Oleh: Agus Riyanto | 19 Oktober 2009

CERDAS MEMANAGE WAKTU

Oleh: Arni A.K.*)

Waktu terus bergerak menyisir zaman demi zaman, melewati arus demi arus kehidupan dan “tak pernah peduli” soal manusia. Tak pernah peduli dalam tanda petik di sini adalah waktu hanyalah memberi ruang kepada manusia untuk mendedikasikan impiannya. Persoalan dimanfaatkan atau tidak itu terserah kita. Namun yang pasti adalah waktu tidak akan pernah kembali untuk kita. Ada kata bijak yang mengatakan bahwa melalaikan waktu berarti melalaikan hidup. Dan penyesalan pasti akan menemui kita di kemudian hari. Entah itu esok, lusa, atau di hari akhir di mana manusia tak mampu lagi berbuat apa-apa dan yang ada hanyalah ratapan yang tak berarti.

Kawanku,
Jika hari ini proses pernafasan masih aktif di dalam tubuh kita maka itu adalah suatu anugerah yang sangat luar biasa yang pantas kita syukuri, dan sebagai wujud kita mensyukuri nikmat itu adalah mempertaruhkan setiap detik waktu untuk kebaikan. Baca Lanjutannya…

Oleh: Agus Riyanto | 19 September 2009

DOA UNTUK SAHABAT DI HARI YANG FITRI

Do'aku untuk kalian

Do'aku untuk kalian

Sahabat-sahabatku,
Tak lama lagi bulan suci Ramadhan akan segera berlalu pergi, dan datanglah hari kemenangan yang dinanti, Hari Raya Idul Fitri 1430 H.
Jika pernah ada sikap atau kata-kata dan tulisan yang mungkin pernah menyinggung perasaan sahabat semua, saya minta maaf.

Mengiringi kepergian bulan suci Ramadhan dan menyambut hari kemenangan tahun ini, ijinkan saya berdoa untuk sahabat semua… Baca Lanjutannya…

Oleh: Agus Riyanto | 18 September 2009

WHO IS POOR AND WHO IS RICH?

Bersyukurlah

Bersyukurlah

Sore tadi sebelum buka puasa, saya berdiskusi dengan teman tentang buku terbaru yang sedang dia tulis. Beliau berkisah bahwa dua bulan yang lalu beliau pergi ke Singapura. Di suatu tempat, dia melihat orang sedang membaca buku di Kinokuniya sambil menangis. Kemudian dia mendekati orang tersebut dan bertanya, apa gerangan yang terjadi. Ternyata dia sedang membaca buku yang inti ceritanya mengisahkan seseorang yang awalnya sangat susah dan miskin, tapi melalui banyak perjuangan dan tantangan serta hinaan, akhirnya dia menjadi sukses. Dari peristiwa itulah dia mendapat inspirasi untuk menulis buku karya terbarunya dengan topik dan bahasan yang sangat memotivasi, yang beliau himpun dengan mewawancarai sosok teladan di negeri kita, dan akan menyajikan success story mereka untuk kita. Hmm, pasti luar biasa.

Dari diskusi di atas, saya pun kembali teringat sebuah kisah yang saya ingin sampaikan kepada sahabat semua beberapa waktu yang lalu, namun timbul dan tenggelam seiring riuh gelombang kehidupan. Dan akhirnya sekarang mendapat momentum untuk menyajikannya di sini.

Berikut kisahnya…

***

One day, the father of a very wealthy family took his son on a trip to the country with the express purpose of showing him how poor people live.

They spent a couple of days and nights on the farm of would be considered a very poor family. Baca Lanjutannya…

Oleh: Agus Riyanto | 16 September 2009

PUJAAN HATI

Rabb

Rabb

***

Hai pujaan hati, apa kabarmu?

Ku harap kau baik-baik saja…

Pujaan hati, andai kau tahu ku sangat mencintai dirimu

Hai pujaan hati,

Setiap malam aku berdo’a kepada Sang Tuhan

Berharap cintaku jadi kenyataan

Agar ku tenang meniti kehidupan

***

Setiap orang dewasa pasti berharap memiliki pujaan hati. Dan jika belum punya, pasti mereka berusaha menemukannya. Mereka berkelana hingga ke ujung dunia. Ada yang ke Paris, menunggu di bawah menara Eiffel. Ada juga yang ke Makkah, berdoa di bawah Ka’bah, agar Sang Pencipta mempertemukan dengan pujaan hatinya. Berharap seseorang yang didamba hadir mengisi kesunyian yang selama ini mendera. Untuk bersama berbagi kisah dan kasih… Baca Lanjutannya…

Oleh: Agus Riyanto | 30 Juli 2009

INDAH PADA WAKTUNYA

Mawar Cinta

Mawar Cinta

Ketika kita minta kepada Allah setangkai bunga segar, Ia beri kita kaktus.
Kita pun meminta kepada-Nya binatang mungil dan cantik, lalu Ia beri kita ulat berbulu.

Kita merasa sedih,
kecewa, protes… dan berpikir, “betapa tidak adilnya ini…”
Namun kemudian kaktus itu berbunga sangat indah, ulat pun berubah menjadi kupu-kupu yang sangat cantik. Baca Lanjutannya…
Oleh: Agus Riyanto | 28 Juli 2009

PILIH KAYA ATAU BAHAGIA?

Hampir setiap orang yang hidup di dunia ini pasti jika ditanya apa mereka ingin hidup kaya, pasti akan menjawab “ya”. Umumnya kita ingin hidup di dunia ini berkecukupan materi, atau bila memungkinkan inginnya kaya raya. Memiliki rumah bagus, kendaraan mewah, perhiasan, deposito yang banyak, dan lain-lain.

Sekarang masalahnya, apakah dengan hidup kaya saja kita akan merasa puas dengan apa yang kita miliki? Mungkin kita telah memiliki segala benda duniawi yang menjadi simbol kekayaan, namun sebenarnya itukah yang kita cari? Baca Lanjutannya…

Oleh: Agus Riyanto | 11 Juli 2009

BERSAMA MEMBANGUN INDONESIA

Di dunia ini, siapa sih orangnya yang tidak ingin sukses. Semua orang, entah itu di kota maupun di desa, berpendidikan ataupun tidak berpendidikan, besar – kecil, tua – muda, pasti ingin sukses. Meskipun definisi sukses bagi tiap orang berbeda-beda, bagi saya, sukses sejati adalah sukses yang dimulai dari hati dan pikiran; sukses tidak hanya berpatokan pada materi saja, tapi sukses yang holistik, sehingga ketika diberi amanah—baik berupa harta, ilmu, profesi, pangkat, maupun jabatan—semua itu bisa dipergunakan untuk kemaslahatan/kebaikan bersama, untuk membangun negeri tercinta ini.

Kita mungkin masih merasa prihatin dengan keadaan bangsa dan negara kita saat ini. Kita mungkin masih hanya bisa menyaksikan, merasakan, kemudian mengeluh. Kita sebenarnya mengharapkan perubahan dan perbaikan keadaan terjadi, tapi hal yang kita lakukan dari dulu sampai sekarang tetap sama. Kita tidak melakukan pendekatan dan hal yang berbeda, yang memungkinkan hasil berbeda pula. Baca Lanjutannya…

Oleh: Agus Riyanto | 4 Juli 2009

SEMANGAT SALING BERBAGI, BERBAGI SEMANGAT

Pekan yang lalu saya mendapat dua undangan untuk sharing seputar motivasi diri dari sahabat saya, kebetulan dua hari berturut-turut di dua tempat yang berbeda. Yang pertama sharing bersama sahabat di Komunitas Semangat Donk Indonesia, dan satu lagi spesial malam Minggu sharing di sebuah organisasi remaja yang luar biasa. Jika yang pertama sharing untuk beberapa rekan mahasiswa, maka yang kedua tidak kalah menarik karena harus bicara di depan audience yang kebanyakan siswa SMP dan SMA. Untuk itu, tepat jika saya ingin menanamkan kepada rekan-rekan muda pentingnya dream building dan semangat untuk mengambil action mulai dari sekarang demi kemajuan diri dan pencapaian di masa depan. Baca Lanjutannya…

Oleh: Agus Riyanto | 1 Juli 2009

BULATKAN TEKAD DAN TAWAKKAL [2]

Sahabat pembaca yang berbahagia. Cukup lama kita tidak saling menyapa melalui karya, Alhamdulillah kini kita bisa berjumpa kembali untuk saling berbagi. Kali ini saya melanjutkan artikel beberapa bulan yang lalu yang berjudul “Bulatkan Tekad dan Tawakkal”, yang jika diambil intisarinya kira-kira sebagai berikut: “Tentukan dulu goal-nya, dan kita tekadkan untuk meraihnya”.

Selanjutkan kali ini kita akan mencoba sharing, apa sebenarnya yang harus kita lakukan setelah kita memiliki goal dan tekad yang kuat untuk mewujudkannya. Jika unsur pertama yang harus kita lakukan adalah memiliki tekad yang benar-benar kuat, maka unsur berikutnya yang harus kita lakukan adalah yang akan kita bahas berikut ini.

Unsur kedua: TAWAKKAL

Tekad saja tidak cukup untuk mewujudkan impian, karena akan kita jumpai berbagai hal di sekitar kita yang membuat apa yang kita tekadkan lama-lama surut dan pudar. Sering juga orang-orang di sekitar kita membuat motivasi dan antusiasme kita dalam meraih impian menjadi kerdil. Mereka seringnya meyakinkan bahwa sesuatu yang bisa kita raih itu hanya mimpi belaka. Dari situ akan timbul keraguan-keraguan akibat dari pengaruh negatif yang dihembuskan oleh para vampire penghisap optimisme tersebut. Baca Lanjutannya…

Oleh: Agus Riyanto | 11 Mei 2009

THE POWER OF POSITIVE ATTITUDE

Oleh : Final Prajnanta

Sikap atau dalam bahasa Inggrisnya attitude diyakini merupakan modal utama kesuksesan seseorang. William Clement Stone (4 Mei 1902 – 3 September 2002), seorang pengusaha sukses dan penulis buku pengembangan diri mengatakan bahwa There is little difference in people, but that little difference makes a big difference. The little difference is attitude. The big difference is whether it is positive or negative. (Ada sedikit perbedaan pada manusia, tetapi perbedaan kecil ini menyebabkan perbedaan yang besar. Perbedaan kecil itu adalah sikap. Perbedaan besarnya adalah apakah sikap ini positif atau negative.) Orang yang mempunyai sikap positif cenderung orangnya antusias dan selalu optimis, sebaliknya orang yang selalu bersikap negatif cenderung kurang antusias dan menjadi pesimis.

Suatu penelitian di Universitas Standford, menyimpulkan bahwa kesuksesan ditentukan oleh 87.5% attitude atau sikap dan hanya 12.5% karena kemampuan akademik seseorang. Jadi, jika anda mempunyai kemampuan akademik rata-rata, janganlah kecewa hati. Demikian pula jika tingkat pendidikan anda saat ini belum optimal, jangan merasa takut tidak akan sukses karena kesuksesan lebih ditentukan oleh sikap.

Sikap Optimis vs Pesimis

Dalam kehidupan di sekitar kita selalu terdapat orang-orang yang pesimis dan orang-orang yang optimis. Biasanya mayoritas orang adalah pesimis. Kata-kata yang sering diucapkan orang pesimis adalah :

- ”Ah, saya nggak mampu…”

- ”Nggak berani ah mencoba tantangan itu…”

Sementara orang-orang optimis akan selalu mengatakan :

- ”Saya siap menerima tantangan apa pun yang diberikan!”

- ”Saya harus sukses!”

Apa yang menyebabkan orang-orang berperilaku pesimis? Baca Lanjutannya…

Oleh: Agus Riyanto | 11 Mei 2009

MEMBANGKITKAN SEMANGAT HIDUP

***

Salam sejahtera sahabat semua. Cukup lama saya tidak menyapa Anda melalui tulisan-tulisan saya karena akhir-akhir ini banyak tugas membuat makalah. Jadi, saya tetap menulis, namun tulisannya bukan untuk diposting di sini. Sebelum melanjutkan artikel yang lalu, tentang bagaimana kita membulatkan tekad kemudian bertawakkal, saya akan mengulas bagaimana agar hidup kita tetap bersemangat. Semoga apa yang diuraikan berikut ini bermanfaat.

Ada seorang rekan pembaca yang bertanya melalui e-mail, “Pak Agus, bagaimana caranya membangkitkan semangat hidup?” Rekan saya tersebut berkisah bahwa ia sering keliru memaknai sebuah hadits yang berbunyi, “Beramallah untuk duniamu seakan-akan engkau akan hidup selama-lamanya, dan beramallah untuk akhiratmu seakan-akan engkau akan mati besok”. Ia beranggapan bahwa buat apa bekerja keras meraih kesuksesan dunia kalau pada akhirnya kita juga akan mati.

Ya, memang benar kita akan mati, tapi bukan berarti kita menjadi bersikap apatis seperti itu. Pada suatu saat nanti maut pasti akan menjemput, dan berakhirlah kontrak hidup kita di dunia ini. Namun jika hal ini menjadikan kita kehilangan semangat untuk berjuang dan bekerja keras untuk mewujudkan cita-cita kita, atau paling tidak berusaha agar kita bisa meraih kehidupan yang lebih baik maka menurut saya pemahaman seperti itu agak kurang tepat. Saya tidak menyalahkan, tetapi hanya menyayangkan.

Akhirat memang harus kita dapatkan, namun dunia juga tidak boleh kita abaikan. Dan yang paling ideal adalah kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Semua orang pasti menghendaki kedua hal tersebut. Jadi ada keseimbangan dalam hidup ini. Di samping bekerja keras untuk urusan dunia, di sisi lain kita juga tidak melupakan ibadah kita kepada Tuhan. Kita tidak mementingkan dunia saja, tapi kita juga tetap ingat kepada Allah SWT, dan sadar betul kewajiban kita kepada-Nya. Dengan memahami pentingnya keseimbangan hidup tersebut, kita akan memiliki sebuah semangat untuk menjalani hidup ini dengan dinamis, optimis dan bahagia.

Ada beberapa hal yang dapat membangkitkan semangat hidup, antara lain: Baca Lanjutannya…

Oleh: Agus Riyanto | 9 April 2009

BULATKAN TEKAD DAN TAWAKKAL

Suatu hari seorang sahabat bertanya melalui email, “Kalau ada orang yang terlahir dengan otak yang cerdas mereka mudah meraih kesuksesan yang mereka impikan. Lha, bagi orang yang pikirannya pas-pasan, bagaimana saya bisa sukses dalam hidup ini?”

Sering kali kita mendengar orang lain di sekitar kita menceritakan dirinya. Namun, jika kita amati mereka lebih menonjolkan kekurangan atau rasa ketidakberdayaan yang mereka rasa ada padanya. Mereka berfokus pada sesuatu yang “negatif” dari diri mereka sendiri. Saya sengaja memberi tanda petik pada kata “negatif” karena ini sebenarnya hanya persepsi mereka saja. Kalau menilai keterbatasan diri, rasanya banyak orang yang lebih punya alasan. Alasan yang menguatkan bahwa dirinya tidak bisa ini, tidak bisa itu dan sebagainya. Baca Lanjutannya…

Oleh: Agus Riyanto | 9 April 2009

BANGKIT INDONESIA!!!

Bangsa kita pernah dijajah selama 3,5 abad oleh bangsa lain. Belanda adalah negara yang pernah menjajah bangsa kita paling lama. Jika kita mendengar cerita dari kakek atau nenek kita yang dulu pernah mengalami sendiri masa penjajahan, tentunya kita akan tahu betapa menderitanya bangsa ini ketika ditindas dan dikuras kekayaannya oleh bangsa lain. Rakyat kita menjadi miskin, bodoh dan menderita.

Dari pengalaman itu, seharusnya kita harus bertekad bulat untuk bisa bangkit menjadi bangsa yang berjaya dan berakhlak mulia, yang tidak diremehkan dan ditindas oleh bangsa lain. Mungkin secara fisik bangsa kita telah merdeka, namun apakah jiwa kita juga sudah merdeka? Apakah secara ekonomi juga sudah merdeka? Baca Lanjutannya…

Oleh: Agus Riyanto | 28 Maret 2009

MENULIS, SIAPA TAKUT?

Artikel ini saya tulis untuk menjawab pertanyaan seorang sahabat pembaca dari Bogor yang bercita-cita menjadi penulis buku, tetapi masih mengalami kesulitan dan merasa belum pantas menulis buku.

Sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas sharingnya. Bukan berarti saya lebih pandai dari anda, namun mari kita belajar bersama karena pada hakikatnya kita sama-sama menjadi pembelajar dalam kehidupan ini. Pembelajar sejati tak ‘kan pernah berhenti belajar selama hayat masih dikandung badan… Keep learning!

***

Sahabatku, sebetulnya menulis bukanlah hal yang sulit, namun juga tidaklah mudah. Menulis membutuhkan tekad, kerendahan hati untuk terus belajar dan suasana yang hati yang kondusif. Tentang kiat-kiat menulis sudah pernah saya bahas. Silahkan anda buka halaman “Tips”, di situ saya mengulas tips menulis yang efektif agar hasilnya lebih maksimal, baik dalam menulis artikel maupun buku. Semoga uraian tersebut  bisa memberikan manfaat dan inspirasi kepada anda yang membutuhkan. Baca Lanjutannya…

Oleh: Agus Riyanto | 12 Maret 2009

BULAN SABIT: JADILAH PURNAMA!!!



Pada artikel yang lalu saya menulis tentang “Bulan: Sabit untuk Purnama atau Purnama untuk Sabit?” yang isinya belumlah mencerminkan judul artikel tersebut dan menimbulkan pertanyaan bagi sahabat yang membacanya. Bahkan senyum saya sempat tersungging ketika membaca komentar Pak Wuryanano–seorang pengusaha, motivator dan life inspirator yang luar biasa prima dan saya kagumi. Pasalnya beliau menghubungkan kata “bulan” tersebut dengan wanita; tentang keadaan wanita bila masih didatangi bulan (atau kedatangan bulan), atau harapan wanita tentang bulan agar selalu datang padanya, dan seterusnya… He..he..he.. saya juga jadi teringat teman saya yang baru menikah, kemudian mereka berbulan madu. Atau ketika teman saya yang lain kelelahan dalam aktivitasnya, maka kemudian dia minum STMJ (Susu, Telor, Madu, Jahe). Hmm… yang ini malah tidak ada hubungannya sama sekali. Hanya ada kata “madu”-nya, dan sebelumnya ada kata “bulan madu”. Bicara tentang bulan, saya juga jadi ingat pernah mimpi berjalan malam hari diiringi bulan, bulan purnama, anehnya bulannya ada empat, tapi itu sekedar mimpi… bunga tidur di malam hari.

Terlepas dari semua persepsi di atas tentang bulan, mari sekarang kita ulas kata “bulan” dari sisi yang lain, sebagaimana maksud dari tulisan saya sebelumnya, yakni pesan dari seorang sahabat–sang penulis novel “Kepribadian Alina”, kepada saya di suatu malam. Semoga pesan ini bisa bermanfaat pula untuk sahabat-sahabat yang lain, yang saat ini masih dalam proses pencarian jati diri atau proses perjuangan menjadi manusia dewasa yang lebih baik dan bijaksana. Baca Lanjutannya…

Tulisan Sebelumnya »

Kategori