di dunia ini. Namun jika hal ini menjadikan kita kehilangan semangat untuk berjuang dan bekerja keras untuk mewujudkan cita-cita kita, atau paling tidak berusaha agar kita bisa meraih kehidupan yang lebih baik maka menurut saya pemahaman seperti itu agak kurang tepat. Saya tidak menyalahkan, tetapi hanya menyayangkan.
Akhirat memang harus kita dapatkan, namun dunia juga tidak boleh kita abaikan. Dan yang paling ideal adalah kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Semua orang pasti menghendaki kedua hal tersebut. Jadi ada keseimbangan dalam hidup ini. Di samping bekerja keras untuk urusan dunia, di sisi lain kita juga tidak melupakan ibadah kita kepada Tuhan. Kita tidak mementingkan dunia saja, tapi kita juga tetap ingat kepada Allah SWT, dan sadar betul kewajiban kita kepada-Nya. Dengan memahami pentingnya keseimbangan hidup tersebut, kita akan memiliki sebuah semangat untuk menjalani hidup ini dengan dinamis, optimis dan bahagia.
Ada beberapa hal yang dapat membangkitkan semangat hidup, antara lain:
1. Tahu apa hakekat sebenarnya hidup ini.
Banyak orang yang tidak tahu apa sebenarnya hakekat hidup ini. Untuk apa kita hidup? Untuk apa kita ada di dunia ini? Memang butuh perenungan yang dalam untuk menemukan jawaban pertanyaan seperti itu. Jika Anda seorang muslim, pasti Anda pernah mendengar atau membaca firman Alla SWT dalam Al Qur’an surat Adz Dzariyaat ayat 56 yang artinya, “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.”
Mengabdi/beribadah di sini memiliki arti yang sangat luas. Tidak ibadah yang kaitannya dengan urusan akhirat saja, namun semua ikhtiar dan kerja keras kita dalam hidup ini adalah ibadah. Selama apa yang kita lakukan tidak bertentangan dengan ajaran agama yang kita anut, itu pun bernilai ibadah. Kita berusaha membahagiakan dan mencukupi kebutuhan keluarga kita, itu juga ibadah. Yang penting dari awal kita niatkan apa pun usaha kita hanya untuk mencari keridhaan-Nya, dan kita pun harus seimbang dalam mengerjakan urusan dunia dan amalan akhirat. Jika kita menyadari hal ini, tentu kita akan memiliki semangat untuk mengerjakan semua pekerjaan dan urusan kita dengan cara yang terbaik. Satu hal yang penting dan tidak boleh dilupakan adalah niat, karena niat akan menentukan nilai amal/perbuatan kita.
2. Tahu cita-cita hidup kita yang tertinggi.
Semua orang memiliki impian atau cita-cita, namun hanya sedikit yang berani mengejar dan mewujudkannya menjadi sebuah realitas fisik. Banyak orang kehilangan semangat dalam hidupnya hanya karena mereka tidak tahu atau tidak mau tahu akan apa yang sebenarnya yang mereka mau. Apa yang sebenarnya yang mereka inginkan. Kebenyakan orang hanya menjalankan hidup ini sebagai sebuah rutinitas. Dengan sedikit kenyamanan yang mereka rasakan maka berhenti sampai di situlah impiannya. Mereka takut membuat sedikit perbedaan karena khawatir kenyamanan itu akan hilang.
Semua orang pasti memiliki potensi yang luar biasa; dan keluarbiasaan itu baru akan tergali secara maksimal jika kita sudah bisa keluar dari penjara mental kita. Jika kita sudah menemukan profesi yang paling tepat dengan panggilan jiwa kita maka kita akan lebih mudah mengaktualisasikan potensi diri kita yang sebenarnya. Dengan itu kita mendedikasikan hidup untuk kehidupan ini; mempersembahkan yang terbaik yang bisa kita berikan untuk peradaban manusia yang sedang kita jalani saat ini.
Banyak orang berbakat yang terjerat borgol emas. Mereka sebenarnya bisa melakukan hal yang lebih, tapi mereka tidak berani melakukan hal yang berbeda atau keluar dari zona nyaman. Banyak orang yang sebenarnya bakatnya di bidang A, namun kenyataannya ia bekerja di bidang C. Ia tidak berani keluar dari pofesinya yang sekarang karena tidak adanya jaminan penghasilan jika ia benar-benar keluar. Akhirnya ia merasa kehidupannya bagai di penjara, pekerjaannya mengurung ia seperti di sangkar emas. Tidak salah lagi, bukan potensi terdahsyat yang keluar dari dirinya, namun semua itu seakan menjadi rutinitas agar ada nasi yang bisa dimakan hari ini, besok dan seterusnya.
Jika Anda ingin kehidupan Anda penuh semangat dan bahagia maka temukan apa yang sebenarnya Anda inginkan dan kejarlah hal itu. Semua butuh perjuangan dan kerja keras, tidak semudah membalikkan telapak tangan. Tapi ada hal yang harus Anda tahu: tidak ada sesuatu yang tidak mungkin dalam hidup ini selama kita mau mencoba dan berusaha. Kadang kita takut melakukan kesalahan atau lebih mendengar kata orang lain yang menyurutkan tekad kita. Jika memang kita sudah memiliki impian yang pantas diperjuangkan, teruslah berjuang untuk mewujudkannya, meskipun banyak proses dan ujian yang harus kita lewati.
3. Bersyukur terhadap apa yang sekarang kita miliki dengan tulus.
Setiap orang mempunyai titik kepuasan sendiri-sendiri. Anda orang yang jika mempunyai rumah satu sudah puas, namun ada juga yang sudah memiliki rumah, hotel, vila atau real estate di berbagai penjuru kota masih belum puas. Ada orang yang punya tabungan 1 juta rupiah sudah merasa kaya, namun ada juga orang yang sudah punya tabungan, deposito, saham atau asset investasi lainnya masih merasa kurang. Pada umumnya untuk urusan harta benda duniawi orang selalu ingin lebih banyak lagi dan lagi. Jika diukur maka tidak ada batasnya. Kabar buruknya adalah hanya sedikit saja dari mereka yang terpenuhi keinginannya.
Orang yang pikirannya selalu merasa kurang, miskin, tidak beruntung, dan sikap negatif lainnya mana mungkin ia akan bahagia dan bersemangat dalam hidupnya. Jika yang dipikirkan hanya yang tidak dimiliki, mana mungkin kita akan bersyukur. Oleh karena itu, dengan mensyukuri semua yang ada pada kita saat ini, itulah sebenarnya sumber semangat kita. Kita akan sadar bahwa Tuhan sebenarnya sangat sayang kepada kita. Banyak sekali nikmat yang sudah kita rasakan, sementara lebih banyak lagi orang yang nasibnya tidak seberuntung kita. Ada pun sesuatu yang kita inginkan yang belum kita miliki, itu adalah kesempatan bagi kita untuk berikhtiar semampu kita untuk mendapatkannya. Jangan pernah kecewa, apalagi putus asa.
4. Yakin bahwa apa pun yang kita lakukan akan mendapat balasan, baik di dunia maupun kelak di akhirat.
Setiap perbuatan kita pasti akan ada efeknya. Kita tersenyum kepada orang lain maka orang lain pun akan tersenyum kepada kita. Kita tidak sengaja menginjak kaki orang, mungkin bisa saja orang itu akan marah. Kita memberi sedekah (100 ribu misalnya) pada seorang pengemis, pasti si pengemis akan gembira luar biasa seakan itu sebuah mimpi, dan untaian kalimat doa pun keluar dari mulutnya untuk kebaikan kita. Kita marah, orang di sekitar kita pasti menjauh. Di tempat ramai tiba-tiba kita tertawa sendiri tanpa sebab yang masuk akal, mungkin kita akan disangka gila. Jadi, semua perbuatan (aksi) yang kita lakukan akan menimbulkan efek atau reaksi. Dan efek atau reaksi yang muncul sesuai dengan hukum tabur-tuai. Seperti jika kita menanam padi, bisa dipastikan yang akan tumbuh juga padi. Namun jika kita menanam rumput maka yang akan tumbuh juga rumput. Kalau kita mengharap padi yang akan tumbuh maka kita harus segera bangun dari mimpi buruk.
Setelah kita tahu bahwa apa pun yang kita lakukan akan menimbulkan akibat, baik langsung maupun tidak langsung terhadap diri kita, maka kita harus memilih hanya untuk berbuat yang baik, positif, bermanfaat dan bernilai saja. Dengan demikian, bisa dipastikan efek yang akan kembali kepada kita juga hal-hal yang baik. Tidak ada yang sia-sia dalam hidup ini jika kita tahu benar apa yang kita lakukan. Sekecil apa pun yang kita lakukan akan dinilai oleh malaikat pencatat amal. Balasannya tidak saja di dunia, tetapi juga kelak di akhirat. Jika kita ingin rekapan catatan amal tersebut isinya bagus maka kita pun harus selalu menjaga agar setiap perbuatan yang kita lakukan adalah perbuatan terbaik. Waktu kita adalah aset terpenting setelah nafas/oksigen maka kita harus mengisinya dengan gerak/aksi/perbuatan yang jelas manfaatnya. Tidak ada waktu yang terbuang sia-sia. Jadi semuanya pantang sia-sia.
Dengan menyadari empat hal tersebut maka akan sulit bagi kita untuk tidak bersemangat. Mungkin keadaan Anda saat ini sedang tidak menyenangkan, tapi bukankah kita bisa merubahnya menjadi sebaliknya dengan aksi kita selanjutnya; dengan respon kita terhadap keadaan tersebut. Jika kekasih meninggalkan kita, bukankah kita bisa cari yang lain lagi. Jika kita di PHK, bukankah kita bisa cari pekerjaan lain yang lebih baik atau membuka usaha sendiri. Jika orang lain tidak menghargai kita, bukankah masih banyak orang yang jauh lebih baik yang bisa menjadi sahabat sejati kita. Demikian seterusnya; selalu ada solusi untuk tiap masalah. Kita hanya perlu tetap bersemangat, optimis dan menjernihkan pikiran agar respon dan aksi kita benar-benar efektif dan efisien.
Salam semangat!
Asslmkm,,,
Salam luar biasa,,,
Ijin memasukkan blog anda pada link di blog saya,,
Semoga tidak keberata,,,
Thanks a lot,,,
Wassalamkm,,,
Oleh: fkismancar on 12 Mei 2009
at 3:24 pm
Asslmkm,,,
Salam luar biasa,,,
Ijin memasukkan blog anda pada link di blog saya,,
Semoga tidak keberatan,,,
Thanks a lot,,,
Wassalamkm,,,
Oleh: fkismancar on 12 Mei 2009
at 3:36 pm
Silahkan Pak…
Semoga bermanfaat.:-)
Oleh: Agus Riyanto on 12 Mei 2009
at 4:07 pm
ini baru bagusssssssssssss
yeadhi
Oleh: faris! on 12 Mei 2009
at 7:00 pm
Memang hidup ini tidak boleh main-2 ibarat org berlayar ditengah laut banyak rintangan-2 yg dihadapi namun besar kecilnya rintangan atau badai tetap harus dihadapi dg tetap berwakal kepada Allah tinggal seberapa jauh kita menyikapi permasalahan2/ rintangan yg ada..Semoga selalu menemukan jalan terbaik…
Oleh: Mulyono on 13 Mei 2009
at 6:48 am
bgus ini !!!!!!! meskipun sya SMP !!!!!!!!!!!!
Oleh: tujuhche on 13 Mei 2009
at 3:50 pm
Asslmkm…
lama tak muncul tulisannya, sekali muncul waw.. bgs bgt… ditunggu artikel yg berikutnya.. trm ksh..
Oleh: dewi on 13 Mei 2009
at 5:04 pm
Yakin bahwa apa pun yang kita lakukan akan mendapat balasan, baik di dunia maupun kelak di akhirat ======> keyakinan itu yang kadang2 susah untuk meyakinkan diri sendiri
Oleh: Mutiara on 13 Mei 2009
at 5:04 pm
saya kira ini sangat susah diterapkan pada kehidupan saya. mungkin saya bisa semanagt pada satu jam kedepan. namun seteah itu… poof.. lose..
btw, saya minta ijin kopas untuk forum baru yang saya rintis…
http://muse.rytx.biz/forum/showthread.php?t=344
Oleh: Xh20ray still Balckout on 14 Mei 2009
at 1:23 pm
hakekat hidup adalah perjuangan
Kita akan selesai berjuang manakala kita sudah berjuma dengan ALlah. Sebuah kenikmatan tak terkira.
Kita kadang menyenangi harta, tahta, wanita. Tapi tahukah kita bahwa kita pasti lebih menyenangi yang lebih dari itu yaitu yang bisa membuat sahwat dan kesenangan yaitu Tuhan.
Mari kita berjuang. Tebarkan kebaikan, sedekahkan harta kita dan doakan kebaikan sesama. Mudah-mudahan kita kembali dengan bekal yang cukup.
Oleh: arif on 27 Mei 2009
at 9:41 am
ini bru bagus……………………….mksh atas bacaan………..?
Oleh: iput on 30 Mei 2009
at 9:41 pm
apa kabar sobat yang sungguh luaaaaaaar biasa?
tulisan_ tulisan sobat sungguh bagus
ada salam dari orang-orang yang ada di Bekasi
Oleh: sheback on 3 Juni 2009
at 4:40 pm
sepertinya kita punya satu kesamaan pak.
sama2 ‘terobsesi’ dengan kata semangat!
kunjungi blog saya ya pak, sampai ketemu. salam semangat!!
Oleh: winwin on 4 Juni 2009
at 10:33 am
Terima kasih sahabat semua…
Salam balik untuk teman-teman di Bekasi.
Insya Allah kapan-kapan saya ke sana.:-)
Ok, tetap semangat!!!
Oleh: Agus Riyanto on 5 Juni 2009
at 5:10 pm
selamat pagi dan sukses selalu.
mas agus. kanpa ya ? kalo kita mau maju selalu ada rasa ragu? setiap kita mau melangkah takut gagal atau tidak berhsil? sebenarnya apa yang membuat demikian ? dan kenapa ? apa solusinya?
terimakasih sebelumnya mas agus?
Oleh: ipel on 30 Juni 2009
at 9:00 am
Terima kasih Mba Ipel yang setia berkunjung ke sini.:-)
Bagaimana kabar Anda di Sumatera?
Memang yang Anda rasakan juga sering menghinggapi sanubari setiap generasi muda yang ingin maju. Mungkin karena kegagalan yang lalu membuat kita menyurutkan tekad untuk terus maju, padahal seharusnya dari kegagalan itu kita bisa mengambil banyak sekali hikmah.
Dari ikhtiar yang lalu mungkin hasilnya belum sesuai keinginan Anda, namun sangat banyak pelajaran yang Anda peroleh…
Tapi saya sangat salut dengan Anda, masih sangat muda tapi sudah berani terjun ke kancah politik. Sekarang Anda pasti tahu banyak hal setelah mengalami langsung di dalamnya.
Solusi dari saya: Bangkit, tetap optimis, dan maju terus sampai akhir. Ambil semua pelajaran dari kegagalan itu untuk memulai langkah baru yang lebih mantap.
Anda pasti bisa!
Oleh: Agus Riyanto on 1 Juli 2009
at 10:51 am
Inilah bacaan yang ana cari,karena hampir saja semangat hidup saya hilang karena beberapa faktor,yah diantaranya habis putus,tapi menurut saya itulah jalan yang terbaik.namun sampai saat ini sepertinya jalan hidup akan sulit tanpa dia.tolong solusinya ya pak..!
Oleh: Ruhaeni on 8 Juli 2009
at 7:00 am
Benar2 bisa memacu saya untuk berlari lagi.. terima kasih ats sharenya..
Oleh: Cacanawe Online on 11 Juli 2009
at 10:28 pm
Mau tanya juga ni.. kenapa kalau sya ingat mati merasa senang.. smua masalah sya jdi ringan. apa sya seorng yng pesimis shingga mati bsa jdi pelarian..? padahal kalau ditanya saya bum mau mati. itu msalhnya pak..
Oleh: Cacanawe Online on 11 Juli 2009
at 10:32 pm
Mengingat akan kehidupan dan kematian terhadap anak saya yg menderita penyakit Leukemia”
akan kah anak saya selamat dari penyakit maut ini…????
Oleh: Bogalakon on 30 Juli 2009
at 11:52 am
Semoga anak Pak Bogalakon Rachman yang sedang sakit diberi kekuatan dan kesembuhan…
Kita serahkan saja semuanya kepada Allah SWT.
Untuk Cacawane: kita semua memang akan mati, namun sudahkan kita siap dan punya bekal yang cukup untuk menjalani alam sesudah kematian…?
Untuk itu, kita harus tetap semangat dan optimis dalam menjalani kehidupan kita di dunia ini yang cuma sekali ini saja.
Oleh: Agus Riyanto on 30 Juli 2009
at 2:43 pm
aku ga bs ngasih taggapan.. aku ga punya semangat hidup… ya alloh berikan aku petunjuk..
Oleh: amar on 11 Agustus 2009
at 12:06 am
Tulisan yg bagus….sy bener2 lg ga punya smangat hidup…baca tulisan itu…sy jd berfikir…smangat hidup sy hilang karena sy tdk tahu apa yg sy inginkan seolah menjalani hidup tanpa harapan akn suatu kebahagiaan yg harus sy dapatkan kembali dengan ikhtiar dan kepasrahan kpd Allah tentunya..
Oleh: analisa on 2 September 2009
at 12:36 pm
Makasih, sdh menjadikan saya sedikit lebih punya semangat lagi, thanks
Oleh: reza on 28 September 2009
at 8:25 pm
Aslmau’alaikum… Pak, gmana memulai Semangat baru untuk membuka lembaran baru n meningglkan hal-hal buruk yg lalu.
Oleh: M. Mambaus Su;ud on 16 Oktober 2009
at 10:06 pm
Wa’alaikumsalam…
Terima kasih tanggapan dan pertanyaannya.:-)
Kita bisa merenungi kembali tujuan hidup kita di dunia ini dan mulai bergerak untuk meraihnya.
Masa depan bukan berdasarkan masa lalu, tapi berdasarkan apa yang kita lakukan saat ini dan impian apa yang ingin kita raih.
Mungkin kita bukan orang yang sempurna, tapi bukan manusia namanya jika kita tidak punya kekurangan dan masa lalu yang ingin kita tinggalkan.
Keep on moving!
Oleh: Agus Riyanto on 19 Oktober 2009
at 4:58 pm
Ass. Aq dpt memikir kan suatu hal yg baik, tramat baik malahan. Ktika inspirasi muncul dr mendengarkan musik, baca artikel, ataupun mendapatkan peringatan, ktika b’aktivitas semua itu hilang. Ne penyakit pa bukan ya?
Oleh: Andes on 18 Oktober 2009
at 11:14 pm
Mas Andes, saya rasa itu wajar…
Mungkin kita harus segera menindaklanjuti inspirasi yang muncul secepatnya sehingga tidak berlalu diterpa aktivitas rutin kita.
Terima kasih.
Oleh: Agus Riyanto on 19 Oktober 2009
at 5:01 pm
Ass. mas… terimakasih untuk artikel mas ini,memang kita harus rajin2 bersyukur.. dan tidak kenal putus asa…!!
saya jadi bersemangat lagi mas.. terimakasih banyak mas…
Oleh: apriliawaludin on 22 Oktober 2009
at 10:04 am
Ok’s bgt deh
Oleh: bektiprastawa on 23 Oktober 2009
at 10:51 am
ASW…
pa agus , sy menyadari akan kekurangan sy yg malas- malsan dan krg bekerja keras . sy seorang mahasiswa yang tarancam tidak bsa mnyelesaikan study.(do) . serasa berat mengejar standar minimal ipk yg ditentukan . mhon pak dukungannya
thanks…
Oleh: noe adam on 25 Oktober 2009
at 11:58 pm
Wa’alaikumsalam
Bersyukur anda menyadari kebiasaan yang merugikan kulian dan masa depan anda…
Saya dukung Anda untuk bisa segera menyelesaikan study Anda. Atur ulang kegiatan rutin anda… prioritaskan belajar dan berusaha lebih giat lagi.
Don’t give up!
Oleh: Agus Riyanto on 26 Oktober 2009
at 8:32 am
artikel nya sangat bagus Pak….
tapi saya masih merasa sulit untuk mengembalikan semangat hidup saya setelah meninggalnya suami tercinta karena kecelakaan, padahal usia saya baru 25 tahun, dan suami saya meninggal seminggu stelah ultah pernikahan saya yang ke 2, minta sarannya Pak, agar saya tetap bersemangat menjalani hidup ini bersama anak saya yg msh berusia 10 bulan dan juga keluarga saya……
terima kasih.
Oleh: agustin_R on 8 November 2009
at 8:11 am
Terima kasih atas apresiasinya.
Saya juga turut prihatin dengan musibah yang menimpa kehidupan Bu Agustin.
Semoga Anda diberi kesabaran dan ketabahan, karena sesungguhnya suami, anak, harta dan semuanya pada hakekatnya milik Allah, dan cepat atau lambat semua itu pasti akan diambil / kembali kepada-Nya.
Yakinlah bahwa Allah bersama Anda dan anak Anda tersebut. Pasti Anda bisa melalui masa-masa sulit dengan tetap bersabar dan bertawakkal.
Oleh: Agus Riyanto on 11 November 2009
at 9:27 am
saya sangat berterima kasih atas tulisan anda, dengan tulisan itu semangat hidup saya datang lagi. makasih ya.
Oleh: idrus on 8 November 2009
at 7:39 pm
i like it very much
Oleh: Oka _Jhe on 11 November 2009
at 5:17 pm
Assalammualaikum Tanks,nasehat2 tentang membangkitkan semangat hidup……Jika kita tdk pnya semangat tuk berkmbng, kpn kita akan berubah.Apa pengen spt itu itu. Masak kryawan tdk kepengen jd bos. Semuanya kan pengen. Ayo semangat…! Wassalammualaikum.
Oleh: Pandholi on 12 November 2009
at 8:29 am
assalaamualaikum,
bagus sekali pak, perkataan bapak hanya dapat muncul dari sebuah perenungan dalam, dan tentunya tidak semua orang bisa melakukannya.
Sebagai seorang manusia bapak diberikan oleh TUHAN kelebihan kualitas “isi kepala’ dalam hal memotivasi, dan tentunya dalam kelebihan itu diberikan amanah yang lebih pula oleh TUHAN untuk menyampaikan kelebihan itu kepada orang lain, dan bapak telah melakukannya.
Mungkin saya sedikit menambahkan,
apabila ditarik kebelakang, pada hakikatx cara mudah dalam menemukan semangat hidup adalah dengan mengenal siapa TUHAN kita, disanalah titik awal itu semangat akan dimulai dari kecil menjadi besar.
mengapa demikian, karena TUHAN-lah yang menciptakan kita, dan logikax, hanya dialah yang mengetahui seluk beluk dari ciptaannya itu sendiri, baik kelebihan maupun kelemahan manusia tersebut. Tapi, kebanyakan manusia tidak mengetahui ataupun mengenal siapa TUHANx, cuma sekedar yakin yakin dimulut bukan iman dihati.
Dengan mengenal TUHAN hidup kita akan menjadi semangat tanpa batas. Terimakasih.
Oleh: Ghee on 19 November 2009
at 7:53 pm
tulisan yg mahadahsyat…. doakan kawan2x, saat ini sy memang terkurung di sangkar emas, dan mungkin ini saatnya saya berani take a risk dgn niat hanya Allah ta’ala.tp dari sisi perekonomian sy akan sangat kewalahan, tp drpd terkurung di sangkar emas, lebih baik sy tidak punya uang drpd terbelenggu. pie iki mas Agus?sy jd bingung…
Oleh: heru on 1 Desember 2009
at 12:21 pm