Oleh: Agus Riyanto | 8 Februari 2009

MENEMBUS KETERBATASAN


Bersama Alang-Alang Timur dan Suminaring Prasojo, 2 penulis novel best seller

***

Tanggal 23 Januari yang lalu adalah hari di mana saya berjumpa dengan seorang penulis novel yang luar biasa prima. Sebenarnya pertemuan ini bukanlah direncana. Bermula dari informasi seorang kawan bahwa sore itu di toko buku Gramedia di kotaku akan ada jumpa penulis, dua orang sekaligus, dan salah satunya adalah penulis idola saya. Maka sore itu menjadi tidak biasanya, pada jam 15.00 WIB saya telah berkemas untuk cabut, padahal saya selalu pulang kerja setelah Ashar atau menjelang Maghrib.

Segera saya menghubungi seorang teman yang akan datang bersama. Kebetulan buku-buku karya penulis idola yang saya koleksi saya titipkan ke teman tersebut, dan menurut rencana akan saya mintakan tanda tangan kepada sang penulis idola tersebut. Terburu-buru sampai di Gramedia, ternyata acara sudah dimulai. Melihat penulis yang sedang berbicara di hadapan pengunjung bukanlah orang yang saya kira, saya pun segera bertanya kepada pramuniaga yang ada di situ. Memang benar, tokoh penulis yang saya maksud tidak ada jadwal sore itu ke Gramedia. Lantas, dari mana kawan saya tadi mendapat informasi yang salah ini; pikirku dalam hati.

Walaupun demikian, saya tidak menjadi begitu kecewa karena jumpa penulis lain yang sedang berlangsung juga cukup menarik setelah disimak, dan semakin menarik ketika sedikit demi sedikit saya mulai mengerti jalan ceritanya.

Di depan pengunjung sedang berbincang (talk show) dua orang penulis novel yang mana satunya adalah editor penulis lainnya yang sedang menjadi tokoh sentral acara jumpa penulis sore itu. Dan selebihnya, artikel ini menceritakan sang penulis yang dimaksud sesuai dengan judul tulisan ini.

***

Beliau memiliki nama pena Alang-Alang Timur. Bagi sahabat yang senang membaca novel yang sedang best seller, pasti mengenal nama tersebut. Beliaulah sang penulis novel motivasi berjudul “Sang Pelopor” yang sudah cetak ulang sejak sebulan novel itu terbit. Walaupun saya sendiri belum sempat membaca novel best seller yang sedang hits tersebut, itu semata-mata karena keterbatasan waktu saya yang mana di rumah sudah ada 10 buku yang menunggu untuk saya baca, yakni 4 buku berjudul “Fiqih Sunnah” yang merupakan rangkaian buku jilid 1 sampai jilid 4 yang tebalnya luar biasa prima. Sedangkan 6 buku lainnya terdiri dari berbagai tema, dari Mahabbah Ilallah hingga personal growth. Oleh karena itu, saya hanya akan mengulas sedikit diri sang penulis novel, bukan dari isi novelnya, tapi dari sisi bidang yang saya geluti, yakni motivasi dan pengembangan diri.

Alang-Alang Timur adalah penulis new comer yang menurut saya perlu saya ulas di sini. Foto dan ulasan ini pun saya posting atas ijin yang bersangkutan. Walau baru muncul, tapi karyanya langsung mendapat sambutan yang luar biasa. Itu tidak lain karena isi dari apa yang beliau tulis dan—bagi saya pribadi—karena perjuangan di balik karya beliau yang patut saya acungi empat jempol sekaligus.

Sang penulis masih tergolong muda, karena usianya masih di bawah 30 tahun dan hanya 2 tahun terpaut di atas saya. Maka saya lebih suka memanggilnya dengan panggilan “Mas”. Untuk selanjutnya saya akan menyingkat nama beliau dengan sebutan “Mas AAT” (Alang-Alang Timur).

Mas AAT bukanlah penulis dari kalangan intelektual jebolan universitas atau perguruan tinggi terkemuka. Beliau tidaklah memiliki titel atau pun gelar kesarjanaan berderet di sisi namanya. Bahkan, ijazah SMA saja beliau tidak punya. Dan dari penuturannya, beliau mengakui bahwa Mas AAT ini masih gaptek sehingga masih asing dengan yang namanya komputer (maksudnya cara menggunakannya). Dan inilah yang istimewa, beliau menulis novelnya dengan tulisan tangan. Ya, benar. Anda tidak salah baca, Mas AAT menulis draf asli naskah novelnya dengan tulisan tangan, hingga lebih dari 120 halaman. di buku batik ukuran folio. Bisa dibayangkan bagaimana keuletan beliau.

Dan ketika naskah beliau dibawa ke rental pengetikan, orang yang diminta bantuan untuk mengetikkan draf naskah tersebut, yang biasanya menyelesaikan berlembar-lembar ketikan dalam sehari, ternyata baru menyelesaikan naskah “Sang Pelopor” setelah satu setengah bulan. Itu katanya karena tulisan tangan Mas AAT lebih bagus dari tulisan tangan saya, hehehe. Luar biasa!

Setelah naskah selesai diketik dan dikirim ke penerbit pun tidak begitu saja diterima. Naskah tersebut harus mengalami penolakan terlebih dahulu. Namun bukan Alang-Alang Timur namanya kalau berhenti begitu saja. Beliau pun tidak menyerah hingga novel hasil karyanya yang penuh perjuangan itu berhasil diterbitkan oleh salah satu penerbit dari Yogyakarta. Dan bonus dari kerja keras dan pantang menyerah adalah buku novel tersebut mendapat sambutan yang sangat antusias dari pembaca. Dari pertanyaan pembaca yang bertubi-tubi di acara jumpa penulis tersebut saya tahu bahwa buku itu bisa mengambil hati yang membacanya. Setahu saya novel itu berkisah tentang dunia pendidikan dan pesan moral di dalamnya senapas dengan novel “Laskar Pelangi” karya Andrea Hirata. Jadi, sama-sama memiliki kedahsyatan, hanya timing kemunculannya saja yang berbeda.

Yang lebih menarik lagi adalah masa kecil sang penulis. Mas AAT bukanlah orang yang lahir di tengah keluarga berkelimpahan; apa-apa ada dan tinggal minta. Mas AAT juga bukan orang yang tumbuh dengan kasih sayang yang sempurna dari keluarga tercinta. Sejak kelas dua SD ayah beliau meninggal dunia. Kemudian beliau pun ikut kakak sulungnya. Seperti kisah di kebanyakan sinetron, sang kakak tentu menyayangi dan mengasihinya dengan sepenuh hati, tapi lain halnya dengan istri sang kakak. Jika banyak kisah ratapan anak tiri, beliau pun harus menjalani masa kecil dengan perlakuan yang kurang menyenangkan dari kakak tirinya. Sering sepulang sekolah, dalam keadaan lapar tentunya, Mas AAT kecil tidak bisa makan karena lemari makanan sengaja dikunci, dan ini berlangsung lama. Hinga ketika SMP, Mas AAT bisa bekerja sambil sekolah, dan bisa menabung sedikit uang untuk makan. Ketika menuturkan kisah masa kecilnya, beliau berkata, “Mengenang kisah ini seolah membuka luka lama”. Namun, beliau berkata telah memaafkan kakak iparnya tersebut. Dari kisah inilah terjawab pertanyaan seorang penanya yang mempertanyakan kenapa pendidikan formal Mas AAT, SMA pun tidak. Seperti penuturannya, “Untuk bisa makan sehari saja sudah sangat bersyukur…”

Ada kekaguman menyelinap di benak saya. Masa kecil saya memang bukan masa yang bertabur bunga, namun dibanding yang Mas AAT jalani, jelas saya tidak ada apa-apanya. Sebuah tempaan atau pendidikan dari Sang Khalik yang telah berhasil membentuk pribadi seperti Mas AAT yang sekarang, yang karyanya tidak hanya dibaca, namun juga menginspirasi ribuan orang yang membacanya.

***

Dari sepenggal kisah di atas, sekali lagi terbukti bahwa yang namanya “keterbatasan”, baik sarana-prasarana, ekonomi, profesi, keturunan, pendidikan, dan sebagainya tidak akan menghalangi seseorang untuk berkarya mewujudkan passion-nya; tentu saja jika kita sanggup untuk menerapkan determinasi diri dengan tekad yang membaja untuk mewujudkan impian atau cita-cita kita. Saya jadi teringat sahabat saya, Mba Eni Kusuma, yang bisa membuahkan buku motivasi ketika beliau masih berprofesi sebagai pembantu rumah tangga di Hong Kong, dan sekarang beliau sudah bermetamorfosis menjadi seorang pembicara publik dan motivator wanita.

Tidak ada alasan lagi bagi kita untuk mewujudkan impian kita, apapun kendalanya. Dari perjuangan dan kisah Alang-Alang Timur yang bisa membuahkan novel motivasi best seller, kita juga bisa belajar banyak hal bahwa kita yang diberi kemudahan oleh Allah SWT berupa kelengkapan sarana dan juga keahlian mengoperasikan komputer; mengapa kita tidak bisa membuahkan karya-karya yang bisa bermanfaat bagi orang lain.

Saya jadi teringat sahabat-sahabat saya yang pernah mengungkapkan passion pribadinya, yakni ingin menjadi seorang penulis. Bahkan ada yang sampai minta pendapat tentang belajar menulis online yang tentunya tidak gratis. Jika kita bisa melihat perjuangan Mas AAT menembus keterbatasannya, niscaya banyak hal yang bisa kita tiru dan akan menjadi pemicu semangat dalam membuahkan karya tulis tersendiri. Menunggu apa lagi untuk segera menulis buku atau novel? Bukankah semua sarana pendukung ada?

Saya juga menjadi berkaca sendiri, betapa ada rasa kagum dan iri atas keberhasilan Mas AAT dalam menembus keterbatasannya untuk membuahkan karya yang bermanfaat. Saya pun kembali membuka draf buku-buku saya yang masih belum terselesaikan. Dan saya bertanya pada diri sendiri, “Kapan ini akan saya selesaikan?” Dan dalam hasrat menulis novel yang pernah singgah di hati pun yang masih saya tulis hanya judulnya saja. Jadi, menurut saya apa yang telah dicapai Mas AAT adalah suatu hal yang luar biasa, meskipun hambatan dan rintangan yang menghadang tidak biasa.

Akhir kata, saya salut dan bangga dengan Anda, Mas Alang-Alang Timur! Novel Anda telah masuk daftar buku/novel yang harus saya baca.

Dan semalam, sebelum artikel ini selesai saya tulis, saya menyempatkan diri menelepon beliau untuk menanyakan suatu hal dan kabar terbaru. Meski karyanya luar biasa, beliau tetap rendah hati. Dan ternyata Mas AAT sudah pernah mampir ke sini meskipun tidak meninggalkan jejak. Semoga silaturahmi kita terus berlanjut ya Mas…

Sahabat-sahabatku, Mas Alang-Alang Timur saja bisa, kenapa kita tidak?

About these ads

Responses

  1. Thanks mas Agus atas oleh-oleh jumpa penulisnya.
    Sangat menginspiratif. Menjadikan pelajaran buat saya pribadi untuk terus bersyukur atas nikmat luar biasa yang tiada henti-henti dari-Nya. Saya tunggu ulasan-ulasan lainnya.

  2. Terima kasih Pak Final.:-)

    Sebuah kehormatan Bapak mau singgah di Minggu yang cerah ini.

    Saya juga banyak belajar dari tokoh yang saya ulas di atas.
    Semoga bermanfaat bagi siapa saja yang mau mengambil pelajaran darinya.

    Salam SDA!

  3. Fiqih Sunnah karya Sayyid Sabiq sangat luar biasa isinya, baca & amalkan sesuai dengan kesanggupan yg qta milki.

  4. Sebagai informasi, kelebihan dari kitab ini adalah :
    – Kitab Fiqh yang diterima oleh mayoritas ulama, sebagai kitab terbaik dalam masalah fiqh
    – Kitab Fiqh yang memuat dalil lengkap seputar sebuah masalah, sehingga lebih lengkap dalam memahami sebuah masalah fiqh yang ditemukan
    – Kitab Fiqh yang memuat khot arab dan artinya dengan lengkap dengan struktur kolom, sehingga memudahkan dibaca
    – Kitab ini sebagaimana kawan-kawan ketahui pernah dicetak dahulu, dengan beberapa belas edisi, namun sekarang dikumpulkan menjadi 4 edisi saja, sehingga lebih sederhana, lebih mudah untuk dibaca dan lebih mudah di pahami/mengerti.

  5. my brother da satu novel bagus yang layak antum baca “sang penghadang” karya Taufiq Tan.

  6. membaca artikel di atas membuat aku berkaca…
    kenapa aku diam terus…
    akupun ingin berkaya..

    i wish i hope i can do…like that…(maksudnya aku ya kepengin dadi kaya kuwe)

  7. Matur nuwun Mas Yadi yang telah menjelaskan isi buku Fiqih Sunnah terlebih dahulu.:-)

    Saya salut dengan Mas Yadi yang ibadahnya sekarang sudah istiqamah.

    Mas Arif, Anda pasti bisa berkarya yang tidak kalah dahsyatnya dengan Mas Alang-Alang Timur.

    Mas Yadi dan Mas Arif adalah dua teman sekolah saya, yang semuanya luar biasa prima!

  8. Banyak jalan menuju Roma. Bila kita benar-benar menginginkan sesuatu, kita perjuangkan dan pasti kita dapat meraihnya. Tuhan selalu mengerti apa yang benar-benar dibutuhkan hambanya.

  9. Tuhan adalah maha pengasih dan maha pemurah. Bila kita menginginkan sesuatu, kita harus mengenal Tuhan kita. Bila kita minta kepada Tuhan, kita akan diberi yang terbaik.

  10. Hebat!
    Keterbatasan bukanlah halangan untuk mewujudkan sebuah kemauan.

  11. Wah, senang rasanya teman-teman seperjuangan saya berkenan mampir dan memberikan apresiasi.:-)

    Berkat kalian, saya tidak merasa sendirian di tengan kesendirian, hehehe.

    Menurut yang saya tahu, untuk menembus keterbatasan, kita harus punya tujuan yang jelas, keyakinan, usaha nyata dan sisanya biar Allah SWT yang menentukan.

  12. thax infonya aku jd tambah pengetahuan

  13. jadi tadinya kecele dunk maz???

  14. Hmm, tidak kecele lagi… tapi broken heart, hehehe…

    Tapi, yang jelas dapat pengganti yang tidak kalah luar biasa prima.:-)

    Salam,
    AR

  15. Salut buat Mas Agus Riyanto, yang selalu PASSION dalam kesehariannya. Benar-benar Luar Biasa Prima! Sampai cepat-cepat pulang nih, untuk bisa ketemu rekan penulis… ;-)

    Yang penting bisa Mengatur Energi :D agar selalu segar lahir dan batin.

    Salam Sukses Penuh Berkah dari Surabaya,

    Wuryanano :)

    Motivational Blog – Support Your Success
    Entrepreneur Campus – Support Your Future

  16. Salut buat Mas Agus Riyanto, yang selalu PASSION dalam kesehariannya. Benar-benar Luar Biasa Prima! Sampai cepat-cepat pulang nih, untuk bisa ketemu rekan penulis… ;-)

    Yang penting bisa Mengatur Energi agar selalu segar lahir dan batin. :D

    Salam Sukses Penuh Berkah dari Surabaya,

    Wuryanano :)

    Motivational Blog – Support Your Success
    Entrepreneur Campus – Support Your Future

  17. Terima kasih banyak untuk Pak Wuryanano yang jauh lebih LUAR BIASA PRIMA!

    Salam juga dari kota Satria.:-)

  18. Kepriwe kabare, mas? Apik-apik baen mbok? Semoga ya…
    Halo, mas agus…
    Senang bisa ketemu wong ngapak-ngapak maning kiye. he he he…
    Saya asli Cilacap, jadi bisa bahasanya….
    Mas Agus, saya salut dengan blog Anda ini. Inspiratif dan motivasional banget. Semoga terus online ya….
    Tetap semangat, dan tak henti melukis setiap keindahan di langkah-langkah bermakna Anda…
    Next time kita ngobrol lagi ya…
    Senang ketemu Anda lagi….

  19. Wah… alhamdulillah Mba Suminaring Prasojo berkenan mampir dan maringi apresiasi.:-)

    Alhamdulillah kabarku sae mba… Luar biasa PRIMA!
    Ya syukur, pada-pada ngapak-apak tapi bisa nduwe kampak… Eh, maksude karya tulis (buku, novel, dll).

    Matur nuwun support lan apresiasine Mba.:-)
    Yaa, selalu saya tunggu Mba, ngobrol dengan orang seperti Anda sangat bermakna…
    Jika kangen dengan mendoan atau gethuk Sokaraja, mampir saja ke rumah… deket bekas kerajaan Dewi Ciptarasa (Soulmate Raden Kamandaka).

    Semoga Mba Suminaring Prasojo semakin “bercahaya”, seperti kota Cilacap tercinta.

    Salam SDA dari kota Satria!

  20. wah aku jadi pendengar aja deh..ketika dua penulis lagi ngobrol..
    (aku diam di pojokkan)

    melihat dua penulis lagi berakting..he..he..

  21. Actiooon!!!

    Ekspresinya mannaaaa?!?

  22. Alhamdulillah…
    jebulane jenengan wong purwokerta ya Mas?

    Inyonge wong Jatijajar kiye… ngerti tempat wisata Goa Jatijajar mbok…

    Aku bar maca bloge jenengan dadi semringah karo padang atine..

    moga2 apa sing jenengan tulis dadi modal dan inspirasi urip wong akeh…

  23. Matur nuwun Mas Amin.:-)

    Kulo sampun nate dateng Goa Jatijajar, luar biasa PRIMA indahnya…

    Semoga harapan dan do’a tulus Anda dikabulkan Sang Pencipta.

    Salam SDA!

  24. Waduh seneng ya mas, malamnya mimpi apa ko bisa ketemu mereka?

    salam sukses.

  25. Subhaanallah…
    Sungguh mulia perjuangan anda berdua. Saya sungguh ta’jub dan merasa diri saya ini rugi sekali. Begitu banyak kesempatan yang telah saya sia-siakan. Banyak bermimpi, namun selalu malas dan berpangku tangan. Bak menunggu durian runtuh mungkin itu kiasan yang tepat.
    Namun setelah membaca artikel indah anda mas agus, saya menjadi sadar bahwa hidup ini memang harus berjuang dan selalu diiringi rasa syukur. terima kasih mas. Salam kenal!

  26. Terima kasih apresiasinya Mas Rofiq.:-)

    Jika ada manfaat dari apa yang saya tulis, itu datangnya dari Allah SWT.

    Tetap semangat Mas!

  27. Mas Agus, saya senang Agus kian produktif. Apakabar?Wah, kalo saja saya tahu Mas AAT ke Gramedia, saya pastinya datang. Sayang saya tidak tahu.

    Dua buku saya hampir finish, satu Tentang Entrepneurship by NLP, dua Novel “Laskar Pelangi” kisah hidupku yang saya beri judul ETHOS. Novel akhir juni Insya Allah Selesai.

    Salam

  28. Wah, sebuah kehormatan Pak Drs. Waidi, MBA.Ed mau mampir dan memberikan apresiasi.:-)

    Alhamdulillah kabar baik selalu Pak, berkat doa Bapak.

    Senang sekali mendengar kabar terbaru dari Anda. Saya tunggu bukunya Pak.:-)

    Kalau saya sudah mendapatkan bukunya, insya Allah saya akan datang ke rumah untuk minta tanda tangan sekalian belajar NLP, hehehe…

    Kalau Bapak ada seminar dalam kota, kabari saya…

    Matur nuwun

  29. Waduh………..siip, makasih mas. mau ngasik info ma kita-kita. tapi bisa gak saya juga bisa berhubungan langsung dengan mr. aat???
    No telp mungkin……….???

  30. Makasih kembali mas.

    Mungkin bisa mas… Nanti saya kasih tahu beliau jika anda ingin kenal langsung.
    Silahkan anda kirim nomor hp ke alamat email saya. Nanti saya teruskan silaturahminya ke Mas AAT.

    Salam SDA!

  31. sungguh cerita yang menggugah hati. artikel2 mas Agus sungguh-sungguh membangkitkan semangat hidup saya, salah satunya artikel tentang mas AAT ini. Dalam keterbatasan dan latar belakang kehidupan yang begitu perih dan pahit (untuk dibayangkan), saya sangat kagum dan terkesan dengan semngat mas AAT. Saya sungguh merasa malu pada diri saya sendiri, Alloh baru menguji saya (dengan meninggalnya suami tercinta) begini saja saya sudah banyak mengeluh,menangis dan menggerutu. Sungguh Alloh SWT selalu punya rencana yang sangat indah bagi kita yang mau bersabar dan bertawakal, dan tentu saja akan memberi kita imbalan spesial atas setiap kerja keras kita.Allohu Akbar.
    Sama halnya dengan mas Agus, saya juga merasa iri dengan Anda berdua yang begitu kreatifnya menulis artikel bahkan novel/buku. Basic pendidikan saya ini juga sastra (English Department), saya sangat ingin sekali sperti Anda berdua begitu kaya kosa kata, bila tidak keberatan, saya ingin sekali belajar dan mohon bocorannya….
    Terima Kasih banyak. Maaf merepotkan.

    • Terima kasih banyak atas apresiasinya, mba Agustin…
      Saya bahagia bisa berbagi meski lewat tulisan.

      Anda juga bisa menulis, asal anda punya tekad dan passion yang kuat.
      Coba baca artikel di page “Tips”.

      Selamat membaca!


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 69 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: