Oleh: Agus Riyanto | 15 September 2008

MEMANFAATKAN WAKTU


Oleh : Arif Ismanto, S.Kel*

Waktu tidak asing buat kita. Tapi aplikasi waktu yang efektif itu adalah hal yang asing untuk kita. Bukan hal yang aneh seseorang menyia-nyiakan waktu yang ada yang seharusnya digunakan untuk hal yang bermanfaat.

Waktu yang efektif adalah manakala setiap detik melaju maka kita pun tambah ilmu dan semakin dekat kepada Sang Pencipta. Karena manakala hal tersebut tidak menjadi ilmu dan kita tidak bisa mengambil hikmah dari apa yang telah terjadi maka itu sia-sia. Kita berkurang jatah hidup, tapi tak ada makna yang bisa diambil. Bukankah itu sia-sia???

Waktu membuat kita semakin baik. Semakin kita mengetahui arti hidup dan bagaimana seharusnya hidup. Hidup yang bermanfaat adalah tujuan utama. Bermanfaat untuk lingkungan sekitar. Secara logika saja orang yang bermanfaat pasti dicari di manapun itu berada. Bahkan orang lain akan bersedia berkorban manakala orang yang bermanfaat tersebut sedang dalam bahaya. Karena apa? Karena ada sesuatu yang bisa diambil dan dipergunakan oleh orang lain.

Di manakah kita mendapatkan ilmu dan hikmah? Jawabnya adalah dI setiap tempat dan di setiap waktu. Apa yang kita lihat, dengar dan rasakan dapat menjadi ilmu. Walaupun kita pergi ke tempat maksiat, tapi kita bisa mengambil sesuatu yang bermanfaat maka itu adalah ilmu. Semisal kehidupan tempat maksiat bagaimana dan dibandingkan dengan tempat orang-orang saleh apa yang bisa diambil dari kejadian itu? Lebih nyaman di mana di tempat maksiat atau di tempat orang yang tawadhu?

Manfaatkan semaksimal mungkin waktu. Sekecil apapun waktu adalah kesempatan kita untuk berkarya yang terbaik. Orang akan melihat karya kita. Hal apa yang telah diperbuat oleh orang untuk kehidupan ini. Semakin besar manfaat yang bisa diambil oleh orang, maka semakin harumlah nama orang tersebut dan akan kekal sepanjang masa. Nama akan tetap hidup meskipun jasad sudah tidak lagi ada dan hidup.

Kapankah kita berkarya? Berkarya tidak harus menunggu kaya, tidak harus menunggu pintar, tidak harus menunggu mapan. Berkarya adalah di saat kita bisa dan di kala kita mampu. Maka waktu di sini sangat berperan penting. Berkarya adalah di kala ada kesempatan. Lakukan sekarang dan sekarang.[ai]


*Penulis adalah seorang pengagum keajaiban dan kedahsyatan otak manusia. Dengan menyenangi Mind Psikology  sebuah studi tentang psikologi pikiran manusia. Saat ini bekerja di sebuah lembaga keuangan dan memberikan sedikit ilmunya dengan memberikan pendidikan swadaya. Cita-cita beliau ingin menjadi pengusaha sukses.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 67 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: