Posted by: Agus Riyanto | 4 Agustus 2008

MENSYUKURI NIKMAT KEMERDEKAAN

Tak terasa sudah 63 tahun negara kita, Indonesia tercinta, telah merdeka. Tak terasa 63 tahun sudah kita hidup di alam yang merdeka, menghirup udara kebebasan dari belenggu penjajahan yang menyengsarakan dan membodohkan bangsa kita. Teringat masa-masa dan penderitaan bangsa ini ketika dijajah selama kurang lebih 3,5 abad; sekarang kita benar-benar harus bersyukur dan mengisi kemerdekaan ini dengan karya dan prestasi terbaik.

Kemerdekaan yang kita nikmati sekarang ini bukannya didapat dengan mudah, melainkan dengan cucuran darah dan pengorbanan jiwa-raga para pejuang kusuma bangsa. Mereka berjuang tak kenal lelah, pantang menyerah, dengan nyawa menjadi taruhannya demi kemerdekaan negeri ini. Kita pasti pernah mendengar betapa dahsyatnya perjuangan Pangeran Diponegoro, Tuanku Imam Bonjol, Cut Nyak Dien, Christina Martha Tiahahu, Pangeran Antasari, Sultang Agung, Sultan Hasanuddin, Panglima Polim, Sisinga Mangaraja, dan lain-lain yang berjuang hingga titik darah penghabisan mengusir penjajah dari daerahnya masing-masing.

Dengan perjuangan mereka–para pahlawan yang telah mempertaruhkan jiwa dan raganya—dari generasi ke generasi maka akhirnya pada tanggal 17 Agustus 1945 bertempat di kediaman Ir. Sukarno, di Jl. Pegangsaan Timur No.56 Jakarta tepat pada pukul 10.30 waktu Jawa (sama dengan pukul 10.00 WIB sekarang) Ir. Sukarno dan Drs. Moh. Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Baca Lanjutannya…

Posted by: Agus Riyanto | 9 Juni 2008

BORN TO BE A CHAMPION

BORN TO BE A CHAMPION
Menguak Fakta Diri Untuk Meraih Kemenangan Sejati

BOOK REVIEW

– BORN TO BE A CHAMPION-

Kehidupan adalah anugerah terindah dari Sang Pencipta dan rahmat yang harus disyukuri. Namun, tidak semua orang bisa memahami dan merasakan hal tersebut. Banyak orang yang karena kekurangan dan keterbatasan yang ada pada dirinya membuat hidup ini seolah hanya sebuah rangkaian penderitaan dan kekalahan. Mereka tidak memahami apa hakekat kehidupan, makna perjuangan, makna kekalahan dan makna kemenangan. Manusia lebih menginginkan hidup berjalan sesuai keinginan dan pikiran mereka, padahal hidup butuh proses yang tidak instan.

Setelah melalui perenungan yang dalam dan kilas balik kehidupan di dunia ini, penulis buku ini berani mengungkapkan kebijaksanaan kehidupan, mencoba menaburkan benih kebangkitan dan menawarkan pencerahan bagi setiap insan untuk menjadi pemenang bagi hidupnya. Berbagai cobaan, kesulitan, kegagalan, penderitaan, sakit, pengkhiatan, cemoohan, bahkan fitnahan; semua itu justru memberikan banyak pelajaran dan tempaan bagi pertumbuhan mental kita. Segala keterbatasan yang pernah dihadapi tidak menghentikan langkah kita untuk terus bertumbuh dan maju, karena ternyata Alloh SWT juga telah memberikan jalan dan pertolongan-Nya. Semua yang telah terjadi dalam hidup ini dan apa yang ada di alam semesta tiada satu pun yang sia-sia.

Semua orang pasti memiliki kekurangan dan keterbatasan diri. Tapi tidak sedikit juga dari mereka yang menyadari bahwa mereka juga dikaruniai kelebihan dan keunikan yang tidak dimiliki orang lain. Kebanyakan orang menganggap segala keterbatasan dan kekurangan yang ada pada dirinya itu adalah sebuah takdir yang tidak bisa dirubah. Padahal kalau mereka berani berusaha menemukan potensi unggul yang ada pada diri mereka, untuk kemudian mengasah dan memberdayakannya, mereka tidak saja akan menjadi manusia yang lebih baik, namun bisa menjadi luar biasa!

Buku ini akan membantu pembacanya menemukan potensi unggul yang ada pada diri mereka dan mengasah/memberdayakannya sehingga menjadi seorang pemenang sejati.

Pendapat Para Pakar:

Baca Lanjutannya…

Posted by: Agus Riyanto | 9 Juni 2008

UCAPAN TERIMA KASIH

Yang pertama dan utama saya memanjatkan puja dan puji syukur kehadirat Alloh SWT, karena dengan petunjuk dan pertolongan-Nya buku “BORN TO BE A CHAMPION – Menguak Fakta Diri Untuk Meraih Kemenangan Sejati” bisa selesai disusun dan di bulan Juni 2008 ini hadir menyapa kita semua, sahabat dan pembaca yang budiman. Sholawat dan salam teruntuk Nabi Muhammad saw, yang menjadi teladan dan inspirasi hidup saya.

Dalam kesempatan yang berbahagia ini saya ingin mengucapkan terima kasih kepada:

1. Ayah, ibu, dan adik-adik tercinta.

2. Bapak Final Prajnanta dan keluarga. Pak Final adalah sosok yang luar biasa. Beliau hadir sebagai sahabat, mentor, motivator dan sekaligus bisa menjadi sosok ayah bagi diri saya. Terima kasih tak terhingga telah memberikan Kata Pengantar buku saya.

3. Pribadi-pribadi luar biasa yang telah menginspirasi hidup saya dan yang telah memberikan komentar dahsyat di buku saya, yaitu Bpk. Waidi, Bpk. Wuryanano, Bpk. Eko Jalu Santoso, Ibu Hartati Nurwijaya, Mba Eni Kusuma, Bpk. Teddi Prasetya Yuliawan, Mas Rusdin S. Rauf, dan Bpk. Edy Zaqeus.

4. Nistains Odop, sahabat dan rekan luar biasa prima yang telah berhasil memberikan akselerasi dan sarana sehingga buku saya ini segera terselesaikan dan diterbitkan.

5. Sahabat-sahabat setiaku: Anwar, Anto, Tono, Tanto, Ma’tuf, Made, Warsono, Narko, Laely, Tati, Bekti, Vita, Astuti, Siti, Mei, Fitri, Al Amin, Ichank, Khoerul, Rahmat, Qirno, Yadi, Arief, Rudi, Warno, Lita, serta teman-teman lain yang tidak bisa disebut satu per satu.

6. Om Iin Rasikin, Om Handoko, Om Warno, Tante Roemi, Mas Riswo, Mba Wilastri, Mas Ghofir, Mas Toni, Ustadz Thoyyib; terima kasih atas semua perhatian dan bimbingannya. Dan juga teman-teman kuliah; Mba Cici, Mba Tri, Jay, Ririn, Yusuf, dan lain-lain. Semoga selalu semangat dan kompak.

7. Rekan-rekan di milis penulisbestseller dan milis SuperMindPower yang telah memberikan banyak pengetahuan tentang dunia kepenulisan, memberikan banyak masukan, dan berbagai wawasan yang mencerahkan.

8. Sahabat pembaca dan rekan nge-blog, seperti Mba Afra (terima kasih atas masukan dan supportnya), juga Bu Ida, Bu Rintis, Yanie, Wulan, Yanti, Nur Hidayat, Idris, dan lain-lain.

Serta Anda semua yang telah berkunjung ke rumah virtual mini saya ini. Semoga buku BORN TO BE A CHAMPION bisa memberikan manfaat kepada kita semua, terutama bagi pribadi-pribadi yang merindukan bangsa dan negara Indonesia tercinta bangkit menjadi bangsa dan negara yang berjaya di planet bumi ini. We are the champion!

Salam kemanangan!

Agus Riyanto

Kumpulan Puisi Hati Kapas

CERMINAN HATI, PERASAAN DAN CINTA

Hati adalah persembahan Sang Khalik yang paling suci, indah, nan mulia. Dia ada di setiap insan. Dia akan selalu jujur meski si-empunya jahat lagi kejam. Dia cahaya (Nur) yang takkan pernah padam, meski gelap menyelimuti.

Wahai insan bumi, penuhilah hati ini dengan hembusan sepoi penebar kesejukan dan kedamaian dengan cinta dan kasih sayang. Jangan relakan hati ini terpolusi limbah kedengkian, kenistaan, kemunafikan dan kejahatan abadi.

Biarkan ia sebening embun pagi, selembut sutra, dan seputih kapas. Biarkan hati terus berpijar, menjurai, mengukir dan mendesain kehidupan, seiring waktu yang berjalan. Biarkan ia semurni Hati Kapas begitu ringan terbang melayang menggapai asa dan mereguk kebahagian menuju cahaya kebenaran hakiki, berteman mentari dan membelai erat dewi malam.

Dia akan melantunkan senandung pujian suci, yang tertuang dalam puisi-puisi eksotik, sehingga jiwa akan selaras dengan perintah pencipta-Nya dan berkata tidak untuk semua larangan-Nya.

Kumpulan puisi sejuta makna, disajikan secara apik dengan bahasa lugu khas remaja. Mengisahkan kisah dan pengalaman pribadi penulis mengenai pandangan mereka terhadap persahabatan, cinta, dan kehidupan. Semua itu terangkum dalam lembaran-lembaran putih Hati Kapas.

Buku “Kumpulan Puisi Hati Kapas: Cerminan Hati, Perasaan, dan Cinta”–karya Agus Riyanto, Anjungan Anwar P., dan kawan-kawan–ini menjadi buku pembukaan terbitnya buku motivasi special, “BORN TO BE A CHAMPION” (Penerbit Smart Born) karya Agus Riyanto yang mulai awal Juni 2008 ini akan hadir menyapa pembaca setia yang budiman.

Nantikan kehadiran buku motivasi spesial, “BORN TO BE A CHAMPION”!

Pastikan Anda memiliki, membaca dan atau membagikannya pada orang-orang yang Anda cintai…

Salam sukses dunia - akhirat!

Agus Riyanto

Posted by: Agus Riyanto | 30 Mei 2008

SEBUAH JANJI

Berjanji adalah salah satu hal yang mudah kita lakukan. Sering tanpa kita sadari, dari mulut kita keluar untaian kalimat yang menebarkan janji-janji kepada orang lain. Sama mudahnya seperti mengucapkan kata-kata yang berisi kalimat berita, demikian janji itu keluar dari mulut kita. Bedanya, kata-kata yang berisi janji-janji menimbulkan ekspektasi (pengharapan) kepada orang lain yang kita beri janji tersebut.

Jutaan janji terucap tiap harinya di dunia ini. Ada janji seorang pemimpin negara untuk tidak menaikkan harga BBM. Ada janji calon bupati ketika berkampanye akan membangun daerah yang dipimpinnya kelak (jika ia terpilih) dengan investasi. Ada janji seorang laki-laki yang akan menikahi kekasihnya. Ada janji seorang wanita yang akan setia ketika ditinggal merantau pacarnya. Ada janji seorang anak yang akan berpegang teguh pada agama Alloh ketika harus merantau keluar kota menuntut ilmu. Ada janji anak yang akan berbakti kepada orangtuanya. Ada janji dari teman yang akan memberikan hadiah kepada sahabatnya. Ada janji seorang majikan yang akan menaikkan gaji pegawainya. Ada juga janji dari seseorang yang akan memberikan sesuatu kepada sahabatnya yang jauh. Dan masih banyak janji-janji lain yang bertebaran di angkasa tiap harinya.

Apakah semua janji-janji itu ditepati semua? Baca Lanjutannya…

Posted by: Agus Riyanto | 30 Mei 2008

HIKMAH SEBUAH PERJALANAN: BERUBAH MENJADI LEBIH BAIK

Oleh : Anjungan Anwar P.*

Setiap hari saya pergi ke pasar untuk belanja keperluan kios yang saya kelola, menggunakan sepeda motor melewati jalan-jalan utama di kota Purwokerto. Dalam perjalanan itu saya selalu mengamati segala hal yang saya lihat; kendaraan yang lalu lalang, keramaian pasar dan para pedagang yang sedang berjualan di pasar.

Ada hal yang menarik dari hasil pengamatan saya selama hampir 1 tahun menjadi seorang pedagang. Saya menemukan sebuah toko yang selalu berubah-ubah jenis usaha dan barang komoditi yang dijual. Pertama toko itu berjualan barang-barang dari bahan plastik (ember, baskom, perkakas dapur dll), kemudian berubah menjadi toko yang menjual air mineral berbagai merek. Pernah juga toko tersebut berubah menjadi toko mainan anak-anak. Dan yang terakhir saya lihat, toko itu diubah oleh pemiliknya menjadi warung makan.

Saya salut dengan kegigihan pak Ahmad (nama samaran), pemiliki toko itu. Beliau tidak pernah menyerah, apa lagi berputus asa dalam usahanya, walau ia selalu gagal atau kurang berhasil. Beliau selalu kreatif untuk mencari jenis usaha lain untuk tokonya; berusaha dan berusaha terus mencari peluang lain untuk sukses. Baca Lanjutannya…

Posted by: Agus Riyanto | 23 Mei 2008

PERSISTENSI MENGHADAPI COBAAN

Setiap orang yang berakal pasti memiliki impian atau cita-cita. Namun hanya beberapa saja dari mereka yang mendapatkan impiannya, sementara sebagian besarnya banyak yang berhenti di tengah jalan dan menganggap bahwa impian/cita-citanya tidak akan bisa diwujudkan. Orang yang berhenti itulah yang dinamakan pecundang. Mereka berhenti ketika melihat jalan yang terbentang di depannya penuh tanjakan dan berkelok-kelok penuh kerikil tajam. Mereka mengira semuanya akan mudah diraih dengan sedikit usaha, tapi ternyata dalam hidup ini tidak ada yang gratis. Semua butuh perjuangan dan kegigihan yang luar biasa kalau ingin berhasil.

Untuk meraih kesuksesan, kita membutuhkan kesabaran dan ketabahan ekstra dalam menjalani proses demi proses. Hal ini sejalan dengan apa yang dikemukakan oleh Daniel Goleman dalam bukunya, Emotional Intelligence, “Kemampuan untuk menunda dorongan hati merupakan akar segala macam upaya, mulai dari mempertahankan diet hingga mengejar gelar sarjana. Beberapa anak, bahkan pada usia 4 tahun, telah menguasai dasar-dasarnya: mereka mampu membaca situasi sosial di mana penundaan akan memberi manfaat lebih. Mereka juga mampu mengacak perhatian agar tidak selalu terpusat pada godaan yang dihadapi, dan mampu menghibur diri selama berupaya mempertahankan kegigihan yang diperlukan untuk meraih sasaran.” Baca Lanjutannya…

Posted by: Agus Riyanto | 15 Mei 2008

KETULUSAN HATI

Beberapa tahun yang lalu, saya pernah dipercayai untuk mengajar privat suatu disiplin ilmu kepada seorang anak yang nakalnya bukan main. Sudah beberapa kali ia diajar oleh beberapa guru yang berlainan tapi belum membuahkan hasil. Akhirnya orangtuanya mempercayakan anak tersebut pada saya.

Pada mulanya, anak itu sungguh mengesalkan luar biasa! Susahnya minta ampun, saya seolah jadi obyek mainannya… Dikerasi tambah keras, dikasih ati… ih makan ati! Sampai suatu titik di mana kesabaran saya mungkin hampir menemui batas…, pernah terpikir untuk mengundurkan diri saja! Habis, kesel+jengkel+gemes juga hati ini… Tapi saya berpikir bahwa bila saya mundur, maka saya gagal… tidak bisa memegang kepercayaan orangtua si anak. Baca Lanjutannya…

Posted by: Agus Riyanto | 10 Mei 2008

IBU

Hujan rintik-rintik iringi kesunyian

Kau ingatkan aku akan seraut wajah

Yang lelah mulai menua

Rambut memutih di makan usia

Kala dingin ini menyentuh

Hati ini mencari

Tentang suatu rindu dan kasih sayang

Yang telah tumbuhkan aku dewasa

Penuh cinta tulus murni

Terbayang s’gala lelah dan payah

Merawat dan membesarkan anakmu

Kadang aku menjengkelkan

Kadang aku menyakitkan perasaan

Kau tetap di sisi mendampingi

Jika segala isi dunia bisa terbeli

Tak ‘kan bisa tuk lunasi

Semua derita dan kasihmu

Semua curahan cintamu

Cucuran keringat dan air matamu

Oh, ibu…

Ijinkan ku ‘tuk berbakti

Di sisa usia ini

Bahagiakanmu hingga akhir waktu

Posted by: Agus Riyanto | 5 Mei 2008

MOTIVASI DAN PEMBANGUNAN

Sekarang, penjajah telah pergi meninggalkan bumi nusantara 62 tahun lamanya. Penjajahan secara fisik telah berakhir. Dan kita pun hidup di alam yang merdeka. Sekarang apa yang menjadi tugas kita untuk melanjutkan perjuangan para pendahulu kita yang telah memperjuangkan kemerdekaan negeri kita tercinta ini dengan taruhan jiwa dan raga mereka? Tidak lain dan tidak bukan adalah mengisinya dengan pembangunan. Pembangunan di segala bidang sudah menjadi kewajiban kita—semua komponen bangsa—apa pun posisi kita dan di mana pun kita berada.

Di sekolah kita diberi tahu melaui pelajaran  Pendidikan Kewarganegaraan bahwa pembangunan itu meliputi pembangunan manusia Indonesia seluruhnya dan seutuhnya, namun akhir-akhir ini—terutama sejak terjadinya krisis moneter yang diikuti krisis-krisis yang lain, kita seakan terperanjat melihat kenyataan begitu bobroknya negeri ini. Korupsi, kolusi dan nepotisme telah membudaya di pemerintahan dan hampir merata di seluruh Indonesia. Bahkan sampai sekarang kita masih sering melihat berita di televisi atau surat kabar kasus korupsi yang dilakukan oleh pejabat pemerintah, baik legislatif maupun eksekutif. Padahal seharusnya pemerintahnya yang paling bertanggung jawab terhadap arah perkembangan dan pembangunan bangsa karena dana dari masyarakat sudah mengalir tak terhitung banyaknya melaui berbagai pajak dan retribusi yang dibebanan oleh negara. Baca Lanjutannya…

Posted by: Agus Riyanto | 14 April 2008

KETIKA CINTA DIUJI (Part 2)

Cinta terkadang membuat kita bahagia luar biasa, namun kadang juga membuat hati kita terluka dan menangis pilu. Demikian juga Wulan yang sedang “merindu”, ia pun–tanpa direncanakan–ternyata harus menghadapi kepiluan yang mungkin harus ia hadapi untuk membuktikan kedahsyatan cintanya kepada Bintang. Demikian juga Bintang, sesuatu yang sejak lama ia nanti-nantikan ternyata tidak selalu berjalan mulus dan sesuai keinginan.

Hal ini bermula setelah beberapa kali Bintang berkunjung ke rumah Wulan. Pada awalnya, orang tua Wulan bersikap baik dan ramah pada Bintang, namun pada suatu hari setelah kepergian Bintang dari Rumah Wulan terjadi perdebatan sengit antara ibu dan anak. Baca Lanjutannya…

Posted by: Agus Riyanto | 1 April 2008

KETIKA CINTA DIUJI (Part 1)

Tulisan ini terinspirasi dari sebuah kisah nyata anak manusia yang sedang dilanda cinta. Jika mulai 24 Maret 2008 kemarin kita bisa menyaksikan sinetron di sebuah stasiun televisi swasta dengan judul yang menarik perhatian—terutama bagi anak-anak muda—yakni “Kasmaran: Sejauh Mana Kau Kejar Cinta”, sekarang saya akan berbagi sedikit cerita kepada Anda.

Kisah ini berawal ketika beberapa minggu sebelum bulan suci Ramadhan tahun yang lalu saya tidak sengaja berjumpa dengan seorang teman SMA yang sekian lama tak pernah jumpa. Dari pertemuan tersebut saya mendapatkan beberapa nomor hp teman-teman yang lain. Malamnya saya mencoba menghubungi beberapa teman tersebut karena ingin mengetahui kabar mereka. Salah satunya adalah Wulan (bukan nama sebenarnya). Dengan Wulan saya bertanya kabar si A, si B, dan lain-lain. Setelah bicara panjang lebar, saya melontarkan pertanyaan yang sedikit nyerempet tentang jodoh. Jawabannya ternyata keluar nada yang kurang semangat. Sepertinya Wulan belum menemukan soulmate-nya, demikian kesimpulan spontan saya. Saya pernah satu kelas dengannya ketika kelas 1 dan kelas 2 SMA; masa-masa di mana kami berjuang melewati masa remaja yang penuh gejolak luar biasa prima.

Kemudian dengan nada ringan dan niat yang tulus, saya mengajukan tawaran, “Bagaimana jika saya kenalkan dengan seorang teman. Niatkan saja untuk menambah silaturahmi. Kata orang bijak, banyak sahabat - banyak rezeki…” Wulan pun menyambut baik niat saya. Setelah itu saya pun memberitahukan nama dan nomor hp seorang teman kepada Wulan. Siapakah dia? Baca Lanjutannya…

Posted by: Agus Riyanto | 11 Februari 2008

ANAK RAJAWALI

Sang Rajawali SejatiDi tengah hutan belantara, di atas sebuh pohon yang tinggi besar dan berdaun lebat, bersaranglah seekor burung rajawali. Dalam sarang tersebut terdapat beberapa telur yang siap menetas. Pada suatu hari, datanglah angin kencang yang menerjang pohon tersebut sehingga satu dari telur-telur rajawali tersebut jatuh. Namun beruntung, telur tersebut jatuh tepat di atas sarang seekor ayam (hutan) sehingga tidak pecah. Kemudian telur tersebut menggelinding menyatu dengan telur-telur ayam yang sedang dierami sang induk.

Hari berganti hari, akhirnya telur rajawali tersebut menetas juga bersama telur-telur ayam lainnya. Dijalaninya hari-hari baru dengan anak ayam yang lain dengan rukun dan ceria. Ke mana-mana mereka bersama, mencari makan dan bermain menelusuri pelosok hutan. Semakin hari tubuh anak rajawali semakin besar dan ia melihat perbedaan fisiknya dengan anak ayam yang lain sehingga timbul penasaran dalam hatinya.

Suatu hari ia memberanikan bertanya kepada induknya, “Bu, kenapa tubuhku berbeda dengan yang lain? Kenapa tubuhku lebih besar dan sayapku lebih lebar?” Baca Lanjutannya…

Posted by: Agus Riyanto | 1 Januari 2008

TAHUN BARU: SELALU ADA HARAPAN BARU

Tak terasa detik demi detik berlalu begitu cepat, hari berganti hari, bulan-bulan berlalu… Setahun telah berlalu kembali, telah terukir semua kenangan. Pahit manis kehidupan datang dan pergi, suka dan duka mengiringi langkah kita setahun terakhir ini: tahun 2007.

Kini tahun baru telah tiba. Menawarkan berjuta mimpi. Membentangkan selaksa harapan; bukan duka dan kekecewaan. Ini adalah tahun yang menentukan, tahun yang harus penuh kesuksesan.

Tahun baru, tidak berarti kekasih baru, suami/istri baru… Tahun baru adalah semangat baru, harapan baru. Mimpi yang terangkai tahun lalu yang belum sempat diwujudkan akan terlaksana di tahun ini. Tahun baru adalah semangat baru, semangat untuk berubah menjadi lebih baik, semangat untuk meraih segala impian karena selalu ada harapan baru. Baca Lanjutannya…

Posted by: Agus Riyanto | 10 Desember 2007

MENIKMATI PUTARAN RODA KEHIDUPAN

 

circle-life.jpg

Sukses itu penuh perjuangan, bahkan harus diraih dengan pengorbanan yang dahsyat, begitu orang bilang. Meraih sukses itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Sering kita kagum terhadap orang-orang sukses di dunia ini, namun kita jarang menelusuri perjalanan sukses mereka yang penuh onak dan duri.

Jika kita dilahirkan di tengah keluarga yang sederhana, atau bahkan kekurangan, mungkin kita tidak akan mendapatkan fasilitas yang memadai untuk mewujudkan impian sukses kita. Berawal dari pendidikan yang layak, mungkin kita hanya mendapatkan pendidikan seadanya. Karena kita tidak mendapat fasilitas yang memadai, seperti biaya kuliah dan lain-lain maka kita pun harus berjuang dari nol. Kita bergerak dari bawah, kita berjuang dari bukan siapa-siapa, tidak punya apa-apa, tidak diakui siapa-siapa, untuk menjadi diri kita yang sesungguhnya yang eksistensi dan kompetensinya diakui dunia di sekitar kita.

Perjuangan dari bawah adalah perjuangan yang keras dan penuh tantangan. Kita menaiki tangga dari anak tangga yang pertama. Jika orang tua kita adalah pemilik perusahaan, tentu kita tinggal mewarisinya. Kita tidak perlu susah-susah merintis karir dari bawah atau merintis usaha/bisnis dari nol. Tapi jika kita meraih kesuksesan dari tidak punya apa-apa menjadi punya segalanya, kesuksesan ini akan sangat berarti bagi kita. Dan yang lebih penting lagi, perjalanan dalam meraih kesuksesan itu sendiri menjadi kekayaan mental kita yang sangat bernilai. Baca Lanjutannya…

Older Posts »

Kategori